Halloween Costume ideas 2015
01/27/16

Semakin gencarnya serangan rezim di beberapa titik termasuk Aleppo, ditambah pula pertempuran sengit terjadi dengan ISIS di wilayah utara Aleppo. Jabhah Nusra kemudian mengirimkan bantuan militer sebanyak 120 personil untuk memperkuat koalisi mujahidin, Jabhah al-Halb. Video berikut adalah konvoi sejumlah kendaraan Jabhah Nusra menuju titik-titik pertempuran di Aleppo (26/01).

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa kekuatan udara Rusia telah membantu serangan rezim Assad. Pernyataan ini keluar setelah militer Suriah yang didukung milisi Syiah dan Iran meraih sejumlah kemajuan.

“Angkatan udara Rusia benar-benar membantu presiden Suriah untuk mengurangi wilayah yang dikuasai oleh oposisi,” tegas Lavrov seperti dilansir Midel East Eye, Selasa (26/01).

serge-assad-rusia-syria
Beberapa hari terakhir, militer Suriah setidaknya meraih kemajuan penting di Lattakia dan Daraa. Mereka berhasil memasuki kota strategis yang diduduki mujahidin Suriah.

Di Lattakia, militer Suriah yang dibantu milisi Syiah asing berhasil merebut kota Salma, yang selama ini dianggap basis terkuat mujahidin di provinsi pesisir itu. Kota tersebut yang terletak dekat dengan perbatasan Turki di sebut-sebut menjadi jalur logistik utama bagi mujahidin dari luar Suriah.

Kemajuan yang terakhir mereka raih di kota Syaikh Miskin di Daraa pada Selasa kemarin. Kemenangan itu diraih setelah mengempur mujahidin berminggu-minggu baik darat maupun udara.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengungkapkan bahwa yang mendominasi pertempuran di barisan rezim di kota Syaikh Miskin, Hizbullah serta milisi Iran dan Iraq. Pergerakan darat mereka dikawal oleh jet-jet Rusia.

Pernyataan Menlu Rusia ini kembali menegaskan bahwa intervensi Rusia di Suriah untuk menargetkan mujahidin yang melawan Bashar Assad. Memerangi ISIS atau Daulah Islamiyah hanyalah kedok untuk menutupi tujuan utama itu.

(26/01) - Di pinggiran desa Zahra, Aleppo. Mujahidin dari Jabhah Syamiya menargetkan posisi pasukan Assad dengan rudal ATGM sehingga menyebabkan hancurnya tempat penjagaan mereka.



Di wilayah yang lain, dekat Khan Tuman masih di provinsi Aleppo. Pertempuran sengit terjadi antara mujahidin dari Jaish al-Nasr dengan Milisi Pendukung Bashar Assad, terutama pasukan Syiah dari Iran.



Sementara itu, tercatat 2 warga sipil tewas dan sejumlah rumah hancur akibat bom barel yang dijatuhkan Helikopter Rezim di kota Hayan Aleppo.

destroy-hayan-barel-bomb
 

Kampanye udara yang dilancarkan oleh pasukan Rusia di Suriah masih terus berlangsung sejak 30 September 2015. Hampir setiap harinya memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil Suriah.

Kali ini serangan yang dilancarkan pada Selasa (26/1/2016) telah membunuh 9 orang di kota Ariha, provinsi Idlib, menurut laporan aktivis Suriah seperti dilansir Zaman Alwasl.



Serangan menghantam pasar utama di kota Ariha, meninggalkan 9 orang tewas dan 15 lainnya terluka termasuk tiga anak yang saat ini berada dalam kondisi kritis.

Sebelumnya pada Senin (25/1), serangan udar Rusia membunuh 10 orang di kota Salqin yang terletak di dekat perbatasan Turki.

Iran merekrut pengikut Syiah Afghanistan untuk bertempur di Suriah. Mereka diperkirakan berjumlah ribuan milisi dan menjadi unit militer tersendiri di bawah nama Liwa Fathimiyun. Mereka juga mendapat gaji bulanan.

Media Iran menyebutkan, seperti dilansir Al-Jazaeera, Ahad (24/01), diperkirakan 20 ribu milisi bergabung dalam unit militer syiah itu. Anggotanya mayoritas berkebangsaan Afghanistan yang hidup sebagai pengungsi di Suriah dan sebagian datang dari wilayah Suriah.

Angka ini disebutkan oleh Faris Biyush, anggota Pasukan Pembebasan Suriah (FSA). Dia menegaskan, mayoritas mereka berkebangsaan Afghanistan.

Dalam konteks ini, Kolonel Hussei Kananin, anggota Garda Revolusi Iran mengatakan, mayoritas milisi Liwa Fathimiyun dilatih di Afghanistan dan masuk Suriah melalui Iraq dan Afghanistan. Milisi-milisi itu disamakan dengan milisi dari Syiah.

Situs Al-Masyruq News yang dikenal dekat Garda Revolusi Iran menyebut sebanyak 20 ribu orang bergabung Liwa Fathimiyun. Sebanyak 200 dari mereka tewas sejak 2013.

Ia melanjutkan, Iran merekrut milisi Syiah dari seluruh wilayah untuk bertempur di Suriah. Iran menempatkan diri sebagai kiblat Syiah dunia. Mereka mengumpulkan organisasi-organisasi Syiah politik, militer dan sosial baik di dalam dan di luar negeri.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget