Halloween Costume ideas 2015
01/26/17

Iran ingin mengekspor listrik ke Suriah dan membuat  jaringan listrik terbesar di dunia Islam dengan menghubungkan jaringan nasional Iran dengan jaringan listrik penduduk dari Irak dan Lebanon.

 

Pemerintah dan lembaga yang terkait dengan Pengawal Revolusi elit Iran telah menandatangani kontrak ekonomi utama dengan Suriah, menuai apa yang dianggap sebagai imbalan yang menguntungkan karena membantu Presiden Bashar al-Assad mendapatkan kembali kontrol bagian negara itu dari tangan para pejuang.

Lima nota kesepahaman yang ditandatangani selama kunjungan Perdana Menteri Suriah Emad Khamis ke Teheran pada hari Selasa, termasuk lisensi bagi Iran untuk menjadi operator layanan telepon selular di Suriah, dan kontrak pertambangan fosfat.

Suriah akan memberikan Iran 5.000 hektar lahan untuk pertanian, dan 1.000 hektar lahan untuk menyiapkan terminal minyak dan gas, menurut kantor berita Iran IRNA. Kesepakatan yang  ditandatangani itu juga mengatur  penyediaan lahan untuk peternakan.

Para analis mengatakan Korps Pengawal Revolusi Iran, kekuatan militer yang menjalankan kerajaan industri yang kuat di Iran, akan mendapatkan keuntungan dari penawaran itu, terutama pada kontrak jaringan mobile.

Terlepas dari bantuan militer, Suriah semakin berhutang budi kepada Iran secara finansial: Teheran membuka kredit senilai $ 3.5 miliar pada tahun 2013, dan ditambah $ 1 miliar pada tahun 2015, dimana para ekonom mengatakan telah membantu perekonomian Suriah agar tetap berjalan.

Teheran telah menunjukkan minat  “membantu” Suriah membangun kembali jalan, bandara, pembangkit listrik dan pelabuhan – yang berpotensi menguntungkan Garda Revolusi, yang memiliki perusahaan konstruksi terbesar di Iran. (middleeasteye.net, 19/1/2017)


Beberapa kelompok di utara Suriah mengumumkan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (26/1/2017) bahwa mereka bergabung dengan gerakan Ahrar al-Sham.

Kelompok yang ikut serta bergabung diantaranya Suqur al-Sham, Jaish al-Islam unit Idlib, Jaish al-Mujahidin, Jabhah al-Shamiyah unit Barat Aleppo, Batalion Tsuwaru al-Sham, dan Tajmau Fastaqim.






Empat orang telah ditangkap setelah operasi yang menergetkan pejuang bekas afiliasi Al-Qaidah di Suriah, Jabhat Al-Nusrah yang kini berganti nama menjadi Jabhah Fath al-Sham (JFS) di distrik Yildirim di provinsi barat laut Bursa, Dogan News Agency melaporkan pada hari Rabu (25/1/2017).

 turki tangkap anggota jfs

Mereka ditangkap diduga telah memberikan dukungan logistik untuk kelompok jihad di Suriah dan telah memasuki zona bentrokan di bawah kendali kelompok. Pasukan keamanan Gendarmerie juga memastikan bahwa mereka yang ditangkap merekrut pejuang untuk Jabhah Fath Al-Sham.

Gendarmerie di Bursa melakukan operasi simultan menargetkan kelompok tersebut di lingkungan Karapinar, Değirmenönü dan Ulus distrik Yildirim antara 15 hingga 18 Januari.

Empat orang, yang diidentifikasi hanya dengan inisial mereka UK, İ.Y., T.G. dan C.K., ditahan dalam penggerebegan tersebut. Para tersangka dipastikan telah mengirim uang ke JFS dari Bursa dan kemudian ditangkap.

Perintah penangkapan juga dikeluarkan untuk lima tersangka yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi tersebut dan yang bertekad untuk tetap berada di Suriah.

Polisi menyita bahan logistik, pistol, pisau, pedang, komputer, ponsel, CD dan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan JFS ditemukan di alamat yang ditargetkan.

Presiden Amerika Serikat Donal Trump dilaporkan telah menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan langkah-langkah membangun zona aman di wilayah Suriah. Di sisi lain, Rusia mengaku belum dimintai pendapat terkait langkah presiden yang baru dilantik itu.

donald trump

Harian AS, Wall Street Journal, Rabu (25/01), seperti dilansir Arabi21.com, menurunkan laporan bahwa Trump telah membuka jalan untuk mengintervensi Suriah dengan mengeluarkan instruksi kepada Menteri Luar Negeri dan Pertahanan untuk menyusun langkah-langkah pembentukan zona aman di Suriah. Zona aman ini diperuntukkan bagi warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran.

Melansir dari sumber anonim yang disebut dekat dengan presiden AS, koran tersebut menambahkan bahwa zona aman itu mungkin alternatif bagi warga Suriah untuk menerima mereka sebagai pengungsi.

Sumber itu mengatakan bahwa menurut rencana instruksi itu secara resmi dikeluarkan pada Kamis ini.

Harian ternama itu juga melansir dari sumber militer yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa langkah ini berarti membutuhkan keterlibatan banyak pasukan udara dan darat. Pasukan-pasukan itu sangat penting untuk membangun zona aman di wilayah konflik tersebut.

Sampai saat ini, rincian instruksi dan bagaimana penerapan zona aman belum diketahui. Presiden AS sebelumnya, Barack Obama pernah mewacanakan pembentukan zona aman di Suriah namun dibatalkan setelah hasil pengkajian menyimpulkan hal itu sangat sulit dilakukan.

Menanggapi berita ini, Rusia mengatakan bahwa pihaknya belum dimintai pendapat terkait keingingan Trump itu. Bahkan, Rusia meminta AS mengkaji kemungkinan efek buruk atas keputusan tersebut.

“Tidak, kami belum dimintai konsultasi AS. Itu adalah keputusan daulat mereka,” kata Dmitry Peskov, juru bicara media presiden Rusia.

Pasca negosiasi Astana yang menghasilkan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, militer rezim Assad pada Kamis pagi (26/01) menyerbu wilayah mujahidin di daerah Jobar, timur Damaskus. Di saat bersamaan, militer rezim juga membombardir sejumlah wilayah mujahidin di Ghautah Timur sehingga menyebabkan korban sipil.

Aktivis melaporkan, seperti dilansir Al-Jazeera, pertempuran sengit meletus antara faksi mujahidin di satu sisi dan militer rezim yang didukung milisi pendukungnya di sisi lain di Kota Jobar. Militer rezim menyerbu wilayah mujahidin di kota yang mayoritas sudah dibebaskan itu.

Serangan rezim ini terjadi setelah serangkaian bombardir terhadap wilayah oposisi di Harasta dan Maraj di Ghautah Timur, Pedesaan Damaskus. Jet tempur dan artileri Suriah membombardir dua kota itu. Dilaporkan seorang anak tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.



Wartawan Al-Jazeera melaporkan, bombardir di Harasta dibarengi dengan serangan darat. Pertempuran sengit pun meletus di pinggiran kota tersebut.

Sumber mujahidin dari Jaisyul Islam dan Faylaq Al-Syam menyebutkan pihaknya berhasil menghadang serangan militer Suriah di Harasta.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget