Halloween Costume ideas 2015
08/31/16

(31/8) - Serangan besar di Selatan Aleppo diluncurkan Pasukan Assad. Mereka menargetkan beberapa titik untuk merebut kembali wilayah yang sudah dikuasai mujahidin  Pertempuran berlangsung sengit, dimana mujahidin berhasil menggagalkan semua upaya tersebut.

Ini adalah upaya ke-lima kalinya pasukan Assad dibantu milisi syi'ah brigade al-Quds mencoba melakukan serangan untuk menguasai Komplek Akademi Militer. Video yang diunggah hari rabu ini (31/8) memperlihatkan bagaimana puluhan Pasukan Assad berlarian setelah berhasil dipukul mundur dengan bombardir sejumlah mortar dari Mujahidin.

Sementara itu masih di Selatan Aleppo, Pasukan Assad dan Milisi Iran mengalami kegagalan juga ketika melakukan serangan ke desa al-Qarassi. Mereka berlarian menyelamatkan diri setelah mujahidin maju lakukan serangan balik. Pertempuran ini menyebabkan korban luka dan tewas di jajaran Pasukan Assad cukup banyak.


situasi militer di selatan Aleppo 31 agustus 2016

Selasa (30/08) - Mujahidin merebut kota Thayyibah Al-Imam dan sejumlah desa di pedesaan Hama Utara. Pencapaian ini bagian dari operasi militer menargetkan wilayah kontrol rezim Suriah yang diluncurkan sehari sebelumnya.

Mujahidin berhasil pukul mundur pasukan rezim dan memasuki kota Thayyibah Al-Imam


Sumber di lapangan mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadid, mujahidin mulai memasuki tahap kedua pertempuran di pedesan Hama Utara pada Selasa sore. Pertempuran tahap kedua ditandai dibebaskannya sejumlah pos militer dan penjagaan di selatan kota Helfaya.

Kemudian, lanjut sumber yang tidak disebutkan namanya itu, mujahidin bergerak membombardir pos pengamanan rezim di kota Thayyibah Al-Imam pada malam hari. Mujahidin dari Jundul Aqsha meledakkan dua mobil yang dipasangi bom sehingga membuat pasukan rezim meninggalkan kota tersebut.

Tidak cukup sampai di situ, mujahidin juga membebaskan desa Luwaibidah dan Nasyiriyah, yang berdampingan. Runtuhnya mental militer Suriah dinilai menjadi salah satu sebab mujahidin berhasil membebaskan dua desa tersebut. Kemajuan ini diraih di bawah hujan bom dari jet tempur Rusia dan Suriah.

Sumber tersebut menambahkan, mujahidin saat ini berada di pinggiran kota Shuran, basis penting wilayah kontrol rezim di Hama utara. Puluhan kelompok pasukan pendukung rezim Suriah berada di kota tersebut.

 Update Progress Pertempuran di utara Hama 30 Agustus 2016

PBB telah menyalurkan jutaan dolar untuk rezim Assad di bawah ‘dana bantuan Suriah’, penyelidikan mengungkapkan.

Sebuah media Inggris telah menemukan bukti yang mendukung klaim memalukan bahwa PBB benar-benar telah memberikan ‘bantuan’ jutaan dolar kepada Rezim Assad.

pbb dengan rezim assad

Penyelidikan yang dilakukan The Guardian mengungkapkan bahwa perusahaan yang dekat dengan rezim Assad dan berada di bawah sanksi Uni Eropa dan AS, kolega Assad, departemen dan badan amal rezim, termasuk beberapa yang didirikan oleh istri Assad dan rekan terdekatnya, telah diberi sejumlah besar dana sebagai bagian dari misi bantuan PBB – dan bahwa dana tersebut digunakan untuk mendukung rezim yang telah menewaskan ribuan warga negaranya sendiri.

The Guardian menyatakan bahwa PBB telah mengorbankan prinsip-prinsip kemerdekaan, netral dan imparsial dengan pengadaan bantuan ini.

Setelah penelitian dan pemeriksaan rinci dokumen secara ekstensif serta umpan balik dari orang dalam PBB dan pekerja kemanusiaan, puluhan kespakatan PBB menimbulkan kecurigaan, ungkap artikel tersebut.

Persetujuan yang diberikan PBB kepada rezim -secara langsung atau tidak langsung- adalah hal pertama yang digunakan sebagai dasar oleh analis untuk membongkar masalah ini.

Analisis menyatakan bahwa PBB telah melakukan pembayaran ke pemasok bahan bakar milik rezim untuk meningkatkan pertanian dan perkebunan, meskipun di bawah sanksi oleh Uni Eropa karena khawatir tentang bagaimana uang tersebut akan digunakan.

$ 13 juta dan $ 4 juta secara bertahap dibayarkan kepada rezim untuk tujuan ini.

Organisasi Kesehatan Dunia juga memberikan $ 5 juta dukungan untuk bank darah nasional Suriah yang dikendalikan oleh departemen pertahanan rezim Assad.

The Syria Trust charity, yang didirikan dan diketuai oleh istri Assad, Asma, menerima total $ 8,5 juta dari dua badan PBB.

UNICEF juga menyalurkan $ 267.933 kepada Al-Bustan Association, yang dimiliki oleh Rami Makhlouf, sepupu dan teman Assad yang juga orang terkaya di Suriah. Badan amal ini telah berafiliasi dengan beberapa kelompok milisi pro-rezim.

Badan-badan PBB juga menyalurkan $ 9,296,325.59 ke Four Seasons Hotel di Damaskus antara 2014-2015, dimana sepertiga sahamnya masih dimiliki oleh kementerian pariwisata (rezim) Suriah.

Selain itu, UNICEF menyalurkan dana ke SyriaTel – yang berada di bawh sanksi Uni Eropa dan AS – $ 147.289 dengan dalih dana tersbut adalah untuk kampanye kesadaran kesehatan melalui SMS setelah gelombang polio melanda negara itu. SyriaTel juga dimiliki oleh Makhlouf.

Analisis juga menunjukkan bahwa PBB telah membayar dana yang berkisar antara $ 54 juta dampai $ 30.000 ke 258 perusahaan Suriah.

Angka juga menunjukkan bahwa $ 900juta dari total $ 1,1 miliar pada upaya bantuan PBB pada tahun 2015 dihabiskan untuk “bantuan yang disalurkan melalui Damaskus.”

Apa yang menimbulkan alarm tentang kesepakatan ini, selain kedekatannya dengan Assad, adalah bahwa PBB telah mengamankan kesepakatan yang menguntungkan dengan mereka yang telah dicap sebagai “off-limits”  oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

PBB, tentu saja, berdalih bahwa kesepakatan itu tidak harus mematuhi sanksi Uni Eropa atau Amerika Serikat dan harus bekerja sama dengan rezim untuk menyelamatkan jutaan nyawa di Suriah.

“Ketika dihadapkan dengan memutuskan apakah ingin mendapatkan barang atau jasa dari bisnis yang mungkin berafiliasi dengan rezim atau membiarkan warga sipil tanpa bantuan, pilihannya sangat jelas: tugas kita adalah untuk memberikan bantuan kepada warga sipil yang membutuhkan.”

Berdasarkan dokumen yang dilihat oleh The Guardian, penyelidikan menyatakan bahwa PBB telah mengalah pada permintaan Assad di Suriah, terutama tentang kemana bantuan dapat dikirim serta apa jenis bantuan yang diperbolehkan.

Rezim selama ini diketahui telah memberlakukan pembatasan jenis bantuan apa yang dapat didistribusikan dan oleh siapa.

Memerintahkan PBB untuk tetap patuh pada daftar yang telah “disetujui” oleh rezim Suriah dan organisai mana saja yang dapat menyalurkan misi bantuan, Damaskus telah berulang kali menghapus item seperti inkubator, dan menolak untuk memberi akses konvoi ke daerah-daerah tertentu.

Rezim juga menghambat kerja PBB dan LSM lainnya, misalnya melarang impor dari Turki dan bersikeras bahwa obat-obatan harus disediakan dari dalam Suriah.

PBB hanya dapat bekerja dengan daftar mitra yang dibatasi, dan hanya dengan restu dari Assad.

Penyelidikan juga menyampaikan kekhawatiran bahwa bantuan hanya diprioritaskan di daerah yang dikuasai rezim.

Kembali pada bulan Juni, Syria Campaign juga telah menuduh PBB mengorbankan prinsip-prinsip dan membiarkan dirinya didikte oleh rezim Assad yang telah mengendalikan pengiriman bantuan.

Sebuah laporan, didukung oleh lebih dari 50 badan kemanusiaan, hak asasi manusia dan kelompok masyarakat sipil, menyatakan PBB sepakat untuk tidak membantu daerah yang dikuasai oposisi setelah mendapat ancaman dari rezim.

Meskipun PBB telah transparan dan menerbitkan nama-nama pemasoknya, pengaruh Assad pada upaya bantuan telah menciptakan kegelisahan di antara beberapa badan PBB, kata seorang pejabat PBB.

Dr Reinoud Leenders, seorang ahli studi perang di King College di London, menyatakan keprihatinan, mengatakan bahwa “PBB butuh untuk memikirkan kembali strategi di Suriah”. Dia juga mengatakan bahwa PBB seharusnya menjaga jarak dengan Assad dan rekan-rekannya, yang menyebabkan kebrutalan dan represi, sehingga bantuan kemanusiaan menjadi sangat dibutuhkan.

Sebuah video memperlihatkan seorang bayi Suriah yang terluka parah oleh bom pembakar atau bom napalm yang luka-lukanya sedang diobati dengan lumpur, sebagaimana dilansir Al Araby, Senin (29/8/2016).

korban bom napalm di homs


Bayi itu bergetar kesakitan saat ia dipegang oleh seorang pria yang tanpa peralatan medis, melumuri luka bakarnya dengan lumpur.

Anak itu dilaporkan telah terluka oleh proyektil bom napalm di Homs, yang diyakini telah ditembakkan dari sebuah mortir.

“Setelah pengeboman oleh pesawat-pesawat tempur berhenti, mereka mulai menembakkkan napalm,” kata dokter, menurut al-Jazeera. “Beberapa pasien mengalami luka bakar.”

Anak itu kesakitan saat perban dibuka dan lumpur dilumuri ke luka bakar dalam upaya untuk mengurangi rasa sakit.

Hamzah, seorang anak berusia empat tahun, dan Ayah, bayi berusia tujuh bulan, juga terbakar hingga tewas dalam serangan itu, sumber-sumber lokal mengatakan kepada al-Jazeera.

Rusia dan rezim Suriah telah dituding menggunakan bom pembakar di daerah sipil.

Human Rights Watch mengatakan bahwa rekaman dari Suriah telah menunjukkan bahwa Rusia dan rezim Asad menggunakan senjata seperti napalm di daerah oposisi.


Kelompok ini mendokumentasikan 18 kasus serangan seperti di Aleppo dan Idlib antara 5 Juni dan 10 Agustus dan mencatat bahwa penggunaan bom pembakar oleh Rusia dan rezim Asad meningkat.

“Pemerintah Suriah dan Rusia harus segera berhenti menyerang daerah-daerah sipil dengan senjata pembakar,” kata Steve Goose, direktur senjata di Human Rights Watch.

“Senjata-senjata ini menimbulkan cedera mengerikan dan sakit luar biasa, sehingga semua negara harus mengutuk penggunaannya di daerah sipil.”

Juru bicara Daulah Islam Abu Muhammad Al-Adnani terbunuh di Aleppo, menurut laporan media ISIS Selasa (30/8).

“Abu Muhammad Al-Adnani Asy-Syami terbunuh syahid selama menginspeksi operasi militer di negara bagian Aleppo,” kata media ISIS Al-A’maq dalam sebuah pernyataan seperti dikutip beberapa media online.

Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang keadaan kematiannya. Dilaporkan bahwa Al-Adnani terbunuh oleh serangan koalisi internasional yang menargetkan mobilnya saat bepergian Selasa sore di persimpangan Qadiran di pinggiran kota Al-Bab Aleppo Utara.

Dalam laporan kemudian, pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat melancarkan serangan ke zona Al-Bab di Suriah menargetkan seorang pejabat senior di ISIS.

Abu Muhammad Al-Adnani lahir di Suriah pada tahun 1977, di kota Binsyi didekat Saraqeb provinsi Idlib. Dalam organisasi ISIS, Al-Adnani merupakan pemimpin yang paling menonjol, setelah Al-Baghdadi dan Abu Umar Asy-Syisyani. Abu Umar Asy-Syisyani sendiri juga telah diumumkan terbunuh belum lama ini.

Al-Adnani menjabat sebagai Amir Syam dalam organisasi ISIS. Tidak diketahui persis nama aslinya, tetapi banyak penelitian yang menunjukkan bahwa namanya adalah Thaha Subhi Fallahah.

Pernyataan media ISIS terkait terbunuhnya Abu Muhammad Al-Adnani

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget