Halloween Costume ideas 2015
12/20/16

Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov (62) tewas ditembak di ibu kota Turki, Ankara, Senin (19/12) malam waktu setempat. Karlov ditembak saat memberi sambutan di sebuah pameran fotografi di Ankara.




Penembaknya diidentifikasi sebagai seorang anggota kepolisian Turki bernama Mevlut Mert Altintas, 22 tahun. Aljazeera mengutip Wali Kota Ankara bahwa Altintas adalah polisi yang bertugas di ibu kota Turki itu.

Altintas berpakaian rapi, mengenakan jas dan berdasi, memiliki kartu pengenal sebagai anggota pengawal Duta Besar Rusia. Saat penyerangan itu, Altintas tengah libur alias sedang tidak bertugas.

Setelah menembak, Altintas membiarkan para tamu keluar dari ruang pameran. Menurut saksi, Altintas tersebut meneriakkan, “Jangan lupa Aleppo! Jangan lupa Suriah!” tepat setelah Duta Besar Karlov roboh meregang nyawa.

“Siapa pun yang mengambil bagian dalam kekejaman ini akan membayar harga, satu persatu … Hanya kematian yang akan membawa saya dari sini,” tegas Altintas sambil memegang pistolnya.

Ia kemudian melanjutkan pernyataannya dalam bahasa Arab, “Kami adalah keturunan dari mereka yang mendukung Nabi Muhammad, untuk berjihad!”

Mevlut sendiri dikabarkan ditembak mati dalam kepungan pasukan khusus Turki. Ia tergeletak di lantai dengan luka-luka berdarah, di tembok sekitar 50 cm dari tubuhnya nampak belasan lubang peluru. Pistolnya tergeletak di dekat tangannya dalam kondisi rusak dan buyar.

Diego Cupolo, seorang jurnalis foto di Ankara, mengatakan kepada Aljazeera bahwa ada sekitar seratus tentara dan polisi bersenjata bertugas di lokasi kejadian lengkap dengan kendaraan tempur lapis baja.

Faksi mujahidin Suriah berhasil membunuh sedikitnya 15 tentara rezim Suriah Bashar Assad di pedesaan Hama dalam dua ledakan selama 24 jam.

Sumber militer mengumumkan pembunuhan sepuluh tentara termasuk seorang perwira pada Ahad (18/12/2016) di pos pemeriksaan Al-Dahra di sebelah barat kota Ma’an di pedesaan timur Hama. Dalam pernyataannya, serangan tersebut juga menghancurkan satu tank dan senapan mesin, lansir ElDorar AlShamia pada Senin (19/12).

Serangan kedua terjadi di Soran, pedesaan utara Hama di mana lima tentara rezim Asad lainnya tewas.


Pernyataan resmi Jabhah Fath al-Sham, mujahidin berhasil membunuh 5 pasukan Assad dalam operasi penyusupan ke area musuh

Pasukan rezim Asad kembali menguasai Soran dan daerah lain di pedesaan utara Hama setelah sebelumnya dikuasai oleh mujahidin selama 50 hari.

Santer beredar kabar faksi-faksi kunci pejuang Suriah di wilayah utara mencapai kesepakatan melebur menjadi satu kekuatan di bawah satu komandan.

Menurut sumber menolak disebutkan namanya, seperti dilansir Arabi21.com, Ahad (18/12), Al-Hayah Al-Islamiyah As-Suriyah disepakti sebagai nama kekuatan bersatu oposisi Suriah itu. Adapun faksi-faksi besar yang melebur, Ahrar Al-Syam, Jabhah Fath Al-Syam, Nurudin Zanky, Jabhah Syamiyah, Jaisyul Islam, Tajammuk Fastaqim, Jabhah Ansharudin, Faylaq Al-Syam dan lainnya.

Berdasarkan informasi yang hampir bisa dipastikan, pemimpin Ahrar Al-Syam saat ini insinyur Abu Ammar memimpin persatuan pejuang Suriah itu.

Sumber itu menambahkan, Abu Muhammad Al-Jaulani yang merupakan pemimpin Jabhah Fath Al-Syam ditunjuk sebagai panglima militer, sementara ketua dewan syura diamanahkan kepada Taufiq Syihabudin, pemimpin Nurudzin Zanky.

Pada gilirannya, Qadhi aliansi Jaisyul Fath, Syaikh AbdurRazzaq al-Mahdi, mengungkapkan bahwa pengumuman resmi persatuan pejuang Suriah itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara itu, juru bicara Fath Al-Syam Hisam Syafi’i menunjukkan bahwa peleburan faksi-faksi menjadi satu kekuatan itu sudah sangat dekat. Dalam pernyatannya dalam channel Telegram, Syafi’i mengatakan bahwa para komandan telah mencurahkan segala upaya untuk bersatu.

Ke depan, ungkap Syafi’i, faksi-faski mujahidin berada dalam satu barisan baik dalam politik, militer dan pandangan Syar’i.

Kabar ini beredar setelah terjadi demonstrasi di berbagai wilayah oposisi mendesak para pejuang untuk melebur dalam satu kekuatan. Warga sepakat bahwa kekalahan yang dialami di Aleppo akibat pejuang tidak dalam satu barisan.

Berikut ini dokumentasi (17/12/2016) aksi Hizbut Tahrir Suriah bersama warga menuntut faksi-faksi jihad bersatu dalam satu komando ..


...


...




Evakuasi di Aleppo timur telah dilanjutkan pada Senin pagi (19/12/2016) dengan 500 orang tiba di daerah barat, menurut sumber-sumber lokal, sebagaimana dilansir AA.



Rezim Suriah dan pasukan oposisi telah menetapkan kesepakatan yang ditengahi oleh Turki dan Rusia awal bulan ini.

Akan ada evakuasi di kota Madaya dan al-Zabadani, serta di kota-kota Syiah al-Fuah dan Kefraya, yang memiliki populasi gabungan 15.000.

Pada Ahad, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas evakuasi warga sipil di Aleppo, Suriah, melalui telepon.

Awal pekan ini, pasukan oposisi Suriah di Aleppo timur mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan Presiden Bashar Asad untuk mengevakuasi warga sipil dari kota tersebut.

Sejak itu, setidaknya 7.500 warga sipil telah meninggalkan Aleppo menuju Idlib, yang terletak di perbatasan Suriah-Turki, menurut pejabat kelompok oposisi Suriah.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget