Halloween Costume ideas 2015
03/26/16

Komandan Gerakan Islam Ahrar Al-Syam, Abu Yahya Al-Hamawy, Jumat (25/03), dengan tegas menolak draft yang dibuat utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura. Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah dirilisnya draft yang berisi prinsip-prinsip dasar solusi politik di Suriah.

“Warga Suriah tidak mendelegasikan seorang pun untuk menandatangani (draft) menyerahkan diri,” tegas Abu Yahya dalam akun Twitternya seperti dinukil Al-Jazeera. Dia menegaskan bahwa revolusi telah mencapai puncaknya dan tidak akan menerima setengah solusi.

komandan ahrar al-sham

Abu Yahya kembali menegaskan, kami tidak akan keluar membela rakyat-rakyat kami untuk menyelamatkan mereka sementara dari bombardir dan birmil kemudian membiarkan mereka dibunuh dibawah penyiksaan penjara baru.

Dia juga mengatakan bahwa draft yang dibuat utusan PBB tersebut bukan tuntuan rakyat Suriah dan hanya ingin memulihkan sistem rezim.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Staffan de Mistura merilis 12 poin prinsip dasar untuk menyelesaikan konflik di Suriah melalui jalur politik. Seluruh pihak yang menyetujui solusi politik harus tunduk dan taat pada prinsip tersebut.

Di antara prinsip itu, harus menjadikan Suriah sebagai negara demokrasi yang mengekor kepada PBB. Begitu juga halnya dalam perang melawan “teroris” harus berdasarkan putusan PBB.

Yang tak kalah pentingnya, draft tersebut tidak menghargai pejuang asing yang ikut membantu warga Suriah. Mereka tidak diberi tempat dan tidak boleh campur tangan dalam urusan Suriah. Di sisi lain, negara-negara internasional mengambil peran dalam pembentukan negara Suriah baru.

Warga Suriah kembali keluar rumah untuk menggelar demonstrasi mendesak dilanjutkannya revolusi sampai rezim Bashar Assad lengser. Aksi itu digelar selepas Shalat Jumat, Jumat (25/03), di berbagai kota di Suriah.

Demonstran mengibarkan bendera revolusi dan menggelar aksi jalan kaki di kota masing-masing. Slogan-slogan menuntut rezim lengser dan mengutuk peran Rusia di Suriah berulang-ulang mereka teriakkan dalam aksi tersebut.

Aksi termeriah terjadi di kota Saqa, pedesaan Idlib. Ratusan warga mengibarkan poster-poster dan meneriakkan seruan, yang mendesak dilanjutkannya revolusi dan mengutuk Bashar Assad.

demonstrasi anti assad

Bendera rovolusi juga dikibarkan para demonstran di kota Tetaz, pedesaan Idlib. Mereka turun ke jalan dengan slogan “Jumat Asad pencipta teror”. Pemandangan demikian juga terlihat di kota Mar’arrah Nukman.

Di pedesaan Aleppo, warga mendesak revolusi berlanjut sampai mencapai target. Mereka juga menolak negoisasi dengan orang-orang yang berlumuran darah warga Suriah.

Di wilayah yang terkepung Ghutah Timur, puluhan warga berkumpul dan menggelar demonstrasi menentang rezim. Mereka memanfaatkan waktu Jumat, karena hari itu hari libur pekanan dan dijadikan hari berkumpul warga.

Warga di Daraa tak ketinggalan ikut menambah ramainya demonstrasi menentang Bashar Assad di hari tersebut. Mereka menuntut seperti rekan-rekan mereka di daerah lainnya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget