Halloween Costume ideas 2015
03/25/16

Rezim Nushairiyah Suriah menghentikan konvoi bantuan PBB yang berusaha untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Douma dan Darayya, ungkap penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland, Rabu (23/3/2016).


“Kami tidak memiliki izin untuk pergi ke enam daerah yang terkepung. Kami mendapat jaminan lisan (dari rezim) tadi malam dan pagi ini. Tiga atau empat dari enam daerah ini akan dibahas,” kata Egeland kepada wartawan di Kantor PBB di Jenewa di hari Rabu.

Egeland mengatakan mereka akan dapat memberikan bantuan kemanusiaan ke 15 atau 16 dari 18 kota yang terkepung di Suriah, sementara Darayya dan Douma masih menunggu izin dari rezim untuk dapat menerima bantuan kemanusiaan PBB, lansir WB.

Menurut Egeland mereka memiliki lebih banyak kemajuan mendapatkan akses ke penduduk sipil di Suriah, menambahkan bahwa konvoi bantuan PBB juga mampu mencapai Houla di Homs pada Selasa malam.


“Kita bisa menjangkau 384.000 orang sejak awal tahun di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan daerah-daerah yang terkepung, yang akan lebih dari dua kali lipat minggu depan sebelum akhir April,” kata Egeland.

Sejumlah masyarakat Suriah mengungkapkan kekesalannya pasca deklarasi wilayah federal Kurdi PYD di Suriah bagian utara.

“Milisi Kurdi PYD tidak menghormati hukum dan etika,” ujar Ghassan Derbas, yang merupakan anggota dewan kota utara Tal Rifaat kepada Anadolu Agency.

Derbas sendiri terpaksa melarikan diri setelah adanya serangan dari Kurdi PKK dan kini tinggal di sebuah kamp pengungsian.

Bahkan, dia juga membeberkan bahwa PYD selama ini telah menghancurkan kota-kota di Suriah utara dan telah mencuri sejumlah barang-barang milik publik atau milik pribadi.

Dia juga menegaskan, tidak akan kembali ke kotanya sampai milisi Kurdi PYD keluar dari wilayahnya.

“Kami tidak akan kembali ke kota kami sampai kelompok teroris ini keluar. Arab dan dan Kurdi telah hidup bersama selama bertahun-tahun, tetapi teroris PYD ternoda persaudaraan ini dan datang untuk membagi masyarakat,” tegasnya pada Kamis (24/03).

Pada hari Kamis lalu (24/3), milisi Kurdi PYD mengumumkan bahwa pihaknya akan membentuk pemerintah federal di Suriah bagian utara yang telah mereka kuasai.

Perencanaan ini sendiri akan melibatkan sejumlah wilayah seperti daerah Jazeera, Kobane dan Afrin, Rojava, ditambah dengan kota-kota yang dihuni etnis Arab saat ini yang masih di bawah kontrol Kurdi.

Menurut mereka, deklarasi PYD ini sama seperti deklarasi “khilafah” yang diusung oleh ISIS di sebagian wilayah Irak dan Suriah.

“Beberapa kelompok telah mengambil keuntungan dari revolusi rakyat Suriah dan pengorbanan mereka dan menguasai bagian dari wilayah Suriah untuk mendirikan entitas etnis, nasionalis dan sektarian. Yang pertama merencanakan hal seperti ini adalah ISIS,” pungkasnya.

Tujuh puluh faksi oposisi Suriah mengecam deklarasi wilayah federal di Suriah bagian utara oleh milisi Kurdi PYD ini.

60 faksi tolak negara federal pyd

Perwakilan oposisi Suriah di Jenewa mengatakan, tidak ada kemajuan yang berarti dalam pembicaraan damai di Jenewa untuk konflik Suriah.

“Kami benar-benar belum mencapai apa-apa karena rezim dan timnya di sini,” kata Salim al-Muslat, jubir Komite Tinggi Negosiasi Oposisi kepada Aandolu Agency, Kamis (24/03).


Putaran pertama pembicaraan damai Jenewa sendiri telah dimulai pada tanggal 14 Maret kemarin, yang berakhir tanpa hasil. Putaran berikutnya dimulai pada awal bulan April mendatang.

Dalam pembicaraan damai, al-Muslat merasa kesal karena pihak rezim Assad tidak pernak serius untuk mencari solusi. Bahkan, delegasi rezim hanya membuang-buang waktu di Jenewa.

“Jenewa bukanlah tempat untuk membahas Golan Heights atau isu-isu lain yang tidak berkaitan dengan negosiasi Suriah. Kami mencoba untuk menyelamatkan rakyat Suriah dari bom barel tetapi mereka malah membicarakan isu-isu non logis,” ungkapnya.

Seiring berjalanya waktu negosiasi di Jenewa, pihak PBB membeberkan bahwa rezim Assad telah menghalang-halangi konvoi bantuan PBB yang hendak dikirim ke Douma dan Darayya.

“Kami tidak memiliki izin untuk pergi ke enam daerah yang terkepung. Kami telah mendapat jaminan lisan dari rezim tadi malam dan pagi ini. Tiga atau empat dari enam daerah akan dibahas,” paparnya.

Akhir-akhir ini, rezim Bashar al-Assad malah meningkatkan blokade di Suriah dengan mengepung 25 daerah, naik dari 12 wilayah sebelumnya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget