Halloween Costume ideas 2015
January 2017

(27/1/2017) Provinsi Idlib - Bilal Abdul Kareem melakukan sesi wawancara dengan ulama terkemuka dari Ahrar al-Sham, Sheikh Abdul Razzaq al-Mahdi.

Bilal mengajukan pertanyaan berkaitan dengan pertikaian antara Jabhah Fath al-Sham dan kelompok lain yang sekarang telah bergabung dengan Ahrar al-Sham (Jaysh al-Mujahidin, Suqour al-Sham, dll).

Adapun persoalan lain seputar operasi Perisai Eufrat sekarang dimana Rusia dan Turki secara terbuka bekerja sama satu sama lain, serta hasil pembicaraan perundingan di Astana.




Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa rezim Assad menghalangi bantuan kemanusian ke wilayah-wilayah pejuang yang terkepung meski kesepakatan gencatan senjata tengah berlangsung.

“Rezim Suriah masih menghadang bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah terkepung dan wilayah yang sulit di jangkau,” lapor Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Stephen O’Brien, Jumat (27/01).

Dalam rapat di Dewan Keamanan PBB, dia menunjukkan bahwa pelanggaran yang dilakukan rezim tersebut menyebabkan hanya 1% bantuan yang berhasil didistribusikan selama bulan kemarin.

O’Brien menyeru seluruh pejabat anggota Dewan Keamanan untuk menekan rezim Assad membuka akses ke wilayah-wilayah yang terkepung. Dia juga menyeru untuk menyalurkan lebih banyak bantuan untuk warga Suriah.

Sebelumnya, O’Brien mengatakan bahwa penderitaan yang dialami warga di dalam wilayah Suriah belum ada perkembangan. Kita harus mempercepat menyalurkan bantuan terhadap anak-anak dan wanita warga Suriah serta melindungi mereka.

PBB memperkirakan, kebutuhan dana bantuan kemanusiaan tahun ini mencapai 3,4 miliar dollar untuk membantu 13,5 juta pengungsi Suriah. Mayoritas mereka berada di kota-kota yang terkepung.


(27/1/2017) - Serangan udara rezim Suriah di Khan Syaikun, Provinsi Idlib

Penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi rezim Syiah Iran Ali Khamenei, Mayjen Yahya Rahim Safavi, menganggap dukungan militer negaranya untuk Damaskus dan Baghdad telah mencegah kejatuhan mereka, tanpa menyebutkan peran Rusia.



Menteri Luar Negeri Rusia telah menimbulkan kemarahan dari Iran dan sekutu mereka ketika ia berkata: “Tanpa intervensi negaranya di Suriah, Damaskus akan jatuh dalam dua atau tiga minggu”, yang dianggap meremehkan dukungan militer Iran untuk rezim Asad dan penegasan prioritas peran Rusia, lansir ElDorar AlShamia pada Jum’at (27/1/2017).

Safavi mengatakan, menggaris bawahi perlawanan Suriah yang mampu untuk terus mengatur perlawanan sejak 68 bulan, dan Irak mengkristal dalam konteks Al-Hashd Al-Shabi, yang kini bekerja sama dengan bentuk lain dari Angkatan Bersenjata Irak untuk membebaskan Mosul.

Dia menambahkan: “Tanpa tindakan komandan ‘Revolusi Islam’ (IRGC) dan penasihat militer kami di Irak dan Suriah, Baghdad dan Damaskus akan jatuh”.

Perbedaan mulai muncul dalam kepentingan Rusia dan Iran di Suriah dan meningkat dengan pemulihan hubungan Turki-Rusia, dan perbedaan keluar ketika Lavrov menyatakan bahwa sikap Iran sangat rumit dalam pembicaraan Astana.

Iran ingin mengekspor listrik ke Suriah dan membuat  jaringan listrik terbesar di dunia Islam dengan menghubungkan jaringan nasional Iran dengan jaringan listrik penduduk dari Irak dan Lebanon.

 

Pemerintah dan lembaga yang terkait dengan Pengawal Revolusi elit Iran telah menandatangani kontrak ekonomi utama dengan Suriah, menuai apa yang dianggap sebagai imbalan yang menguntungkan karena membantu Presiden Bashar al-Assad mendapatkan kembali kontrol bagian negara itu dari tangan para pejuang.

Lima nota kesepahaman yang ditandatangani selama kunjungan Perdana Menteri Suriah Emad Khamis ke Teheran pada hari Selasa, termasuk lisensi bagi Iran untuk menjadi operator layanan telepon selular di Suriah, dan kontrak pertambangan fosfat.

Suriah akan memberikan Iran 5.000 hektar lahan untuk pertanian, dan 1.000 hektar lahan untuk menyiapkan terminal minyak dan gas, menurut kantor berita Iran IRNA. Kesepakatan yang  ditandatangani itu juga mengatur  penyediaan lahan untuk peternakan.

Para analis mengatakan Korps Pengawal Revolusi Iran, kekuatan militer yang menjalankan kerajaan industri yang kuat di Iran, akan mendapatkan keuntungan dari penawaran itu, terutama pada kontrak jaringan mobile.

Terlepas dari bantuan militer, Suriah semakin berhutang budi kepada Iran secara finansial: Teheran membuka kredit senilai $ 3.5 miliar pada tahun 2013, dan ditambah $ 1 miliar pada tahun 2015, dimana para ekonom mengatakan telah membantu perekonomian Suriah agar tetap berjalan.

Teheran telah menunjukkan minat  “membantu” Suriah membangun kembali jalan, bandara, pembangkit listrik dan pelabuhan – yang berpotensi menguntungkan Garda Revolusi, yang memiliki perusahaan konstruksi terbesar di Iran. (middleeasteye.net, 19/1/2017)


Beberapa kelompok di utara Suriah mengumumkan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (26/1/2017) bahwa mereka bergabung dengan gerakan Ahrar al-Sham.

Kelompok yang ikut serta bergabung diantaranya Suqur al-Sham, Jaish al-Islam unit Idlib, Jaish al-Mujahidin, Jabhah al-Shamiyah unit Barat Aleppo, Batalion Tsuwaru al-Sham, dan Tajmau Fastaqim.






Empat orang telah ditangkap setelah operasi yang menergetkan pejuang bekas afiliasi Al-Qaidah di Suriah, Jabhat Al-Nusrah yang kini berganti nama menjadi Jabhah Fath al-Sham (JFS) di distrik Yildirim di provinsi barat laut Bursa, Dogan News Agency melaporkan pada hari Rabu (25/1/2017).

 turki tangkap anggota jfs

Mereka ditangkap diduga telah memberikan dukungan logistik untuk kelompok jihad di Suriah dan telah memasuki zona bentrokan di bawah kendali kelompok. Pasukan keamanan Gendarmerie juga memastikan bahwa mereka yang ditangkap merekrut pejuang untuk Jabhah Fath Al-Sham.

Gendarmerie di Bursa melakukan operasi simultan menargetkan kelompok tersebut di lingkungan Karapinar, Değirmenönü dan Ulus distrik Yildirim antara 15 hingga 18 Januari.

Empat orang, yang diidentifikasi hanya dengan inisial mereka UK, İ.Y., T.G. dan C.K., ditahan dalam penggerebegan tersebut. Para tersangka dipastikan telah mengirim uang ke JFS dari Bursa dan kemudian ditangkap.

Perintah penangkapan juga dikeluarkan untuk lima tersangka yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi tersebut dan yang bertekad untuk tetap berada di Suriah.

Polisi menyita bahan logistik, pistol, pisau, pedang, komputer, ponsel, CD dan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan JFS ditemukan di alamat yang ditargetkan.

Presiden Amerika Serikat Donal Trump dilaporkan telah menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan langkah-langkah membangun zona aman di wilayah Suriah. Di sisi lain, Rusia mengaku belum dimintai pendapat terkait langkah presiden yang baru dilantik itu.

donald trump

Harian AS, Wall Street Journal, Rabu (25/01), seperti dilansir Arabi21.com, menurunkan laporan bahwa Trump telah membuka jalan untuk mengintervensi Suriah dengan mengeluarkan instruksi kepada Menteri Luar Negeri dan Pertahanan untuk menyusun langkah-langkah pembentukan zona aman di Suriah. Zona aman ini diperuntukkan bagi warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran.

Melansir dari sumber anonim yang disebut dekat dengan presiden AS, koran tersebut menambahkan bahwa zona aman itu mungkin alternatif bagi warga Suriah untuk menerima mereka sebagai pengungsi.

Sumber itu mengatakan bahwa menurut rencana instruksi itu secara resmi dikeluarkan pada Kamis ini.

Harian ternama itu juga melansir dari sumber militer yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa langkah ini berarti membutuhkan keterlibatan banyak pasukan udara dan darat. Pasukan-pasukan itu sangat penting untuk membangun zona aman di wilayah konflik tersebut.

Sampai saat ini, rincian instruksi dan bagaimana penerapan zona aman belum diketahui. Presiden AS sebelumnya, Barack Obama pernah mewacanakan pembentukan zona aman di Suriah namun dibatalkan setelah hasil pengkajian menyimpulkan hal itu sangat sulit dilakukan.

Menanggapi berita ini, Rusia mengatakan bahwa pihaknya belum dimintai pendapat terkait keingingan Trump itu. Bahkan, Rusia meminta AS mengkaji kemungkinan efek buruk atas keputusan tersebut.

“Tidak, kami belum dimintai konsultasi AS. Itu adalah keputusan daulat mereka,” kata Dmitry Peskov, juru bicara media presiden Rusia.

Pasca negosiasi Astana yang menghasilkan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, militer rezim Assad pada Kamis pagi (26/01) menyerbu wilayah mujahidin di daerah Jobar, timur Damaskus. Di saat bersamaan, militer rezim juga membombardir sejumlah wilayah mujahidin di Ghautah Timur sehingga menyebabkan korban sipil.

Aktivis melaporkan, seperti dilansir Al-Jazeera, pertempuran sengit meletus antara faksi mujahidin di satu sisi dan militer rezim yang didukung milisi pendukungnya di sisi lain di Kota Jobar. Militer rezim menyerbu wilayah mujahidin di kota yang mayoritas sudah dibebaskan itu.

Serangan rezim ini terjadi setelah serangkaian bombardir terhadap wilayah oposisi di Harasta dan Maraj di Ghautah Timur, Pedesaan Damaskus. Jet tempur dan artileri Suriah membombardir dua kota itu. Dilaporkan seorang anak tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.



Wartawan Al-Jazeera melaporkan, bombardir di Harasta dibarengi dengan serangan darat. Pertempuran sengit pun meletus di pinggiran kota tersebut.

Sumber mujahidin dari Jaisyul Islam dan Faylaq Al-Syam menyebutkan pihaknya berhasil menghadang serangan militer Suriah di Harasta.

(24/1/2017) - Aktivitas mujahidin di utara Hama masih cukup kuat menghadapi serangan pasukan Rezim baik melalui darat maupun udara. Beberapa faksi yang terkonsentrasi di wilayah tersebut memperilhatkan beberapa serangan menargetkan posisi pasukan rezim.

Jaish an-Nashr menembakan sejumlah roket grad menargetkan markas pasukan Assad sebagai pembalasan atas serangan udara rezim terhadap warga sipil


Sebuah Drone berhasil ditembak jatuh oleh mujahidin dari Jaish al-Izzah


(22/1/2017) - Jaish al-Izzah tembakan misil TOW berhasil mengenai target posisi pasukan rezim yang sedang mengendalikan senjata otomatis 14,5 mm

Mujahidin berhasil gagalkan upaya pasukan rezim Suriah untuk menguasai lingkungan Jobar, pinggiran Damaskus. Pertempuran sengit terjadi dimana pasukan rezim menggunakan artileri berat dan meriam sehingga menyebabkan kerusakan di lingkungan perumahan warga.

Lingkungan Jobar adalah pintu masuk di wilayah Ghouta Timur yang sampai saat ini masih dikuasai mujahidin.

 

helikopter rezim suriah

Pasukan rezim Suriah melakukan pembantaian mengerikan pada Senin (23/1/217) terhadap para pengungsi di pedesaan tenggara kota Al-Bab.

Sumber media lokal melaporkan bahwa helikopter milik rezim Assad menjatuhkan bom barel di sekolah yang kini menjadi tempat berlidung pengungsi dari desa Waser Al-Bureij, menyebabkan tewasnya enam orang dan melukai banyak lainnya, lansir ElDorar AlShamia.

Perlu diketahui bahwa rezim Asad berhasil membuat kemajuan pada beberapa desa di pedesaan selatan Al-Bab bertepatan dengan pemboman yang menargetkan pinggiran selatan kota yang kebanyakan difokuskan di desa Tadef.

Sabtu (21/1/2017) - Jaish al-Mujahidin berhasil menewaskan sekumpulan pasukan Assad di dua tempat berbeda di bagian barat provinsi Aleppo.

.. Posisi musuh dekat Sekolah Hakima


Tembakan mortar menargetkan area Akademi Militer, dimana pasukan Assad terlihat kaget dan berlarian meninggalkan lokasi. Gambar diambil dari sebuah drone milik mujahidin. 

Seorang pejabat pertahanan AS mengklaim bahwa serangan udara AS pada Kamis malam (19/01) menargetkan kamp Jabhah Fath Al-Syam di Idlib telah menewaskan 100 orang.

Pejabat yang berbicara dengan sarat anonim itu mengklaim kepada Al-Jazeera, Jumat (20/01), serangan udara yang diluncurkan jet B-52 itu menghantam kamp pelatihanmiliter Fath Al-Syam.

Akan tetapi, Observatorium HAM Suriah pada Jum’at (20/01) menyatakan bahwa serangan udara pasukan koalisi itu menewaskan 40 pejuang Fath Al-Syam.

Sementara itu, koresponden Al-Jazeera di Gaziantep, Stefanie Dekker melaporkan bahwa serangan tersebut telah menewaskan 10 komandan pejuang oposisi di Idlib.

“Setidaknya ada 10 komandan senior kelomok JFS gugur diantara banyak pejuang lainnya di Provinsi Idlib,” lapornya.

Terkait banyaknya komandan yang gugur, dia menyebutkan kemungkinan ada seorang intelijen yang disusupkan ke wilayah tersebut untuk memberitahukan posisi petinggi kelompok JFS yang ada.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah ada perubahan dalam kebijakan atau ada intelijen yang menunjukkan lokasi para pemimpin tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, seorang sumber JFS mengkonfirmasikan kepada Al-Jazeera bahwa hanya ada 10 pejuang yang gugur dalam serangan di sebuah kamp pelatihan tersebut.

Jabhah Fateh al-Syam sendiri merupakan sebuah kelompok perjuangan rakyat Suriah yang sebelumnya merupakan cabang dari kelompok jihad global al-Qaidah.

AS dan koalisinya beberapa pekan terakhir gencar menargetkan kamp-kamp militer dan para komandan faksi pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani. Menurut sebuah laporan, hampir 100 pejuang Fath Al-Syam gugur dalam serangan udara AS dalam sebulan terakhir.

Pernyataan resmi dari Jabhah Fath al-Sham terkait serangan Jet Amerika atas Kamp Pelatihan di Idlib

Jum’at (20/1/2017) Mujahidin berhasil menggagalkan serangan pasukan rezim Suriah di daerah pegunungan Jabal Akrad, provinsi Latakia, menurut laporan aktivis.



Pasukan rezim yang didukung milisi Syiah meluncurkan serangan terhadap puncak bukit Al-Tuffahiya, mengambil keuntungan dari perselisihan paham antara Jabhah Fath al-Sham dan Ahrar al-Sham, lansir Zaman Alwasl.

Jet-jet tempur rezim juga melakukan serangan di desa Al-Kabbana dan Kensabba.

Pada gilirannya, Mujahidin menembakkan rudal Grad pada benteng pasukan Garda Revolusi Iran di pedesaan utara.

Gerakan Ahrar Al-Sham, salah satu kelompok tempur utama oposisi Suriah yang beroperasi terutama di utara negara itu, menyatakan hari Rabu (18/1/2017) bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang akan berlangsung pada 23 Januari di ibukota Kazakhstan, Astana.



Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh gerakan itu dan dipublikasikan di akun media sosial mereka, Ahar Al-Sham mengatakan bahwa hal mereka tidak akan mengambil bagian dalam pembicaraan Astana karena berbagai alasan. Alasan yang paling penting adalah kurangnya pelaksanaan gencatan senjata, yang ditengahi dan dinyatakan oleh Turki dan Rusia pada tanggal 30 Desember, dan kampanye pemboman biadab dan tanpa pandang bulu yang rezim teroris Assad dan Syi'ah Hizbullata telah luncurkan pada lembah Wadi Barada, di barat Damaskus.

Ahrar al-Sham mengatakan bahwa dengan mengambil posisi ini, mereka tidak akan mengizinkan konfrontasi berlangsung antara faksi-faksi oposisi yang pro atau anti pembicaraan Astana.

Faksi militer oposisi Suriah pekan lalu menggelar serangkaian pertemuan konsultatif di ibukota Turki Ankara untuk membahas partisipasi dalam pembicaraan Astana. Sembilan kelompok pejuang oposisi yang didominasi faksi afiliasi FSA memutuskan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan. Mereka adalah: Liwaa al-Sham, Liwaa Sultan Murad, Jabhat Shamiyyah, Jaish al-Ezzeh, Jaish al-Nasr, Divisi Pantai Pertama, Liwaa Fastaqim, Liwaa Syuhada al-Islam dan Jaish al-Islam. Kelompok itu juga memilih anggota senior dalam kelompok Jaish al-Islam Muhammad Alloush sebagai kepala delegasi oposisi Suriah untuk pembicaraan Astana.

Militer rezim Suriah mengepung daerah Wadi Barada di Pedesaan Damaskus menyusul pertempuran yang berlangsung selama satu. Rezim berupaya menerapkan skenario Aleppo untuk merebut daerah sumber air bersih itu.



Direktur lembaga pengawas HAM Suriah, Rami Abdurrahman, Kamis (19/01), mengatakan kepada kantor berita AFP, militer rezim dan milisi Syiah Hizbullah saat ini telah mengepung Wadi Barada. Perkembangan itu terjadi setelah pasukan rezim meraih kemajuan di front selatan daerah tersebut pada Rabu (18/01).

Dia menunjukkan bahwa pasukan rezim dipastikan memblokade daerah itu setelah mereka berhasil mengisolasi mujahidin di Wadi Barada dengan rekan mereka di wilayah Qalamun.

Sumber militer Suriah juga mengonfirmasi kepada AFP, pihaknya sepenuhnya mengepung Wadi Barada setelah berhasil memutus jalan yang menghubungkan daerah tersebut dengan wilayah mujahidin di Qalamun.

Skenario Aleppo

Abdurrahman menjelaskan, seperti biasa, pasukan rezim berupaya menerapkan strategi blokade untuk merebut wilayah terbatas yang dikuasai mujahidin. Strategi ini telah berhasil di sejumlah wilayah di Pedesaan Damaskus dan yang terakhir di Aleppo.

Abdurrahman menambahkan bahwa rezim Assad berupaya keras merebut Wadi Barada baik dengan kampanye militer atau perjanjian seperti di Aleppo. Rezim ingin mengamankan daerah pemasok air bersih ke wilayah Damaskus itu.

Dia menunjukkan, Wadi Barada saat ini terancam jatuh ke tangan rezim. Tidak ada jalan lain bagi mujahidin kecuali melakukan perlawanan secara militer atau menyerah dengan mengosongkan wilayah itu.

Partai Persatuan Demokrat (PYD) dengan bantuan pasukan Amerika tampaknya berniat untuk membangun sebuah pangkalan militer baru di provinsi Hasaka, Suriah utara, setelah mengevakuasi kamp pelatihan Tal Baidar.

Aktvis Suriah, Mahmoud Al-Ahmad melaporkan bahwa PYD berniat untuk mengevakuasi kamp Ahmed Badli yang ditunjuk untuk melatih pemuda yang wajib militer di desa Tal Baidar, untuk mengubahnya menjadi sebuah pangkalan militerAmerika, saat perlengkapan dan senjata telah tiba, lansir Zaman Alwasl pada Kamis (19/1/2017).

pyd kurdi hasakah suriah

Al-Ahmad menyebutkan bahwa PYD telah membuka kamp baru bernama Nidal Al-Yusuf dua minggu lalu di desa Kabaka, dekat kota Tal Barak, timur laut kota Hasaka, untuk melatih pemuda yang ditangkap dari kota Hasaka dan merekrut paksa mereka untuk bertempur bersama milisi di bawah dalih “kewajiban membela diri”.

Aktivis menambahkan bahwa juru bicara resmi untuk pasukan Demokratik Suriah (SDF), dan Rizan Kalp, kepala staf pertahanan menghadiri upacara pembukaan kamp, mengumumkan peluncuran sesi baru untuk meltih 800 pemuda.

Aktivis juga menyebutkan bahwa ratusan pejuang dari Dewan Militer Deir Azzur telah dilatih di bawah pengawasan tentara AS di kamp Tal Baidar, dan dipersiapkan untuk melawan ISIS di pedesaan Deir Azzur.

Faksi-faksi mujahidin Suriah di Ghautah Timur berhasil menghancurkan sebuah terowongan untuk pasukan rezim Assad di distrik Harasta, provinsi Rif Dimashq.

Mujahidin memantau pergerakan pasukan rezim Assad di dalam terowongan selama proses pengeboran dan menanam ranjau serta meledakkannya, yang menyebabkan kematian seluruh orang di dalamnya, lansir ElDorar AlShamia pada Selasa (17/1/2017).

Sementara itu, halaman Facebook pro-rezim Asad melaporkan kabar mengenai tewasnya Mayor Jenderal Bilal di lokasi yang sama.


Pertempuran juga terjadi di garis depan Taybah dan Krash di lingkungan Jobar, Damaskus, antara mujahidin dan pasukan rezim Assad.

Perdana Menteri Suriah Imad Khamis mengunjungi Teheran, Iran, pada Selasa (17/1/2017) untuk bertemu dengan Wakil Presiden Pertama Iran Ishaq Jahangiri, ungkap sebuah pernyataan pers resmi, sebagaimana dilansir AA.

suriah-iran

Berbicara dalam konferensi pers bersama, Khamis mengklaim Suriah telah mendukung Iran selama perang delapan tahun dengan Irak pada tahun 1980-an, sementara Iran telah mendukung Suriah belakangan ini.

Jahangiri menekankan perlunya melindungi “keuntungan” kedua negara.

Selama kunjungan tersebut, kedua belah pihak juga menandatangani beberapa Mou di bidang pertanian, pertambangan, dan telekomunikasi

Seorang komandan pejuang oposisi Suriah telah mengungkapkan alasan di balik kekalahan besar pejuang oposisi di kota Aleppo bulan lalu.

Mantan komandan tertinggi di Aleppo Tertinggi, Abu al-Abd Ashida, yang dipilih sebagai pemimpin seluruh faksi pejuang di Aleppo di saat keaadan sudah terlambat, menjelaskan penyebab kekalahan dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Selasa oleh aktivis pro-oposisi asal Amerika Bilal Abdul Kareem dan dilaporkan The New Arab Jum'at (14/1/2017).




"Singkatnya [pejuang oposisi] tidak ingin kesatuan yang nyata, di mana ada satu pemimpin dengan kekuasaan dan kemampuan untuk membuat keputusan yang nyata," kata Abu al-Abd Ashida dari Idlib, di mana banyak pejuang oposisi dievakuasi setelah kekalahan tersebut.

"Setiap kelompok ingin mempertahankan otoritasnya dan ingin memiliki orang mereka merintah. Jika ada satu pemimpin, mereka akan tidak lagi memiliki posisi imajiner mereka."

Komandan oposisi itu menjelaskan bahwa semangat telah runtuh di antara pasukannya di hari-hari terakhir pertempuran dan bahwa banyak dari mereka sedang menunggu untuk dievakuasi.

"Moral orang-orang turun, kolaborasi buruk ... kami berada dalam keadaan kehilangan dan kebingungan," kata sang komandan.

Dia mengatakan bahwa kelompok oposisi memiliki stok makanan untuk enam bulan terakhir tapi harga pangan telah meroket dengan satu telur yang dijual seharga $ 4.5.

Komandan oposisi itu juga menyalahkan "negara tetangga" untuk tidak melakukan intervensi untuk membantu warga sipil dan pejuang oposisi, sebuah referensi untuk Turki, yang hanya memerangi ISIS di utara Aleppo.

Abu al Abd Asida juga mengungkapkan bahwa Aleppo meminta Turki untuk memberikan mereka sebuah TBM (mesin penggali terowongan) untuk memecahkan pengepungan dalam 1 bulan dari kedua sisi, namun demikian, Turki menolak.

Berbicara tentang situasi kemanusiaan di kota itu, Abu al-Abd Asida mengatakan: "Keadaan warga sipil adalah tragedi mutlak ... ofensif rezim sengit. Itu seperti serangan Mongol.."

Pada tanggal 22 Desember, pejuang oposisi di Aleppo menderita kekalahan paling telak sejak awal perang sipil ketika ofensif besar pasukan pro-Assad yang didukung Rusia menyaksikan rezim teroris Suriah merebut kembali timur kota yang telah dikuasai oposisi sejak 2012 lalu.

Ribuan warga Suriah di wilayah Idlib dan Aleppo barat, Jumat (13/01), turun ke jalan mendesak faksi-faksi pejuang bersenjata bersatu dan melebur menjadi satu kekuatan besar. Desakan itu berbarengan dengan desakan untuk merealisasikan tujuan revolusi, menggulingkan rezim Bashar Assad.

Tidak hanya itu, massa juga mengutuk keras operasi militer koalisi internasional pimpinan AS menargetkan faksi-faksi Islam di Idlib. Seperti diberitakan, puluhan anggota Jabhah Fath Al-Syam terbunuh dalam sebulan terakhir akibat serangan udara koalisi di wilayah yang sepenuhnya dikontrol pejuang itu.

Aktivis di pedesaan Aleppo barat, Zakariya Al-Hamdu, melaporkan bahwa demonstrasi warga itu digelar selepas shalat Jumat di berbagai desa di pedesaan Aleppo barat. Warga menedesak faksi-faksi pejuang segera melebur menjadi satu kekuatan besar.

Warga mendesak faksi-faksi untuk tidak mengesampingkan Jabhah Fath Al-Syam dalam peleburan faksi-faksi oposisi itu. Mereka menegaskan bahwa Fath Al-Syam merupakan bagian dari kekuatan revolusi yang tak terpisahkan.

Perlu diketahui, proyek peleburan faksi-faksi oposisi yang beberapa pekan terakhir diupayakan terhenti setelah beberapa faksi menyatakan menolak keterlibatan Fath Al-Syam dalam proyek persatuan itu. Hal itu menuai banyak kecaman baik dari warga dan sejumlah tokoh.




(13/1/2017) - Terlihat warga memegang beberapa poster bertuliskan dukungan terhadap faksi Jabhah Fath al-Sham dan menegaskan bahwa Amerika dan Rezim Assad adalah teroris sebenarnya ...

Jet tempur koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat dalam 24 jam terakhir kian gencar menargetkan para komandan dan anggota Jabhah Fath al-Sham di wilayah Idlib. Menurut data yang dihimpun Al-Jazeera, Jumat dini hari (13/01), sedikitnya 21 mujahidin Jabhah Fath al-Sham syahid akibat serangan jet koalisi selama 24 jam.

Melansir dari sejumlah sumber, Al-Jazeera mengatakan bahwa serangkaian serangan udara koalisi itu menargetkan bus,mobil dan motor yang ditumpangi anggota Jabhah Fath al-Sham. Termasuk yang menjadi korban, komandan lapangan.

Sehari sebelumnya, para mujahidin mengatakan bahwa jet koalisi menewaskan sedikitnya 15 anggota Jabhah Fath Al-Syam di pedesaan Idlib.

Dalam konteks ini, sejumlah sumber menyebutkan bahwa jumlah anggota Jabhah Fath al-Sham yang terbunuh akibat serangan udara jet koalisi AS dalam sebulan terakhir mencapai 40 pejuang. Para korban mulai dari prajurit biasa hingga komandan tinggi.

Koalisi pimpinan Amerika Serikat beberapa bulan terakhir menggencarkan serangan udara menargetkan kader-kader Jabhah Fath al-Sham, beberapa di antaranya komandan tinggi. Pemimpin terakhir yang terbunuh, Abu Al-Hasan Tiftaz yang merupakan anggota Dewan Syariah. Dia terbunuh bersama anaknya selesai pulang shalat Jumat. Jet koalisi menargetkan rumahnya.

Perlu diketahui, gencarnya serangan AS menargetkan Fath Al-Syam ini di saat faksi-faksi pejuang berupaya melebur menjadi satu kekuatan besar.

Serangkaian ledakan mengguncang daerah Kafarsoseh dan bandara militer Mezzeh di Damaskus pada Jum’at (13/1/2017) pagi, menewaskan beberapa perwira dan prajurit rezim Asad dan menyebabkan kebakaran di dalam bandara.




Sumber menyebutkan bahwa di antara para korban terdapat brigadir Intelijen Angkatan Udara rezim Asad, namun tidak menyebutkan nama, lansir ElDorar AlShamia.

Perlu diketahui, lingkungan Kafarsoseh di Damaskus mencakup puluhan kantor pusat keamanan dan pusat untuk milisi asing pendukung rezim Asad. Daerah tersebut dihantam ledakan dari sumber yang belum jelas dan diikuti dengan kebakaran yang pecah di bandara militer Mezzeh.

Belum ada kelompok yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan yang mengakibatkan kerugian besar bagi pasukan rezim Suriah Bashar Assad.

Mujahidin Suriah dari faksi Jaish al-Islam, Kamis (12/01), mengatakan telah meredam serangan pasukan Assad di Maida'ani dan al-Bahariyah, wilayah Ghauta Timur di pedesaan Damaskus.

Diketahui, meski terjadi gencatan senjata Suriah, wilayah Ghauta Timur dikecualikan dalam opsi tersebut. Sehingga, serangan Rezim Assad dan sekutunya terhadap wilayah itu masih terus dilakukan yang menyebabkan bertambahnya jumlah korban sipil.

Menurut pusat layanan informasi Jaish al-Islam, pasukannya telah menormalkan kembali wilayah al-Bahariyah setelah mendapat gempuran dari pasukan Assad. Sedangkan di Madani, mujahidin telah meredam tiga kali serangan Assad yang menggunakan kendaraan lapis baja dan senjata tempur berat.

Perlu dicatat, Jaish al-Islam telah menimpakan kerugian di pihak militer Assad dalam pertempuran enam bulan terakhir di Ghauta Timur. Sebanyak 325 serangan inghimasy dan 67 operasi militer telah menghancurkan 63 tank, 5 kendaraan Chilka, 12 kendaraan “BMB”, 24 buldoser, helikopter, dan menewaskan 1.328 tentara.



Presiden AS Barack Obama mempersembahkan hadiah terakhir kepada Iran, saat ia menyetujui untuk diam-diam memberikan 130 ton uranium kepada Iran sebelum akhir masa jabatannya, media Amerika melaporkan.
fasilitas nuklir iran

Sebagaimana dilansir Orient Net, Kamis (12/1/2016), diplomat AS menyatakan bahwa Iran akan menerima kiriman uranium alam dalam jumlah besar, sebagai imbalan karena telah mengekspor bertonton pendingin reaktor. Uranium tersebut akan dikirim oleh Rusia.

Pemerintahan Obama dan pemerintah lainnya, yang berusaha menjaga agar Teheran tetap berkomitmen terhadap pakta nuklir, menyetujui kesepakatan tersebut.

Dua diplomat senior AS, yang tidak ingin dicantumkan namanya, menyatakan bahwa pengiriman itu disetujui oleh Amerika Serikat dan lima kekuatan dunia lainnya yang melakukan negosiasi kesepakatan nuklir.

Sementara itu, Iran memperkirakan pengiriman 116 metrik ton (hampir 130 ton) uranium alam. Pengiriman uranium tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk reaktor nuklir atau sebagai ‘jantung’ sebuah bom atom.

Para diplomat menambahkan bahwa mereka membutuhkan persetujuan dari Dewan Keamanan PBB, tapi “Ini hanya akan menjadi formalitas, mengingat bahwa lima dari kekuatan dunia tersebut adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB.”

Dalam kesepakatan saat ini, Iran memberikan kompensasi kepada Rusia sekitar 40 metrik ton (44 ton) heavy water. Iran juga mengirim 30 ton ke Amerika Serikat dan Oman, sesuai dengan perjanjian nuklir yang berlangsung pada awal Juli tahun lalu.

Daily Wire mengutip dari beberapa diplomat mengatakan bahwa setiap uranium alam yang mau dikirim ke Iran akan berada di bawah pengawasan ketat IAEA PBB selama 25 tahun setelah kesepakatan ini dijalankan.

Uranium tersebut bisa digunakan untuk membangun lebih dari 10 bom nuklir sederhana, tergantung pada efisiensi proses pengayaan dan desain senjata nuklir, surat kabar tersebut mengutip David Albright dari Institute of Science and International Security.

Kamis (12/1/2017) - Mujahidin dari Jaish al-Izzah berhasil menargetkan sekumpulan pasukan rezim yang sedang berada di sebuah bangunan, kota Salyut, Provinsi Hama.


Di wilayah yang berbeda namun masih di bagian utara provinsi Hama, Mujahidin juga berhasil menembakan misil TOW dengan menargetkan sebuah mobil pick-up yang sedang membawa sejumlah pasukan. Dalam video terlihat beberapa diantaranya tewas akibat ledakan tersebut.




2 Komandan dari Jabhah Fath al-Sham, Abu Ikrima al-Tunisi dan Abu Anas al-Masri bersama dengan 6 mujahidin lainnya dikabarkan syahid. Mereka menjadi target serangan Drone di Saraqib, Provinsi Idlib yang dilancarkan pasukan khusus Amerika.


Foto evakuasi dari lembaga kemanusiaan di Idlib, Rabu (11/1/2017)

Tercatat beberapa tokoh penting dari kelompok Jabhah Fath al-Sham telah menjadi target serangan Drone Amerika sejak awal tahun 2016

Helikopter Assad telah menjatuhkan 13.000 bom barel di kawasan yang dikendalikan oleh oposisi Suriah selama tahun 2016. Hal ini mengakibatkan ribuan orang di Suriah terbunuh dan terluka, yang sebagian besar adalah warga sipil.

Bom barel milik rezim Assad tidak membedakan antara orang tua, anak-anak, atau wanita; semua orang merasakan kematian, bahkan jika mereka tidak terbunuh.

Sejak revolusi Suriah dimulai, Assad mengandalkan bom barel sebagai senjata utama yang digunakan dalam perang di Suriah karena murah dan mematikan. Ini juga merupakan senjata primitif dan khusus untuk membunuh orang dan menghancurkan kota saja, karena tidak memiliki manfaat militer. Hal ini karena bom barel yang digunakan oleh rezim adalah ledakan acak yang tidak terkontrol, yang berarti bom barel tidak dapat diarahkan ke target dan lokasi serangan tidak dapat dikendalikan.

(Middle East Monitor)


Serangan udara menghantam pedesaan Aleppo pada hari rabu (11/1/2017)

(10/1/2017) - Pertempuran terus berlanjut antara mujahidin dengan pasukan rezim di front selatan, Provinsi Dar'aa. Mujahidin berhasil hancurkan sebuah kendaraan tempur jenis Shilka di utara desa Na'imah.



Di sisi berlawanan, pasukan rezim membombardir kawasan di kota Yaduda, Brigade 52, dan desa Mansha dengan artileri berat dan pesawat tempur.

Sekelompok tentara rezim Assad membelot dari pasukannya dan memutuskan bergabung dengan mujahidin yang berjuang di Wadi Barada, yang terletak di dekat ibukota Damaskus, demikian menurut pernyataan juru bicara pasukan FSA (Free Syrian Army) di area itu, Abu Mohammed Al-Baradawi.

Al-Baradawi mengatakan kepada Gulf Online bahwa “pasukan FSA menjamin pembelotan mereka dari tentara rezim Assad, sampai mereka mencapai daerah yang dikendalikan kubu oposisi.”

Bentrokan meletus berhari-hari setelah pasukan rezim Assad mencoba untuk menyerbu masuk desa Wadi Barada dengan menggunakan Tank.

update 8 Januari 2017, kondisi mujahidin melawan pengepungan pasukan rezim Suriah.

(9/1/2017) - Mujahidin di daerah Wadi Barada berhasil hancurkan sebuah Tank milik pasukan Hizbullah yang ditempatkan di bukit Kafr Zeit. Video memperlihatkan tewasnya beberapa milisi akibat ledakan keras menghantam target. 


Video diawali dengan propoganda media rezim terkait kesuksesan merebut bukit Kafr Zeit, namun tercatat kerugian dialami tidaklah sedikit sehingga dalam hitungan jam mujahidin mampu merebut kembali wilayah tersebut.

Faksi-faksi mujahidin Suriah yang aktif di Ghautah Timur telah menyebabkan kerugian besar bagi pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad pada Senin (9/1/2017), saat mereka berhasil menggagalkan upaya rezim untuk maju ke garis depan Midaani.

Failaq Ar-Rahman mengumumkan bahwa pertempura sengit meletus di Midaani, dua tank milik rezim Asad hancur dan Mujahidin berhasil menggagalkan upaya pasukan rezim untuk maju, lansir ElDorar AlShamia.



Jaisyul Islam, Failaq Ar-Rahman, dan Ahrar Syam telah meluncurkan ofensif bersama, di mana mereka mampu untuk merebut kembali batalion artileri di daerah Hazermah, serta merampas dua kendaraan militer milik pasukan Asad selama penyerangan sehari sebelumnya.

Kedua daerah, Al-Marj dan Midaani di Ghautah Timur telah menyaksikan bentrokan selama beberapa bulan, meskipun adanya kesepakatan “gencatan senjata”, pertempuran tidak pernah berhenti di sana.


Jabhah Fath al-Sham pada hari Ahad (08/01) melakukan serangkaian serangan melawan pasukan teroris Assad di sebuah pos pemeriksaan militer yang terletak di wilayah Beit Jann (Hermon) di Ghouta barat, pedalaman provinsi Damaskus yang menyebabkan puluhan pasukan teroris Assad terbunuh dan luka-luka.

Sumber eksklusif Jabhah Fath al-Sham melaporkan ke jaringan berita ElDorar AlShamia bahwa salah satu anggotanya telah melakukan penyusupan dan berhasil membunuh para penjaga gerbang blokade,dimana blokade ketat ini telah menyebabkan penderitaan besar terhadap warga sipil.


Penyusupan anggota Jabhah Fath al-Sham tersebut berhasil membuka jalan bagi anggota lainnya untuk masuk dengan menggunakan bom mobil untuk meledakkan sisa-sisa penjaga blokade dan berhasil membunuh setidaknya 12 pasukan Assad dan melukai beberapa orang lainnya.

Dua komandan faksi mujahidin Suriah yang menandatangani kesepakatan “gencatan senjata” di Suriah menyatakan mengakhiri komitmen mereka untuk kesepakatan tersebut karena pasukan rezim Asad dan milisi Syiah sekutunya yang berasal dari Iran terus-menerus menyerang Wadi Barada yang berada di Ghautah Timur, provinsi Rif Dimashq.

(4/1/2017) - Suqur al-Sham tembakan sejumlah roket grad menargetkan daerah Kafraya dan Fu'ah Provinsi Idlib, sebagai pembalasan atas serangan pasukan rezim di Ghouta dan Wadi Barada


Komandan Jaish al-Mujahidin, Abu Bakar, menngatakan dalam cuitannya di Twitter bahwa: “Ketika kami setuju untuk gencatan senjata adalah untuk melindungi orang-orang kami di Wadi Barada dan Ghautah, namun saat Anda (Iran) melanggar perjanjian jadi tunggu apa yang akan menghancurkan Anda,” seperti dilansir ElDorar AlShamia pada Ahad (8/1/2017).

Sementara itu komandan Suqur al-Sham, Syaikh Abu Issa, menekankan bahwa desakan rezim dan milisi Syiah untuk menyerang garis depan Wadi Barada dan Ghautah Timur akan berhadapan dengan letusan di garis depan, menambahkan bahwa gencatan senjata telah diabaikan dan dihina.

Adalah Salih 24thn dan Marwa 19 thn, mereka baru menikah 25 november 2016 di Aleppo Timur ketika masih diblokade. Mereka dipaksa mengungsi keluar aleppo bersama dengan ribuan warga lainnya. Mereka berdua yang lahir di aleppo ini menulis grafiti di tembok-tembok Aleppo sehingga menjadi viral di media sosial.

"untuk seseorang yg telah menghabiskan waktu blokade aleppo bersamaku, i love you (10/12/2016)"

"kami akan kembali ke kota ini dan merasakan udaranya"

(tentu saja semua warga aleppo ingin kembali ke kota aleppo, tanah mereka tempat dilahirkan, ke rumah yang mereka bangun dengan tetasan keringat)

Lalu ketika tentara rezim dan milisi dari Iran telah menjarah Aleppo, mereka mencari grafiti-grafiti Salih dan Marwa dan salah seorang tentara milisi Iran yg bernama Rabea kalawandy berfoto dan berkomentar bahwa

"kalian tidak akan pernah kembali ke Aleppo karena tanah ini sudah kami ambil, kalian sudah diungsikan dengan bus hijau ... good bye" katanya sambil mengejek, ya karena tanah aleppo itu sekarang telah dijarah rezim dan dijadikan rumah bagi milisi-milisi Iran.

Video wawancara salih dan marwa setelah berada di tempat pengungsian :



Tentara pembebasan Suriah ( FSA ) yang beroperasi di daerah Wadi Barada pedesaan propinsi Damaskus, pada hari Jumat (06/01) berhasil membebaskan sebuah bukit strategis di daerah yang dikuasai pasukan Assad setelah pertempuran sengit selama beberapa jam yang berlangsung hingga subuh hari Jumat.

Sumber-sumber militer melaporkan bahwa para pejuang FSA membebaskan sebuah bukit di tengah Kafr Al-Zet setelah rezim Assad mendudukinya pada hari Kamis (5/01) lalu.



Pertempuran sengit ini menewaskan setidaknya 20 anggota pasukan Assad dan menangkap dua orang lainnya.

Helikopter dari rezim Assad melakukan pemboman masif di Ain Fijeh, Bassima dan Kfir Al-Zet di wilayah Wadi Barada sejak dua minggu lalu, sementara di darat pasukan Assad dan milisi syiah Hizbullah mencoba untuk membuat kemajuan, tetapi usaha mereka gagal.

Seorang pejabat senior faksi mujahidin Suriah membantah laporan pada Jum’at (6/1/2017) bahwa “gencatan senjata” telah dicapai antara mujahidin dengan rezim Asad di daerah Wadi Barada dekat Damaskus, di mana pemboman terus-menerus telah merusak sumber air utama untuk wilayah ibukota.

Rezim Suriah Bashar Asad dan milisi Syiah sekutunya telah melancarkan serangan dua pekan lalu untuk merebut Wadi Barada dimana sebuah mata air memberikan pasokan ke empat juta orang di ibukota, lansir Zaman Alwasl.


Sebuah media pro Hizbullah melaporkan bahwa gencatan senjata telah dicapai di daerah itu. Namun, Munir Sayal, kepala sayap politik Ahrar al-Sham mengatakan kepada Reuters bahwa laporan itu merupakan kebohongan.

Rezim Assad telah mengambil alih wilayah Aleppo Timur dari sebulan yang lalu. Menurut Ali Zamouti, tentara Rezim berpangkat sersan di laman Facebook-nya melaporkan, tiga orang rekannya tewas saat bom dalam sebuah mesin cuci meledak.


Dilaporkan Zaman el-Wasl, Ahad (01/01), pasukan Rezim menjarah berbagai properti dan peralatan rumah tangga milik para pengungsi. Hal ini membuat mujahidin sebelum meninggalkan Aleppo Timur menerapkan taktik penanaman bom di tempat-tempat tersebut.

Jaish al-Islam mempublikasikan data statistik jumlah pasukan rezim Suriah yang tewas di tahun 2016 adalah kurang lebih 1659 personil. Berulang kali pasukan rezim melakukan serangan untuk mendapati kemajuan di Ghouta Timur, namun mujahidin berhasil melakukan serangan balik.



ghouta timur suriah
Peta ini memperlihatkan posisi mujahidin yang terkepung di Ghouta Timur, namun masih bisa mempertahankannya dalam waktu beberapa tahun sampai dengan hari ini (2/1/2016).

Ada 2 Faksi mujahidin yang dominan di Ghouta Timur yaitu Faylaq ar-Rahman dan Jaish al-Islam.

Pada hari Jumat (30/12) milisi syi'ah Hizbullah dan pasukan Assad menargetkan Bassimeh di Wadi Barada, sebelah timur propinsi Damaskus dengan empat bom barel dan tembakan meriam. Milisi Hizbullah mencoba untuk membuat kemajuan di front al-Husainiyah -Wadi Barada- tetapi berhasil dipukul mundur oleh mujahidin setempat.

video dari media rezim sabtu (31/2/) memperlihatkan pasukannya terus menembaki dan melakukan pengepungan atas wilayah wadi barada




Jaringan berita el-Dorar melaporkan bahwa area batalion rudal yang terletak di point Hazerma daerah al-Marj berhasil kembali dikuasai mujahidin Jaish al-Islam pada minggu pagi (1/1/2017). Sebelumnya area ini dikuasai pasukan Assad selama beberapa jam setelah serangan intensif dilancarkan.

(31/2/2017) - Mujahidin dari jaish al-islam menghadang pasukan Assad yang mencoba masuk ke front Maida'ani dengan memecah barisan dari 3 faksi

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget