Halloween Costume ideas 2015
03/22/16

Mengenai Rusia di Suriah, pemimpin kolompok Jaisyul Islam, Mohamed Allush memaparkan bahwa intervensi Moskow di Suriah hanyalah tindakan pembantaian terhadap warga Suriah dan penghancuran terhadap berbagai bangunan yang ada seperti sekolah-sekolah dan pusat medis.

“Intervensi Rusia di Suriah adalah tindakan agresi yang menyebabkan banyanya pembantaian, penghancuran sekolah, pusat kesehatan dan rumah sakit dan mengakibatkan adanya pengungsian besar-besaran,” jelasnya.

pasukan rusia di suriah
Menurutnya, penarikan beberapa jet tempur Rusia hanya karena disebabkan kurangnya biaya yang merupakan manuver belaka, yang bukan merupakan penarikan total.

“Penarikan parsial baru-baru ini karena disebabkan bertanya biaya intervensi, kami percaya bahwa hal ini adalah manuver belaka daripada penarikan asli yang berarti,” ungkapnya.

Beberapa hari yang lalu, Kolonel Pat Ryder yang merupakan pejabat pertehanan AS mengatakan bahwa operasi Rusia di Suriah masih akan berlanjut walau telah menarik sejumlah jet tempur dari negara tersebut.

Bahkan, Vladimir Putin masih menempatkan sejumlah helikopter dan pesawat transportasi di wilayah Suriah. Selain itu, tentara Rusia juga masih menembakkan arliteri mereka guna mendukung rezim Bashar al-Assad.

Pemerintah Moskow juga masih masih mempertahankan sistem rudal S-400 di Suriah guna menjaga rezim Assad, termasuk bila ada serangan udara dari pihak musuh mereka di Suriah.

“Dalam rangka untuk menjamin keamanan yang ada, termasuk bila ada serangan udara. Sistem pertahanan udara yang paling canggih ini masih diperlukan,” papar Staf Kepala Pemerintahan Kremlin, Sergei Ivanov.

Sumber: Anadolu Agency

Seorang pejabat senior keamanan Irak mengatakan pada Ahad (20/3/2016) bahwa Iran telah mengirimkan milisi Irak ke Suriah dalam rangka mengisi kekosongan pasca Rusia menarik pasukannya baru-baru ini.

“Para pemimpin Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan perintah kepada milisi di Irak untuk mengirimkan milisinya ke Suriah, dan untuk memperkuat kehadiran Iran di wilayah Suriah, dan mengisi kekosongan yang terjadi pasca Rusia menarik pasukan,” ungkap sumber itu, sebagaimana dilansir ElDorar AlShamia, Ahad (20/3/2016).

alquds-milisi-syiah-irak

Pejabat Irak mengatakan bahwa sebuah pertemuan antara pemimpin IRGC dengan pemimpin Asa’eb Ahl al-Haq, Organisasi Badr, Abu al Fadl al Abbas, milisi “Hizbullah” dan Nujaba, serta pejabat di pemerintah Irak; digelar untuk membahas penarikan pasukan Rusia dari Suriah.

Pejabat keamanan, yang meminta anonimitas, mengatakan bawa pertemuan itu meliputi penerbitan indikasi baru, yang mengharuskan pengiriman lebih banyak milisi ke Suriah untuk membela rezim Assad, setelah hal itu menjadi perhatian pasca Rusia menarik pasukannya, di tengah janji IRGC untuk mengirim ratusan milisinya selama jangka waktu tidak melebihi satu bulan.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget