Halloween Costume ideas 2015
02/16/16

Berikut ini video yang diunggah pada (16/2) melalui akun resmi Jabhah Nusrah. Mujahidin masih menguasai Jabl Turkmen, daerah perbukitan di Provinsi Lattakia.



Mujahidin di beberapa titik ribat sekitar Jabl Turkmen menyampaikan aktivitas keseharian mereka untuk menjaga perbatasan sekaligus melakukan serangan jarak jauh jika melihat adanya pergerakan pasukan Assad.

Sebuah kota yang bernama Douma di Suriah harus menghadapi nasib yang nahas akibat serangan bertubi-tubi rezim Assad dan Rusia. Wilayah yang berjarak 10 kilometer dari Damaskus ini telah berulang kali menjadi target rudal-rudal jet tempur Rusia sejak September 2015 lalu.

Dikutip dari Middleeastmonitor.com, Sabtu (13/02), Duma sendiri merupakan salah satu kota pertama yang bangkit melawan rezim otoriter Suriah dengan aksi damai. Setahun setelahnya, wilayah ini pun menjalani kehidupan baru pasca terbebas dari kontrol Rezim Assad.

douma_syria_damascus

Namun sejak saat itu, serangan udara Rezim tampaknya telah dirancang untuk membunuh warga sipil sebanyak mungkin sebagai aksi balas dendam terhadap mereka. Bulan Agustus lalu pasukan udara Rezim Assad telah menghancurkan sebuah pasar dan menewaskan 80 rakyat sipil.

Diakui, itu bukanlah serangan yang pertama atau terakhir kalinya Rezim Assad menyerang Duma. Hingga, pada bulan Maret 2015, sejumlah aktivis meluncurkan hastag Twitter berbahas Arab #Douma_is _being_exterminated untuk mencoba menarik perhatian dunia akan nasib kota ini.

Serangan udara dan jerit kematian adalah sebuah fakta yang biasa dalam menjalani kehidupan di Douma. Meskipun demikian, penduduk kota telah bertekad untuk bisa menggapai kehidupan normal sebaik mungkin. Beberapa anak-anak masih pergi ke sekolah dan warga setempat masih membeli apa yang mereka butuhkan dari toko-toko yang ada.

Melihat semangat mereka, seorang fotografer Firas Abdullah yang tinggal di kota tersebut mengabadikan momen-momen kehidupan yang masih tersisa di Douma, kota yang terkepung ini.

Mujahidin Suriah menggunakan cara baru untuk melawan tentara Suriah yang berada di wilayah kontrol rezim. Menyamar warga sipil, mereka menikam hingga tewas tentara Suriah. Strategi ini persis seperti mujahidin Palestina melawan tentara Israel beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir Arabi21.com dari situs pendukung revolusi Suriah, El-Dorar, Ahad (14/02), operasi pertama itu dilakukan oleh faksi Liwa Al-Adiyat di jantung ibukota Damaskus. Kapten Penerbang Ali Aloush, anggota militer Suriah, tewas dalam operasi tersebut.

Ali Aloush disergap oleh sejumlah mujahidin dengan melayangkan tusukan bertubi-tubi. Operasi ini dilakukan di pusat Damaskus.

Menurut laporan Liwa Al-Adiyat, ini merupakan operasi kedua yang dilakukan pejuangnya. Selasa lalu, Letnan Ahmad Goma, salah satu perwira rezim Suriah, juga tewas dalam operasi serupa. Perwira ini terlibat penyiksaan dan pembunuhan tahanan.

Operasi ini dikabarkan membuat gentar para perwira dan pendukung Bashar Assad di Suriah. Hal itu terlihat dalam halaman-halaman Facebook mereka. Di sisi lain, keamanan di ibukota saat ini menjadi harga mahal.

Milisi Kurdi, Senin (15/02), merebut kota Tell Rifaat di Aleppo Utara setelah terlibat pertempuran sengit dengan mujahidin. Jika mereka terus bergerak menuju Azaz, pasokan logistik mujahidin terancam terputus sementara memungkinkan milisi Kurdi menyusup ke Turki..


Sementara itu serangan jet Rusia menghantam kendaraan Truk dekat kota Azaz. Ditemukan beberapa warga menjadi korban. 

Milisi Kurdi atau dikenal dengan nama YPG telah menjadi partner bagi kemajuan Tentara Rezim Suriah di utara Aleppo

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget