Halloween Costume ideas 2015
02/01/16

Seperti dilansir dari Anadolu, Senin (01/02), bahwa Pemerintah Turki di daerah perbatasan menerima ribuan pengungsi dari wilayah Turkmen. Dia ntara mereka terdapat anak-anak, lansia dan orang-orang berkebutuhan khusus. Mereka ditempatkan di sekolah yang menerima siswa-siswa dari para pengungsi suriah.

Salah satunya, Khadijah Shalih (35) ibu dari tiga anak ini menjelaskan bahwa ia terpaksa meninggalkan desa Rabiah dan mengungsi ke Turki. Khadijah pergi dengan tiga orang anak dan suaminya yang sedang sakit, karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Rusia di desanya. Dia menceritakan perjalanan yang ia tempuh untuk dapat sampai ke turki membutuhkan waktu beberapa hari.

“Jet-jet itu berkeliaran di atas kepala kami. Kami sangat takut. Saya memiliki tiga orang anak, salah-satunya berkebutuhan khusus dan lainnya masih dalam masa pertumbuhan. Kami sekeluarga menempuh perjalanan panjang untuk bisa sampai ke Turki. Kemudian pihak berwenang Turki membawa kami ke negaranya,” ujar Khadijah.

Sedangkan Malal Hammadi yang juga ibu dari tiga anak mengaku, ia bersama suaminya mengungsi ke Turki untuk menghindari serangan brutal di perkampungan Berpojaq. Anaknya yang paling kecil saat ini masih berusia 40 hari.

Hamadi menjelaskan bahwa, “saya takut jika anak saya tertimpa penyakit karena kondisi musim dingin. Oleh sebab itu, kami berjalan untuk bisa sampai ke tempat yang aman. Saya senang karena disini bayi saya berada di tempat yang hangat”.

Seorang pengungsi Mohammad Musthafa (41) mengatakan bahwa ia meninggalkan desa karena serangan yang membabi buta oleh jet bomber Rusia dan bombardir yang dilakuakan pemerintah Rezim Suriah. Musthfa terpaksa tinggal di kamp-kamp yang ada di desa Yamdhiyah di Jabal Turkmen. Ia berharap kamp ini bisa menjadi tempat yang lebih aman.

anak-pengungsi dari turkmen latakia

“Semua itu adalah ulah pasukan rezim dan Rusia yang mengincar penduduk sipil dan merusak kamp-kamp pengungsi. Tidak hanya itu,desa kami hancur lebur. Desa kami bagaikan ladang bom dan roket. Ranjau darat bertebaran di mana-mana, karena itu kami terpaksa pergi ke Turki”,jelasnya.

Berpojaq (Gunung Turkmen) di Provinsi Lattakia adalah wilayah yang dihuni oleh ribuan sipil dan masih dikuasai beberapa faksi mujahidin. Rusia melakukan serangan udara dan roket yang diluncurkan dari kapal perang yang ditempatkan di Mediterania.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa helikopter rezim Asad menjatuhkan puluhan bom barel yang mengandung gas beracun di kota-kota Daraya dan Moadamiyet al-Syam di Ghouta Barat.

Sebagaimana dilansir oleh ElDorar AlShamia, Rezim Asad terus menargetkan kota Daraya dan Muadamiyat al-Syam sejak pagi dengan lebih dari 50 bom barel yang mengandung gas beracun, menyebabkan puluhan warga sipil menderita sesak napas dan dilarikan ke rumah sakit.





Sementara itu, pasukan Assad melanjutkan kampanye militer mereka terhadap Muadamiyat al-Syam; di mana wilayah selatan dan tenggara kota itu terjadi bentrokan setelah upaya penyerbuan yang dilancrkan oleh rezim Asad yang didukung oleh tank dan alat berat lainnya membobol daerah arkeologi itu, bersamaan dengan pengeboman berbagai jenis senjata dan bom barel.

Dikutip dari Anadolu Agency pada Senin (1/2), serangan gebungan mujahidin mampu membangun kontrol sementara di beberapa desa, provinsi Hama. Bahkan mujahidin berhasil membunuh tentara rezim dan menghancurkan sejumlah kendaraan, termasuk tank dan kendaraan lapis baja.

Desa-desa yang dianggap garis pertahanan pertama untuk wilayah Hama adalah kota Soran, Taybato al-Imam dan Mahrada, yang semuanya terletak di pinggiran utara Hama, Suriah.






Bila ketiga kota penting tersebut telah dikuasai maka, hal ini akan mengarahkan pada penguasaan wilayah penting militer seperti barak Rahba Khattab, bandara militer Hama dan pintu masuk utama ke kota Hama.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget