Halloween Costume ideas 2015
05/09/16

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Ahad (8/5), bahwa Turki ditinggalkan sendirian untuk memerangi ISIS.

“Mereka meninggalkan kami sendirian dalam memerangi organisasi ini yang menyakiti kita dengan kedua pelaku bom bunuh diri dan serangan di Kilis,” katanya dalam sebuah upacara penghargaan film di Istanbul.

Pertempuran di perbatasan, antara Militer Turki dengan ISIS di utara Aleppo (8/5/2016)

Provinsi perbatasan Kilis telah menjadi target serangan roket ISIS sejak pertengahan Januari, yang mengakibatkan 21 orang tewas dan lebih dari 70 orang luka-luka.

“Tak satu pun dari mereka, yang telah mengatakan mereka berperang melawan organisasi teroris ISIS di Suriah, menderita kerugian ataupun ‘membayar harga mahal’ seperti yang dilakukan Turki.”

Mengacu pada serangan bom di Turki oleh ISIS dan organisasi PKK, Erdogan mengkritik ketidakpedulian dunia terhadap terorisme di Turki.

“Perbedaan antara reaksi terhadap bom yang meledak di Ankara dan Istanbul dan tindakan yang dilakukan di Paris dan Brussels, tidak lebih dari wujud ketidakadilan,” katanya.

Erdogan juga mengutuk kekejaman masyarakat internasional dalam menghadapi pengungsi dan mengkritik ketidakadilan struktur Dewan “Keamanan” PBB yang didominasi oleh anggota tetap Prancis, Inggris, Rusia, Cina, dan AS.

“Apakah ada keadilan?” tanyanya. “Tidak. Lima anggota tetap (PBB), menentukan nasib dunia. Ketidakadilan benar-benar diperkuat di sana.”

Erdogan menegaskan kembali seruannya agar dewan PBB direformasi yaitu dengan mencakup hingga 20 anggota yang mewakili setiap benua. “Mereka tidak menerima,” katanya.

Erdogan juga mengutuk tidak dilibatkannya Muslim di antara anggota tetap dewan PBB. “Tidak ada negara Islam di sana, di dunia ini ada 1,7 miliar Muslim,” katanya sebagaimana dilansir Anadolu Agency (8/5/2016).

Pertempuran di Khan Tuman, Selatan Aleppo pada 3/5/2016 yang lalu telah menjadi berita hangat di beberapa media. Kerugian yang dialami pasukan Assad menjadi peringatan keras bagi milisi pendukungnya, sekaligus peristiwa ini menjadi hikmah bersatunya Faksi-faksi Islam di medan jihad.

 Nama-nama Faksi Islam yang tergabung dalam Jaysul Fath berhadapan dengan Pasukan Assad, Garda Revolusi Iran, dan sejumlah nama milisi Syiah

Kekalahan Pasukan Assad dengan sejumlah kerugiannya : 3 Tank, 3 BMP, 2 Senjata Berat Cannon 23mm, ditambah dengan tewasnya 8 dari milisi Hizbullah, 30 Garda Revolusi Iran, 46 Liwa al-Quds, 20 Tentara Rezim Suriah, 12 milisi Syiah Irak, dan 20 milisi Syiah Fatimiyun Afghanistan 
kerugian-assad-khan-tuman-aleppo-2

Sebuah Koran di Iran memuat headlines, dengan menyebut pertempuran di Aleppo adalan Tragedi Karbala karena 3 Imam Syiah turut pula menjadi korban 
kerugian-assad-khan-tuman-aleppo-3

 Akun Facebook Liwa al-Quds, milisi pendukung Rezim Assad mengumukan nama-nama pejuangnya yang tewas di Khan Tuman, Aleppo
kerugian-assad-khan-tuman-aleppo-5

kerugian-assad-khan-tuman-aleppo-6

 

Terkait keruntuhan Khilafah pada Maret 1924 yang bertepatan pula di bulan Rajab pada penanggalan islam. Beberapa anggota Hizbut Tahrir mengingatkan kaum muslimin di Suriah untuk berjuang keras mengembalikan kembali Khilafah Islam, bukan sekedar diratapi atau ditangisi saja.


Syekih Ahmad di sebuah masjid kota Atmeh, Idlib


Syeikh Abu Musab as-Shami dalam tausiyahnya di kota Siphon, Barat Aleppo

-------------//------------------

Allah SWT berfirman dalam al-Quranul Karim: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (TQS. Al-Māidah [5] : 49).

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya imam (khalifah) itu tidak lain adalah perisai, yang di belakangnya (rakyat) berperang, dan kepadanya (rakyat) berlindung.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah ra).

Sementara arti bahwa “imam (khalifah) itu tidak lain adalah perisai”, yakni keberadaan imam (khalifah) seperti penutup, karena imam (khalifah) mencegah musuh dari menyakit atau membuat bahaya terhadap kaum Muslim, mencegah masyarakat satu sama lain saling menzalimi, dan melindungi tanah air Islam.

Wahai rakyat Syam … Wahai rakyat di mana Nabi al-Huda (pembawa petunjuk) Muhammad saw menyebut kalian: “Apabila rakyat Syam telah rusak, maka tidak ada lagi kebaikan di tengah-tengah kalian.” (HR. Tirmidzi dari Muawiyah bin Qurrah dari ayahnya).

Tidak diragukan lagi bahwa kalian ingat, di mana beberapa hari ini kita diwarnai dengan peringatan yang sangat menyakitkan hati kita semua, yaitu peringatan 95 tahun runtuhnya negara Khilafah melalui tangan penjahat Mustafa Kemal antek Inggris, pada tanggal 23 Rajab 1342 H (1924 M). Sehingga sejak saat itu, kami tidak ubahnya anak ayam yang kehilangan induknya, diterapkan pada kami sistem kufur dan zalim setelah kaum kafir Barat merobek-robek negara kami hingga menjadi lima puluh lebih sobekan, dan untuk setiap sobekan ditempatkan seorang antek untuk menjaga kepentingannya dan menekan rakyat, bahkan untuk setiap negeri dibuatkan lagu kebangsaan masing-masing, nasionalisme sendiri, dan bendera khusus yang dirancang oleh tangan imperialis agar kaum Muslim melupakan bahwa sebelumnya mereka pernah hidup mulia di bawah naungan satu negara, yaitu negara Khilafah.

Itulah kaum kafir Barat yang telah merampas tanah kita, memperkosa kehormatan kita, menumpahkan darah, dan merobek-robek kita yang telah menjadi potongan-potongan kecil, kemudian menjadikan kita diperintah dengan tangan besi (otoriter) melalui para penguasa jahat dan rusak. Sehingga kita diselimuti oleh penderitaan dan bencana setelah sebelumnya kita hidup sejahtera dan bahagia dibawah naungan Khalifah, negara dan militer.

Kami di sini, tidak memperingati runtuhnya Khilafah untuk menangisinya atau menangisi kalian, namun untuk mengasah visi kami dan visi kalian, agar berjuang dengan serius dan sungguh-sungguh bersama dengan saudara-saudara kalian yang tengah berjuang dengan ikhlas untuk mendirikan kembali Khilafah. Ingat, berdirinya kembali Khilafah adalah janji Allah SWT dan kabar gembira (busyra) dari Rasulullah saw, sebagimana disebutkan dalam hadits Abu Dawud dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi saw bersabda:

ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

“ … Kemudian akan ada Khilafah ‘ala minhājin nubuwah.”

Berhati-hati dan berhati-hatilah jangan sampai revolusi kalian dicuri oleh para penjahat … dan berhati-hati dan berhati-hatilah bahwa kalian menerima selain Khilafah yang diridhai tuhan kalian, yang akan mengembalikan kemuliaan kalian, dan yang akan memahkotai pengorbanan kalian … Ingat, bahwa Khilafah akan kembali dengan izin Allah, dan kami akan melihatnya dengan pandangan mata,  sungguh cahayanya sudah mulai bersinar. Ya Allah, jadikan Khliafah itu berdiri oleh tangan kami dan kalian. Maka, untuk kemuliaan yang amat sangat besar ini, hendaklah para pejuang bersunggu-sungguh dalam berjuang.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُون

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfāl [8] : 24).

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget