Halloween Costume ideas 2015
12/18/16

Selain di Aleppo, ada banyak daerah yang masih dalam pengepungan Rezim Suriah, termasuk wilayah Al-Waer di provinsi Homs.




Penderitaan warga semakin diperparah dengan masuknya musim dingin, kekurangan sumber makanan dan alat pemanasan.

Seorang warga yang disebut dengan panggilan Abu Karim menambahkan'" tidak ada susu untuk anak-anak dan sekarang sudah memasuki musim dingin, tidak ada diesel dan kayu bakar untuk pemanasan dan semuanya tidak ada disini".


Sejumlah faksi pejuang Suriah di kota Termanin, utara provinsi Idlib mengumumkan penggabungan diri untuk menyatukan kekuatan pada Sabtu (17/12/2016).


Dalam sebuah pernyataan singkat yang dilihat oleh The New Arab, kelompok pejuang Suriah mengatakan: “Kami faksi-faksi militer di kota Termanin mengumumkan penyatuan kami di bawah formasi militer tunggal.”

“Kami menyeru para pemimpin Jihad Suriah untuk bersatu dan meninggalkan divisi dan label, dan mengikuti pemimpin tunggal,” ujar pernyataan itu.

Pernyataan itu mengatakan kelompok telah memilih Abu Hamza Termanin untuk memimpin formasi baru, yang para pengamat mengatakan dinamakan “Komisi Islam Suriah”.

Pernyataan itu ditandatangani oleh Jabhah Fath Syam, Ahrar Syam dan Failaq Asy-Syam.

Langkah ini dilakukan setelah pasukan rezim Suriah pimpinan Bashar Asad merebut hampir seluruh wilayah Aleppo, di mana pejuang Suriah telah mendirikan benteng pertahanan di timur kota, di mana ribuan pejuang dan warga sipil masih tetap berada di bawah pengepungan.

Timur Aleppo jatuh ke tangan pasukan rezim Assad dan sekutunya setelah kampanye militer brutal dan pemboman udara oleh jet tempur rezim Assad dan Rusia, sementara beberapa pihak menyalahkan terpecahnya faksi-faksi pejuang.

Operasi untuk mengevakuasi warga sipil dan pejuang perlawanan dari Aleppo dimulai pada Kamis (15/12/2016) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang memungkinkan rezim Suriah mengambil kontrol penuh atas kota tersebut setelah bertahun-tahun pertempuran.


Ribuan warga sipil dan pejuang Aleppo meninggalkan Aleppo timur pada Kamis (15/12) di bawah kesepakatan evakuasi. Akan tetapi, sebanyak 50.000 orang kemudian dikabarkan masih terjebak di kota itu.

Sejumlah media mengatakan bahwa gencatan senjata ini akan mengakhiri tahun pertempuran antara pasukan rezim dan kelompok oposisi bersenjata serta menandakan “kemenangan besar” bagi Presiden Suriah Bashar Asad.

Di lapangan, penduduk Aleppo yang terpaksa dievakuasi dari bagian timur kota mengaku tak rela dan berat meninggalkan Aleppo, tanah ibu mereka tercinta. Mereka pun meninggalkan jejak dan pesan-pesan mereka pada dinding-dinding Aleppo yang tersisa di tengah reruntuhan kota mereka yang dihancurkan pasukan brutal rezim dan Rusia.

“Kami akan kembali, Aleppo!”
“Kembali… Cinta.”
“Kematian tak lagi menakutkan, hidup ini lebih menakutkan.”
“Selamat tinggal, Ibu.”

Pesan-pesan tersebut merupakan sebagian pesan mengharukan yang mereka tulis sebelum mereka beranjak pergi meninggalkan Aleppo.

 Jenderal Iran yang sangat terkenal, Qasem Soleimani, diduga telah mengunjungi lingkungan timur kota Aleppo setelah kota tersebut jatuh ke tangan pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad, menurut laporan sebuah media pro-rezim.




Soleimani, kepala Pasukan Quds, Garda Revolusi Iran, unit yang bertanggung jawab atas operasi militer luar negeri Iran dari Irak hingga Libanon, muncul di Aleppo dan melakukan tur bersama kolonel Suriah Iyad Salloum, lansir The New Arab pada Sabtu (17/12/2016).

Salloum juga diduga menjadi komandan lapangan tentara rezim Asad yang memimpin operasi di sepanjang benteng kuno Aleppo. Khat Tamas, media pro-rezim mempublikasikan foto jenderal Iran tersebut dan dikatakan bahwa itu diambil saat kunjungan ke benteng kuno.

Ini adalah kedua kalinya Soleimani muncul di kota Aleppo.

Pada 4 Desember lalu, milisi Syiah Irak yang mendukung rezim Asad mempublikasikan video yang memperlihatkan sang komandan mengunjungi garis depan Aleppo.

Kunjungan Soleimani kali ini dilakukan setelah kesepakatan untuk mengevakuasi massal warga Aleppo setelah pengepungan selama empat bulan oleh pasukan rezim Asad yang didukung Iran dan Rusia.

Milisi Syiah yang dikomandoi oleh Soleimani diduga menghalangi evakuasi sebelumnya. Milisi mencegat salah satu konvoy warga Aleppo dan melancarkan serangan yang meninggalkan beberapa warga sipil tewas.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget