Halloween Costume ideas 2015
November 2016

Jaish al-Islam, salah satu kelompok mujahidin Suriah, telah membantah bahwa pasukan rezim telah merebut front Mayda'ani di Ghouta timur, menurut seorang petinggi Jaish al-Islam.

Ammar al-Tayyib secara resmi mewakili departemen media Jaish al-Islam mengatakan Qasioun News Agency bahwa berita tentang penguasaan rezim atas kota Mayda'ani hanyalah rumor.

Al-Tayyib menunjukkan bahwa sejumlah besar tentara dan milisi pasukan rezim Suriah, melakukan serangan besar atas wilayah tersebut. Namun beliau menambahkan bahwa mujahidin masih mengalahkan operasi mereka, pasukan rezim menderita korban dan cedera di garis depan.

(29/11/2016) - Mujahidin hadapi sebuah Tank milik pasukan rezim di Mayda'ani dalam jarak dekat

Gerakan Ahrar al-Sham al-Islamiyah pada hari Selasa (29/11) resmi mengangkat pemimpin baru bernama Ali Al-Umar. Adapun pemimpin sebelumnya, Abu Yahya Al-Hamawi, diangkat menjadi wakil gerakan.


Abu Amar, demikian Ali Al-Umar biasa dipanggil, lahir di Taftanaz, wilayah pedesaan Idlib utara. Jabatan sebelumnya adalah wakil dari gerakan yang aktif di Suriah itu. Ia juga pernah menjadi wakil Abu Isa As-Syaikh, pemimpin Liwa Suqour Sham sebelum bergabung dengan Ahrar al-Sham sekitar tahun 2015.

Menurut aturan internal dalam gerakan, masa jabatan pemimpin adalah satu tahun. Pemimpin diangkat oleh Majelis Syura Ahrar al-Sham yang berjumlah 22 anggota.

Pengangkatan Insinyur Ali Al-Umar sebagai pemimpin baru gerakan, terjadi dua hari setelah beberapa petinggi Ahrar al-Sham diberhentikan karena alasan yang tidak dikemukakan. Mereka adalah Abu Shalih Tahhan (komandan militer), Abu Jabir Syaikh, Abu Muhammad Ash-Shadiq, DR. Abu Abdillah, Abu Ali Asy-Syaikh, Abu Ayyub Al-Muhajir, Abu Khuzaimah, Abu Abdullah Al-Kurdi.

Gerakan Ahrar al-Sham adalah salah satu oposisi yang paling berpengaruh dan disegani di Suriah. Gerakan ini terus menjalin hubungan dan koordinasi dengan gerakan oposisi lainnya untuk menghadapi serangan rezim Bashar Assad dan sekutunya.

Pernyataan Majelis Syuro Ahrar al-Sham mengangkat Ali Umar sebagai pemimpim baru 

Pasukan rezim Suriah dan milisi pendukungnya telah melewati garis pertahanan pertama Mujahidin di kota Aleppo timur dan merangsek sejauh satu kilometer pada Minggu (27/11), sumber-sumber militer oposisi mengatakan kepada Syria Direct, di tengah-tengah proses pengungsian penduduk sipil massal.

Tentara Assad dan milisi sekutunya maju ke barat dari wilayah mereka di timur dari kota Aleppo pada Sabtu untuk merebut distrik Masakin Hanano. Pada hari Minggu, media rezim Suriah melaporkan bahwa pasukannya maju lebih jauh, merebut distrik Jabal Badro yang berdekatan dengan selatan kota Aleppo.

Pada saat berita ini dilaporkan, bentrokan sengit antara Mujahidin Suriah dan rezim Syiah tengah berlangsung di wilayah strategis yang dikuasai Mujahidin, Distrik Sakhour yang berada di sebelah Masakin Hanano dan Jabal Badro ke arah barat. Jika rezim berhasil merebut Sakhour, maka itu akan membuat Mujahidin terjepit, rezim Suriah akan mengisolasi sekitar 20 persen wilayah yang dikuasai Mujahidin di timur kota Aleppo dari sisa wilayah lainnya.

hanano_aleppo

Sementara itu menurut sumber militer salah satu faksi Mujahidin di timur Aleppo, yang meminta agar identitasnya dirahasiakan, bahwa rezim Suriah belum berhasil merebut sepenuhnya Sakhour, “mereka tengah maju ke distrik, Rezim mengerahkan segala sesuatu yang mereka miliki untuk mendapatkannya, baik dengan pesawat tempur maupun serangan darat.”

Serangan pada hari Minggu adalah bagian dari kampanye rezim Suriah dan Rusia yang telah berlangsung selama dua minggu yang bertujuan untuk merebut seluruh wilayah di kota Aleppo timur. Serangan udara intens telah mengakibatkan ratusan warga sipil gugur dan meninggalkan kota –yang menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 250.000 penduduk- ditambah tidak adanya rumah sakit yang dapat beroperasi (karena dahsyatnya bombardir rezim), seperti yang dilaporkan oleh media Syria Direct.

Pada hari Sabtu, pasukan rezim Suriah dan sekutunya Rusia dilaporkan menembakkan lebih dari 150 serangan udara dan 2.500 peluru artileri di kota timur Aleppo dan pedesaan sekitarnya, menewaskan sedikitnya 46 warga sipil dan melukai 325 lainnya, Pertahanan Sipil Suriah melaporkan. Mujahidin terpaksa mundur dari Masakin Hanano pada Sabtu setelah lebih dari tiga hari bertempur. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah Mujahidin kehilangan distrik tersebut, pasukan rezim mampu mengambil kendali atas distrik Jabal Badro.

Mujahidin dan rezim Suriah dan sekutunya telah terlibat lusinan pertempuran sengit di berbagai front pertempuran di sekitar Aleppo timur dalam beberapa hari terakhir. “Rezim dipastikan tidak membuat kemajuan mereka dengan mudah,” Mohammad Adeeb, juru bicara faksi Mujahidin Nuruddin Zinki, mengatakan kepada Syria Direct pada hari Minggu. “Tapi, pada akhirnya, mereka menempatkan tekanan pada semua benteng pertahanan kami, dan kami terus sibuk dengan semua bentrokan.” “Dalam lima tahun saya berjuang, saya belum pernah melihat pemboman intens seperti apa yang terjadi dalam lima hari terakhir di Aleppo,” tambah Adeeb.

Kemajuan rezim Assad pada akhir pekan ini merupakan kemajuan terpesat yang didapat semenjak Mujahidin mengambil alih kota bagian timur Aleppo itu pada tahun 2012. Pada saat berita ini dipublikasikan, pasukan rezim hanya menyisakan beberapa meter lagi untuk memisahkan wilayah kekuasan Mujahidin menjadi dua, skenario yang diklaim oleh saluran media pro-rezim, Al-Masdar pada hari Sabtu akan menyebabkan “kematian yang tak terelakkan bagi faksi Islam di daerah tersebut”.

Kemajuan militer didampingi oleh laporan eksodus sipil secara massal, baik ke daerah kekuasaan Mujahidin maupun rezim. Kantor berita rezim, SANA, mengklaim sebanyak 1.500 warga Aleppo timur melarikan diri dari wilayah yang dikuasai oposisi ke wilayah rezim di sebelah barat dan timur.

Namun klaim tersebut dibantah oleh sumber Mujahidin. Sumber yang berada di garis depan pertempuran yang sedang berlangsung tidak mengakui eksodus warga ke wilayah rezim. Jurnalis warga timur Aleppo, Ammar Jaber mengatakan pada hari Minggu bahwa “sebanyak 1.000 keluarga melarikan diri dari distrik utara Aleppo timur selama akhir pekan, menuju ke selatan, ke wilayah yang dikuasai Mujahidin.“ “Situasi di luar sana benar-benar kacau,” Thaher Al-Halabi, jurnalis warga lainnya mengatakan kepada Syria Direct. Jurnalis yang merupakan asli warga Aleppo ini menambahkan, “Warga sipil Palestina takut eskalasi dalam pemboman dan melarikan diri ke daerah yang lebih aman.”

Jaish al-Fath menerbitkan sebuah video singkat dengan durasi 1 menit 32 detik. Video tersebut memperlihatkan bagaimana kaum muslimin di Aleppo dapat bertahan hidup sementara pemboman dilakukan setiap hari dari pesawat tempur Rusia dan rezim Suriah.


PBB sebagai organisasi internasional hanya sekedar berbicara di media perundingan tanpa ada tindakan nyata. Kini warga di Aleppo Timur hidup dalam pengepungan dari pasukan rezim Suriah.


Pesawat tempur rezim Assad atau sekutunya, Rusia, dilaporkan menyerang sebuah rumah sakit ibu & anak di provinsi Idlib yang dikuasai kelompok oposisi. Menurut sebuah organisasi bantuan dan kelompok monitoring di Suriah, serangan yang menghantam fasilitas medis & sipil pada hari Jumat (25/11) itu menewaskan tiga orang.


Lembaga hak asasi manusia SOHR mengatakan, serangan udara telah menyasar rumah sakit ibu & anak di desa Termanin yang berada di perbatasan antara provinsi Idlib dan Aleppo, menyebabkan fasilitas kesehatan itu rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Di lain pihak, rezim Assad dan sekutunya – Rusia – seperti biasa menyangkal telah menyerang rumah sakit.

Empat tembakan roket secara beruntun menghantam rumah sakit bersalin, demikian keterangan Asaad al-Halabi, seorang manajer advokasi sebuah lembaga bantuan Syafak yang mengelola rumah sakit tersebut.  “Hari ini sebetulnya adalah hari internasional untuk menentang kekerasan terhadap perempuan,” imbuhnya.

Serangan beruntun jet-jet tempur Assad & Rusia telah menghancurkan bagian timur gedung rumah sakit, dan merusak berbagai fasilitas operasi dan ruang IGD. Sebuah video yang diunggah oleh Syafak memperlihatkan mobil ambulans yang hancur dan bagian sisi gedung yang telah berubah menjadi puing.

Idlib yang terletak di barat laut Suriah merupakan wilayah dengan populasi penduduk terbanyak yang dikuasai oleh kelompok-kelompok oposisi, termasuk kelompok-kelompok lokal di bawah bendera FSA maupun kelompok-kelompok Islamis-Jihadis seperti Jabhah Fathu Syam & sekutu-sekutunya.

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Hossein Dehghan, mengatakan pada Sabtu (26/11) bahwa Iran akan mengizinkan Rusia menggunakan pangkalan udara Hamadan di Iran untuk membantu rezim Assad. Di sisi lain, Teheran juga tengah membahas pembelian alutsista Rusia, termasuk jet tempur Sukhoi 30.

Sebagaimana dikutip kantor berita Iran, Tasneem, Dehghan meyakinkan akan melakukan pembelian alutsista tersebut. “Teheran akan bernegosiasi dengan pihak manapun untuk mempertahankan negaranya, kecuali dengan Amerika dan Israel,” klaimnya.

Perlu dicatat, pada bulan Desember tahun lalu Teheran telah menerima sistem rudal S-300 dari Rusia. Sejumlah pejabat Iran mengungkap bahwa Teheran juga akan membeli tank T-90 dari Rusia.

Adapun terkait penggunaan pangkalan udara Hamadan, Dehghan mengatakan, “Kami akan bekerja sama dengan teman-teman kita, terutama Rusia untuk mendukung rezim Assad dan mengisi kebutuhan mereka, serta mengambil langkah-langkah praktis untuk mendukung hal itu.”

“Jika Rusia ingin menggunakan pangkalan udara Nagy di Hamadan untuk mendukung pekerjaan lapangan, kami akan mengizinkannya,” ucapnya.

Bulan Agustus lalu, Rusia juga telah menggunakan pangkalan udara Iran di Hamadan untuk meluncurkan serangan udara di Suriah.

(24/11/2016) - Mujahidin di Ghouta Timur mengadakan pelatihan dalam penggunaan senjata dan Tank T-72. Formasi militer dengan pejuang profesional diperlukan untuk peperangan jangka panjang melawan tirani rezim Assad. Beberapa pejuang disiapkan untuk bergabung dalam pertempuran garis depan di Ghouta Timur.



(23/11/2016) - Jaringan berita pro-Rezim mengakui kematian 46 tentara termasuk seorang brigadir Nawras Zaher dan empat petugas berpangkat letnan, selama serangan dengan senjata berat diluncurkan oleh faksi Mujahidin Suriah melawan pasukan rezim di Maan, Tal Bzam dan Soran di pedesaan Hama.

(23/11/2016) - Sejumlah Pasukan Assad Tewas dihantam misil TOW di wilayah Soran, Hama

(25/11/2016) - Mujahidin tembakan roket grad menargetkan posisi pasukan Assad di beberapa titik di Provinsi Hama

Rabu (23/11/2016) - Pertempuran sengit terjadi di wilayah Jabal Akrad, Jabal Turkman di pedesaan Latakia. Operasi militer yang diluncurkan oleh pasukan rezim Assad di Latakia untuk maju ke Ayn Issa dan Jabal Tuffahiyah mengalami kegagalan.

Mujahidin dari Faylaq al-Sham berhasil memukul mundur pasukan Assad di Jabal Akrad

Pertempuran terjadi antara pasukan rezim Suriah yang terdiri juga dari milisi syiah melawan kekuatan koalisi faksi-faksi mujahidin pada hari Selasa sampai Rabu pagi (23/11/2016) di beberapa front di wilayah Aleppo.

Mujahidin juga mampu mematahkan serangan rezim Suriah di bagian front kawasan Masaken Hanano, timur Aleppo. Pertempuran juga terjadi atas lingkungan Rashidin, daerah Suq Al-Jibs, Jandul dan Front Owaija utara Aleppo. Sementara di timur Aleppo, tepatnya di wilayah Nubl dan Zahra, mujahidin lakukan serangan masif dengan menembakan sejumlah misil.

Dalam waktu yang sama, pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara dengan menggunakan bom Bunker-Buster dan bom Cluster di atas kota Kafrnaha, selain menjatuhkan bom thermobaric atas daerah Khan Al-Assal di pedesaan barat Aleppo, yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran properti warga sipil, belum ada informasi yang diterima tentang korban atau cedera di tengah warga sipil.

Kawasan Aleppo Baru, 22/11/2016 - Sejumlah milisi syiah Hizbullah dan Pasukan Assad tewas dihantam misil TOW yang ditembakan mujahidin.

21/11/2016 - Jaish al-Islam, menerbitkan kembali sebuah video berdurasi 59 menit 37 detik, mengingatkan kembali terkait kemenangan besar mujahidin di Ghouta Timur. Operasi Pertempuran yang dinamai "Allah Yang Mengalahkan" terjadi di bulan september 2015.



Operasi Pertempuran “Allah Yang Mengalahkan.”, yang menargetkan sejumlah simpul-simpul kekuatan penting dan objek-objek sentral milik pasukan rezim dan milisi Syiah yang bermarkas di pinggiran Ghouta timur.

Mujahidin Jaish al-Islam terus menerus berhasil menghancurkan konvoi dan bala bantuan militer untuk menghancurkan markas pasukan musuh, strategi ini berhasil mengantarkan Jaish al-Islam untuk mengambil alih markas musuh dan membebaskan sejumlah wilayah baru.

Dalam rangkaian operasi ini, Mujahidin juga berhasil menyerang konvoi tank dalam jumlah besar, sekaligus melanjutkannya dengan mencapai sejumlah kemajuan hingga melewati kawasan pinggiran dan mendekati pusat kota. Serangan demi serangan ini telah menimpakan kerugian besar terhadap aset-aset militer dan personel tentara pasukan Rezim Suriah Bashar Assad, hingga memaksa mereka untuk mundur dan melakukan penarikan pasukan di bawah gencarnya pukulan Mujahidin.

Dilaporkan pula bahwa rangkaian serangan yang menargetkan pasukan Assad dalam beberapa hari terakhir telah membuat posisi pasukan militer Rezim mundur hingga ke markas utama mereka yang berposisi di kawasan lembah. Pasukan Mujahidin segera menggempur markas tersebut melalui perbukitan yang menjepit kawasan tersebut, yang berhasil melancarkan 25 kali serangan dalam sebuah pertempuran sengit, termasuk diantaranya 35 ksli serangan terkoordinasi yang menargetkan barak militer pasukan Assad.

Dalam serangan tersebut, jumlah kerugian yang diderita pasukan Assad, tercatat pasukan Assad telah kehilangan 16 kendaraan lapis baja dan 7 tank termasuk lebih dari 15 kendaraan yang memuat senapan mesin berat. Mujahidin juga berhasil membunuh lebih dari 300 lebih milisi Syabiha dan ratusan tentara Assad lainnya dalam pertempuran tersebut.

(21/11/2016) - Video berikut diungggah oleh Jaish al-Islam memperlihatkan upaya mujahidin di garis depan menghadang Pasukan Assad yang berusaha masuk ke area mujahidin di Ghouta Timur.


Dalam kampanye yang berlangsung sejak 159 hari, Pasukan Assad yang didukung milisi syiah menyerbu Ghouta timur pada Senin pagi, serangan militer di front Ghouta dan serangan pesawat tempur terhadap warga sipil di kota Arbin dengan bom cluster.

Upaya penyusupan berasal dari empat sumbu: Front Madani, dan front Al-Bahariyah depan, kemudian front Basil, Jalan Raya Damaskus - Homs Internasional.

Dimulai serangan intensif pada jam pertama dengan artileri dan roket di Jalan raya Damaskus - Homs Internasional, diikuti oleh serangan pada poin Al-Bahariyah dengan dua Tank. Serangan balik dilakukan mujahidin dengan melakukan penyergapan dan menewaskan 15 orang dari unsur milisi Assad dengan ranjau darat, milisi Assad terpaksa mundur dan menarik diri dari beberapa poin.

Laju pertempuran semakin sengit di front Madani, dimana serangan mujahidin menghancurkan dua Tank dan lebih dari 20 orang tewas dan beberapa terluka. Jaish al-Islam telah kembali merebut semua poin di bagian depan kota Madani selama beberapa hari terakhir.

peta pertempuran di Ghouta Timur

Pertempuran telah mengakibatkan Pasukan Assad menarik diri di beberapa poin di Ghouta Timur.

Pesawat-pesawat tempur rezim Suriah melakukan serangan udara atas pedesaan utara Hama, menargetkan kota Morek, kota Latamna, Zalaqyat dan Ma'arkaba, tanpa informasi yang diterima tentang korban atau cedera di tengah warga sipil.

Serangan udara juga menargetkan Kafrzeita, Taybat Al-Emam dan desa Lahaya di pedesaan bagian utara, dan desa Atshan di pedesaan timur, yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran bangunan warga sipil, belum ada informasi mengenai korban jiwa.

Adapun mujahidin lakukan pertahanan dengan menggunakan senjata anti-pesawat yang dimilikinya.


Serangan udara bertubi-tubi rezim Suriah dan Rusia dalam enam hari terakhir di Aleppo dilaporkan telah menewaskan lebih dari 320 warga sipil.

Seorang pejabat pertahanan sipil, Ibrahim Abu Laith mengungkapkan pada Senin (21/11) bahwa sebanyak 322 orang tewas dan 1050 lainnya terluka sejak jet-jet Rusia dan rezim Assad meningkatkan pemboman di Aleppo.

Dari ratusan korban itu, 82 anak-anak dan 63 wanita di antaranya tewas akibat serangan bom cluster, bom barel dan bom vakum pesawat Rusia.

Pesawat tempur Assad dan Rusia juga menargetkan pertokoan, sekolah dan rumah sakit. Dilaporkan setidaknya empat rumah sakit berhenti beroperasi karena bangunannya rusak parah.

peta serangan udara rusia di aleppo
Peta serangan udara rezim Suriah di Aleppo timur dalam 6 hari

Brigade Sulthan Murad yang tergabung dalam operasi Perisai Eufrat, unggah sebuah video hari Ahad kemarin (20/11/2016). Video tersebut memperlihatkan pejuang berhasil menggagalkan usaha milisi ISIS melakukan serangan di pinggiran kota Qabasin menggunakan sebuah bom mobil, dimana Pejuang menggunakan misil TOW untuk menghancurkannya.


Sebagai catatan, Kota Qabasin yang berada di wilayah timur Aleppo berhasil direbut pada 15/11/2016 yang lalu dari tangan ISIS.

(20/11/2016) - Mujahidin dari Brigade Awal dari unit FSA menerbitkan sebuah video yang memperlihatkan hancurnya peluncur ATGM yang dimiliki pasukan Assad di kota Bayanun, utara pedesaan Aleppo. Serangan dilakukan mujahidin dengan menggunakan senjata anti Tank jenis TOW.


Sementara itu masih di provinsi Aleppo, koalisi mujahidin dari Jaish al-Fath menjalani pertempuran sengit di wilayah Masakin Hanano dan berhasil memukul mundur serangan pasukan Assad dan milisinya di wilayah Sheikh Sha'id.


Lingkungan terkepung dan pinggiran kota Aleppo telah menyaksikan pembantaian mengerikan pada hari Rabu (16/11/2016), merenggut nyawa banyak warga sipil sebagai akibat dari pemboman udara berat oleh jet-jet tempur Rusia dan pasukan Assad.

Menurut "Ketua Relawan Pertahanan Sipil" Aleppo Abu Ahmed Naolu" untuk koresponden ElDorar bahwa pemboman udara itu melanda lingkungan terkepung di kota timur Aleppo, difokuskan pada delapan bidang terutama "al-Sakhur, al-Shaar, al-Sukari, Ansari, al-Fardous dan al-Salheen" merenggut nyawa 37 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, mencatat bahwa jumlah terluka melebihi 50 orang.

Koresponden ElDorar untuk pedesaan Aleppo melaporkan bahwa penembakan itu juga menargetkan empat bidang, terutama kota Batebo, yang telah melihat jatuh korban jiwa sebanyak 21 warga sipil, termasuk anak-anak sementara satu orang tewas di "Darat Izza" dan satu lagi di "Ainjarah" dan dua di "al-Samyryah".

Wilayah Timur dari kota Aleppo yang dikuasai mujahidin, berpenduduk 250.000 jiwa, berada di bawah blokade genosida yang dikenakan oleh rezim teroris Assad dan milisi Syi'ah sekutunya sekitar tiga bulan yang lalu. Daerah ini telah mengalami pengeboman serampangan sangat intens yang bertujuan untuk mengusir penduduknya dan juga para mujahidin yang membela mereka dari wilayah tersebut.

Bom Parasut jenis FAB-500SHL yang dijatuhkan pesawat Rusia di lingkungan Firdaus, Aleppo Timur

Pejuang FSA yang didukung oleh artileri Turki menguasai daerah yang luas di sisi barat kota al-Bab, setelah pertempuran sengit melawan milisi ISIS.

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa empat desa baru dikuasai FSA, diantaranya Bishen, Qah, Hazwan dan Kfera, sehingga pengepungan atas kota al-Bab semakin dekat.

Perempuran berlanjut, FSA kuasai juga desa Qabasin yang berjarak 5 km dari kota al-Bab

(15/11/2016) - Jaish al-Islam meluncurkan serangan balasan terhadap pasukan Assad dan milisi sekutunya di front kota Rayhan, di Ghouta timur, dimana mereka mampu merebut kembali wilayah di sana dan menimbulkan kematian sejumlah pasukan Assad.

Pasukan Assad sehari sebelumnya menguasai beberapa poin di daerah Rayhan dalam serangan besar-besaran, tetapi Jaish al-Islam, menurut pengumuman telah mampu untuk mendapatkan kembali titik-titik tersebut setelah beberapa jam.

Serangan itu menewaskan lebih dari 13 unsur dari pasukan Assad dan milisi syiah, dan mereka tidak bisa menarik mayat rekannya sejumlah empat orang.

Timur Ghouta pada umumnya dan Rayhan khususnya mendapatkan serangan sengit oleh pasukan Assad dan milisi syiah selama lima bulan; di mana mereka telah menyerang hampir setiap hari meskipun kerugian mereka dapatkan.

ID Card Pasukan Assad yang tewas di medan pertempuran.

(13/11/2016) - Pertempuran pecah antara mujahidin dengan pasukan rezim Suriah yang didukung oleh milisi syiah, terjadi di seluruh wilayah Owaija utara kota Aleppo, Pertempuran akibat upaya rezim melakukan serangan ofensive.

Jaish al-Fath menegaskan bahwa mujahidin berhasil membunuh dan melukai beberapa tentara rezim, serta milisi al-Quds Palestina di daerah Owaija utara kota Aleppo.

Pertempuran juga terjadi di front Malah utara pedesaan Aleppo, di tengah pemboman dengan rudal oleh pasukan rezim.

Sementara itu di wilayah barat Aleppo, mujahidin menghadang pasukan rezim Suriah di sekitar desa Eqreb.

Mujahidin juga membombardir posisi rezim Suriah dengan artileri berat di bukit Mu'ta selatan kota Aleppo, tanpa informasi yang diterima tentang korban atau cedera di garis depan pasukan rezim.

Dahiyatul Assad di Barat Aleppo, Sekumpulan milisi syiah dari Iran terkena tembakan mujahidin (12/11/2016)

Para warga di distrik Timur Aleppo yang terkepung rezim teroris Assad dan sekutunya pada hari Ahad (13/11/2016) melaporkan menerima serangkaian pesan teks dari penyedia telekomunikasi negara Suriah meminta mereka untuk meninggalkan daerah itu dalam waktu 24 jam atau menghadapi "serangan strategis menggunakan senjata canggih/presisi tinggi".

Pesan tersebut, konon dikirim oleh penyedia telekomunikasi negara Suriah MTN menyerukan "orang bersenjata" untuk meninggalkan senjata mereka dan meninggalkan Timur Aleppo "jika mereka ingin tetap hidup" sementara juga menyerang dengan nada antagonis, mengklaim bahwa tokoh oposisi Suriah, di pengasingan, sedikit prihatin dengan nasib penduduk daerah tersebut.

"Kepemimpinan oposisi di hotel dan kastil dan tidak peduli tentang kehidupan warga Suriah miskin di Timur Aleppo," terbaca pesan teks, yang juga mengatakan bahwa para pejuang oposisi di distrik-distrik yang terkepung harus mengizinkan warga sipil meninggalkan daerah untuk memastikan keselamatan mereka.

Warga di Timur Aleppo khawatir bahwa pasukan pro-rezim akan untuk memulai serangan yang menentukan pada distrik yang dikuasai oposisi setelah kegagalan serangan mujahidin baru-baru ini untuk mematahkan pengepungan di wilayah itu, yang diperkirakan 275.000 orang saat ini tinggal.

Ratusan warga sipil telah tewas di Timur Aleppo sejak runtuhnya gencatan senjata "main-main" yang ditengahi AS-Rusia untuk Suriah pada bulan September menyusul pemboman udara intens dari pesawat-pesawat tempur Suriah dan Rusia.

Pemboman tersebut sedikit berkurang dalam beberapa pekan terakhir di tengah "jeda" kemanusiaan yang diusulkan Rusia yang telah meminta warga sipil Timur Aleppo untuk meninggalkan daerah itu melalui sejumlah koridor yang aman mengatur meninggalkan daerah.

Bagaimanapun, masyarakat menolak tawaran itu yang mereka dan oleh aktor-aktor internasional telah kecam sebagai sebuah inisiatif yang bertujuan meneruskan agenda militer rezim Suriah.

Dalam sebuah wawancara terbaru dengan Wall Street Journal, Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan mengakhiri dukungan Amerika terhadap kelompok-kelompok oposisi “moderat” di Suriah.

“Kami tidak tahu siapa orang-orang itu sebenarnya,” katanya.

donald trump amerika

Meskipun dalam wawancara tersebut tidak banyak menyinggung soal kebijakan luar negeri, namun Trump mengungkapkan semacam adanya keprihatinan atas dukungan Amerika terhadap oposisi Suriah di masa lalu, yaitu di masa pemerintahan Obama.

Menurutnya, kejatuhan Assad justru akan mendorong kepada sesuatu yang lebih buruk di Suriah. Trump memperingatkan bahwa mendukung kelompok-kelompok oposisi berisiko membawa AS kepada perang melawan Suriah dan Rusia.

Mujahidin Suriah pada hari Jum'at (11/11/2016) mampu untuk merebut kembali desa Minyan, barat dari Aleppo, setelah mereka menimbulkan kerugian besar pada tentara bayaran Syi'ah Iran.

mujahidin kuasai minyan_aleppo

Sementara rezim Assad gagal, untuk hari kedua berturut-turut menyerbu Dhahiyat al-Assad, di tengah pemboman berat pada daerah itu, koresponden Orient News melaporkan.

Ruang operasi Nuruddin al-Zinki mengumumkan merebut kembali desa Minyan setelah rezim Assad menguasainya pada Jumat pagi dibantu oleh pemboman udara secara masif.

Semua faksi mujahidin kemudian bergabung kembali dan merebut kembali kontrol atas desa tersebut. Ruang operasi itu menambahkan para tentara bayaran Syi'ah Iran berusaha keras agar mereka bisa mundur.

Juga, mujahidin menargetkan tentara bayaran Syi'ah Iran dan benteng mereka di Bukit Uhud dan menghancurkan senjata 23 mm Assad di front New Aleppo, menggunakan ATGMs.

Sebelumnya faksi oposisi di ruang operasi Jaish al-Fath dan Fath Halab mampu menggagalkan upaya rezim Assad merebut kembali Dhahiyat al-Assad, di barat dari Aleppo.

Puluhan tentara bayaran Syi'ah Iran tewas selama upaya yang berhasil digagalkan tersebut, kantor media Jabhat Fath al-Sham yang berpartisipasi dalam ruang operasi Jaish al-Fath mengkonfirmasi.

Ruang operasi Jaish al-Fath dan Fath Halab hari Kamis (10/11/2016) berhasil menggagalkan upaya pasukan rezim Assad untuk menduduki kembali lingkungan Dahiyat al-Assad di barat dari Aleppo, koresponden Orient News melaporkan.

Tujuh puluh lima tentara Syi'ah bayaran Iran tewas selama upaya gagal tersebut, kantor media Jabhah Fath al-Sham, yang berpartisipasi dalam ruang operasi Jaish al-Fath, mengkonfirmasi.

Perkembangan ini datang hanya beberapa jam setelah tentara Syi'ah bayaran Iran kembali menduduki kawasan Proyek Apartemen 1070, dan Sekolah militer al-Hikmah, barat dari Aleppo, dibantu oleh ratusan serangan udara bom cluster dan fosfor Rusia.


Perlu diketahui ruang operasi Jaish al-Fath dan Fath Halab baru-baru ini mampu menembus pertahanan Rezim Assad dan tentara Syi'ah bayaran Iran dan kawasan strategis dikendalikan termasuk Dhahiyat al-Assad, Manyan, Karton Factroy, di sebelah barat Aleppo, sebagai bagian dari ofensif yang diluncurkan untuk memecahkan pengepungan di Aleppo.

Presiden AS Barack Obama telah memerintahkan Pentagon untuk menyebarkan lebih banyak drone di Suriah dengan tujuan memburu para anggota Jabhah Fath al-Sham (JFS), The Washington Post melaporkan.

Komando Operasi Khusus Gabungan AS (JSOC) akan memiliki kewenangan yang lebih dan lebih banyak sumber daya untuk memburu kepemimpinan Jabhah Fath al-Sham yang sebelumnya merupakan afiliasi Al-Qaidah di Suriah dengan nama Jabhat Al-Nusrah, kata surat kabar itu pada hari Kamis (10/11/2016) mengutip para pejabat anomim militer AS.


Menurut pejabat, drone yang dikendalikan JSOC sudah melakukan lebih banyak operasi pada bulan September dan setidaknya empat target "bernilai tinggi" telah tewas akibat operasi tersebut.

Amerika Serikat telah melakukan serangan sporadis di masa lalu terhadap para anggota veteran Al-Qaidah yang bermigrasi ke baratlaut Suriah dari Afghanistan dan Pakistan untuk bergabung dengan Jabhat Al-Nusrah dan siapa saja yang pejabat AS duga merencanakan melawan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Sejumlah fraksi mujahidin Suriah, dari "al-Haramoun Union" di Barat Ghouta, Pedesaan Damaskus melancarkan operasi militer untuk mematahkan serangan yang dikenakan pada mereka, menyebut pertempuran itu sebagai "al Haramoun Flames" dan berhasil untuk membuat beberapa kemajuan selama jam pertama.

Koresponden ElDorar melaporkan hari Kamis (10/11/2016) bahwa faksi-faksi tersebut, terutama Gerakan Islam Ahrar al-Sham, Jabhat Fath al-Sham (JFS), brigade Omar ibn al-Khattab dan gerakan Shohadaa al-Sham, menguasai bukit "Soyof" di "al-Makrousah" sebelah barat Damaskus.

ghouta barat damaskus

Perkembangan ini datang pada saat pesawat-pesawat tempur rezim al-Assad mengintensifkan pemboman di kota Khan al-Sheeh dan kamp pengungsi nya, setelah memotong jalan antara itu dan kota Zakya barat dari Rif Dimashq, dan memberlakukan blokade di kota itu. Selain itu ada juga upaya Rezim untuk menerapkan kebijakan deportasi terhadap para mujahidin ke Suriah utara sebagaimana yang mereka lakukan sebelumnya terhadap kota Darayya dan beberapa kota lainnya.

Salah satu ulama dan komandan jihad di Suriah, Beliau cukup dikenal terkait perannya di koalisi mujahidin Jaish al-Fath.

Nama : Abdullah bin Muhammad bin Sulaiman Al-Muhaisini
Status : Sudah menikah
Tempat lahir : dilahirkan di Al-Qashim, di wilayah Buraidah.

  • Menimba ilmu di Madrasah Ibtidaiyah di Al-Qashim sampai kelas 4.
  • Kemudian pindah ke Mekah dan tinggal disana, serta menyempurnakan pendidikan ibtidaiyah disana.
  • Melanjutkkkan pendidikan di Ma’had Ilmi Al-Haram Al-Makki Asy-Syarif, serta menyempurnakan hingga tingkat Mutawashitah, lalu Tsanawiyah. Lulus dari tingkat Tsanawiyah dengan peringkat Mumtaz dengan nilai 9,6
  • Melanjutkan pendidikan di Perguruan tinggi Ummul Qura, jurusan Syariah Islamiyah, dan lulus dengan gelar Bachelorius dengan peringkat mumtaz, berderajat Asyarof –Al-Ula (Peringkat terbaik pertama), dengan nilai 3,80 dari nilai tertinggi 4.
  • Melanjutkan pendidikan di Jamiah imam Muhammad bin Saud Al-Islamiy di Riyadh (Ma’had Aliy untuk peradilan), lalu Pasca sarjana jurusan Fiqh muqoronah (perbandingan Fiqh), dan lulus dengan peringkat mumtaz juga.
  • Doctoral pada bidang Fiqh Muqoronah, dengan judul risalahnya “ Al-Ahkam Laaji-I AlHarb fi Al-Fiqh Al-Islamiy (Hukum Suaka pada peperangan menurut Fiqh Islam).
KEHIDUPAN ILMIYAH 
  • Telah hafal Al-Quran saat usia 15 tahun.
  • Menimba ilmu pada Dauroh-dauroh Hifzhus-Sunnah kepaa Syekh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya Hafizhahullah, dan pada rentang waktu itu beliau menyelesaikan hafalan Ash-Shahihain (Al-Bukhari dan Muslim-pent), juga Kutubul –Arba’ah (sunan abu dawud, an nasai, at tirmidzi dan ibnu majah),  juga kitab Muwatha imam Malik, juga kitab Ad-Darimi, yang mana beliau hafal semua itu tidak lebih dari 7 tahun mampu hafal 8000 hadits. Dan Syekhnya telah menugaskan beliau direntang waktu itu untuk mengajarkan ilmu-ilmu ini dan memberikan izin kepadanya, dengan nilai mumtaz tingkat tinggi.
  • Beliau belajar dari sejumlah Ulama, diantaranya :
  1. Syekh Abdullah bin Jibrin Rahimahullah.
  2. Syekh Abdullah Al-Ghunaiman Hafizhahullah
  3. Ulama Ahli Hadits, Syekh Sulaiman Al-Ulwan Hafizhahullah
  4. Syekh Abdurrahman Al-Barok Hafizhahullah
  5. Syekh Sulaiman Al Majid Hafizhahullah
  6. Syekh Ya’qub Al-Bahasan Hafizhahullah
  7. Syekh Yusuf Asy-Sibli Hafizhahullah
  8. Syekh Saad Asy-Syatyri Hafizhahullah
  9. Syekh Abdul Karim Al-Khadhir Hafizhahullah, 
  10. Dan ulama-ulama lainnya ..
Mengikuti kajian-kajian ilmiyah, diantaranya :
  • Dauroh Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah di Riyadh.
  • Dauroh Syekh Ibnu Utsaimin di Anazah.
  • Dauroh Jami Ar-rojihi, di Buraidah.
  • Dauroh –dauroh Jami syekh Bin Baz di Mekah.
  • Menempuh perjalanan ke Mauritania untuk menghafalkan Alfiyah dan mempelajari Syarhnya, juga mempelajari Ushul Fiqh.
Hafal sejumlah matan kitab, diantaranya :
  • Sab’ah, pada kajian-kajian Syekh Yahya al-Yahya (seperti dijelaskan dimuka)
  • Alfiyah imam malik
  • Kitabut-Tauhid
  • Bulughul maram
  • Ar-Rahbiyah
Perjalanan Dakwahnya :
  • Mengikuti berbagai macam kegiatan dan aktifitas Dakwah, diantaranya :
  • Bergabung di lembaga dakwah di Aziziyah wal ‘Awaliy selama 5 tahun melaksanakan kegiatan-kegiatan dakwahnya yang banyak.
  • Ikut serta dalam pembekalan Almushalat almutanaqilah antara Mekah dan Jedah
  • Menyampaikan dakwah di ceramah-ceramah di dalam negeri Saudi.
  • Menyampaikan materi ilmiyah dalam bidang Aqidah dan Ushul, Fiqh dan Tafsir
  • Mengimami shalat tarawih lebih dari 7 tahun.
  • Sebagai imam dan Khatib untuk masjid Alu Tsani.
  • Mengikuti musabaqoh antar perguruan tinggi di Negara-negara teluk dalam hafalan As-Sunnah, dan beliau memperolah markaz kedua bagi Ummul Qura.

Video ketika Syeikh al-Muhaysini mengumumkan pertempuran untuk memcahkan pengepungan di Aleppo pada bulan oktober 2016

Departemen keuangan Amerika Serikat melalui lembaganya, OFAC memasukkan empat orang pejuang oposisi Suriah ke dalam daftar teroris.


Empat orang yang dimaksud adalah Abdallah Muhammad Bin-Sulayman al-Muhaysini, Jamal Husayn Zayniyah, Abdul Jashari, and Ashraf Ahmad Fari al-Allak. Mereka dituding telah memberikan dukungan kepada teroris dan melakukan tindak terorisme.

“Semua properti dari individu-individu yang ditunjuk melalui ketentuan yurisdiksi AS tersebut akan diblokir, dan seluruh warga AS dilarang melakukan transaksi dengan mereka,” tulis OFAC dalam pernyataan yang keluar bulan lalu, 11 Oktober 2016.

Dalam hal ini, OFAC juga menengarai keterlibatan mereka dengan Jabhah Fath Syam, yang masih dianggap sebagai Jabhah Nusrah, afiliasi Al-Qaidah di Suriah. Dimana mereka terlibat dalam perekrutan dan pengumpulan dana bagi kelompok.

“Departemen akan terus menargetkan jaringan keuangan Jabhah Nusrah dan memutus akses mereka ke sistem keuangan internasional,” kata John E. Smith selaku Direktur OFAC.

Perlu diketahui, OFAC menuding Al-Muhaisini sebagai penyalur penting aliran dana dan pejuang ke Suriah.

“Pada bulan April 2016, Al-Muhaisini merekrut 3.000 anak dan remaja untuk berjuang bersama JN di Suriah utara. Antara 2013 dan 2015, Al-Muhaisini menyalurkan jutaan dolar untuk mendukung pemerintahan JN di Idlib,” kata laporan itu.

Adapun Jamal Husain Zayniyah, dikatakan sebagai pemimpin JN di Qalamun pada 2015, Abdul Jashari dituding sebagai pengumpul dana bagi kelompok itu selama musim panas 2015, dan Ashraf Ahmad Fari al-Allak menjadi komandan militer di Daraa pada April 2016.

Presiden Suriah, Bashar Assad menyatakan siap untuk bekerjasama dengan Donald Trump, Presiden terpilih Amerika, jika kebijakannya sejalan dengan harapan Damaskus. Hal itu juga diamini Penasihat Media Suriah, Bouthaina Shaaban pada Kamis (10/11).

“Damaskus berharap bahwa Amerika Serikat akan menjadi peserta aktif dalam memerangi terorisme,” kata Shaaban seperti dikutip Russia Today Agency (RT).

Dia menambahkan bahwa Damaskus tidak tertarik pada hasil pemilu AS. Namun lebih perhatian pada kebijakan presiden baru dan realisasinya yang sesuai dengan harapan negaranya.

Jika kebijakan Trump sejalan dengan aspirasi Damaskus, kata Shaaban, Suriah siap bekerjasama dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang menghormati kedaulatan Suriah dan tidak terlibat dalam urusan Suriah.

Terkait urusan Suriah, Donald Trump pernah menyatakan tidak ingin menggulingkan Bashar Assad. Hubungan antara Trump dengan Bashar Assad sendiri diketahui juga berjalan biasa, tanpa komunikasi yang intens.

Pertempuran sengit pecah antara mujahidin dengan pasukan rezim Suriah yang didukung oleh milisi syiah di seluruh wilayah Manyan, barat kota Aleppo. Pertempuran terjadi akibat pasukan rezim yang berupaya untuk merebut kontrol atas wilayah tersebut.

Pesawat tempur rezim Suriah juga menjatuhkan bom thermobaric atas kota Daret Azza di pedesaan barat Aleppo. Pada saat yang sama pesawat tempur rezim Suriah juga membombardir kota Kafrda'el dan kota Huraitan.

Di sisi yang lain, 9/11/2016 video diunggah oleh koalisi mujahidin Jaish al-Fath memperlihatkan pertempuran di Syeikh Lutfi, sisi selatan Aleppo.


Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporan bahwa pasukan Assad telah melemparkan 1.128 bom birmil selama bulan Oktober. Demikian dikutip dari situs El-Dorar, Selasa (08/11).

Di antara dampaknya, puluhan warga sipil tewas, termasuk seorang anak dan seorang wanita, dan dua staf medis, salah satunya dokter. Birmil menghancurkan sebuah masjid dan sekolah dan tiga pusat medis, ambulans, dan enam markas Pertahanan Sipil, sumber air, dan pusat layanan resmi.

Seperti diktahui, pasukan Assad sering menggunkan bom birmil karena murah dan dapat memberikan efek merusak yang luas, terutama dalam menargetkan warga sipil. Bom birmil dibuat dari drum yang diisi bahan peledak dan material-material keras.

(9/11/2016) - Serangan udara dari Pesawat Tempur Rusia, menghantam daerah sekitar Aleppo, bantu serangan pasukan Assad.

Para pejuang dari Jaish Al-Fath memulai serangan militer yang luas untuk mengambil alih posisi yang direbut baru-baru ini oleh pasukan rezim Suriah rezim dan milisi syiah di selatan kota Aleppo. Pertempuran terjadi antara pejuang dan pasukan rezim Suriah di wilayah project Apartemen 1070.

Pejuang lakukan serangan atas bukit Mu'tah dan bukit Uhud, kembali merebut bukit strategis tersebut yang berada di atas area Project Apartemen 1.070 dan beberapa posisi rezim di selatan Aleppo.

Dalam pertempuran ini, para pejuang menargetkan posisi pasukan rezim Suriah dengan peluncur roket, di tengah berita tentang korban dan cedera di tengah barisan rezim.

Sebelumnya, Rezim Suriah dan pesawat tempur Rusia terus membombardir Aleppo dan pedesaan sekitarnya, termasuk kawasan Project Apartemen 1070 dengan lebih dari 20 serangan udara sehingga mampu merebut wilayah tersebut.

tell mutah aleppo

Para pejuang FSA yang tergabung dalam ruang operasi Perisai Eufrat, bisa merebut desa Nu'man, Tarhin dan Sosenbat di bagian utara kota al-Bab di pedesaan timur laut Aleppo, keberhasilan ini datang setelah pertempuran sengit terhadap militan ISIS.

Sebelumnya, ISIS berusaha untuk meledakkan sebuah bom mobil di salah satu posisi pejuang di dekat desa Tan'aman di pedesaan Aleppo.

Militer Turki membombardir posisi ISIS dengan meriam dan rudal di desa Nu'man dan pinggiran, tanpa informasi yang diterima tentang korban atau cedera di barisan ISIS.

fsa serang isis
Situasi terkini di utara Suriah 8/11/2016, pejuang FSA kini berjarak 10 km menuju kota al-Bab 

Milisi Syi'ah Hizbullah Libanon kehilangan puluhan petempurnya selama dua hari pertempuran yang sedang berlangsung dengan faksi mujahidin Suriah di selatan dari Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan hari Senin (7/11/2016).

Selatan Aleppo merupakan garis depan  yang telah melihat bentrokan sporadis dan operasi berkualitas oleh mujahidin terhadap milisi Syi'ah asal Hizbullah dan milisi Syi'ah asal Irak Harakat Al-Nujaba.

Sumber-sumber militer menegaskan bahwa setidaknya 35 anggota milisi Hizbullah tewas setelah mereka ditargetkan dengan peluru kendali dekat Tell Uhud di pedesaan selatan Aleppo, sementara setidaknya 10 petempur dari Harakat Al-Nujaba Irak tewas di tempat yang sama.

Jaysh al-Mujahidin telah memposting potongan rekaman yang menunjukkan sebuah rudal anti-Tank yang menargetkan sekelompok militer yang dikatakan sebagai anggota Syi'ah Hizbullah Libanon dan Harakat Al-Nujaba di selatan Aleppo, dimana tembakan itu tepat menghantam secara langsung jajaran milisi Syi'ah bayaran Iran tersebut.





Beberapa faksi pejuang Suriah di pedesaan utara Hama mengumumkan pembentukan ruang operasi gabungan. Mereka merilis sebuah pernyataan bahwa ruang operasi tersebut dibentuk untuk memperkuat pertahanan melawan musuh bersama.

Ruang operasi termasuk Jaisyul Nasar, Jaisyul Izzah, Failaq Syam dan Brigade Omar, lansir Zaman Alwasl pada Ahad (6/11/2016).

Sementara itu, Pusat Media Hama mengumumkan bahwa helikopter-helikopter rezim telah menurunkan bom-bom barel di kota Al-Lataminah di pedesaan utara Hama.

Faksi-faksi perlawanan berhasil mendapatkan kembali kontrol atas pos pemeriksaan Syriatel, Mufarq Lihaya, Al-Madajin, sekolah Al-Bashair di garis depan Suran pada Sabtu (5/11) malam.

Faksi perlawanan juga berhasil membebaskan pos pemeriksan Shalyout yang dekat dengan kota Mahardah di barat Hama setelah serangan besar terhadap pasukan rezim Asad dan milisi Syiah sekutunya yang berbasis di daerah tersebut. Dalam serangan itu, pejuang Suriah berhasil merebut beberapa senjata berat.

Dalam berita lainnya, Staf Kolonel Ahmad Jamil Al-Awad, komandan operasi militer pasukan rezim Asad di utara Hama telah tewas setelah Jaisyul Izzah menargetkan pasukan Asad dengan rudal Tow BGM-71 di lingkungan kota Suran.


video ketika mujahidin memasuki pos pemeriksaan Shayout yang sudah dikuasai, ditemukan jasad dari tentara Assad yang tewas akibat pertempuran

Pertempuran di Aleppo berlanjut sampai hari kedelapan terhitung semenjak diluncurkan koalisi mujahidin Jaish al-Fath. Sebelumnya mujahidin berhasil menguasai Dahiyat al-Assad dan Daerah sekitarnya.

Sekarang ini serangan ofensive difokuskan untuk menguasai Apartemen 3000 dan Halab Jadidah, dimana daerah ini cukup luas serta memiliki banyak bangunan yang tinggi dan kokoh, sehingga menjadi benteng pertahanan pasukan Assad sepenuhnya.

Situasi terkini, 6/11/2016 - Pertempuran di Aleppo

Mayor Jenderal Rahim Safawi, Penasehat Iran untuk Urusan Militer, mengatakan bahwa ribuan milisi Sy'ah Hizbullata telah tewas di Suriah dan jumlah mereka melebihi jumlah tentara Syi'ah Iran yang tewas di sana, kantor berita Orient News melaporkan hari Ahad (6/11/2016).

Al-Safavi mengatakan bahwa Mayor Jenderal Hussein Hamadani, salah satu perwira paling senior di militer Syi'ah Iran yang mati oleh mujahidin tahun lalu, membentuk kekuatan tempur populer berkekuatan 20.000 milisi Syi'ah untuk melawan mujahidin.m

Pernyataan ini datang sehari setelah 7 teroris Hizbullah dinyatakan mati dalam pertempuran Aleppo, di mana milisi Syi'ah Hizbullah berperang dalam mendukung rezim Assad melawan mujahidin.

Dalam konteks yang sama, al-Safavi menegaskan bahwa Mayor Jenderal Iran, Qasem Suleimani adalah orang yang menyarankan membentuk pasukan milisi Syi'ah brutal Unit Mobilisasi Populer Irak untuk Perdana Menteri Irak al-Abadi karena tentara reguler tidak mampu.any

Meski banyaknya jumlah korban jiwa dikalangan mereka, termasuk sebagaimana yang diungkapkan oleh Rahim Safawi, kelompok milisi Syi'ah bersenjata Libanon, Hizbullah, tidak pernah mau mengakui dan menutup-nutupi kerugian ini, mengklaim hanya ratusan anggota mereka yang tewas di Suriah.

Sejak 2013, Syi'ah Hizbullah Libanon, partai yang didukung Iran, telah mengirimkan ribuan pejuang - antara 5.000 hingga 6.000, menurut ahli Syi'ah Hizbullah Waddah Sharara - untuk membantu rezim melawan keduanya pejuang oposisi sekuler dan jihadis.

Menurut Sharara, mereka mengirim 2.000 pejuang pada satu waktu rotasi.

Kelompok militan Syi'ah Hizbullah Libanon ini telah menderita korban sangat berat di pedesaan selatan di provinsi utara Suriah Aleppo, menimbulkan korban tewas dan cedera tertinggi sejak pertempuran bi kota perbatasan Suriah-Libanon, Qusayr pada tahun 2013.

----------

(6/11/2016) - Pertempuran dalam 2 hari, Jaish al-Mujahidin umumkan berhasil tewaskan sejumlah milisi Hizbullah di Tell Uhud, Aleppo.

Kamis (3/10/2016) - Mujahidin lakukan serangan lanjutan untuk menguasai Aleppo Baru dan Project Apartemen 3000. Beberapa kendaraan tempur dan senjata berat dikerahkan untuk menggempur milisi Assad.


Berikut ini video dari sebuah drone yang memonitoring situasi di Project Apartemen 3000, terlihat beberapa milisi Assad melarikan diri dari posisinya ketika serangan berlangsung. Video juga memperlihatkan pasukan khusus mujahidin merangsek masuk menuju lokasi.



(3/11/2016) - Pasukan rezim Assad, Pasukan Iran (IRGC) dan milisi Hizbullah mendapat kerugian yang signifikan, dimana sejumlah komandan lapangan tewas ketika terjadi selama serangan diluncurkan oleh faksi-faksi mujahidin Suriah di wilayah barat kota Aleppo .

Unit pemantauan ElDorar mendokumentasikan tewasnya 22 pejabat dan jenderal dari Iran selama tiga hari pertempuran. Mereka adalah Brigadir Jenderal "Mohammad Hosseini Rafei" dan "Haj Kinan" kolonel, Brigadir Jenderal "Zakir Heydari" serta komandan lapangan "Mohammed Kayani" dan pensiunan jenderal, "Gholam Reza Smajie."

Hizbullah juga meratapi kematian tujuh komandan lapangan, yaitu: Muhammad Ali Hazimah, Hussain Adnan Shakir, Hassan Hussein Humani, Ali Hussein Tawil, Yusuf Mohamed Nasrallah, Ali Melhem Noun. Ram, dan Hassan Ali Abdullah.

Adapun rezim Assad, Media resmi mereka telah mengakui kematian sepuluh petugas dari berbagai jajaran ; Kolonel Muwaffaq Ali Issa, Brigadir Jenderal Ziad Hael Aalllq, Kolonel Bashar Mazy Abu Hamra, pemimpin dalam" Desert Falcons "milisi Bashar Abu Khalil, Mayor. Bashar Moein Ruslan, Kapten Khaldoun Ahmed Daiyop, dan Letnan Satu Mohammed Ali Saidi, Letnan Satu Yazan Sarem, Letnan Mahmoud Talal Al Awja, dan Letnan Abdullah Zain."

Perlu dicatat bahwa hasil awal kematian rezim Assad dan milisi pendukungnya, sesuai dengan apa yang telah dikonfirmasi oleh sumber-sumber militer dari mujahidin Suriah melebihi 130 militan selama pertempuran untuk menguasai daerah Dahiyat al-Assad, desa Menyan, Family House, Byout Mhanna dan Project 1070 apartemen.

Jenderal Zakir Heydari dari pasukan Iran yang terbunuh di Aleppo

Dua orang tawanan dari pasukan Assad mengungkapkan pengakuan mengejutkan saat pertempuran di Aleppo. Pengakuan itu ditayangkan dalam sebuah video oleh Jabhah Fath al-Sham yang tergabung dalam koalisi mujahidin Jaish al-Fath, Rabu (02/11).


Salah seorang tawanan bernama Bassad Mualla, mengatakan bahwa para pejabat dari Rusia dan Korea mengawasi jalannya pertempuran di Aleppo.

“Komandan dari pertempuran grup 17 adalah Kolonel Iyad Aflaq, dan komandan dari pertempuran pertama, Mayor Jenderal Zaid Saleh, kepala komite keamanan di Aleppo,” kata tentara berpangkat letnan yang pernah bertugas di Lattakia itu.

Ia menambahkan, pada hari penyerbuan, pejabat Rusia dan Korea masuk bersama seorang yang dipanggil dengan nama Mohammed. Dia menjadi penerjemah kedua pejabat itu saat berbicara kepada Kolonel Iyad Aflaq.

Tawanan lain bernama Mustafa Delaney, seorang tentara cadangan dalam barisan Rezim, menuding Hizbullah dan milisi Syiah telah meninggalkan mereka dan bergerak ke tempat lain.

Saking kesalnya, Delaney bahkan menyebut Hizbullah sebagai “Partai Setan”, yang diketahui menurunkan dua ratus personel dalam pertempuran ini.

Dalam beberapa terakhir, mujahidin Suriah meraih kemajuan dalam perang besar di Aleppo. Selain mengambi alih beberapa desa penting, mereka juga berhasil menewaskan dan menawan puluhan milisi Syiah dan pasukan Assad.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget