Halloween Costume ideas 2015
02/10/17

Pasukan rezim Suriah dan milisi Syi'ah asing bayaran yang menjadi sekutu mereka menderita kerugian besar dalam usaha yang berkali-kali gagal untuk menerobos masuk ke Ghouta Timur di pedesaan Damaskus di bulan pertama tahun ini, yang terus berlangsung hampir setiap hari selama lebih dari satu tahun.

Wilayah Timur Ghouta yang dikepung selama lebih dari tiga tahun terkena sekitar 19 serangan untuk menerobos masuk ke kota itu selama bulan Januari tahun ini, oleh tentara Assad dan milisi Syi'ah Hizbullah Libanon dan milisi Syi'ah asing lainnya dan juga milisi dari PLO dan pasukan dari Garda Republik, tetapi sebagian besar upaya ini gagal total.

info januari 2017 jaish al-islam

Menurut statistik yang diterbitkan oleh Kantor Informasi Jaish al-Islam bahwa 243 anggota pasukan Assad dan milisi Syi'ah pendukungnya tewas selama Januari, empat buah tank dan tiga senjata berat, tiga kendaraan dan 2 buah pesawat mata-mata berhasil dihancurkan oleh mujahidin dari Jaisyul Islam, Ahrar al-Sham, dan Faylaq al-Rahman.



Hingga saat ini Ghouta Timur masih terkena serangan sengit oleh pasukan pro-rezim dalam upaya mereka menyerbu dan mengosongkannya, untuk mengulang skenario seperti yang terjadi pada kota Sunni Daraya dan Wadi Barada dan yang lainnya, tapi ketabahan serta kegigihan mujahidin dalam mempertahankannya membuat pasukan Assad dan sekutunya belum berhasil merebut daerah tersebut.

Pemimpin Gerakan Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS), Abu Jabir Hasyim Al-Syaikh, menegaskan gerakan yang dipimpinnya bukan perpanjangan faksi atau organisasi tertentu. Gerakan ini adalah langkah untuk menyatukan kelompok-kelompok mujahidin Suriah di bawah satu pemimpin.




“Hai’ah Tahri Al-Syam adalah entitas independen, bukan kepanjangan dari organisasi atau faksi sebelumnya. Ini merupakan langkah marger yang menyatukan seluruh faksi dan meleburkan seluruh nama-nama kelompok,” tegas Abu Jabir dalam pernyataan pertamanya sejak memimpin HTS, Kamis (09/02).

Mantan pemimpin Ahrar Al-Syam itu menekankan bahwa marger ini merupakan fase baru revolusi Suriah. Yaitu fase kerja keras dan berupaya tanpa henti. Di mana, HTS berupaya keras menyatukan kekuatan mujahidin di bawah satu pemimpin yang menentukan kebijakan politik dan miiter revolusi untuk mencapai tujuan melengserkan rezim.

HTS bertujuan membebaskan seluruh wilayah Suriah dan menjaga kesatuan serta identitas muslim-nya.

Abu Jabir melanjutkan, menyeru faksi-faksi lain, “tangan kami terbuka bagi kalian. Kami mengundang kalian untuk mendukung dan menguatkan kami, melupakan kesalahan masa lalu dan menyatukan arah kompas. Di sinilah revolusi terlahir kembali. Maka jadilah pelopor pemimpin dan prajurit”.

Kepada anggota HTS, Abu Jabir menyeru untuk tetap teguh dalam pertempuran dan lemah lembut kepada rakyat Suriah. Anggota HTS juga diseru memperhatikan pentingnya menghapus kezaliman, menunaikan hak dan menyebarkan keadilan.

Ia juga menyeru umat Islam untuk membela Syam dan mendukungnya dengan segala kemampuan. “Pertempuran Syam adalah pertempuran umat semesta. Kami tidak akan melipat Syam dengan negosiasi atau muktamar yang melemahkan revolusi,” pungkasnya

HTS merupakan peleburan dari lima faksi besar pejuang Suriah. Yaitu, Jabhah Fath Al-Syam, Harakan Nurudin Zanky, Liwa Al-Haq, Jabhah Ansharudin dan Jaisy Al-Sunnah. Faksi-faksi kecil lainnya menyusul bergabung ke dalam kekuatan baru mujahidin Suriah ini.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget