Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

HTS Peringatkan Liwa al-Aqsha

Hai’at Tahrir Al-Syam (HTS), Senin (13/02), mengultimatum kelompok Liwa Aqsha untuk segera bertaubat dari pemahaman takfiri (serampangan mengkafirkan Muslim). Sebelumnya sejumlah anggota Dewan Syariah HTS menggelar pertemuan dengan para petingi Liwa Aqsha untuk berdiskusi dan menyampaikan nasihat.

Dalam pernyataan resmi HTS pada Senin, upaya menasihati tidak membuahkan hasil. Bahkan sebaliknya, Liwa Aqsha mengirim dua militannya untuk meledakkan diri di kerumunan pejuang di daerah At-Tamani’ah, pedesaan Hama.

Atas jawaban itu, HTS memutuskan memerangi mereka sampai jalan terbuka, pos-pos pemeriksaan hilang dan mereka menghentikan menangkapai warga muslim dan pejuangnnya. Kami akan terus menyerang mereka sampai bertaubat dan bersedia dihadapkan ke pengadilan syariat.

HTS juga mengungkapkan bahwa hasil diskusi dengan para petinggi Liwa Aqsha menegaskan, mereka mengkafirkan mayoritas faksi-faksi pejuang di Syam, menolak diadili di pengadilan syariat dan mereka berkoordinasi serta memiliki hubungan dengan kelompok Al-Baghdadi (ISIS).

Sementara itu, sumber media menyebutkan bahwa HTS mengirim tiga ulamanya untuk berdiskusi dan mengajak Liwa Aqsha bertaubat. Pertemuan tersebut berlangsung selama enam jam. Beberapa jam setelah pertemuan, terdengar kabar anggota Liwa Aqsha melancarkan serangan bom bunuh diri di kerumunan pejuang.

Sumber Enabbaladi.net mengatakan bahwa Liwa Aqsha dengan tegas mengkafikran komandan HTS, Hasyim Jabir Al-Syaikh, komandan Ahrar Al-Sham dan komandan Nuridin Zanky.

Masih menurut sumber, tiga anggota Dewan Syariah HTS yang diutus untuk menasihat Liwa Aqsha meminta kelompok tersebut mengumumkan secara terbuka tidak berbaiat kepada ISIS, mengumumkan tidak dalam manhaj khawarij dan mudah mengkafirkan umat Islam dan memerangi mereka, dan bersedia menghadap pengadilan syariah untuk menyelesaikan segala perselisihan. Akan tetapi, kata sumber, Liwa Aqsha menolak permintaan ketiga.

Liwa Aqsha merupakan kelompok jihadis pecahan dari Jundul Aqsha yang sempat berbaiat kepada Jabhah Fath Al-Sham. Kelompok yang aktif di pedesaan Hama ini memisahkan diri setelah para komandan mereka sadar akan pemikiran yang ekstrem.

Jabhah Fath Al-Sham telah melakukan sejumlah upaya untuk menyadarkan anggota Jundul Aqsha, di antaranya menerima baiat mereka di saat mereka terdesak dalam pertempuran dengan Ahrar Al-Syam. Sebagian mereka sadar namun sebagian lain masih dengan pemahamannya dan membentuk kelompok baru.

Pernyataan resmi dari Haiah Tahrir al-Sham terkait permasalahan Liwa al-Aqsha
Labels:
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget