Halloween Costume ideas 2015
01/07/17

Adalah Salih 24thn dan Marwa 19 thn, mereka baru menikah 25 november 2016 di Aleppo Timur ketika masih diblokade. Mereka dipaksa mengungsi keluar aleppo bersama dengan ribuan warga lainnya. Mereka berdua yang lahir di aleppo ini menulis grafiti di tembok-tembok Aleppo sehingga menjadi viral di media sosial.

"untuk seseorang yg telah menghabiskan waktu blokade aleppo bersamaku, i love you (10/12/2016)"

"kami akan kembali ke kota ini dan merasakan udaranya"

(tentu saja semua warga aleppo ingin kembali ke kota aleppo, tanah mereka tempat dilahirkan, ke rumah yang mereka bangun dengan tetasan keringat)

Lalu ketika tentara rezim dan milisi dari Iran telah menjarah Aleppo, mereka mencari grafiti-grafiti Salih dan Marwa dan salah seorang tentara milisi Iran yg bernama Rabea kalawandy berfoto dan berkomentar bahwa

"kalian tidak akan pernah kembali ke Aleppo karena tanah ini sudah kami ambil, kalian sudah diungsikan dengan bus hijau ... good bye" katanya sambil mengejek, ya karena tanah aleppo itu sekarang telah dijarah rezim dan dijadikan rumah bagi milisi-milisi Iran.

Video wawancara salih dan marwa setelah berada di tempat pengungsian :



Tentara pembebasan Suriah ( FSA ) yang beroperasi di daerah Wadi Barada pedesaan propinsi Damaskus, pada hari Jumat (06/01) berhasil membebaskan sebuah bukit strategis di daerah yang dikuasai pasukan Assad setelah pertempuran sengit selama beberapa jam yang berlangsung hingga subuh hari Jumat.

Sumber-sumber militer melaporkan bahwa para pejuang FSA membebaskan sebuah bukit di tengah Kafr Al-Zet setelah rezim Assad mendudukinya pada hari Kamis (5/01) lalu.



Pertempuran sengit ini menewaskan setidaknya 20 anggota pasukan Assad dan menangkap dua orang lainnya.

Helikopter dari rezim Assad melakukan pemboman masif di Ain Fijeh, Bassima dan Kfir Al-Zet di wilayah Wadi Barada sejak dua minggu lalu, sementara di darat pasukan Assad dan milisi syiah Hizbullah mencoba untuk membuat kemajuan, tetapi usaha mereka gagal.

Seorang pejabat senior faksi mujahidin Suriah membantah laporan pada Jum’at (6/1/2017) bahwa “gencatan senjata” telah dicapai antara mujahidin dengan rezim Asad di daerah Wadi Barada dekat Damaskus, di mana pemboman terus-menerus telah merusak sumber air utama untuk wilayah ibukota.

Rezim Suriah Bashar Asad dan milisi Syiah sekutunya telah melancarkan serangan dua pekan lalu untuk merebut Wadi Barada dimana sebuah mata air memberikan pasokan ke empat juta orang di ibukota, lansir Zaman Alwasl.


Sebuah media pro Hizbullah melaporkan bahwa gencatan senjata telah dicapai di daerah itu. Namun, Munir Sayal, kepala sayap politik Ahrar al-Sham mengatakan kepada Reuters bahwa laporan itu merupakan kebohongan.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget