Halloween Costume ideas 2015
12/22/16

Pejuang oposisi Suriah di kota terkepung Aleppo mengenakan sabuk peledak dan siap untuk melawan jika pasukan pro-Assad berupaya untuk menghentikan mereka meninggalkan Aleppo timur, menurut wartawan terakhir di bekas benteng oposisi tersebut.

Rekaman video yang diposting pada hari Selasa (20/12/2016) oleh Bilal Abdul Kareem, seorang wartawan muslim AS yang telah terjebak di Aleppo timur selama berminggu-minggu, bersama dengan seorang mujahidin bertopeng memakai rompi peledak di bawah jaketnya dan membawa senjata Kalashnikov.


Kareem mengatakan bahwa para mujahidin mempersiapkan diri untuk meninggalkan Aleppo, menyusul evakuasi sudah sekitar 25.000 orang dari Aleppo timur yang sebelumnya dikuasai mujahidin.

"Ini adalah sebuah sabuk peledak. Ini adalah apa yang banyak para mujahidin kenakan karena mereka tidak dapat mempercayai rezim untuk menjaga kata-katanya bahwa mereka akan memiliki perjalanan yang aman untuk pergi," kata Kareem.

"Jika mereka dihentikan mereka siap untuk bertempur."

Kareem mengatakan kepada MEE ada perwakilan dari sekitar 22 faksi jihad yang masih terjebak di Aleppo timur. Dia mengatakan ada antrian mobil berkilo-kilometer panjangnya yang memuat mujahidin dan keluarga mereka.
Sebagian besar warga sipil sekarang telah pergi, meskipun beberapa warga terluka dan dokter dan perawat tetap tertinggal di belakang.

"Mereka merasa, mereka seharusnya, sesuai perjanjian dengan pihak lain, telah pergi pagi ini," kata Kareem.

....
....

Pasukan rezim Suriah menyebarkan pesan ke Aleppo Timur, Selasa (20/12/2016), memperingatkan bahwa mereka siap untuk memasuki daerah itu siang hari dan mendesak mujahidin untuk mempercepat evakuasi mereka.

Evakuasi telah dimulai, berhenti dan mulai lagi beberapa kali selama beberapa hari terakhir karena ketidak saling percayaan, dan di tengah kekhawatiran di pihak oposisi bahwa tentara Suriah dan milisi Syi'ah asing bayaran yang menjadi sekutunya tidak akan membiarkan para pejuang pergi.

Syaikh DR Abdullah Al-Muhaisini mengatakan bahwa insiden pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov (62) menunjukkan Rusia menjadi musuh umat Islam karena membantai warga Suriah. Hal itu terbukti bahwa pembunuh bukan dari kelompok yang terlibat pertempuran di negari Syam itu.

“Dia (Andrey Karlov) tidak dibunuh oleh ISIS, Al-Qaidah, oposisi ataupun warga Suriah. Akan tetapi, dia dibunuh oleh warga Muslim!” tegasnya melalui akun resmi Twitter, Selasa (20/12).

Dengan insiden ini, kata syaikh yang saat ini aktif berjihad di Suriah tersebut, menandaskan bahwa Rusia telah menempatkan diri sebagai musuh jutaan umat Islam.



Al-Muhaisini juga menambahkan, Rusia datang ke Suriah untuk mencari keuntungan dengan mengalirkan darah ribuan warga setempat. Sangat pantas kepentingan Rusia di berbagai tempat diserang.

“Kemuliaan bagi yang menolong warga Aleppo. Mereka membalaskan serangan tanpa diketahui,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa yang dilakukan pembunuh dubes Rusia merupakan wujud dari perasaan jutaan umat Islam atas tindakan Rusia di Aleppo. Rusia akan mengalami kerugian lebih banyak daripada keuntungan yang didapat.

Seperti diketahui, seorang anggota muda polisi Ankara bernama Mevlut Mert Altintas, Senin lalu, menembak mati Dubes Rusia Andrey Karlov di sebuah pembukaan pameran kesenian. Saat itu, Karlov memberi sambutan yang disaksikan awak media.

------------//----------------

Lihat juga : Video Polisi Turki Tembak Mati Dubes Rusia

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget