Halloween Costume ideas 2015
04/12/16

Perdana Menteri Suriah Wail Al-Halqi, Ahad lalu (10/04), mengatakan bahwa militernya dan pasukan udara Rusia siap meluncurkan pertempuran besar untuk merebut kota Aleppo. Hal itu diungkapkan di sela-sela kunjungan delegasi anggota parlemen Rusia ke ibukota Damaskus.


Seperti dinukil BBC dari kantor berita Rusia, Tass, Halqi mengaku pihaknya dan pasukan sekutu siap menggempur oposisi di Aleppo.

“Suriah dan sekutu Rusia siap meluncurkan operasi pembebasan Aleppo dan mengusir seluruh kelompok bersenjata yang tidak ikut gencatan senjata atau yang melanggar gencatan,” kata Halqi.

Senin kemarin (11/04), Kepala Staf Umum Militer Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoy, mengumumkan bahwa intelijennya mendapat informasi, sebanyak 10.000 pasukan Jabhah Nusrah dikerahkan ke Aleppo. Mereka bersiap merebut jalur internasional yang menghubungkan Aleppo-Damaskus.

“Menurut intelijen kami, Jabhah Nushrah telah menyebar 8.000 pasukan di bagian selatan hingga barat Aleppo, sementara 1.500 lainnya dikerahkan di utara kota. Hal ini diketahui menyusul adanya rencana penyerangan dari afiliasi al-Qaidah tersebut untuk memotong jalur Aleppo-Damaskus,” klaimnya.

Dalam pernyataan yang dilansir kantor berita Rusia sputniknews.com itu, Rudskoy juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya dan tentara rezim Assad akan mengarahkan target mereka untuk menggagalkan operasi Jabhah Nushrah, yang akan memotong jalur Aleppo-Damaskus. Pernyataan ini seakan membenarkan rencana operasi besar-besaran militer Suriah dan Rusia di Aleppo.

Pada Ahad kemarin (10/4), pertempuran terjadi antara mujahidin Suriah termasuk Jabhah Nusrah dengan pasukan Rezim yang dibantu milisi Syiah bersenjata dan Hizbullah Lebanon.

Mujahidin Jabhah Nusra yang dikerahkan menuju pembebasan Khan Tuman

Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, kepada “AFP” menuturkan, bahwa bentrokan itu terjadi setelah serangan yang diawali oleh kelompok mujahidin, termasuk Jabhah Nusrah yang berupaya merebut kembali daerah-daerah di pedesaan Aleppo selatan, terutama kota-kota Khan Tuman. Dimana pasukan rezim dengan dukungan udara Rusia pada akhir tahun lalu berhasil menduduki wilayah tersebut.

Pertempuran sengit pecah di Latakia. Jabal Akrod dan Turkmen di pedesaan utara Lattakia menjadi titik baku tembak antara pasukan rezim dan koalisi mujahidin Suriah.

Observatorium untuk Hak Asasi Manusia pada Senin (11/04) melaporkan bahwa dalam pertempuran ini, mujahidin membentuk satuan koalisi yang dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama beranggotakan Ahrar Syam dan Anshor Syam. Sedangkan kelompok dua terdiri dari Hizbu At-Turkistan, Jabhah Nusrah, Pejuang Kaukasus dan faksi-faksi lainnya.


Jaish at-Tahrir tembakan sejumlah meriam ke posisi pasukan Assad di Latakia


Divisi 1 FSA berhasil hancurkan kendaraan Truk milik pasukan Assad di Jabal Qola'a

Pasukan Rezim juga tidak tingal diam. Amunisi dan persenjataan lainnya dikerahkan untuk membombardir area pertempuran. Seiring dengan itu, mujahidin terus melakukan perlawanan membalas serangan-serangan dari Rezim Suriah.

Walhasil, mujahidin berhasil merebut kontrol sebagian besar wilayah Jabal Qola’a, di Jabal Turkmen.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget