Halloween Costume ideas 2015
01/20/17

Gerakan Ahrar Al-Sham, salah satu kelompok tempur utama oposisi Suriah yang beroperasi terutama di utara negara itu, menyatakan hari Rabu (18/1/2017) bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang akan berlangsung pada 23 Januari di ibukota Kazakhstan, Astana.



Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh gerakan itu dan dipublikasikan di akun media sosial mereka, Ahar Al-Sham mengatakan bahwa hal mereka tidak akan mengambil bagian dalam pembicaraan Astana karena berbagai alasan. Alasan yang paling penting adalah kurangnya pelaksanaan gencatan senjata, yang ditengahi dan dinyatakan oleh Turki dan Rusia pada tanggal 30 Desember, dan kampanye pemboman biadab dan tanpa pandang bulu yang rezim teroris Assad dan Syi'ah Hizbullata telah luncurkan pada lembah Wadi Barada, di barat Damaskus.

Ahrar al-Sham mengatakan bahwa dengan mengambil posisi ini, mereka tidak akan mengizinkan konfrontasi berlangsung antara faksi-faksi oposisi yang pro atau anti pembicaraan Astana.

Faksi militer oposisi Suriah pekan lalu menggelar serangkaian pertemuan konsultatif di ibukota Turki Ankara untuk membahas partisipasi dalam pembicaraan Astana. Sembilan kelompok pejuang oposisi yang didominasi faksi afiliasi FSA memutuskan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan. Mereka adalah: Liwaa al-Sham, Liwaa Sultan Murad, Jabhat Shamiyyah, Jaish al-Ezzeh, Jaish al-Nasr, Divisi Pantai Pertama, Liwaa Fastaqim, Liwaa Syuhada al-Islam dan Jaish al-Islam. Kelompok itu juga memilih anggota senior dalam kelompok Jaish al-Islam Muhammad Alloush sebagai kepala delegasi oposisi Suriah untuk pembicaraan Astana.

Militer rezim Suriah mengepung daerah Wadi Barada di Pedesaan Damaskus menyusul pertempuran yang berlangsung selama satu. Rezim berupaya menerapkan skenario Aleppo untuk merebut daerah sumber air bersih itu.



Direktur lembaga pengawas HAM Suriah, Rami Abdurrahman, Kamis (19/01), mengatakan kepada kantor berita AFP, militer rezim dan milisi Syiah Hizbullah saat ini telah mengepung Wadi Barada. Perkembangan itu terjadi setelah pasukan rezim meraih kemajuan di front selatan daerah tersebut pada Rabu (18/01).

Dia menunjukkan bahwa pasukan rezim dipastikan memblokade daerah itu setelah mereka berhasil mengisolasi mujahidin di Wadi Barada dengan rekan mereka di wilayah Qalamun.

Sumber militer Suriah juga mengonfirmasi kepada AFP, pihaknya sepenuhnya mengepung Wadi Barada setelah berhasil memutus jalan yang menghubungkan daerah tersebut dengan wilayah mujahidin di Qalamun.

Skenario Aleppo

Abdurrahman menjelaskan, seperti biasa, pasukan rezim berupaya menerapkan strategi blokade untuk merebut wilayah terbatas yang dikuasai mujahidin. Strategi ini telah berhasil di sejumlah wilayah di Pedesaan Damaskus dan yang terakhir di Aleppo.

Abdurrahman menambahkan bahwa rezim Assad berupaya keras merebut Wadi Barada baik dengan kampanye militer atau perjanjian seperti di Aleppo. Rezim ingin mengamankan daerah pemasok air bersih ke wilayah Damaskus itu.

Dia menunjukkan, Wadi Barada saat ini terancam jatuh ke tangan rezim. Tidak ada jalan lain bagi mujahidin kecuali melakukan perlawanan secara militer atau menyerah dengan mengosongkan wilayah itu.

Partai Persatuan Demokrat (PYD) dengan bantuan pasukan Amerika tampaknya berniat untuk membangun sebuah pangkalan militer baru di provinsi Hasaka, Suriah utara, setelah mengevakuasi kamp pelatihan Tal Baidar.

Aktvis Suriah, Mahmoud Al-Ahmad melaporkan bahwa PYD berniat untuk mengevakuasi kamp Ahmed Badli yang ditunjuk untuk melatih pemuda yang wajib militer di desa Tal Baidar, untuk mengubahnya menjadi sebuah pangkalan militerAmerika, saat perlengkapan dan senjata telah tiba, lansir Zaman Alwasl pada Kamis (19/1/2017).

pyd kurdi hasakah suriah

Al-Ahmad menyebutkan bahwa PYD telah membuka kamp baru bernama Nidal Al-Yusuf dua minggu lalu di desa Kabaka, dekat kota Tal Barak, timur laut kota Hasaka, untuk melatih pemuda yang ditangkap dari kota Hasaka dan merekrut paksa mereka untuk bertempur bersama milisi di bawah dalih “kewajiban membela diri”.

Aktivis menambahkan bahwa juru bicara resmi untuk pasukan Demokratik Suriah (SDF), dan Rizan Kalp, kepala staf pertahanan menghadiri upacara pembukaan kamp, mengumumkan peluncuran sesi baru untuk meltih 800 pemuda.

Aktivis juga menyebutkan bahwa ratusan pejuang dari Dewan Militer Deir Azzur telah dilatih di bawah pengawasan tentara AS di kamp Tal Baidar, dan dipersiapkan untuk melawan ISIS di pedesaan Deir Azzur.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget