Halloween Costume ideas 2015
09/25/16

Mohsen Rezaei komandan IRGC
Mohsen Rezaei, seorang mantan komandan Revolusi Iran (IRGC), mengatakan bahwa Iran tidak akan berhenti mendukung rezim Assad.

Wawancara ini bertepatan dengan pertanyaan serupa yang dibuat oleh Komandan Pasukan al-Quds IRGC Mayor Jenderal Qasem Soleimani tentang konflik politik yang sedang berlangsung di Iran, menyusul kritik yang menuntut dia untuk menghentikan intervensi militer di Suriah.

Soleimani menuduh pihak internal di Iran berusaha untuk mempengaruhi warga Iran bahwa negara itu berada dalam isolasi internasional.

Mengomentari peran Iran di kawasan itu, Soleimani secara implisit mengkritik keputusan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membangun kembali hubungan dengan negara-negara lain, dan mengatakan bahwa siapa pun – yang mencoba untuk membuat permusuhan yang nampak seperti teman – adalah pengkhianat.

Seorang analis politik Suriah mengatakan kepada Orient Net bahwa ,“Soleimani dan sejenisnya selalu mengklaim bahwa Israel dan AS adalah musuh mereka, tapi kami tidak pernah menyaksikan serangan udara koalisi pimpinan AS membunuh atau melukai pasukan IRGC oleh pesawat tak berawak AS. Hanya pejuang oposisi Suriah yang dibunuh secara massal. Kami terbiasa dengan pidato dan lelucon seperti ini yang disampaikan teroris Iran."

Sabtu (24/9) - Operasi pertempuran mujahidin di utara Hama terus mengalami kemajuan. Setelah mujahidin berhasil merebut desa Ma'an, 2 jam kemudian mujahidin mengumumkan bahwa Desa Kabariyah dikuasai juga.

Keberhasilan ini didukung dengan gempuran mortar dan rudal yang intens atas posisi pasukan rezim, sehingga mereka menarik diri dari beberapa pos.

peta pertempuran di utara Hama 24 september 2016

 Pernyataan resmi dari mujahidin Jund al-Aqsa

Sabtu (24/9) - Pasukan oposisi Suriah dan Jund Al-Aqsa menguasai desa Ma'an di utara Hama. Keberhasilan mujahidin terjadi setelah pertempuran sengit menghadapi pasukan rezim Suriah yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak.

Jund Al-Aqsa menegaskan bahwa pejuangnya bisa merebut senjata berat dan ringan setelah merebut desa Ma'an.

Laporan video dari aktivis media, Muadz al-Shami

Mujahidin juga membombardir posisi rezim Suriah dengan rudal Grad di pegunungan Zain Al-Abidin, pada saat yang sama menargetkan pula posisi pasukan rezim Suriah di kota Mehreda, utara Hama.

peta utara hama 24 september 2016
 Update peta di utara Hama (24/9), setelah mujahidin menguasai desa Ma'an

Milisi Shabiha yang dibayar dengan gaji besar dari rezim Suriah, menemukan cara baru untuk medapatkan uang dari warga sipil. Mereka memeras keluarga tahanan dan mengambil uang dalam jumlah besar dari dengan menjanjikan akan melepaskan anak-anak mereka yang ditahan, atau membawa informasi tentang mereka.

Um Muhammad yang tinggal di daerah Hama yang dikontrol rezim - mengatakan kepada aktivis RFS bahwa anaknya "ditahan beberapa bulan lalu oleh rezim. Seorang anggota Shabiha bekerja dalam tubuh keamanan pemerintah memanfaatkan keinginan saya untuk melihat anak, sehingga dia menawarkan saya kunjungan ke anak saya dengan imbalan 100.000 SYP. Namun, ia mengambil uang itu dan mengancam saya tanpa melakukan apa yang dia janjikan. "

Khaled Al-Hamwi, juga seorang warga sipil, mengatakan bahwa "anak saya berumur 35 tahun, ditangkap di tempat kerjanya. Kami tidak tahu keberadaannya selama beberapa bulan, sampai kita mendengar bahwa ia ditahan di dalam salah satu pusat keamanan rezim. Karena kita hidup di dalam daerah rezim, seorang pria yang dekat dengan beberapa pejabat rezim mengatakan kepada kita bahwa kita bisa mendapatkan anak kami keluar dari penjara setelah membayar 2 juta SYP. Namun, kami kemudian menemukan bahwa janji ini adalah penipuan dan hanya dengan tujuan untuk mencuri uang. "

Pemberontakan baru-baru ini di dalam Penjara Pusat Hama terjadi setelah rezim meminta keluarga tahanan untuk membayar sejumlah besar uang untuk membebaskan mereka dari Penjara Sednaya dan memindahkan ke Penjara Hama. Tapi mengejutkan keluarga, petugas rezim membawa kembali para tahanan ke Penjara Sednaya setelah menyelesaikan transaksi dan mengambil uang.

milisi shabiha
Foto anggota Milisi Shabiha, milisi bayaran Rezim Suriah

Sabtu (24/9/2016) - setelah bentrokan sengit, mujahidin berhasil merebut kembali kamp Handarat dari pasukan rezim Assad, koresponden Orient News melaporkan.

“Mujahidin mengumpulkan kekuatan dan melancarkan serangan balik merebut kembali semua daerah di kamp tersebut dan membunuh puluhan tentara bayaran sekutu rezim Assad,” Orient Net mengutip dari saksi mata.

Sebelumnya, tentara bayaran rezim Assad dari milisi al-Quds berhasil menduduki kamp tersebut. Brigade Al-Quds Palestina menduduki kamp tersebut di bawah perlindungan serangan udara yang sengit yang dilancarkan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia dan rezim Assad.

Kamp Handarat terletak di bukit berbatuan di timur laut Aleppo. Kamp Handarat memiliki arti penting karena merupakan sisi yang menghubungkan pedesaan utara Aleppo ke pusat kota.

fath halab - handarat aleppo
Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh koalisi mujahidin Fathu al-Halab

Video diunggah oleh kelompok mujahidin Tajma'u Fastaqim setelah menguasai kembali Kamp Handarat sepenuhnya

Ratusan warga sipil Aleppo yang berada di wilayah oposisi terancam hidup tanpa air. Pasalnya, sebuah pusat penampungan air hancur akibat serangan pasukan rezim Bashar Assad pada Sabtu (24/09).

Kawasan yang berada di bagian timur Aleppo terus dilanda serangan udara rezim yang dibantu Rusia. Di malam kelima tentara Bashar Assad dilaporkan telah menyiapkan serangan darat.

aleppo dibombardir

“Serangan intensif tadi malam telah merusak stasiun pemompaan air di Bab Al-Nayrab, yang memasok air bagi 250.000 warga di bagian timur Aleppo,” ungkap pihak badan PBB yang mengurusi anak-anak, UNICEF.

“Serangan menghambat tim perbaikan menuju ke lokasi,” imbuh pernyataan itu.

UNICEF mengungkapkan bahwa hilangnya pasokan air bersih dapat menimbulkan ririko kesehatan serisu di wilayah yang dikuasai pejuang oposisi. Satu-satunya sumber air minum yang tersisa berasal dari sumur yang sudah sangat tercemar.

Badan PBB tersebut mengungkapkan bahwa sumber air alternatif yang lebih aman berada di wilayah yang dikuasai rezim. Di sana terdapat sumur air tanah yang dalam.

UNICEF pun berencana akan menyebarkan truk air darurat ke seluruh wilayah kota Aleppo. Tetapi hal itu merupakan solusi sementara, yang tak bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

“Ini penting bagi kelangsungan hidup anak-anak, bagi semua pihak yang terlibat konflik untuk menghentikan serangan pada infrastruktur air, menyediakan akses untuk memeriksa dan memperbaiki kerusakan stasiun penampungan Bab Al-Nayrab,” ungkap pihak UNICEF.

Tentara Bashar Assad dibantu Rusia kembali membombardir wilayah Aleppo menyusul kegagalan pembicaraan perpanjangan gencatan senjata di New York. Sebelumnya, rezim juga melakukan pemblokiran akses masuk bagi bantuan kemanusiaan yang memperparah kehidupan warga sipil Suriah.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget