Halloween Costume ideas 2015
11/27/16

Jaish al-Fath menerbitkan sebuah video singkat dengan durasi 1 menit 32 detik. Video tersebut memperlihatkan bagaimana kaum muslimin di Aleppo dapat bertahan hidup sementara pemboman dilakukan setiap hari dari pesawat tempur Rusia dan rezim Suriah.


PBB sebagai organisasi internasional hanya sekedar berbicara di media perundingan tanpa ada tindakan nyata. Kini warga di Aleppo Timur hidup dalam pengepungan dari pasukan rezim Suriah.


Pesawat tempur rezim Assad atau sekutunya, Rusia, dilaporkan menyerang sebuah rumah sakit ibu & anak di provinsi Idlib yang dikuasai kelompok oposisi. Menurut sebuah organisasi bantuan dan kelompok monitoring di Suriah, serangan yang menghantam fasilitas medis & sipil pada hari Jumat (25/11) itu menewaskan tiga orang.


Lembaga hak asasi manusia SOHR mengatakan, serangan udara telah menyasar rumah sakit ibu & anak di desa Termanin yang berada di perbatasan antara provinsi Idlib dan Aleppo, menyebabkan fasilitas kesehatan itu rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Di lain pihak, rezim Assad dan sekutunya – Rusia – seperti biasa menyangkal telah menyerang rumah sakit.

Empat tembakan roket secara beruntun menghantam rumah sakit bersalin, demikian keterangan Asaad al-Halabi, seorang manajer advokasi sebuah lembaga bantuan Syafak yang mengelola rumah sakit tersebut.  “Hari ini sebetulnya adalah hari internasional untuk menentang kekerasan terhadap perempuan,” imbuhnya.

Serangan beruntun jet-jet tempur Assad & Rusia telah menghancurkan bagian timur gedung rumah sakit, dan merusak berbagai fasilitas operasi dan ruang IGD. Sebuah video yang diunggah oleh Syafak memperlihatkan mobil ambulans yang hancur dan bagian sisi gedung yang telah berubah menjadi puing.

Idlib yang terletak di barat laut Suriah merupakan wilayah dengan populasi penduduk terbanyak yang dikuasai oleh kelompok-kelompok oposisi, termasuk kelompok-kelompok lokal di bawah bendera FSA maupun kelompok-kelompok Islamis-Jihadis seperti Jabhah Fathu Syam & sekutu-sekutunya.

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Hossein Dehghan, mengatakan pada Sabtu (26/11) bahwa Iran akan mengizinkan Rusia menggunakan pangkalan udara Hamadan di Iran untuk membantu rezim Assad. Di sisi lain, Teheran juga tengah membahas pembelian alutsista Rusia, termasuk jet tempur Sukhoi 30.

Sebagaimana dikutip kantor berita Iran, Tasneem, Dehghan meyakinkan akan melakukan pembelian alutsista tersebut. “Teheran akan bernegosiasi dengan pihak manapun untuk mempertahankan negaranya, kecuali dengan Amerika dan Israel,” klaimnya.

Perlu dicatat, pada bulan Desember tahun lalu Teheran telah menerima sistem rudal S-300 dari Rusia. Sejumlah pejabat Iran mengungkap bahwa Teheran juga akan membeli tank T-90 dari Rusia.

Adapun terkait penggunaan pangkalan udara Hamadan, Dehghan mengatakan, “Kami akan bekerja sama dengan teman-teman kita, terutama Rusia untuk mendukung rezim Assad dan mengisi kebutuhan mereka, serta mengambil langkah-langkah praktis untuk mendukung hal itu.”

“Jika Rusia ingin menggunakan pangkalan udara Nagy di Hamadan untuk mendukung pekerjaan lapangan, kami akan mengizinkannya,” ucapnya.

Bulan Agustus lalu, Rusia juga telah menggunakan pangkalan udara Iran di Hamadan untuk meluncurkan serangan udara di Suriah.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget