Halloween Costume ideas 2015
09/19/16

Pejuang oposisi Suriah di pinggiran Barat al-Qalamoun di Rif Damaskus menangkap seorang pejabat Syi'ah Hizbullah Libanon dan istrinya saat mereka berkendara melalui kota, harian Saudi Okaz melaporkan pada hari Senin (19/9/2016).


"Faksi oposisi di pinggiran Barat al-Qalamoun melakukan operasi berkualitas dan mampu menangkap pejabat Hizbullah yang bertanggung jawab untuk persenjataan partai tersebut bernama Hassan Murad, dijuluki Abou Abdullah, dan istrinya Karma Mahdi saat mereka mengemudi melalui kota," sebuah sumber tanpa nama mengatakan kepada harian tersebut.

Sumber itu menambahkan pada kondisi anonimitas bahwa pejuang oposisi menyatakan kesediaannya untuk merundingkan pembebasan para sandera berdasarkan serangkaian syarat yang mencakup penarikan Syi'ah Hizbullah dari beberapa daerah di barat al-Qalamoun.

ahrar al-sham

Salah satu pendiri Ahrar Syam Abu Abbas al-Shami mengomentari pasukan Amerika Serikat yang memasuki kota Al-Rai di perbatasan Turki. Al-Shami menyebut bahwa Amerika telah menjadi penyebab gagalnya kerjasama antara Turki dan oposisi Suriah.

“Amerika bodoh, lupa bahwa sebagian besar penderitaan Suriah disebabkan olehnya,” katanya seperti dikutip Zaman el-Wasl, Ahad (18/09).

Selaku sosok yang menjadi bagian dari Dewan Syariah gerakan itu, Al-Shami memberi pesan kepada Tentara FSA yang dikerahkan di Jarablus dan al-Rai. “Setiap pasukan Amerika yang masuk, berarti mereka adalah pasukan penjajah seperti pasukan Rusia dan Iran,” tegasnya.

Sebelumnya, beberapa pasukan khusus AS pada hari Jum’at (16/09) dilaporkan telah memasuki kota al-Rai di Suriah yang sebelumnya telah dikuasai oleh militer Turki. Kehadiran unit khusus di kota itu langsung menimbulkan reaksi keras dari kelompok FSA yang menyebut Amerika tengah melancarkan perang salib dan bersumpah untuk menyembelih mereka.

Perlu diketahui, Abu Abbas al-Shami dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam Ahrar Syam. Konon, ia juga disejajarkan dengan pemimpin gerakan, Abu Abdullah al-Hamawi.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada hari Sabtu (17/9), al-Jaulani mengutuk perjanjian Rusia-Amerika baru-baru ini, menyatakan bahwa Washington, Moskow, dan Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, berkoalisi dengan rezim Assad.


Al-Jaulani juga menilai bahwa tujuan rencana ini adalah memberikan dukungan pada rezim untuk mengepung Aleppo, maka perjanjian Rusia-Amerika juga akan mengikuti tujuan itu, dan akhirnya de Mistura akan mengumumkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Pemimpin Jabhat Fath al-Sham menggambarkan kesepakatan antara Moskow dan Washington sebagai perjanjian militer murni, menekankan bahwa itu mengarah ke tujuan untuk memaksa kelompok oposisi bersenjata Suriah menyerah dan meletakkan senjata mereka. Dia menambahkan bahwa negosiasi yang diumumkan de Mistura juga akan menuntut oposisi untuk menyerah.

Sehubungan dengan pernyataan dari faksi FSA yang mengecam penargetan Jabhat Fath al-Sham oleh koalisi pimpinan AS, al-Jaulani menunjukkan bahwa faksi FSA sangat mengetahui dengan baik bagaimana perkembangan di wilayah Suriah jika Fath al- Sham menjadi target dan alasan serangan. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua faksi untuk sikap mereka.

Al-Jaulani menganggap bahwa Amerika bersikeras menargetkan Jabhat Fath al-Sham meskipun Fatah al-Sham telah menyatakan mengakhiri hubungan dengan al-Qaeda. Desakan Fath al-Sham untuk menjadi kekuatan aktif di arena, dan fakta bahwa mereka berdiri sebagai penghalang proyek yang ditujukan untuk membuat rakyat Suriah menyerah adalah alasan di balik penargetan serangan, kata al-Jaulani . Faksi yang melakukan peran itu, akan menghadapi nasib yang sama, tambahnya.

Dalam hal menargetkan Abu Omar Saraqeb, Komandan Jaysh al-Fath, oleh pesawat tempur Assad atau koalisi pimpinan AS, al-Jaulani menunjukkan bahwa serangan udara mentargetkan ruang operasi untuk mematahkan blokade Aleppo, bukan mentargetkan Abu Omar Saraqeb secara pribadi .

Tujuannya adalah untuk benar-benar mengepung Aleppo, al-Jaulani mengatakan, menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa pesawat tempur koalisi pimpinan AS adalah pihak yang melakukan serangan.

Perjanjian Rusia-Amerika di Suriah bertujuan untuk melindungi daerah yang dikuasai rezim Assad dan memulai permainan di Suriah dengan mengklaim mentargetkan Jabhat Fath al-Sham. Kemudian, Amerika akan menargetkan pihak lain seperti Ahrar al-Sham dan Jaysh al-Islam untuk melaksanakan proyek politik di kawasan itu.

Sehubungan dengan kehadiran sejumlah tentara Amerika dalam operasi Perisai Eufrat, sejumlah faksi FSA menyatakan penolakannya.

Ahrar al-Syarkiyya, kelompok pejuang oposisi di utara Suriah, pada Jum’at (16/9) akan menghentikan partisipasinya dalam Operasi Perisai Eufrat setelah kehadiran tentara AS dalam operasi tersebut. Kelompok tersebut mempublikasikan rekaman video di mana mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah berperang bersama tentara AS dalam pertempuran di pedesaan utara Aleppo.
Suqur al-Jabal keluarkan pernyataan akan keluar koalisi, jika tentara Amerika ikut dalam operasi pertempuran.

Sementara itu, Ahrar al-Sham diwakili oleh Abu Abas al-Shami menyampaikan bahwa keberadaan tentara Amerika di kota ar-Rai adalah upaya campur tangan terhadap revolusi di Suriah. Para pejuang hanya berkoordinasi dengan militer Turki untuk memerangi ISIS di utara Aleppo dan menolak dengan keras kehadiran tentara Amerika.  

Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada Ahad (18/9/2016) berhasil membebaskan sejumlah desa yang dikendalikan ISIS di pedesaan utara Aleppo, menurut aktivis, sebagaimana dilansir Orient Net.

Desa Qasajak, Karagoz, Qantara, Tel Shi’er, dan Tatt Hommos semua dibebaskan sebagai bagian dari fase III Operasi Perisai Efrat.

Desa Qasajak, Karagoz, Qantara terletak pada sumbu barat kota al-Ra’i, sementara desa Tel Shi’er dianggap sebagai pencapaian yang sangat penting, karena dekat dengan Sekolah Infanteri yang berada di bawah kendali rezim Asad sejak tahun lalu.

peta perbatasan turki di utara aleppo

Sejak diluncurkan pada tanggal 24 Agustus, Operasi Perisai Efrat mampu membebaskan puluhan kota dan desa di pedesaan timur dan utara Aleppo, termasuk Jarablus.

Tahap III Operasi Perisai Efrat kemungkinan akan mencakup kota al-Bab, yang merupakan benteng utama ISIS di timur laut Suriah, menurut sumber-sumber di FSA.

Sekelompok kecil pasukan khusus AS pada hari Jumat (16/09) dilaporkan telah memasuki kota al-Rai di Suriah yang sebelumnya telah dikuasai oleh militer Turki.

Namun tidak lama kemudian, unit khusus itu terpaksa harus segera meninggalkan kota, karena mendapat ancaman keras dari kelompok FSA yang menyebut Amerika tengah melancarkan perang salib dan bersumpah untuk menyembelih mereka.

tentara amerika di utara aleppo

Menurut sumber-sumber oposisi, unit kecil tentara AS itu berjumlah lima atau enam orang dan muncul seolah-olah telah ikut membantu invasi Turki di dekat daerah al-Baab. Kemunculan yang tak diharapkan ini memicu kemarahan faksi oposisi sehingga mengeluarkan ancaman akan membunuh tentara Amerika, dan ternyata ancaman verbal itu cukup membuat pasukan komando AS ciut nyali dan kabur meninggalkan area.

Sementara dalam sebuah aksi perkumpulan massa terlihat pesan-pesan yang menuntut AS supaya pergi. Sebagian menduga sentimen anti Amerika ini muncul karena AS bersekutu dekat dengan milisi YPG Kurdi, di mana pasukan Turki maupun FSA sedang berencana akan memeranginya.

Ada beberapa laporan lain, pasukan YPG Kurdi memasang bendera Amerika di kota Tel Abyad dengan tujuan untuk menghindari serangan langsung dari Turki. Pentagon sendiri juga telah memperingatkan aksi serangan yang menyasar “objek” Amerika.

Sementara Turki terlihat seperti mencoba mengakomodir dengan melibatkan AS secara langsung dalam aksi militer mereka di Suriah, FSA dengan alasan apapun tidak mau kooperatif dengan Amerika.

Setidaknya 12 anggota milisi Syiah dilaporkan tewas dalam pertempuran dengan mujahidin di Suriah utara.

Menurut kantor berita Iran, Fars pada Ahad (18/09) bahwa sembilan anggota Brigade Zainabiyun Pakistan dan tiga anggota milisi Fatimiyun Afghanistan tewas dalam bentrokan dengan mujahidin di wilayah Aleppo.

Namun kantor berita Iran tersebut tidak mau memberikan rincian detailnya tentang kapan para milisi Syiah tersebut tewas.

Fars hanya menambahkan bahwa para milisi yang tewas akan dimakamkan di Qom, wilayah Iran selatan pada Jum’at mendatang.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget