Halloween Costume ideas 2015
01/28/17

(27/1/2017) Provinsi Idlib - Bilal Abdul Kareem melakukan sesi wawancara dengan ulama terkemuka dari Ahrar al-Sham, Sheikh Abdul Razzaq al-Mahdi.

Bilal mengajukan pertanyaan berkaitan dengan pertikaian antara Jabhah Fath al-Sham dan kelompok lain yang sekarang telah bergabung dengan Ahrar al-Sham (Jaysh al-Mujahidin, Suqour al-Sham, dll).

Adapun persoalan lain seputar operasi Perisai Eufrat sekarang dimana Rusia dan Turki secara terbuka bekerja sama satu sama lain, serta hasil pembicaraan perundingan di Astana.




Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa rezim Assad menghalangi bantuan kemanusian ke wilayah-wilayah pejuang yang terkepung meski kesepakatan gencatan senjata tengah berlangsung.

“Rezim Suriah masih menghadang bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah terkepung dan wilayah yang sulit di jangkau,” lapor Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Stephen O’Brien, Jumat (27/01).

Dalam rapat di Dewan Keamanan PBB, dia menunjukkan bahwa pelanggaran yang dilakukan rezim tersebut menyebabkan hanya 1% bantuan yang berhasil didistribusikan selama bulan kemarin.

O’Brien menyeru seluruh pejabat anggota Dewan Keamanan untuk menekan rezim Assad membuka akses ke wilayah-wilayah yang terkepung. Dia juga menyeru untuk menyalurkan lebih banyak bantuan untuk warga Suriah.

Sebelumnya, O’Brien mengatakan bahwa penderitaan yang dialami warga di dalam wilayah Suriah belum ada perkembangan. Kita harus mempercepat menyalurkan bantuan terhadap anak-anak dan wanita warga Suriah serta melindungi mereka.

PBB memperkirakan, kebutuhan dana bantuan kemanusiaan tahun ini mencapai 3,4 miliar dollar untuk membantu 13,5 juta pengungsi Suriah. Mayoritas mereka berada di kota-kota yang terkepung.


(27/1/2017) - Serangan udara rezim Suriah di Khan Syaikun, Provinsi Idlib

Penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi rezim Syiah Iran Ali Khamenei, Mayjen Yahya Rahim Safavi, menganggap dukungan militer negaranya untuk Damaskus dan Baghdad telah mencegah kejatuhan mereka, tanpa menyebutkan peran Rusia.



Menteri Luar Negeri Rusia telah menimbulkan kemarahan dari Iran dan sekutu mereka ketika ia berkata: “Tanpa intervensi negaranya di Suriah, Damaskus akan jatuh dalam dua atau tiga minggu”, yang dianggap meremehkan dukungan militer Iran untuk rezim Asad dan penegasan prioritas peran Rusia, lansir ElDorar AlShamia pada Jum’at (27/1/2017).

Safavi mengatakan, menggaris bawahi perlawanan Suriah yang mampu untuk terus mengatur perlawanan sejak 68 bulan, dan Irak mengkristal dalam konteks Al-Hashd Al-Shabi, yang kini bekerja sama dengan bentuk lain dari Angkatan Bersenjata Irak untuk membebaskan Mosul.

Dia menambahkan: “Tanpa tindakan komandan ‘Revolusi Islam’ (IRGC) dan penasihat militer kami di Irak dan Suriah, Baghdad dan Damaskus akan jatuh”.

Perbedaan mulai muncul dalam kepentingan Rusia dan Iran di Suriah dan meningkat dengan pemulihan hubungan Turki-Rusia, dan perbedaan keluar ketika Lavrov menyatakan bahwa sikap Iran sangat rumit dalam pembicaraan Astana.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget