Halloween Costume ideas 2015
February 2017

(27/2/2017) - Jaish al-Islam di Ghouta Timur berhasil menggagalkan upaya pasukan Assad menggempur lini depan wilayah Hazerma disertai pemboman udara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mujahidin Jaish al-Islam telah mampu merusak tiga Tank milik pasukan rezim selama pertempuran berlangsung beberapa jam dimana banyak personil dari pasukan Assad tewas.



Upaya untuk masuk ke jalur Hazerma telah berkali-kali dilakukan dan hasilnya adalah kerugian besar-besaran bagi rezim baik moril maupun materil.

Mujahidin dari Hai’ah Tahrir al-Sham (HTS) dari unsur Jabhah Fath Al-Syam melancarkan serangan terhadap pasukan rezim Assad di perbatasan Lebanon.

Observatorium HAM Suriah (SOHR) memaparkan pada Ahad (26/02) bahwa mujahidin HTS berhasil menewaskan sejumlah pasukan rezim Assad dan melukai puluhan lainnya.

Terkait hal ini, SOHR membeberkan bahwa para pejuang oposisi yang tergabung dalam HTS sedang menargetkan pembebasan di bagian barat laut dari pedesaan Damaskus.

Sebelumnya, Hai’ah Tahrir Al-Syam sendiri telah melakukan pergerakan dengan menyerang Markas Cabang Keamanan Intelijen Militer dan Markas Cabang Keamanan Negara di Homs.

Dalam penyerangan itu, sekitar 42 pasukan rezim Assad dilaporkan tewas termasuk Jenderal Hassan Daabul yang merupakan Kepala Intelijen Militer Suriah dan termasuk orang dekat Bashar Assad.

Berdasarkan hasil laporan yang ada, serangan tersebut dilakukan oleh enam anggota HTS. Semuanya memakai rompi bom saat menyerbu dua markas di pusat kota Homs yang dikontrol rezim itu.


Penjelasan dari Komandan Militer Hai’ah Tahrir al-Sham, Syeikh Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani, terkait operasi serangan mujahidin di wilayah Homs


Ruang operasi bersama mujahidin yang dinamai Al-Bunyanu al-Marsus mengeluarkan pernyataan resmi pada kamis malam (16/2/2017).



Pernyataan itu menyebutkan bahwa operasi ini adalah Counter Attack dalam menanggapi pelanggaran pasukan rezim Suriah dari perjanjian gencatan senjata dan pengepungan yang dikenakan pada sejumlah desa.

Jumlah faksi militer yang berpartisipasi dalam pertempuran lebih dari 35 faksi, terutama Jaish al-Islam, Ahrar al-Sham, Bait al-Maqdes, Jund al-Malahem, faksi FSA selatan, serta koalisi mujahidin dalam Hai'ah al-Tahrir.

Ruang operasi mengumumkan sebelumnya mujahidin telah menguasai banyak poin dalam lingkungan Manshiyah di kota Daraa disamping kematian puluhan pasukan Assad dan milisi pendukung mereka, serta kematian pemimpin yang paling menonjol dari Garda Revolusi Iran "Mustafa Zal Nejad".

Laporan dari aktivis media baladi news memperlihatkan posisi pasukan rezim di lingkungan Manshiyah telah dikuasai oleh mujahidin. (17/2/2017)


Untuk hari kelima berturut-turut, mujahidin Suriah meneruskan kemajuan mereka di lingkungan al-Manshiyah, salah satu lingkungan Daraa al-Balad di Daraa, sebagai bagian dari serangan baru-baru ini, menimbulkan kerugian besar bagi rezim Assad, Orient News melaporkan hari Kamis (16/2/2017).


Gerak maju pasukan mujahidin terus berlanjut meskipun jet Rusia melakukan penembakan intensif di beberapa daerah di kota itu.

Aktivis mengatakan bahwa mujahidin merebut 90 persen dari lingkungan al-Manshiyyah. Dua titik terakhir yang mereka rebut adalah toko roti al-Rahman Bakery dan al-Orouj Nursery di lingkungan tersebut.

Posisi pasukan Rezim di Distrik Manshiyeh dikuasai Mujahidin

Mujahidin hancurkan sebuah Buldozer di garis terdepan pasukan rezim

Sementara itu, halaman media sosial pro-Rezim menerbitkan foto dari seorang komandan pasukan yang tewas dalam pertempuran di lingkungan al-Manshiyyah. Komandan itu adalah Kolonel Thaer Kamil Rihaneh dari kota pesisir Jableh.


Masjid-masjid di Provinsi Daraa, Jumat (17/02), menutup pintu untuk jamaah Shalat Jumat. Hal itu dilakukan setelah Dewan Syariat setempat menghimbau Shalat Jumat ditiadakan menyusul intensnya serangan udara jet Rusia dan rezim Assad.

“Mayoritas masjid di Daraa meliburkan Shalat Jumat di tengah meningkatnya serangan udara. Hal itu untuk melindungi nyawa para jamaah,” lansir portal Suriah pendukung oposisi, enabbaladi.net, Jumat.

Menurut laporan wartawan portal tersebut, sedikitnya dua serangan udara dan empat birmil menghantam wilayah mujahidin di kota Daraa. Satu serangan lainnya menghantam kawasan Thariq Sad.

Serangan udara lainnya menghantam kota Bashra Al-Syam, Na’imah dan Ummu Mayadzin. Dilaporkan sejumlah sipil terluka dalam serangan itu.



Hani Al-Mari, aktivis di kota Dara, menunjukkan bahwa jet-jet Rusia dan helikopter rezim sengaja tidak memperhatikan front tempur. Mesin pembunuh itu justeru fokus menghancurkan seluruh tempat yang menjadi kebutuhan warga. Rumah sakit juga menjadi target utama.

Ketua Dewan Provinisi Daraa, Usamah Al-Bardan, menambahkan bahwa upaya sengaja rezim dan Rusia menargetkan lokasi-lokasi perkumpulan warga untuk membalas mujahidin yang mencapai kemajuan di kawasan Manshiyeh.

Kantor informasi Jaish al-Islam mendokumentasikan kerugian yang dialami oleh pasukan rezim Suriah dan milisi pendukungnya selama sepekan terakhir saat faksi-faksi mujahidin terus melancarkan serangan di Ghautah Timur.


Mereka menyatakan bahwa lima petinggi militer rezim dan 67 prajurit serta milisi Syiah pendukungnya telah tewas dalam satu pekan, juga 11 tank dan 2 BMP serta 2 buldoser telah dihancurkan, lansir ElDorar AlShamia.

Faksi-faksi mujahidin Suriah di Ghautah Timur termasuk Jaish al-Islam, Failaq Ar-Rahman dan Ahrar al-Sham menyebabkan kematian ratusan tentara rezim Asad, mengagalkan banyak serangan agresif di daerah tersebut selama lebih dari tujuh bulan.

Satu pekan terakhir menyaksikan upaya pasukan rezim untuk masuk dari empat titik dan di garis depan di daerah Hosh Nasri.

Para pejuang Suriah juga berhasil menghadang upaya tentara rezim untuk menyerbu jalan raya internasional Damaskus-Homs, dan mereka mampu mengepung sekelompok tentara dan membunuh beberapa dari mereka, lanjut laporan ElDorar AlShamia.

Mujahidin Suriah kembali meraih kemajuan dalam pertempuran di kawasan Manshiyeh, Provinsi Daraa, pada Rabu (15/02). Sebuah lokasi baru berhasil dibebaskan di daerah strategis itu.

almanseyah_daraa


Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, sampai saat ini mujahidin telah merebut empat lokasi di dalam kawasan tersebut. Sementara pertempuran sengit masih berlangsung hingga sekarang.

Mujahidin menambahkan berhasil membunuh sedikitnya 30 tentara rezim dalam pertempuran terbaru di Manshiyeh.



Pada saat yang sama, jet Rusia menggencarkan serangan udara ke posisi pasukan mujahidin dan kawasan-kawasan yang dikendalikan itu. Hal itu mengakibatkan jatuhnya korban sipil.

Menurut pantauan wartawan Al-Jazeera, serangan udara jet Rusia berlangsung tanpa henti sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Selain korban sipil, rumah dan fasilitas publik hancur akibat kebrutalan serangan tersebut.



Mujahidin kembali mengaktifkan pertempuran Daraa pada Senin lalu, dengan meluncurkan operasi gabungan dari berbagai kelompok. Faksi-faksi yang tergabung dalam ruang operasi Al-Bunyan Al-Marshush itu mengejutkan militer Suriah.

Kawasan Manshiyeh merupakan wilayah paling strategis di Daraa. Terletak di barat kota Daraa, daerah datarang tinggi itu menjadi penghubung antara Daraa kota dan Daraa pedesaan.

Posisinya yang tinggi, pihak yang menduduki Manshiyeh mampu mengawasi pergerakan lawannya di wilayah sekitar, termasuk jalan internasional Suriah-Yordania. Merebut Mashiyeh menjadi pintu masuk merebut seluruh wilayah Daraa.

Pernyataan resmi mujahidin terkait kemajuan tanggal 15/2/2017

Hai’at Tahrir Al-Syam (HTS), Senin (13/02), mengultimatum kelompok Liwa Aqsha untuk segera bertaubat dari pemahaman takfiri (serampangan mengkafirkan Muslim). Sebelumnya sejumlah anggota Dewan Syariah HTS menggelar pertemuan dengan para petingi Liwa Aqsha untuk berdiskusi dan menyampaikan nasihat.

Dalam pernyataan resmi HTS pada Senin, upaya menasihati tidak membuahkan hasil. Bahkan sebaliknya, Liwa Aqsha mengirim dua militannya untuk meledakkan diri di kerumunan pejuang di daerah At-Tamani’ah, pedesaan Hama.

Atas jawaban itu, HTS memutuskan memerangi mereka sampai jalan terbuka, pos-pos pemeriksaan hilang dan mereka menghentikan menangkapai warga muslim dan pejuangnnya. Kami akan terus menyerang mereka sampai bertaubat dan bersedia dihadapkan ke pengadilan syariat.

HTS juga mengungkapkan bahwa hasil diskusi dengan para petinggi Liwa Aqsha menegaskan, mereka mengkafirkan mayoritas faksi-faksi pejuang di Syam, menolak diadili di pengadilan syariat dan mereka berkoordinasi serta memiliki hubungan dengan kelompok Al-Baghdadi (ISIS).

Sementara itu, sumber media menyebutkan bahwa HTS mengirim tiga ulamanya untuk berdiskusi dan mengajak Liwa Aqsha bertaubat. Pertemuan tersebut berlangsung selama enam jam. Beberapa jam setelah pertemuan, terdengar kabar anggota Liwa Aqsha melancarkan serangan bom bunuh diri di kerumunan pejuang.

Sumber Enabbaladi.net mengatakan bahwa Liwa Aqsha dengan tegas mengkafikran komandan HTS, Hasyim Jabir Al-Syaikh, komandan Ahrar Al-Sham dan komandan Nuridin Zanky.

Masih menurut sumber, tiga anggota Dewan Syariah HTS yang diutus untuk menasihat Liwa Aqsha meminta kelompok tersebut mengumumkan secara terbuka tidak berbaiat kepada ISIS, mengumumkan tidak dalam manhaj khawarij dan mudah mengkafirkan umat Islam dan memerangi mereka, dan bersedia menghadap pengadilan syariah untuk menyelesaikan segala perselisihan. Akan tetapi, kata sumber, Liwa Aqsha menolak permintaan ketiga.

Liwa Aqsha merupakan kelompok jihadis pecahan dari Jundul Aqsha yang sempat berbaiat kepada Jabhah Fath Al-Sham. Kelompok yang aktif di pedesaan Hama ini memisahkan diri setelah para komandan mereka sadar akan pemikiran yang ekstrem.

Jabhah Fath Al-Sham telah melakukan sejumlah upaya untuk menyadarkan anggota Jundul Aqsha, di antaranya menerima baiat mereka di saat mereka terdesak dalam pertempuran dengan Ahrar Al-Syam. Sebagian mereka sadar namun sebagian lain masih dengan pemahamannya dan membentuk kelompok baru.

Pernyataan resmi dari Haiah Tahrir al-Sham terkait permasalahan Liwa al-Aqsha

Mujahidin mulai menyerang pasukan Rezim Bashar Assad di Dara’a sejak tanggal 12 Februari lalu. Kelompok mujahidin dari Ahrar Syam dan Jaisyul Islam dilaporkan saling berkoordinasi untuk melakukan serangan bersama Hai'ah Tahrir Al-Syam (HTS).

Sampai dengan hari Selasa (14/2/2017) mujahidin meraih kesuksesan yang signifikan. Selain dikuasainya beberapa bangunan, banyak pasukan Assad tewas ditambah dengan sejumlah kerugian lainnya.


Pada hari Ahad (12/02), koalisi mujahidin yang baru terbentuk Haiah Tahrir al-Syam (HTS) bersama sejumlah kelompok FSA melancarkan serangan terkoordinasi terhadap pasukan rezim Assad di bagian selatan kota Dara’a. Serangan dimulai dengan aksi bom berani mati menggunakan mobil yang diledakkan secara improvisasi di daerah al-Manshiyeh yang dikontrol rezim.



Kota Dara’a yang hanya berjarak beberapa mil dari perbatasan dengan Yordania sebagian dikuasai mujahidin, sementara sebagian lainnya masih di bawah kekuasaan pasukan Assad.

Kelompok-kelompok mujahidin bernaung di bawah ruang operasi bersama yang dikenal dengan nama Al-Bunyan al-Marsus, Ahad (12/02),

SOHR melaporkan, pasukan Assad merespon serangan mujahidin dengan melancarkan serangan udara lebih dari 20 kali, baik oleh jet-jet tempur maupun helikopter. Demikian juga dengan serangan rudal yang menyebabkan korban di kedua belah pihak.

Sebuah video berdurasi pendek memperlihatkan ledakan bom yang ditanam melalui terowongan tepat di bawah posisi pasukan Assad di Dara’a. Akun Twitter yang diduga berafiliasi dengan kelompok FSA juga ikut meramaikan update pertempuran, tidak membedakan apakah itu dilakukan oleh aliansi HTS ataukah pasukan oposisi lainnya.

Dilaporkan, sebuah senjata artileri 23 mm dan 1 unit tank rezim Assad berhasil dihancurkan. Sementara 18 pasukan pro-Assad tewas bersama seorang kapten unit pasukan khusus dan sejumlah perwira pro-Assad lainnya juga tewas.

Mujahidin Umumkan telah menguasai beberapa point di lingkungan Mansheya

Mujahidin berhasil merebut tiga puncak bukit dari pasukan rezim Suriah di provinsi pesisir Latakia, menewaskan sedikitnya 20 tentara, ujar laporan aktivis pada Jum’at (10/2/2017).

Divisi 1 FSA meluncurkan serangan terhadap benteng pertahanan rezim di Jabal Akrad pada Kamis (9/2), merebut puncak bukit Al-Qala’a, Rasho dan Eyn Hor, ujar aktivis Siah Majd Naji seperti dilansir Zaman Alwasl. Sedikitnya 20 tentara rezim tewas dalam serangan tersebut, tambah Naji.



Sementara itu, pasukan rezim telah ditarik dari desa Ardh Al-Wata dan Al-Hakoura di dekat Jabal Turkman saat mujahidin Suriah terus menekan untuk merebut puncak bukit Abu Ali dan desa-desa sekitarnya.

Pasukan rezim Suriah dan milisi Syi'ah asing bayaran yang menjadi sekutu mereka menderita kerugian besar dalam usaha yang berkali-kali gagal untuk menerobos masuk ke Ghouta Timur di pedesaan Damaskus di bulan pertama tahun ini, yang terus berlangsung hampir setiap hari selama lebih dari satu tahun.

Wilayah Timur Ghouta yang dikepung selama lebih dari tiga tahun terkena sekitar 19 serangan untuk menerobos masuk ke kota itu selama bulan Januari tahun ini, oleh tentara Assad dan milisi Syi'ah Hizbullah Libanon dan milisi Syi'ah asing lainnya dan juga milisi dari PLO dan pasukan dari Garda Republik, tetapi sebagian besar upaya ini gagal total.

info januari 2017 jaish al-islam

Menurut statistik yang diterbitkan oleh Kantor Informasi Jaish al-Islam bahwa 243 anggota pasukan Assad dan milisi Syi'ah pendukungnya tewas selama Januari, empat buah tank dan tiga senjata berat, tiga kendaraan dan 2 buah pesawat mata-mata berhasil dihancurkan oleh mujahidin dari Jaisyul Islam, Ahrar al-Sham, dan Faylaq al-Rahman.



Hingga saat ini Ghouta Timur masih terkena serangan sengit oleh pasukan pro-rezim dalam upaya mereka menyerbu dan mengosongkannya, untuk mengulang skenario seperti yang terjadi pada kota Sunni Daraya dan Wadi Barada dan yang lainnya, tapi ketabahan serta kegigihan mujahidin dalam mempertahankannya membuat pasukan Assad dan sekutunya belum berhasil merebut daerah tersebut.

Pemimpin Gerakan Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS), Abu Jabir Hasyim Al-Syaikh, menegaskan gerakan yang dipimpinnya bukan perpanjangan faksi atau organisasi tertentu. Gerakan ini adalah langkah untuk menyatukan kelompok-kelompok mujahidin Suriah di bawah satu pemimpin.




“Hai’ah Tahri Al-Syam adalah entitas independen, bukan kepanjangan dari organisasi atau faksi sebelumnya. Ini merupakan langkah marger yang menyatukan seluruh faksi dan meleburkan seluruh nama-nama kelompok,” tegas Abu Jabir dalam pernyataan pertamanya sejak memimpin HTS, Kamis (09/02).

Mantan pemimpin Ahrar Al-Syam itu menekankan bahwa marger ini merupakan fase baru revolusi Suriah. Yaitu fase kerja keras dan berupaya tanpa henti. Di mana, HTS berupaya keras menyatukan kekuatan mujahidin di bawah satu pemimpin yang menentukan kebijakan politik dan miiter revolusi untuk mencapai tujuan melengserkan rezim.

HTS bertujuan membebaskan seluruh wilayah Suriah dan menjaga kesatuan serta identitas muslim-nya.

Abu Jabir melanjutkan, menyeru faksi-faksi lain, “tangan kami terbuka bagi kalian. Kami mengundang kalian untuk mendukung dan menguatkan kami, melupakan kesalahan masa lalu dan menyatukan arah kompas. Di sinilah revolusi terlahir kembali. Maka jadilah pelopor pemimpin dan prajurit”.

Kepada anggota HTS, Abu Jabir menyeru untuk tetap teguh dalam pertempuran dan lemah lembut kepada rakyat Suriah. Anggota HTS juga diseru memperhatikan pentingnya menghapus kezaliman, menunaikan hak dan menyebarkan keadilan.

Ia juga menyeru umat Islam untuk membela Syam dan mendukungnya dengan segala kemampuan. “Pertempuran Syam adalah pertempuran umat semesta. Kami tidak akan melipat Syam dengan negosiasi atau muktamar yang melemahkan revolusi,” pungkasnya

HTS merupakan peleburan dari lima faksi besar pejuang Suriah. Yaitu, Jabhah Fath Al-Syam, Harakan Nurudin Zanky, Liwa Al-Haq, Jabhah Ansharudin dan Jaisy Al-Sunnah. Faksi-faksi kecil lainnya menyusul bergabung ke dalam kekuatan baru mujahidin Suriah ini.

Selasa (7/2/2017) - Pertempuran di Ghouta Timur, front Hows Nashri masih berlanjut. Mujahidin dari Jaish al-Islam lakukan serangan balik terhadap pasukan rezim Suriah. Setidaknya ada 20 personil pasukan rezim tewas dan 3 buah Tank berhasil dihancurkan.

jaish alislam

jaish alislam

Tank T-62
Jaish al-Islam kerahkan Tank T-62 dalam proses pertempuran
id card rezim suriah
Salah satu Id-Card dari personil pasukan rezim suriah yang tewas di sebuah parit

Secara terpisah, pesawat tempur rezim melakukan serangan udara menargetkan beberapa titik di front Hows Nashri dan jalan raya sekitar kota Douma, ditambah penembakan dengan artileri berat dan rudal sehingga menyebabkan kehancuran beberapa bangunan milik warga.

Dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Ahad (5/2/2017), Jabhah Syuhada al-Sham yang merupakan persatuan mujahidin di wilayah Barat Qalamoun mengumumkan untuk bergabung dengan Ha’iah Tahrir al-Sham (HTS).

Perlu diketahui, Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) dibentuk setelah terjadi gesekan antara Jabhah Fath al-Sham dan Jaisyul Mujahidin di Jabal Zawiyah, Provinsi Idlib. Fath Al-Syam mengancam Jaisyul Fath dengan mengerahkan pasukan karena dianggap mengkhianati revolusi. Hal itu karena Jaisyul Mujahidin ikut dalam negosiasi Astana.
 
Kemudian beberapa faksi besar pejuang Suriah mengumumkan dukungannya atas Jabhah Fath al-Sham. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (28/01), Beberapa faksi besar menyatakan melebur dalam nama Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS), Mereka adalah Jabhah Fath Al-Syam, Harakan Nurudin Zanky, Liwa Al-Haq, Jabhah Ansharudin dan Jaisy Al-Sunnah. Sejumlah faksi-faksi kecil juga menyatakan bergabung dalam kekuatan baru itu.

Mantan pemimpin Gerakan Ahrar al-Sham, Syeikh Abu Jabir Hasyim ditunjuk memimpin kekuatan baru yang dikabarkan memiliki 31 ribu pasukan itu. Sementara panglima militer dijabat oleh pemimpin Jabhah Fath al-Sham, Abu Muhammad Al-Jaulani.

Sejumlah ulama juga menyatakan bergabung dan langsung ditunjuk menjadi Dewan Syariah HTS. Mereka adalah, Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi, Abu Harits Al-Misry, Abu Yusuf Al-Hamawy, Abdullah Al-Muhaysini, Abu Thahir Al-Hamawy dan Syaikh Muslih Al-Ulyani.

HTS menyeru faksi-faksi lainnya bergabung dalam kekuatan oposisi Suriah bersatu itu. Hal ini untuk menyatukan kalimat dan menjaga keberlangsungan revolusi dan jihad Suriah sampai rezim tumbang.

Senin (6/2/2017) - Situasi Pertempuran di Utara Hama



Video memperlihatkan mujahidin dari Jaish al-Nashr membombardir posisi rezim Suriah di kota Salhab dan Rabia dengan rudal Grad di pedesaan barat Hama. Akibat serangan ini dilaporkan korban jiwa dan luka di tengah barisan rezim.





Secara terpisah, pesawat tempur rezim Suriah membombardir lingkungan perumahan di kota Latamna dengan artileri berat dan rudal di pedesaan utara Hama, yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran bangunan milik warga sipil.





Pertempuran juga terjadi di sekitar kota Soran, pedesaan utara Hama, disertai dengan penembakan dengan meriam.

Senin (6/2/2017) - Pertempuran sengit terjadi di Ghouta Timur, dimana Pasukan Assad lakukan serangan untuk mendapati kemajuan di front Hows Nashri. Namun upaya mereka berhasil digagalkan kembali oleh mujahidin dari Jaish al-Islam.




Dalam pertempuran lanjutan, sebuah Drone milik pasukan rezim ditembak jatuh dan senjata mesin kaliber 23 mm berhasil dihancurkan. Dikabarkan juga tewasnya salah satu komandan lapangan pasukan rezim di front Hows Nahsri, dia bernama kolonel Shakif Hamoud.

Foto kolonel Shakif Hamoud sebelum tewas

Seorang pilot rezim Suriah dilaporkan tewas pada Ahad (05/02) dalam kecelakaan saat pendaratan di bandara militer Nairab, provinsi Aleppo.

Penyebab kecelakaan jet tempur Su-22 buatan Rusia belum terkuak. Pilot jet, Letnan Kolonel Basel Saleh langsung tewas seketika saat kejadian.

Sumber setempat mengatakan pendaratan berjalan normal. Tetapi tiba-tiba jet tempur itu melewati jalur dan menghantam tanah. Jet tempur itu diketahui, telah melakukan operasi pemboman di pedesaan Aleppo timur. (Zaman AlWasl)

Kolonel Basel Saleh, Pilot yang tewas dalam kecelakaan tersebut ..

Sedikitnya 35 tentara rezim Suriah yang berasal dari kota pesisir Tartus, telah tewas dalam dua pekan terakhir dalam pertempuran di berbagai wilayah di Suriah

Korban tewas termasuk 15 petinggi militer, ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Zaman Alwasl


Pengiriman peti mati ke kota yang menjadi sumber pemasok tentara dan militan pro-rezim menjadi pemandangan harian, lansir Zaman Alwasl pada Jum’at (3/2/2017)

Empat anak dan seorang perempuan pada Rabu (1/2/2017) dilaporkan telah gugur dalam serangan bom barel yang dilancarkan oleh pasukan rezim Suriah di provinsi Hama, ujar laporan media lokal.

Serangan bom barel yang menggempur desa Al-Nashmi juga melukai puluhan orang lainya. Serangan udara juga menargetkan kota Tybat Al-Ima dan Kafr Zeita di Hama, lansir Zaman Alwasl.




Dalam menanggapi serangan tersebut, pejuang Suriah menembakkan mortir ke desa Qubbat Al-Kraidi, yang dikuasai oleh rezim Suriah.

Hama News Center melaporkan bahwa 1.000 orang telah menjadi pengungsi setelah kerusakan besar menyapu desa Taizin Al-Jadeeda.

Setidaknya 84 perwira dan prajurit dari kota Qardaha basis pendukung Bashar la-Assad tewas pada bulan Januari, kata aktivis pro-rezim.

Kota Qardaha di provinsi Latakia pesisir telah berkabung atas tewasnya 84 tentara militer, termasuk 18 perwira, yang tewas di medan perang yang berbeda, terutama di pedesaan timur provinsi Homs.

Kota asal keluarga Assad ini dianggap sebagai pasokan tenaga utama tentara dan milisi pertahanan nasional rezim Assad.

(Zamn alWasl)




Divisi 1 FSA yang beroperasi di Jabal Akrad Latakia tembakan meriam cannon 130 mm menargetkan area yang dikuasai pasukan Rezim di Kinsabba

Pesawat-pesawat tempur koalisi pimpinan AS pada Selasa (31/1/2017) malam melakukan serangan udara pada hotel Karlton di kota Idlib.

Sumber media melaporkan bahwa serangan udara itu menargetkan Hotel Karlton yang dianggap sebagai markas utama untuk pusat Bulan Sabit Merah, menambahkan bahwa bangunan itu kosong dari keberadaan militer.

"Serangan udara Koalisi pimpinan AS menyerang bangunan Carlton, markas utama dari Bulan Sabit Merah di Idlib. Serangan udara menyebabkan kerusakan yang signifikan di departemen-departemen bangunan dan mobil-mobil yang digunakan untuk layanan. Kobaran api terlihat dalam gedung bantuan selama beberapa jam, "sumber lapangan dikonfirmasi untuk Orient Net.

Koresponden Orient melaporkan bahwa serangan udara Koalisi pimpinan AS menyebabkan terlukanya beberapa anggota bulan sabit merah, dan dipindahkan ke titik medis terdekat di kota Idlib untuk menerima perawatan.





Para aktivis Suriah mengatakan Koalisi pimpinan AS bersikeras untuk menargetkan pusat-pusat kesehatan aktif di wilayah-wilayah yang berada di luar kendali rezim Suriah, khususnya kota Idlib yang telah menyaksikan berkali-kali serangan udara oleh pesawat-pesawat tempur Koalisi pimpinan AS dari waktu ke waktu.

Pertempuran terbaru di Ghouta Timur pada hari Selasa (31/1/2017) menyebabkan puluhan korban di jajaran Pasukan Assad yang gagal kembali melakukan serangan di front Harzema.

serangan di ghouta timur 31 1 2017


Kegagalan serangan darat membuat Pasukan Assad frustasi dengan menembakan sejumlah roket yang membawa gas klorin beracun.

Jaish al-Islam mengumumkan pejuangnya bekerjasama dengan Faylaq ar-Rahman dan Ahrar al-Sham berhasil menggagalkan serangan Pasukan Assad, dimana menyebabkan korban tewas dan satu Tank T-72 dihancurkan.




  

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget