Halloween Costume ideas 2015
March 2018

(29/3/2018) - Konvoi kedelapan yang membawa warga sipil dan pejuang oposisi dari Ghouta Timur, sebuah daerah pinggiran Damaskus yang terkepung, tiba di provinsi Hama barat-tengah Suriah pada Kamis.

Menurut koresponden Anadolu yang berbasis di daerah itu, para pengungsi berasal dari kota Arbin, Zamalka, dan Ain Tarma.

Konvoi Kamis terdiri dari 80 bus yang membawa 2.282 penumpang, termasuk orang-orang yang terluka, pasien medis dan sejumlah pejuang oposisi.

Setidaknya 30.000 orang telah dievakuasi dari Ghouta Timur sejak proses evakuasi dimulai pekan lalu.

Pada hari Rabu, sebuah konvoi 55-bus tiba di Hama dengan 3.014 penduduk sipil.

Para pengungsi sedang ditampung di pusat-pusat pengungsi sementara - dan di sekolah-sekolah lokal dan masjid - di provinsi barat laut Idlib dan Aleppo di Suriah barat laut.

Pekan lalu, dua konvoi pertama mengevakuasi orang-orang dari kota Harasta di Ghouta Timur. Ini diikuti oleh evakuasi tambahan dari kota Arbin, Zamalka dan Ain Tarma.






Evakuasi adalah bagian dari perjanjian yang dijembatani Rusia antara rezim Assad Suriah dan kelompok oposisi bersenjata.

Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401, yang menyerukan gencatan senjata di Suriah - terutama di Ghouta Timur - untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Meskipun ada resolusi gencatan senjata, namun rezim dan sekutu-sekutunya awal bulan ini meluncurkan serangan darat yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, bertujuan merebut wilayah yang dikontrol oleh pejuang oposisi di distrik itu.

Sejak 19 Februari, setidaknya 1.433 orang dilaporkan tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutu-sekutunya di Ghouta Timur, menurut sumber-sumber pertahanan sipil setempat.

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk di distrik itu tetap dalam pengepungan rezim yang berlangsung selama lima tahun terakhir sehingga mencegah pengiriman pasokan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

muhammad saw

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

قال الله تعالى: اعوذبالله من الشيطان الرجيم

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Mahasuci Allah Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam, dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan kepada dia sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh Dialah Zat Yang Maha Mendengar lagi Mahatahu (TQS al-Isra’ [17]: 1).


Ikhwani fiddin a’azzaniyallahu waiyyakum,

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketakwaan. Dengan begitu, kita akan semakin mampu berpegang teguh dengan agama-Nya. Sehingga kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Maashiral muslimin rahimakumullah ….

Kita telah memasuki bulan Rajab, salah satu bulan suci dalam kalender hijriyah. Di dalamnya ada peristiwa penting, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang biasa diperingati oleh sebagian kaum Muslim, termasuk di negeri ini.

Dalam peristiwa yang berlangsung 18 bulan sebelum Nabi SAW dan para sahabat hijrah ke Madinah itu, Allah SWT memperlihatkan berbagai tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW.

Pantaslah jika Allah SWT sampai mengingatkan kita semua akan peristiwa ini dalam firman-Nya:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Mahasuci Allah Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam, dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan kepada dia sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh Dialah Zat Yang Maha Mendengar lagi Mahatahu (TQS al-Isra’ [17]: 1).

Jamaah yang dimuliakan Allah …

Melalui Isra’ Mi’raj ini, Allah SWT menguatkan hati Nabi SAW terhadap berbagai ujian dakwah yang sangat berat yang dihadapi beliau.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا…

Sungguh telah didustakan (pula) para rasul sebelum kalian, tetapi mereka sabar atas pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) atas diri mereka hingga datang pertolongan Kami kepada mereka… (TQS al-An’am [6]: 34).

Allah perlihatkan kebesarannya kepada Rasulullah SAW, seperti kendaraan buraq yang dapat melaju kencang; juga wilayah Sinai, Golan dan lainnya yang kemudian hari berhasil ditaklukkan oleh kaum Muslim. Allah SWT pun memperlihatkan sebagian isi neraka. Allah SWT juga mengangkat beliau hingga ke Sidratul Muntaha untuk berdialog dengan-Nya dan menerima perintah shalat.

Seluruh kejadian dalam peristiwa Isra’ Mi’raj sungguh telah mengangkat kembali moral Baginda Nabi SAW dan mampu memupus duka yang telah beliau alami kala itu.

Jamaah yang dirahmati Allah …

Jika Isra Mi’raj adalah perjalanan yang demikian bermakna bagi Rasulullah SAW, lalu apa makna Isra Mi’raj bagi kaum Muslim? Dengan indah Ibnu Ishaq menuliskan: “Sungguh pada peristiwa Isra yang beliau jalani dan apa yang beliau sebutkan di dalamnya terdapat ujian, seleksi dan salah satu bukti kekuasaan Allah. Di dalamnya juga terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal, petunjuk dan rahmat pengokohan bagi orang yang mengimani dan membenarkan kekuasaan Allah.” (Ibnu Hisyam, 1/396).

Mendengar peristiwa Isra Mi’raj yang mustahil diterima akal, kaum musyrik Quraisy menjadikan peristiwa itu sebagai celah untuk meruntuhkan keimanan kaum Muslim. Mereka menghasut sebagian orang yang telah masuk Islam agar kembali murtad dari agama Allah SWT. Mereka berdalih, bagaimana mungkin seorang manusia dapat menempuh perjalanan yang amat jauh dalam waktu yang amat singkat, kemudian bercerita bahwa dia dinaikkan ke langit dan bercakap-cakap dengan Pencipta dan Pengatur alam semesta ini?

Sebaliknya, hal menakjubkan justru ditunjukkan oleh Abu Bakar ra. Beliau sama sekali tak meragukan peristiwa itu yang dapat membuat keimanannya guncang. Abu Bakar ra malah mempertanyakan sikap kaum musyrik Quraisy yang mengingkari kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW, ”Demi Allah, jika itu yang ia katakan, sungguh ia berkata benar. Apa yang aneh bagi kalian?”

Setelah itu Abu Bakar ra. mendatangi Rasulullah SAW dan meminta beliau menjelaskan ciri-ciri Baitul Maqdis. Setelah beliau menjelaskan dengan lengkap, Abu Bakar berkata, “Engkau berkata benar. Aku bersaksi engkau adalah utusan Allah!” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau Abu Bakar adalah ash-Shiddiq (yang selalu membenarkan)!”

Jamaah yang dimuliakan Allah …

Inilah keteladanan dalam keimanan yang semestinya diikuti oleh umat sepanjang zaman. Pasalnya, di antara ciri seorang Mukmin yang bertakwa adalah mengimani seluruh perkara yang dibawa oleh Rasulullah SAW, termasuk di dalamnya perkara gaib, tanpa sedikit pun keraguan.

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ () الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang mengimani perkara gaib, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka (TQS al-Baqarah [2]: 2-3).

Sikap Abu Bakar ash-Shiddiq ra menunjukkan keteguhan imannya di tengah arus opini yang hendak merusak keyakinan umat Islam terhadap Rasulullah SAW dan ajaran Islam. Sikap seperti inilah yang selayaknya diteladani oleh kaum Muslim sekarang. Tidak goyah keimanannya saat kaum kuffâr mencoba menghasut dan menyebarkan provokasi yang menyesatkan.

Kaum Muslim harus yakin 100 persen terhadap kebenaran syariah Islam. Ingatlah firman Allah SWT:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ…

Sungguh agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam… (TQS Ali Imran [3]: 19).

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Siapa saja yang mencari agama selain Islam, sekali-kali agama itu tak akan diterima dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (TQS Ali Imran [3]: 85).

Jadilah kita sebagai Abu Bakar di era modern sekarang. Beliau mendapatkan gelar ash-Shiddiq karena tak pernah sehelai rambut pun meragukan risalah Islam. Wajar jika beliau menjadi salah satu dari 10 orang yang dijamin masuk surga.

Maka, jika kita menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah SWT, maka teguhlah dalam keimanan, sebagaimana Abu Bakar ra. Memegang erat Islam dan memperjuangkannya hingga agama ini tegak di muka bumi dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Semoga Allah meneguhkan keyakinan kita terhadap kebenaran Islam dan menjadikan kita sebagai pilar-pilar yang kokoh dalam menjaga agama ini. Aamiin.

 []

 []

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُلِلّهِ حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ

اَمَّا بَعْدُ :

 فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ.

 فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا:

 اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا.

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ   اَللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَ سَيّدِنَا اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. 
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

 اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

رَبِّ اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
 اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

   عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يذكركم وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ

LAMPIRAN

Qunut nazilah diamalkan ketika umat Islam menghadapi persoalan keamanan, pertanian, bencana alam, bencana kemanusiaan, dan lain sebagainya. Selain doa qunut subuh, pada qunut nazilah ini ada baiknya kita menambahkannya dengan doa qunut yang dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar RA. Berikut ini doanya.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Artinya, “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ



Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a‘dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da‘awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj‘al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi‘hum an yûfû bi‘ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj‘alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya, “Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

Doa ini disarikan dari Hasyiyatul Baijuri karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri, tanpa keterangan tahun, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 169). Wallahu a’lam

Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad Bin Salman, yang dikenal dengan nama inisial MBS baru-baru ini diwawancarai oleh CBS, sebuah jaringan televisi Amerika.

Melalui saluran televisi Amerika itu, dia membahas banyak masalah dari masalah ekonomi hingga reformasi sosial yang dilakukan secara masif. Dia juga mendiskusikan rencana emansipasi wanita Saudi dengan memberikan mereka hak yang sama seperti hak yang diberikan kaum laki-laki seperti: hak untuk memulai bisnis, bergabung dengan dinas militer, menghadiri konser dan acara olahraga dan hak untuk mengemudi dll.

wanita saudi

Muhammad Bin Salman mengatakan bahwa kaum wanita boleh memakai pakaian yang layak dan pakaian terhormat sebagaimana kaum laki-laki dan keputusan itu sepenuhnya diserahkan kepada kaum wanita untuk memutuskan jenis pakaian yang layak dan hormat yang mereka pilih untuk dipakai. Kekhawatirannya bahwa hanya 22 persen kaum wanita Saudi yang bekerja di luar rumah sehingga dia mendorong lebih banyak dari mereka untuk bergabung dalam angkatan kerja negara itu.

Dia juga mengatakan bahwa pada hari ini, kaum wanita Saudi tidak mendapatkan hak penuh meskipun hak-hak mereka telah ditetapkan dalam Islam tetapi karena mereka telah sedemikian maju, hanya ada cara singkat untuk menetapkan hak-hak penuh kaum wanita Saudi.

-----//-----

Komentar:

Telah diketahui oleh dunia termasuk kaum Muslim apa yang terjadi di Arab Saudi dengan dalih memerangi korupsi, reformasi sosial dan emansipasi wanita. Ini juga bukan rahasia bagi dunia bahwa selama beberapa dekade, Arab Saudi memiliki hubungan seperti seorang budak dan tuan dengan pemerintah AS yang berkuasa berturut-turut. Sekarang, rezim Saudi Arabia saat ini yang dipimpin oleh Raja Salman yang berusia 82 tahun dan putranya yang memiliki kekuasaan yang kuat, Muhammad Bin Salman (MBS) melakukan hal terbaik untuk membuktikan kesetiaan mereka sepenuhnya kepada tuan mereka yang berumur puluhan tahun.

Meskipun banyak wanita Saudi menyambut gagasan MBS tentang apa yang disebutnya sebagai “emansipasi” wanita Saudi dan memimpikan sebuah negara di mana mereka akan menyingkirkan segala macam pelanggaran dan akan mendapatkan hak-hak dan kebebasan tertinggi tetapi kenyataannya jauh api dari panggang. Sebagian alasannya adalah sebagai berikut:

1 – Definisi sebenarnya dari emansipasi wanita tidak ada hubungannya dengan hak mengemudi, atau hak untuk memulai bisnis sebagaimana kaum laki-laki atau pergi ke gedung konser atau menonton olahraga. Jika memang demikian, maka para wanita di Barat akan menjadi wanita paling bahagia di dunia dan bebas dari segala macam pelanggaran dan eksploitasi. Menurut sebuah laporan terbaru dari Gallup, lebih dari satu dari tiga wanita di AS takut diserang secara seksual dan dari 77 negara yang melaporkan ke PBB, Swedia, Inggris, Botswana dan Australia memiliki tingkat kekerasan seksual tertinggi yang dilaporkan. AS khususnya, memiliki tingkat pemerkosaan yang tinggi. Oleh karena itu, jelaslah bahwa bagaimana konsep “kebebasan dan pembebasan” barat telah membawa malapetaka bagi kehidupan kaum wanita di barat dan mengubahnya menjadi komoditas seksual belaka untuk memenuhi hasrat laki-laki yang tidak tahu malu.

2 – Atas nama Islam moderat, MBS sebenarnya mensekulerkan negara sesuai keinginan tuannya. Di masa lalu, para penguasa negara itu berturut-turut menerapkan Wahabisme, bentuk Islam yang terdistorsi yang diciptakan oleh Inggris, yang mengeksploitasi dan mensalahgunakan kaum wanita atas nama Islam. Dan sekarang MBS akan mensekulerkan negara dengan memberantas setiap jejak Islam. Jadi, di bawah bendera kebebasan dan pembebasan, kaum wanita Saudi sekarang akan menghadapi penundukan dan eksploitasi yang berbeda. Tidak ada keraguan bahwa dalam waktu dekat, kebebasan palsu ini akan menghapus martabat mereka sebagai wanita Muslim dan mengubahnya menjadi komoditas seksual pada perusahaan-perusahaan multi-nasional.

3 – Meskipun MBS telah mengakui bahwa Islam menjamin hak-hak wanita Muslim tetapi wanita Saudi perlu memahami bahwa Arab Saudi yang sekuler dengan kelas penguasa bonekanya telah meninggalkan Islam dan tidak akan pernah menerapkan hukum Syariah untuk melindungi hak-hak kaum wanita Saudi yang diberikan oleh Islam.

Setiap wanita Muslim yang sadar akan sejarah Islam yang agung, tahu bahwa di bawah wanita pemerintahan Islam, wanita Muslim telah mencapai tingkat tertentu dalam hal partisipasi politik mereka, mengelola urusan ekonomi, mengikuti kegiatan sosial, menyalurkan aspirasi mereka dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi mulai dari astronomi hingga kedokteran, dan yang paling penting, martabat dan keselamatan sebagai manusia berada di luar pemahaman terhadap apa pun yang disebut sebagai wanita liberal Barat. Sepanjang sejarah Islam, hukum Syariah melindungi hak-hak wanita Muslim sebagai anak perempuan, istri dan ibu. Dan Negara Khilafah menggambarkan mereka sebagai kehormatan negara, dimana kehormatan dan martabatnya itu tidak dapat diganggu gugat dengan cara apa pun. Oleh karena itu, untuk mendapatkan emansipasi sejati, dengan mengikuti jejak kaum wanita sahabat Rasulullah ﷺ, kaum wanita Saudi harus berjuang untuk mengembalikan sistem Islam sejati di bawah naungan Khilafah Rasyidah yang kedua dan membuang semua konsep-konsep palsu lainnya tentang kebebasan dan emansipasi.

(Diterjemahkan dari Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir, ditulis oleh Fehmida Binte Wadud)

Sebuah organisasi lokal Suriah yang berbasis di provinsi Idlib utara telah mengadakan workshop dan pelatihan untuk 'merehabilitasi' kaum perempuan yang baru dievakuasi dari Ghouta dan pinggiran timurnya yang menderita setidaknya enam tahun pengepungan.

Workshop dua hari itu bertujuan untuk mengintegrasikan para wanita Damaskus dengan rekan-rekan perempuan mereka di provinsi yang dikuasai pejuang dengan mengajarkan mereka beberapa keahlian seperti membuat perhiasan, sulaman dan menjahit sehingga membantu mereka mengatasi kesulitan dalam kondisi perang .



Proyek ini mencakup beberapa pelatihan untuk pemberdayaan perempuan, termasuk kursus pertolongan pertama, kursus profesional, daur ulang dan kerajinan beberapa produk komersial. Proyek ini juga termasuk sesi dukungan psikologis untuk wanita.

Idlib telah menjadi tempat penampungan bagi puluhan ribu pejuang dan warga sipil yang terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah pemerintah dan sekutu militer asing telah merebut kembali dari para pejuang.

Sejumlah wilayah telah menjadi target serangan intensif oleh Rusia dan pasukan udara rezim pada tahun lalu yang telah menewaskan ribuan warga sipil dan menghancurkan rumah sakit dan pusat pertahanan sipil. (zamanalwasl)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget