Halloween Costume ideas 2015
12/10/16

Pemimpin baru gabungan faksi oposisi Suriah di Aleppo timur, Abu Al-Abdu Asyidda’, menegaskan bahwa kemajuan rezim di wilayah yang terkepung itu karena perpecahan internal. Dia menyeru seluruh faksi pejuang untuk bersatu dan teguh dalam medan jihad.


Dalam pidato perdananya yang diunggah di internet, Jumat (09/12), komandan asli Aleppo itu menyeru faksi-faksi di Aleppo Timur untuk tetap teguh dan tabah. Dia mengingatkan bahwa mata internasional saat ini tertuju pada kita.

“Sejarah saat ini mencatat dan Allah menyaksikan, apakah kemenangan atau gugur. Janganlah kalian lemah karena kemunduran di lapangan,” tegasnya menambahkan.

Abu Al-Abdu mengungkapkan bahwa kemajuan yang diraih rezim di Aleppo Timur akibat dosa dan perpecahan kita serta lemahnya front perbatasan. Oleh karena itu, faksi-faski sepakat menyatukan kalimat dan sepakat menggunakan senjata, amunisi dan pasukan di bawah satu komando seorang komandan.

“Kami telah menyiapkan pasukan berani mati,” tegasnya.

Abu Al-Abdu Asyidda’ pejuang dari lingkungan As-Sukri di Aleppo. Dia memimpin katiba Asyidda’ yang termasuk bagian dari gerakan Jabhah Fath Al-Syam.

Penunjukkan seorang komandan Fath Al-Syam itu sebagai panglima tempur tertinggi di Aleppo Timur dilakukan pada tiga hari lalu. Seluruh faksi sepakat dan menerimanya menjadi pemimpin.

Di Aleppo Timur sendiri terdapat kurang lebih 20 faksi bersenjata dari berbagai macam corak. Namun, faksi-faksi Islamis mendominasi dan mayoritas mengendalikan kekuatan di lapangan.

Sebelumnya, Abu Al-Abdu bersama pasukannya bergabung dengan Ahrar Al-Syam. Selain komandan tempur, dia juga dikenal memiliki pemahaman ilmu agama yang luas.

Perlu dicatat, pemilihan komandan bersatu ini dilakukan setelah pejuang kehilangan kemunduran beruntun. Rezim memanfaatkan perselishan pejuang di Aleppo Timur meningkatkan operasi militer.

Sedikitnya 11 tentara rezim Suriah dan seorang kolonel Iran telah tewas di provinsi pesisir Latakia, ujar laporan seorang komandan mujahidin kepada Zaman Alwasl pada Kamis (8/12/2016).

mujahidin di latakia

Para mujahidin yang kebanyakan berasal dari daerah setempat, berhasil menggagalkan serangan rezim di desa Al-Kabbana di Jabal Akrad, membunuh dan melukai puluhan pasukan musuh, lansir Zaman Alwasl pada Jum’at (9/12).

Daerah pegunungan Jabal Al-Akrad telah menyaksikan bentrokan sengit saat rezim berusaha untuk merebut desa Al-Tuffahiya, Tardin dan Al-Kabbana.

Laporan oleh media pro-rezim mengatakan sekitar 100 tentara rezim dan milisi sekutu telah tewas dalam beberapa minggu terakhir di medan pertempuran tersebut.

Jubir Komisaris PBB untuk HAM, Rupert Colville, menyatakan bahwa pihaknya mengkhawatirkan nasib ratusan orang yang hilang sepekan lalu setelah menyeberang ke wilayah kontrol rezim Assad di Aleppo.

“Kami sangat khawatir tentang keselamatan warga sipil Aleppo karena mereka telah melarikan diri ke wilayah yang dikuasai pemerintah Assad,” kata Colville pada Jum’at (09/12).

Berbicara di Jenewa, Colville mengaku prihatin dengan kondisi Aleppo saat ini yang mana telah ada 30.000 warga yang melarikan diri ke wilayah pemerintah rezim.

“Mungkin saat ini ada 100.000 warga sipil yang ada di wilayah oposisi di Aleppo timur, namun ada 30.000 orang yang telah merikan diri ke daerah yang dikuasai pemerintah,” ujarnya.

“Kami juga prihatin tentang kasus medis yang membutuhkan evakuasi mendesak disamping kami menerima tuduhan yang sangat mengkhawatirkan terkait ratusan orang yang hilang di wilayah rezim,” tambahnya.


Terkait permasalahan ini, Colville mengaku takut bila saja pemerintah rezim Assad melakukan penahanan terhadap ratusan warga tersebut dan menyiksa mereka.

“Mengingat catatan buruk penahanan kesewenang-wenang, penyiksaan dan penghilangan paksa oleh pemerintah Suriah, kami tentu saja khawatir tentang nasib orang-orang tersebut,” jelasnya.

Terkait permasalahan di Aleppo, sejumlah pihak sebelumnya telah menyerukan jeda kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil yang ada.

Bahkan, dewan Aleppo mengungkapkan bahwa ada 150.000 warga sipil yang kini sedang “terancam pemusnahan massal” karena sedang terjepit di wilayah yang dikuasai oposisi Suriah tersebut.

Hingga saat ini, korban tewas sendiri telah mencapai angka 800 disamping ribuan lainnya terluka dalam 26 hari penyerangan di Aleppo timur.

Kondisi terkini di Aleppo Timur (10/12/2016), Rezim Suriah mengepung daerah tersebut dari berbagai sisi, jarak menuju jantung pertahanan mujahidin hanya 20 km persegi

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget