Halloween Costume ideas 2015
04/27/16

(27/4) - Berikut ini rilisan resmi yang dikeluarkan oleh Jabhah Nusra terkait operasi anggotanya di kota Talbisah, bagian utara Provinsi Homs. Dalam operasi tersebut, mujahidin Jabhah Nusra berhasil tewaskan Amir ISIS wilayah Homs yang bernama "Rafid Thaha". Jabhah Nusra sampaikan bahwa kedzaliman ISIS terhadap sesama mujahidin telah tiba saatnya pembalasan dari Allah swt.

jabhah_nusra_tewaskan amir isis homs

Komite Negosiasi Kampung al-Waer di pinggiran kota Homs menolak melanjutkan pertukaran tawanan dengan rezim Suriah. Rencananya, pejuang membebaskan 300 tentara dengan imbalan dilepaskannya 1500 warga yang ditahan di penjara militer.

al-waer_homs_suriah

Dilansir dari zamanalwsl.net, Selasa (26/04), kesepakatan tersebut ditandatangani PBB selaku perwakilan oposisi dan rezim Suriah. Namun realisasinya, pemerintah Assad mengingkari perjanjian tersebut.

Rezim tidak hanya meminta 300 tentaranya dibebaskan, namun juga mendesak pejuang Suriah meninggalkan kampung al-Waer. Daerah tersebut merupakan wilayah terakhir yang dikontrol pejuang di Homs Kota dan terkepung selama berbulan-bulan.

Komite Negosiasi al-Waer sendiri telah membebaskan puluhan tawanan. Kemudian warga turun ke jalan menuntut keluarga mereka yang ditahan rezim dibebaskan.

Desember tahun lalu, sekitar 300 pejuang bersama dengan 400 anggota keluarga meninggalkan al-Waer sebagai bagian dari gencatan senjata yang telah disepakati. Mereka menuju daerah yang dikuasai oleh kelompok oposisi di dekat perbatasan Turki.

Serangan yang dilancarkan pesawat tempur rezim di barat Aleppo menewaskan lima orang pekerja kemanusiaan. Serangan itu juga meruntuhkan harapan gencatan senjata jangka panjang di Suriah.

Menurut laporan Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah, serangan udara pasukan rezim menghantam Atarib, wilayah yang dikuasai kelompok oposisi. Serangan itu mengenai pekerja kemanusiaan yang biasa disebut dengan petugas Helm Putih.

Sementara, serangan berbeda juga menghantam wilayah sipil di Aleppo. Kelompok pemantau hak asasi manusia yang berpusat di Inggris itu menyebutkan bahwa sedikitnya tiga orang terluka, dua orang anak-anak diantaranya anak-anak.

“Ini sebuah situasi yang kacau,” kata wartawan Al Jazeera melaporkan dari Aleppo.

“Dari pukul 8 pagi, pesawat terbang rendah dan suaranya sangat keras. Mereka terbang di atas wilayah (oposisi) di Aleppo. Kebanyakan orang merasa bahwa mereka harus berada di dalam rumah mereka sekarang,” ujarnya.



Kelompok pemantau tersebut pada Senin (25/04) menyebutkan bahwa sedikitnya 60 orang tewas di Aleppo selama Jumat hingga Ahad. Angka itu muncul menyusul serangan berbalas antara pasukan pemerintah dengan kelompok oposisi.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget