Halloween Costume ideas 2015
01/11/16

Unit FSA di Utara Aleppo berhasil rebut desa Khirbat dan al-Qarah dari tangan ISIS. Sejumlah serangan ofensive dilancarkan dengan mengerahkan sejumlah pasukan dan senjata berat.



Di Provinsi Idlib, Ajnad al-Sham berhasil ledakan markas tentara Assad yang berada di perbatasan desa al-Fu'ah.


Unit FSA menangkap 2 anggota ISIS setelah pertempuran berlangsung di timur Qalamun.

Mujahidin dari Failaqu ar-Rahman lakukan serangan intensif ke arah markas pasukan Assad di area Marj, Ghouta Timur.

Lattakia (9/1) - Tentara Assad melancarkan serangan yang ditujukan untuk menguasai daerah Mughayriyah dan Kadin. Serangan itu diikuti oleh penembakan berat terhadap posisi mujahidin. Beberapa sumber tentara Assad mengklaim telah mengontrol desa tersebut. Namun, beberapa pertempuran masih terjadi di beberapa titik.


Dengan mengambil kedua desa, pasukan pemerintah akan mampu memposisikan untuk serangan terhadap kota Salma yang strategis karena posisinya di ketinggian Kafr Dulbah. Dengan mengontrol ketinggian, Tentara Assad akan mampu maju ke pintu masuk Timur kota.

Sebelumnya seorang penembak tak dikenal telah membunuh Syaikh Abu Ratib Al-Homsi, Amir Harakah Ahrar Syam al-Islamiyah wilayah Homs sekaligus tokoh yang sangat bersemangat untuk menyatukan semua faksi Mujahidin di tanah Syam. Beliau adalah tokoh yang ikut berupaya mewujudkan nasihat syaikh Abdullah Al-Muhaisini dan para ulama jihadi lainnya agar tercipta persatuan nyata di kalangan Mujahidin Ahlussunnah di tanah Suriah.

Syahidnya syaikh Abu Ratib Al-Homsi benar-benar membuat Ahrar Syam kembali kehilangan tokoh pentingnya, setelah sebelumnya gerakan ini juga kehilangan hampir semua tokoh sentralnya dalam sebuah ledakan misterius dalam ruang pertemuan strategis pimpinan Ahrar Syam yang men-syahid-kan pendiri sekaligus pemimpin Ahrar Syam terdahulu, syaikh Hasan Aboud atau yang lebih dikenal sebagai syaikh Abu Abdullah Al-Hamawi. 

Tidak berselang lama,  usaha-usaha pembunuhan kembali menargetkan Pemimpin Ahrar Syam lainnya, yakni Syaikh Abu Thalib Iblin semalam dalam sebuah aksi peledakan. Alhamdulillah, beliau dikabarkan selamat namun terluka dalam ledakan tersebut, setelah sebelumnya segera dilarikan ke tempat paramedis untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin.

Ahrar Syam Al-Islamiyah telah dikenal sebagai salah satu gerakan jihad terkuat di tanah Syam. Selain itu, Ahrar Syam juga dikenali sebagai sebuah gerakan yang telah memotori koordinasi dengan kelompok-kelompok FSA dalam Jabhah Islamiyah dan Jabhah Syamiyah. Dengan izin Allah, kiprah Ahrar Syam untuk mensinergikan pergerakan jihad faksi-faksi militer di Suriah berhasil melindungi wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin seperti Aleppo Utara.

Sebelumnya telah dimaklumi bahwa ISIS telah merebut secara paksa wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin untuk kemudian diserahkan kembali ke rezim Assad, sebagaimana yang terjadi di Suriah Timur, peristiwa bandara Kuwairiz dan penyerahan sebagian kawasan kamp Yarmuk kepada rezim Assad.

Demikianlah, kiprah Ahrar Syam yang mampu memotori persatuan di kalangan Mujahidin Suriah benar-benar membuat musuh-musuh jihad geram, mereka pun berupaya keras menggagalkan persatuan ini dengan menghilangkan tokoh-tokoh sentral Ahrar Syam, baik menggunakan tangan-tangan Khawarij yang tertipu maupun dari agen-agen Amerika, Rusia di bumi Syam. Akan tetapi, hal tersebut–dengan izin Allah–tidak mengurangi langkah Ahrar Syam Al-Islamiyah sedikitpun untuk terus berjuang melawan rezim Assad dan pengkhianatan ISIS.

Jet tempur Rusia kembali menargetkan wilayah yang dikontrol pejuang Suriah. Kali ini, lembaga pemasyarakatan (lapas) yang dikontrol pejuang Jabhah Nusrah di Provinsi Hama hancur dibombardir. Akibatnya, puluhan orang tewas yang mayoritas penghuni penjara.

lapas-jabhah-nusrahDikutip dari arabnews.com, Ahad (10/1), pesawat tempur Rusia membombardir sebuah penjara yang dikontrol oleh pejuang Jabha Nushra Maaret Al-Numan. Observatorium HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, setidaknya 39 orang tewas dalam serangan ini, termasuk beberapa dari pejuang Jabhah Nushrah.

Sementara itu, Komite Koordinasi Lokal mengatakan jumlah korban tewas sebanyak 51 orang. Komite yang dibentuk oleh oposisi itu tidak menjelaskan identitas korban.

Menurut informasi, sedikitnya empat rudal tembakkan untuk menargetkan penjara dan pengadilan yang dikuasai mujahidin Jabhah Nushrah tersebut.

madya-syria-tragedi-kemanusiaan
Juru bicara Palang Merah Internasional di Suriah, Pavel Kachihak, mengatakan bahwa pengiriman bantuan belum bisa dilakukan ke wilayah Madaya, Qouah, dan Kefraye menjelang hari ini, Ahad, (10/01).

“Ini pekerjaan yang besar. Pengiriman bantuan harus dilakukan secara bersamaan sekaligus di Madaya, Kefraya dan Qouah. Banyak pihak yang harus terlibat. Oleh sebab itu, saya pikir pengiriman belum bisa dilakukan sebelum hari Ahad,” kata Kachihak.

Lembaga PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Palang Merah Internasional (ICRC) pada hari Kamis (07/01) mengatakan bahwa pemerintah Suriah menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan menuju Qouah dan Kefraye di Propinsi Idlib dan Madaya di Propinsi Damaskus.

Menurut laporan PBB, “orang-orang mati kelaparan dan dibunuh jika mencoba keluar meninggalkan Madaya. Saat ini, 42 ribu orang masih terjebak di dalam kota tersebut”.

Laporan juga mengutip contoh tentang kematian seorang ayah berusia 53 tahun karena kelaparan. Sementara 5 keluarganya masih menderita gizi buruk. Menurut laporan Doctors Without Borders pada Jumat (08/01), sebanyak 23 orang meninggal karena kelaparan di kota yang diblokade oleh rezim Assad semenjak bulan Desember tahun lalu.



Di sisi lain, Obsertavarium Suriah untuk HAM mengatakan bahwa 13 orang telah terbunuh akibat ledakan bom yang dilancarkan pasukan rezim dan penembak jitu terhadap orang orang yang mencoba meninggalkan Madaya untuk mendapatkan makanan.

Kachika mengatakan, “Palang Merah Internasional, Bulan Sabit Merah Suriah dan Badan Pangan Dunia akan memberikan bantuan medis serta selimut dan bahan lainnya”.

Dia menambahkan bahwa distribusi bantuan akan memakan waktu. Mengingat bahwa sebelumnya Palang Merah membutuhkan waktu delapan jam untuk mencapai lokasi. Terakhir kali bantuan masuk ke daerah tersebut pada 18 Oktober lalu.

Sementara itu, Jubir komisaris tinggi PBB untuk HAM, Rupert Colville mengatakan situasi mengerikan ini telah menghambat berlangsungnya proses verifikasi jumlah korban dan pasien di Madaya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget