Halloween Costume ideas 2015
09/08/16

Rabu (7/9) - Mujahidin dari Tajma'u Fastaqim hancurkan sebuah bangunan dengan bom detonator dimana pasukan rezim Suriah terlihat menyelinap, sehingga menyebabkan korban tewas dan luka. Pertempuran terjadi di Ramousah, front selatan Aleppo.



Dalam konteks yang lain, pesawat tempur rezim Suriah melakukan serangan udara atas lingkungan perumahan di Anadan dan Haritan kota di pedesaan utara Aleppo, serta di Mashahad, Ansary, Bustan Al-Qasr dan lingkungan Jisr Al-Hajj di kota Aleppo.

Sementara itu masih di Aleppo, pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara dengan menggunakan bom thermobaric dan bom cluster di Khan Touman, Ma'arata, Qarasy, Project Apartemen 1070, pasar Jebs dan lingkungan Rashidin.

Seribu milisi Syiah asal Iraq dilaporkan menuju wilayah utara Suriah di Aleppo. Milisi dari Harakah al-Nujab itu bermaksud memperkuat pasukan Suriah di wilayah selatan Aleppo dalam melawan Mujahidin.

Dikutip dari Antiwar, Rabu (07/09), melalui akun Twitter resminya, milisi Syiah terlihat berpose dengan Komandan Garda Revolusi Iran Qassem Sulaimani. Sejak konflik Suriah meletus, milisi Syiah dari berbagai wilayah datang ke Suriah untuk membantu Rezim Bashar Assad. Berbagai laporan kematian mereka pun terus bertambah setiap harinya.


qassem sulaimani iran

Kehadiran milisi Syiah di Suriah menunjukkan Rezim Bashar Assad memiliki keterkaitan erat dengan aliansi Syiah di seluruh dunia.

(8/9) - Media resmi milisi Hizbullah dari Lebanon, mengumumkan kematian seorang komandan milisi Hizbullah selama pertempuran yang sedang berlangsung, dua hari terakhir di Ramousah, selatan kota Aleppo.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Hassan Mussa Abdel Nabi Ali, yang merupakan salah satu komandan di Aleppo tewas dalam pertempuran yang berlangsung dalam 48 jam ketikai Hizbullah membantu operasi militer Pasukan Assad.


Hizbullah telah kehilangan banyak pejuang dan komandan dalam pertempuran bulan lalu, yang  terkonsentrasi di pintu barat dan selatan Aleppo, dimana mujahidin Jaish al-Fath mampu mematahkan pengepungan kota Aleppo selama hampir tiga minggu.

Hizbullah telah berduka mulai awal September, 5 komandan tewas dalam pertempuran yang meletus di daerah Ramousah dan proyek Apartemen 1070, selatan Aleppo.

Seorang dokter dan juga da’i, itulah dia Dr.Yusuf Ashii atau Abu Abdullah. Pria kelahiran desa Iblin, Jabal Zawiyah, provinsi Idlib. Dia mengabdikan dirinya sebagai pelayan kesehatan masyarakat Suriah.

dr yusuf pendiri ahrar syam

Ia membuka prakteknya di lingkungan pedesaan Sahl Ghab. Memberikan pelayanan kesehatan di desa tersebut, sekaligus menyampaikan dakwahnya di lingkungan masyarakat. Semua pengetahuannya tentang Islam yang haq disampaikannya kepada masyarakat tanpa ada hal yang harus ditutupi.

Dakwah tauhid dan pentingnya hidup dalam naungan syariat Islam pun tidak ragu disampaikannya kepada masyarakat. Hingga ia mempunyai banyak sekali pengikut dari kalangan masyarakat sekitar tempat dia praktek.

Pemerintahan dzalim Bashar Asad takut akan gejolak masyarakat yang ditimbulkan oleh dakwah Dr. Yusuf Ashii ini, maka ditangkaplah dia oleh dinas intelijen negara, dan dijebloskan ke dalam penjara selama 6 tahun, dengan tuduhan keikutsertaannya dalam organisasi Al-Qaeda, dan aktifitasnya dalam dunia penggerak aksi “teror”.

Setelah menjalani masa tahanannya, dia dikeluarkan dari penjara Suriah. Saat dia keluar dari penjara, revolusi Suriah mulai bergolak, di mana rakyat Suriah menuntut turunnya rezim dzalim Bashar Asad.

Pembantaian besar-besaran terjadi kala itu oleh rezim Asad terhadap penduduk Muslim Suriah. Maka bersama rekan-rekannya yang dahulu aktif dalam dunia dakwah dan jihad disepakati mereka mendirikan sebuah gerakan mujahidin untuk melawan kebiadaban rezim Asad.

Tahun 2011 sebuah organisasi jihad terbentuk yang diberi nama Harakah Ahrar Syam. Organisasi ini mengusung perlawanan terhadap pemerintahan dzalim Suriah. Anggotanya di seluruh Suriah tercatat sekitar 10.000-20.000 orang.

Di daerah dimana Dr. Yusuf ini berpraktek, yaitu di Sahl Ghab, para pemuda menyambut seruan sang dokter untuk berjihad melawan pemerintahan dzalim pimpinan Asad. Sehingga terkumpul 1200 muqatil, dan mereka memberi nama Liwa Dabush untuk kelompok mereka. Liwa Dabush ini adalah sayap militer Ahrar Syam di Sahl Ghab yang beroperasi di pinggiran Idlib dan Lattakia.

Dengan arahan Dr. Yusuf, para pemuda ini menjadi ancaman yang menakutkan bagi kekuatan rezim. Aksi istisyhadiyah, serangan-serangan ranjau, maupun maju merebut wilayah rezim acap kali mereka lakukan.

Ahrar Syam kala itu menjadi sebuah kelompok Jihad yang disegani oleh rezim karena aksi-aksinya yang menimbulkan kerugian materi maupun personil. Hingga suatu peristiwa pembunuhan terencana dilakukan kepada jajaran kepemimpinan Ahrar Syam pada tanggal 10 Septeber 2014 yang menjadi musibah besar pada gerakan ini.

Terjadi pembunuhan berencana menggunakan senjata kimia gas beracun terhadap para petinggi Ahrar Syam, setidaknya 50 petinggi Ahrar Syam terbunuh dalam aksi itu termasuk amir mereka Syeikh Hassan Aboud.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Ram Hamdan, Idlib. Sebuah pukulan telak bagi Ahrar Syam, karena kehilangan para penggagas utama gerakan ini.

Penyebab utama pembunuhan petinggi Ahrar Syam ini adalah kebijakan dari qiyadah Ahrar Syam untuk menolak masuk ke aliansi yang mendukung barat dan jaringan intelejen negara-negara Arab yang bertujuan membuat rekonsiliasi (memulihkan persahabatan dan menyelesaikan perbedaan) dengan Bashar Asad.

Kematian para petinggi Ahrar Syam ini masih menjadi sebuah misteri siapakah pelaku di balik serangan tersebut. Apakah itu dari faksi pejuang Suriah lain (saat itu ISIS yang disalahkan atas serangan tersebut) ataupun pekerjaan intelejen asing.

Dr.Yusuf Ashii ikut terbunuh dalam peristiwa tersebut. Para pemuda Sahl Ghab yang menjadikannya tokoh panutan, seakan-akan kehilangan sosok pahlawan teladan.

Liwa Dabush yang dahulu kuat dan solid, perlahan memudar keperkasaannya. Banyak anggota baru yang tidak terfilter membuat liwa ini semakin merosot dari mentalitasnya yang bagus sebelumnya.

Mulai dari merokok, bahkan sampai mencuri menjadi sebuah hal yang mereka anggap wajar dari Liwa Dabush. Simpati dari masyarakat pun luntur dengan ulah oknum Liwa Dabush ini. Mereka sama sekali tidak mengindahkan pimpinan mereka untuk menjaga akhlak Islamiyah. Amir mereka Abu Abdullah Asy-Syami sampai menyerah menghadapi ulah anak buahnya yang tidak dapat diperingatkan.

Kadangkala terjadi benturan dengan ikhwah Hizbul Islam Turkistan, akibat ulah Liwa Dabush yang mencuri ghonimah. Sebuah kata disematkan ikhwah Turkistan kepada mereka yaitu “alibaba” (tokoh pencuri).

Dan usaha-usaha dakwah mulai gencar dilakukan kembali untuk mengembalikan para pemuda Sahl Ghab. Dengan pembangunan sumur dan perbaikan Masjid sebagai sarana dakwah bagi mereka. In syaa Allah dengan sarana tersebut mampu menyambung tali estafet dakwah Dr.Yusuf Ashii.

Perlahan mereka mulai menerima dakwah ikhwah dari Jabhah Nushrah yang kini merubah nama mereka menjadi Jabhah Fath Syam, dengan kelembutan mereka.

Semoga Allah membalas jasa dr.Yusuf ashii dan menempatkannya di barisan para syuhada. Aamiin.

(7/9) - Sebuah video diunggah oleh mujahidin dari kelompok Ittihadu al-Islam li Ajnadi as-Syam. Video tersebut memperlihatkan operasi terakhir mujahidin di kota Daraya sebelum terjadi gencatan senjata. Mujahidin menggunakan senjata anti Tank RPG-29 ketika menghadapi Pasukan Assad yang mencoba masuk ke lingkungan kota.


Seperti yang diketahui Pertempuran di kota Daraya berakhir setelah disepakati gencatan senjata pada akhir bulan kemarin 25 Agustus 2016, dimana Rezim Suriah menguasai Daraya sepenuhnya, sementara mujahidin dan warga sipil dievakuasai ke wilayah lain keluar dari kota.

Kota Daraya memiliki letak strategis dekat dengan ibukota Damaskus. Pengepungan pasukan rezim Suriah terjadi selama 4 tahun. Mujahidin dengan pertolongan Allah swt mampu mempertahankan kota ini dari gempuran bom barel yang dijatuhkan dari pesawat dan helikopter setiap hari.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget