Halloween Costume ideas 2015
2017

(26/5/2017) -  SOHR melaporkan terjadinya pertempuran sengit antara mujahidin FSA dengan pasukan Rezim Suriah di wilayah gurun sebelah timur pedesaan Suweida. Mujahidin berhasil hancurkan kendaraan Tank dan 2 senjata Gvozdikas.


FSA gunakan sebuah drone anti personil, type yang sama digunakan beberapa hari yang lalu di Latakia. Drone ini mampu melakukan serangan udara sekaligus memantau posisi musuh.





Menyambut Bulan Suci Ramadhan, faksi-faksi Islamis oposisi Suriah ramai-ramai memberi remisi bebas kepada para tahanan di penjara masing-masing. Pengampunan ini diberikan hanya kepada tahanan yang sudah menjalani masa hukuman penjara setengah dari vonis.

Faksi pertama yang mengeluarkan remisi Ramadhan Ahrar Al-Syam. Bagi tahanan yang sudah menjalani masa hukuman setengah dibebaskan. Namun remisi ini tidak berlaku bagi pelaku kejahatan yang mengancam keamanan revolusi Suriah.

Kemudian faksi lainnya, seperti Faylaq Al-Syam, Hai’ah Tahrir Al-Syam, Mahkamah Kafr Taharim dan Darul Qadha Salqin juga melakukan hal sama. Mereka mengampuni para tahanan yang sudah setengah menjalani masa hukuman. Namun dalam keputusan Tahrir Al-Syam, remisi itu tidak berlaku bagi tahanan yang divonis hukuman Qishas dan terkait keuangan serta keamanan nasional.

Sebelumnya, sejumlah ulama menyeru faksi-faksi oposisi Suriah memberi remisi bagi para tahanan menyusul datangnya bulan Ramadhan. Hal itu supaya mengembirakan keluarga yang ditinggalkan.





Militer Bashar Assad membangun tanggul tinggi untuk memisahkan wilayahnya dan oposisi di pedesaan Hama barat laut. Pembangunan tanggul pemisah ini terkait kesepakatan “wilayah de-eskalasi” yang ditandatangani di Konferensi Astana beberapa pekan lalu.

Wartawan portal Suriah, enabbaladi.net, Rabu (24/05), melaporkan bahwa pembatas itu dibangun di desa-desa di kawasan Sahl Al-Ghab. Daerah strategis ini direbut militer Suriah tahun lalu. Seluruh penduduknya yang anti rezim diusir.

Komandan militer di gerakan Jaisy An-Nasr (salah satu perkumpulan faksi FSA), Abdul Ma’in Al-Mishri, mengungkapkan bahwa tanggung itu sudah dibangun setinggi enam meter. Namun para pekerja masih terus meninggikan gundukan tanah itu.

tanggul di utara hama suriah

Ia menjelaskan bahwa tanggul tersebut dapat dilihat dengan jelas dari wilayah oposisi. Padahal, jarak antara wilayah kontrol oposisi dan rezim berkilo-kilo meter. Bahkan, Mishri menggambarkan bahwa seperti tembok pemisah antara wilayah pro rezim dan pejuang revolusi.

Sementara itu, sumber di FSA membenarkan bahwa pembangunan tanggul pemisah ini sebagai batas wilayah untuk menentukan daerah-daerah yang masuk dalam kesepakatan “wilayah de-eskalasi”. Sebagian pedesaan Hama utara dan barat laut masuk dalam kesepakatan yang dijamin Turki, Rusia dan Iran tersebut.

Adapun wilayah yang masuk dalam kesepakatan tersebut, Idlib, sebagian wilayah Lattakia dan Hama, pedesaan Homs Utara, Ghautah Timur di pedesaan Damaskus, Qunaitra dan Daraa. Kesepakatan ini sebagai strategi Rusia untuk mempermudah memetakan daerah-daerah yang dikontrol oposisi jihadis.

(Senin, 22/5/207) - Koalisi mujahidin di selatan Suriah, provinsi Daraa melanjutkan serangan di wilayah al-Manshiyah. Berhasil menggagalkan 3 serangan rezim dan menguasai 40 bangunan di sekitarnya.


Di lain tempat, mujahidin juga meluncurkan rudal berukuran besar yang dinamakan "Omar Missile" sehingga mengejutkan pasukan rezim. Ruang operasi ini menjadikan mujahidin menguasai sebagaian distrik as-Sajnah.




Sedikitnya 14 orang tewas dalam serangan udara pengecut yang dilancarkan pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad di wilayah Deir Azzur, ujar aktivis Suriah kepada Zaman Alwasl pada Rabu (24/5/2017).

deir ezzor

11 warga sipil termasuk wanita dan anak-anak tewas di kota Al-Mayadeen dan 3 lainnya tewas di desa Muhaimdiya, pedesaan timur Deir Azzur, ujar aktivis Ahmed Ramadan dari Furat Post, kelompok pemantau lokal.

Pada Senin (22/5), seidkitnya 15 orang tewas dalam serangan serupa di Deir Azzur.

Di provinsi Raqqa, sedikitnya 16 warga sipil tewas dalam serangan yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan AS di dekat Raqqa pada Rabu (24/5), menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau perang
Suriah yang berbasis di Inggris.

SOHR mengatakan bahwa korban termasuk seorang wanita dan kelima anaknya.

“Serangan koalisi melanda Al-Baruda, desa yang berjarak sekitar 15 km dari barat kota Raqqa,” ujar Direktur SOHR, Rami Abdurrahman.

 Faksi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada hari Senin (22/5/2017) mengumumkan meluncurkan serangan untuk membersihkan Gurun Suriah dari milisi Iran dan organisasi-organisasi kriminal Syi'ah yang menjadi kaki tangannya.

Sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh faksi-faksi tersebut, yang salinannya diperoleh Orient Net, mengatakan: "Pada hari yang diberkati ini (Senin), serangan dari Volcano of Desert diluncurkan terhadap milisi Iran dan asing.

fsa suriah


"Operasi militer ini bertujuan untuk membersihkan wilayah kelompok-kelompok ini dan mengakhiri kehadiran mereka."

"Kami faksi FSA mengumumkan serangan ini terhadap organisasi kriminal Iran sampai tanah kami didapatkan kembali.

Pemerintah Donald Trump menawarkan hadiah hingga 10 juta dollar untuk informasi mengenai keberadaan amir Jabhah Fath Syam (JFS).

abu muhamad aljaulani

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa hadiah tersebut akan dibayarkan untuk mendapatkan informasi yang mengarah ke identifikasi atau lokasi Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani. Tawaran tersebut merupakan yang pertama untuk amir JFS, lansir Zaman Alwasl pada Rabu (10/5/2017).

Dalam sebuah pernyataan, departemen luar negeri AS mengatakan bahwa JFS di bawah pimpinan Al-Jaulani telah melakukan banyak serangan di Suriah.

JFS yang sebelumnya bernama Jabhah Nushrah, merupakan salah satu kelompok jihad di Suriah melawan Rezim Suriah Bashar Assad.

Baca juga :
Mengenal sosok Abu Muhammad al-Jaulani

Suriah - Pasukan Assad menderita kerugian besar dalam pertempuran dengan mujahidin di pedesaan Hama pada hari Sabtu (22/4/2017).


Kelompok Jaysh al-Izzah, Jaysh al-Naser dan Jaysh Idlib dapat menghancurkan dan merusak sekitar lima kendaraan militer, serta penghancuran dua peluncur roket dan menewaskan puluhan tentara.



Jaysh al-Izzah mengumumkan penghancuran tank T72 di garis depan Ghorbal dan tank lain dari model yang sama di Rahbat Khattab, serta menargetkan tiga kendaraan pick-up yang membawa tentara di garis depan "al-Webbda".



Jaysh al-Naser mengumumkan berhasil merebut kembali desa Sansahar di selatan Halfaya dan penghancuran dua peluncur rudal kornet di Maddjn dan Webbeda.




Sementara itu, Jaish Idlib, yang ditempatkan di Bagian depan desa Hama menghancurkan sebuah tank T90, yang merupakan model tank Rusia terbaru yang dibawa oleh rezim Assad dalam memerangi mujahidin.

Kelompok mujahidin Suriah, Failaq Rahman mengumumkan pada Senin (20/03), bahwa sedikitnya 39 personel Rezim Assad tewas dalam serangan mendadak di timur laut Damaskus.



Tentara rezim dilaporkan memukul mundur serangan mujahidin. Namun, hal itu dibantah oleh jurnalis dan aktivis. Meskipun mereka mereka tidak mengungkapkan secara detail jalannya bentrokan yang sedang berlangsung untuk keselamatan pemberontak dan melindungi rencana serangan.

Sebelumnya pada hari Ahad, mujahidin merebut beberapa bangunan di Jobar sebelum maju ke wilayah Abbasiyah Square. Sementara itu, pesawat-pesawat tempur rezim terus melakukan serangan di pinggiran Damaskus lebih dari 40 serangan udara, yang menewaskan sedikitnya 13 warga sipil.

“Ada serangan udara intens sejak fajar pada posisi pejuang di Jobar saat serangan diluncurkan,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk HAM.

Abdel Rahman mengatakan tidak jelas apakah pasukan rezim atau sekutu Rusia mereka sedang melakukan serangan pada hari Senin di Jobar. Untuk diketahui, wilayah Jobar terbagi antara wilayah yang dikuasai mujahidin dan rezim, sebelum akhirnya diambil alih dalam serangan kali ini.



Di sisi lain, mujahidin juga menguasai beberapa titik kunci di zona industri yang terletak di antara Jobar dan distrik timur laut yang terkepung dari Qaboun ke utara. Serangan kali ini dilakukan bersama-sama antara mujahidin dari Ahrar Syam, Haiah Tahrir Syam, Faylaq Rahman, dan lainnya.

Ruang operasi Al-Bunyan al-Marsus dilanjutkan pada hari Minggu (12/3), pertempuran "Mout wala Mazallah" di provinsi Daraa, mampu membuat kemajuan dan mengambil alih daerah baru setelah pertempuran sengit berlangsung selama berjam-jam.

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa ruang operasi menargetkan posisi pasukan rezim Suriah dari lingkungan Manshiya di kota Daraa, kemudian maju dan mengambil alih daerah paling strategis "Abu Raha" di mana milisi Assad bersembunyi di dalam lingkungan.


Koresponden mengatakan bahwa pertempuran pada hari Ahad ini telah menyebabkan korban jiwa dan melukai lebih dari 20 tentara rezim Suriah, selain penghancuran sejumlah senapan mesin.




Beberapa mayat tentara Assad yang didokumentasikan oleh mujahidin ...


Utusan Khusus Amerika Serikat ke Suriah, Michael Ratney, baru-baru ini merilis pernyataan terkait kondisi terkini pejuang Suriah. Hai’at Tahrir Al-Syam HTS), persatuan kekuatan dari sejumlah faksi oposisi Suriah, secara resmi dimasukkan dalam daftar “teroris” menurut AS.

Dalam pernyataan berbahasa Arab tertanggal 10 Maret 2017, Ratney mengatakan bahwa alasan negaranya memasukkan HTS ke daftar teroris karena pemeran utama dalam persatuan berbagai faksi itu Jabhah Nusrah. Seperti diketahui, Jabhah Nusrah yang juga pernah berevolusi menjadi Jabhah Fath Al-Syam merupakan cabang Al-Qaidah.

“Hai’ah Tahri Al-Syam adalah kekuatan marger. Setiap yang melebur dengannya menjadi bagian dari jaringan Al-Qaidah di Suriah,” kata Ratney.

Dia menuduh, pemilik kekuasan sebenarnya dalam HTS adalah Abu Muhammad Al-Jaulani. Dia yang mengendalikan operasi. Tujuannya, tuding Ratney, ‘menculik’ revolusi. Adapun pejabat lainnya di HTS hanyalah hiasan, seperti Abu Jabir Al-Syaikh selaku pemimpin HTS.

Ratney yang militernya tidak pernah menargetkan rezim Assad ini juga menuding Jaulani dan anggotnya bersembunyi seperti anak-anak di dalam tubuh revolusi kemudian menelannya dari dalam. Menurutnya, Jaluani dan anggotnya penyebab utama rakyat Suriah tidak menang.

Lebih lanjut, pernyataan yang nampaknya ditujukan untuk memperingatkan faksi-faksi oposisi terhadap HTS tersebut menuduh para komandan Jabhah Nusrah yang menjabat di tubuh HTS masih memegang jalan Al-Qaidah dan tujuannya. Mereka masih membai’at Aiman Adz-Dzawahiri namun terus berupaya membantah dengan kebohongan.

Hai’ah Tahrir Al-Syam sendiri merupakan peleburan dari sejumlah faksi besar Suriah. Tak hanya Islamis, faksi yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan AS juga akhirnya sadar dan masuk dalam persatuan ini.

Perlu dicatat, AS berulang gagal menggulirkan strategi menggalang faksi bersenjata oposisi Suriah. Sejumlah faksi yang pernah ikut program pelatihan militer AS selalu berhasil dilemahkan oleh para jihadis beberapa saat setelah masuk kembali ke Suriah. Selain itu, oposisi pro AS mayoritas berada di berbatasan Turki, jauh dari front pertempuran dengan rezim.



Pernyataan resmi dikeluarkan Hai'ah Tahrir al-Sham menanggapi tuduhan dari Ratney, utusan Amerika.

Serangan bom kembali menghantam kompleks yang disucikan pengikut Syiah di Damaskus. Ledakan yang terjadi pada Sabtu siang (11/03) kali ini terjadi di daerah Bab Mushali di Damaskus Lama. Puluhan orang, yang mayoritas pengikut Syiah, tewas dan luka-luka.


Portal berita Suriah, Enabbaladi.net, melaporkan ledakan besar tersebut terjadi dua kali. Sumber ledakan dari dua bus yang mengangkut para penziarah Syiah.

Media resmi rezim Suriah, SANA, menyebutkan serangan itu terjadi di dekat daerah Bab Ash-Shagir di distrik Bab Mushali, kota Damaskus. Korban berjatuhan antara luka-luka dan tewas. Belum diketahui pasti jumlahnya.

Berdasarkan keterangan saksi mata, dua ledakan tersebut disusul rentetan suara tembakan. Pasukan keamanan yang tak biasa dikerahkan menuju lokasi.

Media online aranews.org mengatakan, melansir dari sumber aktivis di Damaskus, korban sementara berjumlah 28 tewas dan 45 luka-luka. Sementara sumber lainnya menyebutkan jumlah sebenarnya lebih besar dari itu.

Sejumlah media Iran menunjukkan bahwa para korban adalah peziarah Syiah. Namun tidak dijelaskan apakah mereka warga Suriah atau warga asing.

Di saat yang sama, aktivis Damaskus mengatakan bahwa kemungkinan besar ledakan bersumber dari dua Bus yang ditumpangi peziarah asal Irak dan Iran. Sehingga diyakini mayoritas korban warga kedua negara tersebut.

Sampai saat berita ini dilansir, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab di basis wilayah rezim Assad ini.

(27/2/2017) - Jaish al-Islam di Ghouta Timur berhasil menggagalkan upaya pasukan Assad menggempur lini depan wilayah Hazerma disertai pemboman udara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mujahidin Jaish al-Islam telah mampu merusak tiga Tank milik pasukan rezim selama pertempuran berlangsung beberapa jam dimana banyak personil dari pasukan Assad tewas.



Upaya untuk masuk ke jalur Hazerma telah berkali-kali dilakukan dan hasilnya adalah kerugian besar-besaran bagi rezim baik moril maupun materil.

Mujahidin dari Hai’ah Tahrir al-Sham (HTS) dari unsur Jabhah Fath Al-Syam melancarkan serangan terhadap pasukan rezim Assad di perbatasan Lebanon.

Observatorium HAM Suriah (SOHR) memaparkan pada Ahad (26/02) bahwa mujahidin HTS berhasil menewaskan sejumlah pasukan rezim Assad dan melukai puluhan lainnya.

Terkait hal ini, SOHR membeberkan bahwa para pejuang oposisi yang tergabung dalam HTS sedang menargetkan pembebasan di bagian barat laut dari pedesaan Damaskus.

Sebelumnya, Hai’ah Tahrir Al-Syam sendiri telah melakukan pergerakan dengan menyerang Markas Cabang Keamanan Intelijen Militer dan Markas Cabang Keamanan Negara di Homs.

Dalam penyerangan itu, sekitar 42 pasukan rezim Assad dilaporkan tewas termasuk Jenderal Hassan Daabul yang merupakan Kepala Intelijen Militer Suriah dan termasuk orang dekat Bashar Assad.

Berdasarkan hasil laporan yang ada, serangan tersebut dilakukan oleh enam anggota HTS. Semuanya memakai rompi bom saat menyerbu dua markas di pusat kota Homs yang dikontrol rezim itu.


Penjelasan dari Komandan Militer Hai’ah Tahrir al-Sham, Syeikh Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani, terkait operasi serangan mujahidin di wilayah Homs


Ruang operasi bersama mujahidin yang dinamai Al-Bunyanu al-Marsus mengeluarkan pernyataan resmi pada kamis malam (16/2/2017).



Pernyataan itu menyebutkan bahwa operasi ini adalah Counter Attack dalam menanggapi pelanggaran pasukan rezim Suriah dari perjanjian gencatan senjata dan pengepungan yang dikenakan pada sejumlah desa.

Jumlah faksi militer yang berpartisipasi dalam pertempuran lebih dari 35 faksi, terutama Jaish al-Islam, Ahrar al-Sham, Bait al-Maqdes, Jund al-Malahem, faksi FSA selatan, serta koalisi mujahidin dalam Hai'ah al-Tahrir.

Ruang operasi mengumumkan sebelumnya mujahidin telah menguasai banyak poin dalam lingkungan Manshiyah di kota Daraa disamping kematian puluhan pasukan Assad dan milisi pendukung mereka, serta kematian pemimpin yang paling menonjol dari Garda Revolusi Iran "Mustafa Zal Nejad".

Laporan dari aktivis media baladi news memperlihatkan posisi pasukan rezim di lingkungan Manshiyah telah dikuasai oleh mujahidin. (17/2/2017)


Untuk hari kelima berturut-turut, mujahidin Suriah meneruskan kemajuan mereka di lingkungan al-Manshiyah, salah satu lingkungan Daraa al-Balad di Daraa, sebagai bagian dari serangan baru-baru ini, menimbulkan kerugian besar bagi rezim Assad, Orient News melaporkan hari Kamis (16/2/2017).


Gerak maju pasukan mujahidin terus berlanjut meskipun jet Rusia melakukan penembakan intensif di beberapa daerah di kota itu.

Aktivis mengatakan bahwa mujahidin merebut 90 persen dari lingkungan al-Manshiyyah. Dua titik terakhir yang mereka rebut adalah toko roti al-Rahman Bakery dan al-Orouj Nursery di lingkungan tersebut.

Posisi pasukan Rezim di Distrik Manshiyeh dikuasai Mujahidin

Mujahidin hancurkan sebuah Buldozer di garis terdepan pasukan rezim

Sementara itu, halaman media sosial pro-Rezim menerbitkan foto dari seorang komandan pasukan yang tewas dalam pertempuran di lingkungan al-Manshiyyah. Komandan itu adalah Kolonel Thaer Kamil Rihaneh dari kota pesisir Jableh.


Masjid-masjid di Provinsi Daraa, Jumat (17/02), menutup pintu untuk jamaah Shalat Jumat. Hal itu dilakukan setelah Dewan Syariat setempat menghimbau Shalat Jumat ditiadakan menyusul intensnya serangan udara jet Rusia dan rezim Assad.

“Mayoritas masjid di Daraa meliburkan Shalat Jumat di tengah meningkatnya serangan udara. Hal itu untuk melindungi nyawa para jamaah,” lansir portal Suriah pendukung oposisi, enabbaladi.net, Jumat.

Menurut laporan wartawan portal tersebut, sedikitnya dua serangan udara dan empat birmil menghantam wilayah mujahidin di kota Daraa. Satu serangan lainnya menghantam kawasan Thariq Sad.

Serangan udara lainnya menghantam kota Bashra Al-Syam, Na’imah dan Ummu Mayadzin. Dilaporkan sejumlah sipil terluka dalam serangan itu.



Hani Al-Mari, aktivis di kota Dara, menunjukkan bahwa jet-jet Rusia dan helikopter rezim sengaja tidak memperhatikan front tempur. Mesin pembunuh itu justeru fokus menghancurkan seluruh tempat yang menjadi kebutuhan warga. Rumah sakit juga menjadi target utama.

Ketua Dewan Provinisi Daraa, Usamah Al-Bardan, menambahkan bahwa upaya sengaja rezim dan Rusia menargetkan lokasi-lokasi perkumpulan warga untuk membalas mujahidin yang mencapai kemajuan di kawasan Manshiyeh.

Kantor informasi Jaish al-Islam mendokumentasikan kerugian yang dialami oleh pasukan rezim Suriah dan milisi pendukungnya selama sepekan terakhir saat faksi-faksi mujahidin terus melancarkan serangan di Ghautah Timur.


Mereka menyatakan bahwa lima petinggi militer rezim dan 67 prajurit serta milisi Syiah pendukungnya telah tewas dalam satu pekan, juga 11 tank dan 2 BMP serta 2 buldoser telah dihancurkan, lansir ElDorar AlShamia.

Faksi-faksi mujahidin Suriah di Ghautah Timur termasuk Jaish al-Islam, Failaq Ar-Rahman dan Ahrar al-Sham menyebabkan kematian ratusan tentara rezim Asad, mengagalkan banyak serangan agresif di daerah tersebut selama lebih dari tujuh bulan.

Satu pekan terakhir menyaksikan upaya pasukan rezim untuk masuk dari empat titik dan di garis depan di daerah Hosh Nasri.

Para pejuang Suriah juga berhasil menghadang upaya tentara rezim untuk menyerbu jalan raya internasional Damaskus-Homs, dan mereka mampu mengepung sekelompok tentara dan membunuh beberapa dari mereka, lanjut laporan ElDorar AlShamia.

Mujahidin Suriah kembali meraih kemajuan dalam pertempuran di kawasan Manshiyeh, Provinsi Daraa, pada Rabu (15/02). Sebuah lokasi baru berhasil dibebaskan di daerah strategis itu.

almanseyah_daraa


Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, sampai saat ini mujahidin telah merebut empat lokasi di dalam kawasan tersebut. Sementara pertempuran sengit masih berlangsung hingga sekarang.

Mujahidin menambahkan berhasil membunuh sedikitnya 30 tentara rezim dalam pertempuran terbaru di Manshiyeh.



Pada saat yang sama, jet Rusia menggencarkan serangan udara ke posisi pasukan mujahidin dan kawasan-kawasan yang dikendalikan itu. Hal itu mengakibatkan jatuhnya korban sipil.

Menurut pantauan wartawan Al-Jazeera, serangan udara jet Rusia berlangsung tanpa henti sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Selain korban sipil, rumah dan fasilitas publik hancur akibat kebrutalan serangan tersebut.



Mujahidin kembali mengaktifkan pertempuran Daraa pada Senin lalu, dengan meluncurkan operasi gabungan dari berbagai kelompok. Faksi-faksi yang tergabung dalam ruang operasi Al-Bunyan Al-Marshush itu mengejutkan militer Suriah.

Kawasan Manshiyeh merupakan wilayah paling strategis di Daraa. Terletak di barat kota Daraa, daerah datarang tinggi itu menjadi penghubung antara Daraa kota dan Daraa pedesaan.

Posisinya yang tinggi, pihak yang menduduki Manshiyeh mampu mengawasi pergerakan lawannya di wilayah sekitar, termasuk jalan internasional Suriah-Yordania. Merebut Mashiyeh menjadi pintu masuk merebut seluruh wilayah Daraa.

Pernyataan resmi mujahidin terkait kemajuan tanggal 15/2/2017

Hai’at Tahrir Al-Syam (HTS), Senin (13/02), mengultimatum kelompok Liwa Aqsha untuk segera bertaubat dari pemahaman takfiri (serampangan mengkafirkan Muslim). Sebelumnya sejumlah anggota Dewan Syariah HTS menggelar pertemuan dengan para petingi Liwa Aqsha untuk berdiskusi dan menyampaikan nasihat.

Dalam pernyataan resmi HTS pada Senin, upaya menasihati tidak membuahkan hasil. Bahkan sebaliknya, Liwa Aqsha mengirim dua militannya untuk meledakkan diri di kerumunan pejuang di daerah At-Tamani’ah, pedesaan Hama.

Atas jawaban itu, HTS memutuskan memerangi mereka sampai jalan terbuka, pos-pos pemeriksaan hilang dan mereka menghentikan menangkapai warga muslim dan pejuangnnya. Kami akan terus menyerang mereka sampai bertaubat dan bersedia dihadapkan ke pengadilan syariat.

HTS juga mengungkapkan bahwa hasil diskusi dengan para petinggi Liwa Aqsha menegaskan, mereka mengkafirkan mayoritas faksi-faksi pejuang di Syam, menolak diadili di pengadilan syariat dan mereka berkoordinasi serta memiliki hubungan dengan kelompok Al-Baghdadi (ISIS).

Sementara itu, sumber media menyebutkan bahwa HTS mengirim tiga ulamanya untuk berdiskusi dan mengajak Liwa Aqsha bertaubat. Pertemuan tersebut berlangsung selama enam jam. Beberapa jam setelah pertemuan, terdengar kabar anggota Liwa Aqsha melancarkan serangan bom bunuh diri di kerumunan pejuang.

Sumber Enabbaladi.net mengatakan bahwa Liwa Aqsha dengan tegas mengkafikran komandan HTS, Hasyim Jabir Al-Syaikh, komandan Ahrar Al-Sham dan komandan Nuridin Zanky.

Masih menurut sumber, tiga anggota Dewan Syariah HTS yang diutus untuk menasihat Liwa Aqsha meminta kelompok tersebut mengumumkan secara terbuka tidak berbaiat kepada ISIS, mengumumkan tidak dalam manhaj khawarij dan mudah mengkafirkan umat Islam dan memerangi mereka, dan bersedia menghadap pengadilan syariah untuk menyelesaikan segala perselisihan. Akan tetapi, kata sumber, Liwa Aqsha menolak permintaan ketiga.

Liwa Aqsha merupakan kelompok jihadis pecahan dari Jundul Aqsha yang sempat berbaiat kepada Jabhah Fath Al-Sham. Kelompok yang aktif di pedesaan Hama ini memisahkan diri setelah para komandan mereka sadar akan pemikiran yang ekstrem.

Jabhah Fath Al-Sham telah melakukan sejumlah upaya untuk menyadarkan anggota Jundul Aqsha, di antaranya menerima baiat mereka di saat mereka terdesak dalam pertempuran dengan Ahrar Al-Syam. Sebagian mereka sadar namun sebagian lain masih dengan pemahamannya dan membentuk kelompok baru.

Pernyataan resmi dari Haiah Tahrir al-Sham terkait permasalahan Liwa al-Aqsha

Mujahidin mulai menyerang pasukan Rezim Bashar Assad di Dara’a sejak tanggal 12 Februari lalu. Kelompok mujahidin dari Ahrar Syam dan Jaisyul Islam dilaporkan saling berkoordinasi untuk melakukan serangan bersama Hai'ah Tahrir Al-Syam (HTS).

Sampai dengan hari Selasa (14/2/2017) mujahidin meraih kesuksesan yang signifikan. Selain dikuasainya beberapa bangunan, banyak pasukan Assad tewas ditambah dengan sejumlah kerugian lainnya.


Pada hari Ahad (12/02), koalisi mujahidin yang baru terbentuk Haiah Tahrir al-Syam (HTS) bersama sejumlah kelompok FSA melancarkan serangan terkoordinasi terhadap pasukan rezim Assad di bagian selatan kota Dara’a. Serangan dimulai dengan aksi bom berani mati menggunakan mobil yang diledakkan secara improvisasi di daerah al-Manshiyeh yang dikontrol rezim.



Kota Dara’a yang hanya berjarak beberapa mil dari perbatasan dengan Yordania sebagian dikuasai mujahidin, sementara sebagian lainnya masih di bawah kekuasaan pasukan Assad.

Kelompok-kelompok mujahidin bernaung di bawah ruang operasi bersama yang dikenal dengan nama Al-Bunyan al-Marsus, Ahad (12/02),

SOHR melaporkan, pasukan Assad merespon serangan mujahidin dengan melancarkan serangan udara lebih dari 20 kali, baik oleh jet-jet tempur maupun helikopter. Demikian juga dengan serangan rudal yang menyebabkan korban di kedua belah pihak.

Sebuah video berdurasi pendek memperlihatkan ledakan bom yang ditanam melalui terowongan tepat di bawah posisi pasukan Assad di Dara’a. Akun Twitter yang diduga berafiliasi dengan kelompok FSA juga ikut meramaikan update pertempuran, tidak membedakan apakah itu dilakukan oleh aliansi HTS ataukah pasukan oposisi lainnya.

Dilaporkan, sebuah senjata artileri 23 mm dan 1 unit tank rezim Assad berhasil dihancurkan. Sementara 18 pasukan pro-Assad tewas bersama seorang kapten unit pasukan khusus dan sejumlah perwira pro-Assad lainnya juga tewas.

Mujahidin Umumkan telah menguasai beberapa point di lingkungan Mansheya

Mujahidin berhasil merebut tiga puncak bukit dari pasukan rezim Suriah di provinsi pesisir Latakia, menewaskan sedikitnya 20 tentara, ujar laporan aktivis pada Jum’at (10/2/2017).

Divisi 1 FSA meluncurkan serangan terhadap benteng pertahanan rezim di Jabal Akrad pada Kamis (9/2), merebut puncak bukit Al-Qala’a, Rasho dan Eyn Hor, ujar aktivis Siah Majd Naji seperti dilansir Zaman Alwasl. Sedikitnya 20 tentara rezim tewas dalam serangan tersebut, tambah Naji.



Sementara itu, pasukan rezim telah ditarik dari desa Ardh Al-Wata dan Al-Hakoura di dekat Jabal Turkman saat mujahidin Suriah terus menekan untuk merebut puncak bukit Abu Ali dan desa-desa sekitarnya.

Pasukan rezim Suriah dan milisi Syi'ah asing bayaran yang menjadi sekutu mereka menderita kerugian besar dalam usaha yang berkali-kali gagal untuk menerobos masuk ke Ghouta Timur di pedesaan Damaskus di bulan pertama tahun ini, yang terus berlangsung hampir setiap hari selama lebih dari satu tahun.

Wilayah Timur Ghouta yang dikepung selama lebih dari tiga tahun terkena sekitar 19 serangan untuk menerobos masuk ke kota itu selama bulan Januari tahun ini, oleh tentara Assad dan milisi Syi'ah Hizbullah Libanon dan milisi Syi'ah asing lainnya dan juga milisi dari PLO dan pasukan dari Garda Republik, tetapi sebagian besar upaya ini gagal total.

info januari 2017 jaish al-islam

Menurut statistik yang diterbitkan oleh Kantor Informasi Jaish al-Islam bahwa 243 anggota pasukan Assad dan milisi Syi'ah pendukungnya tewas selama Januari, empat buah tank dan tiga senjata berat, tiga kendaraan dan 2 buah pesawat mata-mata berhasil dihancurkan oleh mujahidin dari Jaisyul Islam, Ahrar al-Sham, dan Faylaq al-Rahman.



Hingga saat ini Ghouta Timur masih terkena serangan sengit oleh pasukan pro-rezim dalam upaya mereka menyerbu dan mengosongkannya, untuk mengulang skenario seperti yang terjadi pada kota Sunni Daraya dan Wadi Barada dan yang lainnya, tapi ketabahan serta kegigihan mujahidin dalam mempertahankannya membuat pasukan Assad dan sekutunya belum berhasil merebut daerah tersebut.

Pemimpin Gerakan Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS), Abu Jabir Hasyim Al-Syaikh, menegaskan gerakan yang dipimpinnya bukan perpanjangan faksi atau organisasi tertentu. Gerakan ini adalah langkah untuk menyatukan kelompok-kelompok mujahidin Suriah di bawah satu pemimpin.




“Hai’ah Tahri Al-Syam adalah entitas independen, bukan kepanjangan dari organisasi atau faksi sebelumnya. Ini merupakan langkah marger yang menyatukan seluruh faksi dan meleburkan seluruh nama-nama kelompok,” tegas Abu Jabir dalam pernyataan pertamanya sejak memimpin HTS, Kamis (09/02).

Mantan pemimpin Ahrar Al-Syam itu menekankan bahwa marger ini merupakan fase baru revolusi Suriah. Yaitu fase kerja keras dan berupaya tanpa henti. Di mana, HTS berupaya keras menyatukan kekuatan mujahidin di bawah satu pemimpin yang menentukan kebijakan politik dan miiter revolusi untuk mencapai tujuan melengserkan rezim.

HTS bertujuan membebaskan seluruh wilayah Suriah dan menjaga kesatuan serta identitas muslim-nya.

Abu Jabir melanjutkan, menyeru faksi-faksi lain, “tangan kami terbuka bagi kalian. Kami mengundang kalian untuk mendukung dan menguatkan kami, melupakan kesalahan masa lalu dan menyatukan arah kompas. Di sinilah revolusi terlahir kembali. Maka jadilah pelopor pemimpin dan prajurit”.

Kepada anggota HTS, Abu Jabir menyeru untuk tetap teguh dalam pertempuran dan lemah lembut kepada rakyat Suriah. Anggota HTS juga diseru memperhatikan pentingnya menghapus kezaliman, menunaikan hak dan menyebarkan keadilan.

Ia juga menyeru umat Islam untuk membela Syam dan mendukungnya dengan segala kemampuan. “Pertempuran Syam adalah pertempuran umat semesta. Kami tidak akan melipat Syam dengan negosiasi atau muktamar yang melemahkan revolusi,” pungkasnya

HTS merupakan peleburan dari lima faksi besar pejuang Suriah. Yaitu, Jabhah Fath Al-Syam, Harakan Nurudin Zanky, Liwa Al-Haq, Jabhah Ansharudin dan Jaisy Al-Sunnah. Faksi-faksi kecil lainnya menyusul bergabung ke dalam kekuatan baru mujahidin Suriah ini.

Selasa (7/2/2017) - Pertempuran di Ghouta Timur, front Hows Nashri masih berlanjut. Mujahidin dari Jaish al-Islam lakukan serangan balik terhadap pasukan rezim Suriah. Setidaknya ada 20 personil pasukan rezim tewas dan 3 buah Tank berhasil dihancurkan.

jaish alislam

jaish alislam

Tank T-62
Jaish al-Islam kerahkan Tank T-62 dalam proses pertempuran
id card rezim suriah
Salah satu Id-Card dari personil pasukan rezim suriah yang tewas di sebuah parit

Secara terpisah, pesawat tempur rezim melakukan serangan udara menargetkan beberapa titik di front Hows Nashri dan jalan raya sekitar kota Douma, ditambah penembakan dengan artileri berat dan rudal sehingga menyebabkan kehancuran beberapa bangunan milik warga.

Dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Ahad (5/2/2017), Jabhah Syuhada al-Sham yang merupakan persatuan mujahidin di wilayah Barat Qalamoun mengumumkan untuk bergabung dengan Ha’iah Tahrir al-Sham (HTS).

Perlu diketahui, Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) dibentuk setelah terjadi gesekan antara Jabhah Fath al-Sham dan Jaisyul Mujahidin di Jabal Zawiyah, Provinsi Idlib. Fath Al-Syam mengancam Jaisyul Fath dengan mengerahkan pasukan karena dianggap mengkhianati revolusi. Hal itu karena Jaisyul Mujahidin ikut dalam negosiasi Astana.
 
Kemudian beberapa faksi besar pejuang Suriah mengumumkan dukungannya atas Jabhah Fath al-Sham. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (28/01), Beberapa faksi besar menyatakan melebur dalam nama Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS), Mereka adalah Jabhah Fath Al-Syam, Harakan Nurudin Zanky, Liwa Al-Haq, Jabhah Ansharudin dan Jaisy Al-Sunnah. Sejumlah faksi-faksi kecil juga menyatakan bergabung dalam kekuatan baru itu.

Mantan pemimpin Gerakan Ahrar al-Sham, Syeikh Abu Jabir Hasyim ditunjuk memimpin kekuatan baru yang dikabarkan memiliki 31 ribu pasukan itu. Sementara panglima militer dijabat oleh pemimpin Jabhah Fath al-Sham, Abu Muhammad Al-Jaulani.

Sejumlah ulama juga menyatakan bergabung dan langsung ditunjuk menjadi Dewan Syariah HTS. Mereka adalah, Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi, Abu Harits Al-Misry, Abu Yusuf Al-Hamawy, Abdullah Al-Muhaysini, Abu Thahir Al-Hamawy dan Syaikh Muslih Al-Ulyani.

HTS menyeru faksi-faksi lainnya bergabung dalam kekuatan oposisi Suriah bersatu itu. Hal ini untuk menyatukan kalimat dan menjaga keberlangsungan revolusi dan jihad Suriah sampai rezim tumbang.

Senin (6/2/2017) - Situasi Pertempuran di Utara Hama



Video memperlihatkan mujahidin dari Jaish al-Nashr membombardir posisi rezim Suriah di kota Salhab dan Rabia dengan rudal Grad di pedesaan barat Hama. Akibat serangan ini dilaporkan korban jiwa dan luka di tengah barisan rezim.





Secara terpisah, pesawat tempur rezim Suriah membombardir lingkungan perumahan di kota Latamna dengan artileri berat dan rudal di pedesaan utara Hama, yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran bangunan milik warga sipil.





Pertempuran juga terjadi di sekitar kota Soran, pedesaan utara Hama, disertai dengan penembakan dengan meriam.

Senin (6/2/2017) - Pertempuran sengit terjadi di Ghouta Timur, dimana Pasukan Assad lakukan serangan untuk mendapati kemajuan di front Hows Nashri. Namun upaya mereka berhasil digagalkan kembali oleh mujahidin dari Jaish al-Islam.




Dalam pertempuran lanjutan, sebuah Drone milik pasukan rezim ditembak jatuh dan senjata mesin kaliber 23 mm berhasil dihancurkan. Dikabarkan juga tewasnya salah satu komandan lapangan pasukan rezim di front Hows Nahsri, dia bernama kolonel Shakif Hamoud.

Foto kolonel Shakif Hamoud sebelum tewas

Seorang pilot rezim Suriah dilaporkan tewas pada Ahad (05/02) dalam kecelakaan saat pendaratan di bandara militer Nairab, provinsi Aleppo.

Penyebab kecelakaan jet tempur Su-22 buatan Rusia belum terkuak. Pilot jet, Letnan Kolonel Basel Saleh langsung tewas seketika saat kejadian.

Sumber setempat mengatakan pendaratan berjalan normal. Tetapi tiba-tiba jet tempur itu melewati jalur dan menghantam tanah. Jet tempur itu diketahui, telah melakukan operasi pemboman di pedesaan Aleppo timur. (Zaman AlWasl)

Kolonel Basel Saleh, Pilot yang tewas dalam kecelakaan tersebut ..

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget