Halloween Costume ideas 2015
02/14/16



Pernyataan Pers Hizbut Tahrir Suriah
Perundingan Adalah Menjual Darah Para Syuhada di Pasar Kaum Kafir Barat

Sesuai dengan kesepakatan dalam Konferensi Wina, Amerika bekerja untuk menyelesaikan bab terakhir konspirasi mereka. Jadi,  setelah mereka memanggil perorangan dan lembaga-lembaga yang menyenangkan mereka, selain beberapa pimpinan kelompok-kelompok itu untuk ikut dalam Konferensi Riyadh dan setelah apa yang terungkap dari konferensi ini dalam hal negosiasi lembaga-lembaga yang memilih delegasinya yang akan menjual darah dan kehormatan umat Islam dalam Pasar Kaum Kafir Barat; dengan arahan mediator Amerika Staffan De Mistura dan di bawah pengawasan PBB, Amerika berusaha untuk mengurangi kesan jahat dan mengalihkan umat Islam dari bahaya yang nyata yang diwakili oleh orang-orang yang duduk semeja dengan para pembunuh anak-anak dan para pelanggar kehormatan. Kartu telah dikocok dan perhatian telah diarahkan pada delegasi yang ikut dalam konperensi sehingga mesin-mesin media mereka dapat memberikan gambaran bahwa perbedaan berkisar pada siapa yang akan ikut dalam delegasi dan bagaimana perselisihan antara Rusia dan Amerika seharusnya dapat diselesaikan. Pada akhirnya, hal ini untuk mengaktifkan terciptanya kemenangan ilusi bagi perwakilan lembaga-lembaga itu yang terpancar dari pertemuan Riyadh dan melaluinya kejahatan karena berunding dengan eksekutor pembunuh akan tertutupi dan terkubur.

Wahai Kaum Muslim di Negeri Syam Yang Diberkahi

Teater dari penampilan pasang surut yang diulang-ulang  yang dimanfaatkan oleh Amerika berkaitan dengan masalah negosiasi dari delegasi seolah tidak akan pernah menipu siapa pun. Hal ini terjadi karena perbedaan yang begitu tipis antara menjual darah para mujahidin dengan pengorbanan mereka dan apa yang dilakukan orang-orang lain yang membuat puas Amerika dengan mereka semua tidak akan mencapai Riyadh tanpa persetujuan dari Amerika dan undangan dari para agen mereka . Berpartisipasi dalam Perundingan Jenewa 3 tidak akan pernah mengakhiri penderitaan anda dan malah sebaliknya yang benar adalah akan meningkatkan penderitaan mereka. Hal itu terjadi karena akar penderitaan adalah sistem sekuler yang menguasai leher-leher kami dan bukan hanya orang-orang yang menjalankan sistem itu. Allah (Swt) berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”.  [QS 20: 124]

Pergi ke Jenewa untuk bernegosiasi dengan para pembantai (Agen Amerika) berarti jatuh ke dalam perangkap untuk membuat konsesi dengan mulai menyerahkan leher-leher mereka kepada agen-agen Barat. Mereka telah menerima dan menyetujui pemerintahan di bawah wewenang negara sekuler demokratis; untuk membuat konstitusi buatan manusia darinya dan mengadakan pemilu di bawah pengawasan PBB. Jadi pada akhirnya, seseorang yang paling tulus dalam pengabdiannya kepada orang-orang kafir Barat dan orang-orang yang menjadi agen paling besar-lah yang akan menjadi pemenang, yang semuanya disebutkan dilakukan di bawah apa yang dinamakan pemilu yang bebas dan adil. Revolusi Syam kemudian akan menjadi rusak dan hilang sebagaimana apa yang mereka lakukan dengan masalah Palestina yang dijual melalui konferensi dengan penghinaan dan membuat rasa malu, semuanya dilakukan dalam pasar negosiasi yang diadakan bersama musuh-musuh Allah.

Orang-orang kafir Barat telah menyadari dengan baik bahwa matahari Khilafah sedanga naik lagi. Karena itu, mereka menempatkan semua beban dan kemampuannya untuk mencegah kembalinya Khilafah. Ini adalah apa yang kita lihat dengan jelas berkaitan dengan revolusi Syam yang diberkahi namun mereka tidak akan pernah mampu mencegah janji Allah (Swt) dan kabar gembira dari Rasulullah (Saw) dalam hal kembalinya Khilafah yang mendapat petunjuk setelah kekuasaan tirani usai. Rasulullah (Saw) bersabda:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلافَة عَلى مِنْهَاجِ النُّبُوَّة، ثُمَّ سَكًتَ»
“ Kemudian akan ada Khilafah yang berada pada jalur kenabian, dan setelah itu beliau diam …”

Tentara Rezim bersama Rusia dan milisi Kurdi telah mendominasi kontrol di Kota Anadan yang merupakan basis mujahidin di Aleppo Utara. Mujahidin mencoba untuk merebut kembali wilayah tersebut, dengan menembakan beberapa roket, dan berhasil menewaskan enam Tentara rezim dan milisi Syiah.

Bukit Tamura menjadi titik penting dan strategis untuk merebut perkotaan di Aleppo seperti, Anadan, Hayan, dan Bayanon. Mujahidin sangat khawatir apabila rezim berhasil memotong rute pasukan. Kemudian merebut bukit tersebut lalu menerapkan blokade di Aleppo. Menurut sumber oposisi, Kota Rifaat, Aleppo juga menjadi target serangan Rusia.


Mujahidin berhasil hancurkan kendaraan pickup milik pasukan Assad di Bukit Tamura

Dokumentasi dari mujahidin Jabhah Nusra yang terlibat pertempuran di Bukit Tamura, Aleppo



Al-Jazeera melansir pada Sabtu (13/02), serangan Rusia di Homs telah mengkibatkan 18 orang tewas dan melukai puluhan orang. 16 diantaranya berasal dari kota Ghantu, rudal-rudal Rusia yang menghantam perumahan yang ditempati penduduk setempat. Dilaporkan dalam sehari Rusia dapat meluncurkan lebih dari 30 kali serangan.

Sedangkan dua korban tewas sisanya berasal dari kota Ad-Dar Kabirah, dimana di akhir-akhir ini menunjukkan, Rusia telah menghujani penduduk setempat dengan ratusan rudalnya.

Damaskus juga tidak lepas dari serangan jet Rusia. Roket-roket yang diarahkan ke pemukiman sipil, telah merenggut nyawa 6 sipil dan melukai puluhan orang lainnya. Terutama di daerah Hamuriyah, Sakba, Irbin, dan wilayah lainnya di Ghotoh Timur, Damaskus.

Meski Jet Rusia masih terus bekeliaran di langit Ghoutoh timur, dan terus melanjutkan serangannya di sepanjang Propinsi Damaskus. Tim evakuasi masih terus berusaha menyelamatkan korban serta membongkar puing-puing reruntuhan untuk mencari korban yang terimpit bangunan.


(14/2) - Serangan Jet Rusia di kota Rastan, Utara Homs


(14/2) - Serangan Jet Rusia di pinggiran Damaskus

Sekelompok muslimah yang terdiri dari 13 orang dan berasal dari pedesaan Aleppo Utara pada Jum’at (12/02), mengunggah video durasi pendek berupa pernyataan terbentuknya satuan brigade yang siap menghadang rezim Assad, PKK, dan ISIS.
brigade_muslimah_aleppo_suriah

Dilansir Arabi21, terbentuknya kelompok bersenjata muslimah yang menamai dirinya dengan “Katibah Haroir” ini dipicu akibat serangan intensif Rusia di Aleppo utara, selama lebih dari sepekan terakhir.

Para muslimah ini merilis video tersebut setelah pasukan Kurdi (PKK) berhasil bergerak maju menuju Kota Izaz. Setelah sebelumnya, jet-jet Rusia membantu membukakan jalan bagi PKK dengan membombardir dataran Aleppo Utara.

Video tersebut diawali dengan Surat Al-Anfal ayat 60, lalu At-Taubah ayat 39 serta hadits Nabi SAW yang berbunyi, “Barang siapa yang mati dan belum berperang, atau tidak memiliki keinginan dalam dirinya untuk berperang. Maka ia mati dalam keadaan kemunafikan.”

Juru bicara “Katibah Haroir” yang tidak disebut namanya, menyatakan siap untuk berjuang membela agamanya, tanah Aleppo dan negaranya. Selain itu, ia juga menghimbau kepada seluruh pria-pria muda untuk pergi ke medan perang.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget