Halloween Costume ideas 2015
October 2016

Pertempuran untuk merebut area Apartemen Project 3000 diluncurkan mujahidin pada hari Ahad kemarin (30/10/2016). Serangan dari berbagai arah dilakukan secara intensif oleh beberapa faksi.

30/10/2016 - Jabhah Fath al-Sham menyiapkan pasukan menuju Apartemen Project 3000


Jaish al-Mujahidin serang posisi pasukan Assad di Apartemen Project 3000 dengan senjata anti pesawat

Ahrar al-Sham tembakan sejumlah roket dan mortar targetkan sejumlah titik di Apartemen Project 3000

Ahad (30/10/2016) - koalisi mujahidin Jaish al-Fath di barat Aleppo terkonsentrasi untuk merebut wilayah Aleppo Baru, Akademi Militer, dan Apaertemen Project 3000.

peta situasi pertempuran di barat aleppo 30/10/2016

Semua faksi militer di kota Aleppo yang terkepung bergabung di bawah satu dewan militer dan satu komandan dalam persiapan untuk memecahkan pengepungan.

Sumber-sumber online menyebutkan, dewan militer itu menggabungkan kelompok-kelompok utama di Aleppo, seperti Ahrar al-Sham, Jabhah Fath al-Sham, Brigade Nuruddin Zanki, Failaq al-Sham, dan Jaish al-Islam.

Sekitar 1500 mujahidin telah berkumpul di front sepanjang 15 km di tepi barat Aleppo sejak Jumat, berhasil meraih kemajuan di distrik Dahiyat al-Assad. Mereka berjuang untuk mendorong musuh ke timur sejak saat itu.

Drone dari Faylaq al-Sham mengambil gambar situasi di Dahiyat al-Assad setelah mujahidin berhasil menguasainya.

Abu Muhammad Al-Jaulani terlihat sedang memeriksa kemajuan militer dan mendiskusikannya bersama para komandan lapangan dalam perang menembus pengepungan di Aleppo. Foto diungggah di media sosial telegram dan twitter oleh beberapa aktivis media sosial, kemarin (30/10).

al-jaulani jabhah fath al-sham

al-jaulani

al-jaulani komandan jabhah fath al-sham

Abu Muhammad Al-Jaulani adalah pemimpin umum Jabhah Fath al-Sham, kelompok paling berpengaruh diantara sejumlah faksi mujahidin.

Koali mujahidin Jaish al-Fath dan ruang operasi Fath Halab mengumumkan keberhasilan pertempuran di Barat Aleppo. Mujahidin berhasil menguasai Gudang Berm dan pos pemeriksaan al-Soura dekat daerah Dhahiyat al-Assad, Mansher Manyan dan Pabrik Karton setelah menargetkan posisi milisi bayaran Syi'ah dengan 3 bom syahid menggunakan kendaraan sarat bahan peledak.

Video serangan mujahidin di Dhahiyat al-Assad

Video serangan di Mansher Manyan

Jabhah Fath al-Sham dan Ahrar Al-Sham pada hari Sabtu (29/10/2016) menyergap konvoi bala bantuan tentara Suriah dari Hama yang akan menuju ke kota Aleppo, menewaskan dan melukai puluhan tentara.

Mujahidin dari Ahrar al-Sham dan Jabhat Fath al-Sham (JFS) menghantam konvoi pasukan militer rezim Suriah dengan mortir dan senapan mesin berat.

"Serangan itu terjadi di jalan Khanasir-Ithria. Konvoi, yang berasal dari kota Hama ke Aleppo, terdiri dari minimal 6 kendaraan militer sarat dengan senjata di samping membawa puluhan tentara," kata aktivis media yang Abduljabbar al-Hamawi kepada ARA News.

Bombardir mujahidin  menyebabkan kehancuran empat kendaraan, sementara dua lainnya disita.

Setidaknya 24 tentara rezim Suriah tewas dan sepuluh lainnya disandera oleh JFS dan Ahrar al-Sham.

"Tak satu pun dari kendaraan konvoi itu mampu bergerak ke Aleppo. operasi kami berhasil, dan kami tidak akan membiarkan bala bantuan militer apa pun untuk mencapai pasukan Assad di Aleppo," Anass al-Omar, juru bicara Ahrar al-Sham, mengatakan kepada ARA News.

jalan kanaser aleppo hama
mujahidin memotong suplai pasukan Assad di jalan Kanaser,

Mujahidin Suriah mengatakan 10 milisi Syiah asal Irak ditangkap pada Jum’at (28/10/2016) di barat kota Aleppo saat Mujahidin melancarkan serangan besar-besaran untuk memecahkan pengepungan rezim di lingkungan timur kota Aleppo.

Salah satu milisi syiah Nujaba yang tertangkap, menangis dan meminta belas kasihan.

Aliansi Mujahidin Jaish al-Fath telah menguasai dua pos pemeriksaan di gerbang Dhahiyat Al-Asad, barat kota Aleppo, lansir Zaman Alwasl pada Sabtu (29/10)

Jaish al-Fath dalam pesan yang ditulis di media sosial mengatakan sepuluh milisi Nujaba disandera dan banyak lainnya yang tewas, menambahkan bahwa komandan senior Hizbullah juga tewas.

Sumber media Iran yang pro-Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa jenderal dari Garda Revolusi, terbunuh dalam pertempuran di dalam wilayah Suriah.

jendral iran tewas

Sumber yang sama menyebutkan nama petinggi yang tewas di Suriah itu adalah Jenderal Muhammad Husseini Rafi’ berpangkat brigadir jenderal. Ia adalah komandan pasukan khusus Liwa Imam Sajjad. Ia dikirim ke Suriah dan dianggap sebagai salah satu jenderal yang paling menonjol.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa Rafi’ tewas dalam pertempuran di Barat Aleppo Jumat (28/10) tepatnya di dekat Bandara Nayrab ketika mujahidin melakukan serangan besar-besaran.

Operasi pertempuran yang diluncurkan koalisi mujahidin Jaish al-Fath pada sabtu kemarin 28/10/2016 telah memberikan kejutan bagi pasukan rezim di Aleppo. Mujahidin luncurkan 6 bom mobil untuk mengawali pertempuran.

Enam lokasi bom mobil yang diluncurkan koalisi mujahidin Jaish al-Fath untuk mengawali pertempuran di barat Aleppo

2 bom mobil mengawali pertempuran menargetkan distrik Hamdaniyah

Pertempuran menggempur distrik Nayrab dan 1 bom mobil di luncurkan

Pertempuran berlangsung antara Jaish al-Fath dan pasukan rezim Suriah yang didukung oleh milisi syi'ah di sekitar lingkungan Aleppo baru. Mujahidin Jaish al-Fath mampu merebut beberapa titik di wilayah ini.

Pertempuran serupa juga berlangsung antara mujahidin dari Partai Islamic Turkistan dalam koalisi Jaish al-Fath dengan pasukan rezim Suriah dalam upaya merebut proyek apartemen 3.000 di barat daya kota Aleppo. Partai Islamic Turkistan mengawali serangan dengan meledakkan 2 bom mobil ke dalam posisi rezim Suriah di area proyek.

Pertempuran Jaish al-Fath merebut kawasan Aleppo baru dan proyek Apartemen 3.000 adalah bagian dari operasi besar untuk memecahkan pengepungan warga di Aleppo yang dimulai sabtu kemarin 28/10/2016.

Area berwarna biru menunjukan kontrol baru mujahidin di barat Aleppo setelah pertempuran kemarin

Pertempuran untuk pembebasan pengepungan di Aleppo Jilid 2 sedang dimulai Sabtu 28/10/2016. Koalisi mujahidin menjadi harapan bagi warga di Aleppo yang menjadi korban pengeboman setiap hari.


Video singkat ini menggambarkan situasi darurat dimana pembebesan harus dilakukan sesegara mungkin.

Ikhwan : Disini tidak ada gula, minyak, beras atau kacang, kami tidak memiliki apa-apa
Muslimah : ruang operasi pertempuran sangat dibutuhkan
Mujahidin : Kami akan memecahkan pengepungan di Aleppo, insya Allah

Angin perang marah .... oleh pertempuran nyata bukan dengan kata-kata ... dan dibakar oleh meteor Angkatan Darat di Aleppo

Pejuang dari Jaish al-Islam, salah satu faksi terbesar di pedesaan timur Damaskus, pada hari Kamis mengkonfirmasi mendapatkan kembali kontrol atas beberapa posisi yang hilang ke tangan rezim Assad di pedesaan timur Damaskus setelah pertempuran dengan pasukan rezim dan sekutunya.

Pejuang pada hari Kamis (27/10/2016) meluncurkan serangan pada posisi pasukan rezim Assad di Tel Kurdi depan di sektor Douma di pedesaan timur Damaskus, yang membuat pejuang mendapatkan kembali kontrol atas beberapa daerah di sekitar Batalyon Signal, kantor media yang Jaish al-Islam menegaskan.

Aktivis mengatakan bahwa sekitar 15 milisi Assad tewas dalam serangan yang diluncurkan oleh pejuang. Juga, sebuah Tank hancur dan satu lagi dibuat rusak parah hingga tidak bisa dioperasikan.

Daerah Tel Kurdi dan al-Reyhan menyaksikan pertempuran maju dan mundur antara pejuang Jaish al-Islam dengan pasukan Assad yang didukung oleh milisi Syiah, yang berusaha untuk bergerak maju dan mengontrol daerah-daerah tersebut.

Momen ketika mujahidin memulai pertempuran menyerang Tel Kurdi

Pejuang Suriah yang tergabung dalam Jaish al-Fath pada hari ini, Jum’at (28/10), telah memulai operasi besar pembebasan Aleppo jilid 2.

“Kepada para penduduk Syam yang teguh dan bersabar, saudara kalian di Jaish al-Fath telah membulatkan tekad untuk membebaskan kota Aleppo,” kata komandan Ahrar Syam, Syaikh Yusuf Al-Muhajir.

Dalam sebuah tweet yang diunggah Abu Khattab, penduduk Aleppo yang berada di bawah otoritas pejuang terlihat memberi dukungan kepada mujahidin yang akan melakukan operasi.

Berbagai persiapan pun dilakukan untuk mendukung jalannya operasi, termasuk menyediakan persenjataan dan amunisi. Dalam hal ini, terlihat Jabhah Anshar Dien telah memasang peluncur roketnya. Pejuang dari Soqour Syam juga terlihat menyiapkan kendaraan berat peluncur roket. Begitupula dengan faksi-faksi pejuang yang lain, termasuk FSA dan Jabhah Fath Syam.

Tak lupa, berbagai arahan dan motivasi disampaikan oleh para komandan untuk menguatkan hati dan tekad para pejuang. Abu Islam Al-Hamawi, seorang ulama dari Ahrar Syam memompa semangat para operator lapangan. Ia mengingatkan bahwa pertolongan Allah pasti akan datang.

Beberapa menit yang lalu, Jaisyul Fath melaporkan telah menguasai pabrik kertas di barat Aleppo. Tank dari JFS berada di depan, tank BMP dari Soqour Syam di belakangnya, sedangkan tank Ahrar dan JFS di sampingnya saat melakukan serangan.

Para mujahidin dari berbagai wilayah mendoakan operasi besar di Aleppo ini. Di antaranya pemimpin jihad Lebanon, Sirajuddin Zuraiqat yang menuliskan twit dukungan terhadap para pejuang.

“Ya Allah berikanlah kemenangan sebagaimana janjimu, angkatlah segala kesusahan, bukalah benteng dengan usaha para pejuang, tolonglah tentaramu dan hancurkanlah pasukan musuh dengan kekuatanmu,” katanya.

Peta operasi Jaish al-Fath serang wilayah pasukan rezim dari sisi barat Aleppo, Jum'at 28/10/2016

Pasukan rezim Suriah yang didukung dengan pemboman udara berat pada Kamis (27/10/2016) meluncurkan serangan ofensif besar-besaran di kota Soran, provinsi Hama, ujar laporan aktivis Suriah.

Helikopter-helikopter rezim telah menjatuhkan lebih dari 80 bom barel di kota yang dikuasai oleh Jaish Al-Izzah.

Jaish Al-Izzah di akun Twitter mereka mengatakan pejuangnya telah menyerang benteng rezim di kota-kota Maedis, Kawkab dan Al-Kabaraih dengan rudal grad, serta berhasil membunuh 9 tentara resim di selatan kota Soran.

Serangan juga menghantam kota Tybat AlImam, Kafr Zaita, Morek dan Al-Latamneh.

Video pertempuran pejuang Jaish al-Izzah hadang laju pasukan rezim Suriah di kota Soran

Perkembangan di Aleppo yang semakin memanas menunjukan intensitas pertempuran mujahidin di beberapa front meningkat. Sejumlah laporan menunjukan bahwa mujahidin melakukan serangan ofensive selain mempertahankan beberapa wilayah dari serangan udara Rusia dan rezim Assad.

(24/10/2016) - Tajmau Fastaqim umumkan pejuangnya berhasil membunuh sedikitnya 20 pasukan Assad di Distrik Salahudin dengan ledakan pada sebuah bangunan yang sudah ditanam bom sebelumnya.


(24/10/2016) - Jaish al-Mujahidin berhasil pukul mundur pasukan Assad yang mencoba masuk ke area Aqrab (Souq al-Jebs) 

Sementara itu sejumlah mujahidin dari Divisi Central FSA memobilisasi pasukan dan senjata berat untuk mempersiapkan pertempuran besar bersama faksi lain, menghadapi pasukan Assad di Aleppo Timur.


Pejuang FSA melanjutkan operasi militer Perisai Eufrat pada hari Senin (24/10/2016) untuk merebut kota al-Bab yang merupakan wilayah basis ISIS di utara Suriah.

Koresponden elDorar melaporkan bahwa pejuang FSA menghentikan sementara pertempuran dengan kelompok PYD dan mengarahkan operasi merebut desa-desa di bagian utara dan barat kota al-Bab.

Laporan terkini menunjukan beberapa desa telah dikuasai dari tangan ISIS seperti desa Thelthanah, Jabl al-As, al-Masudiah, al-Barouzyah, Tweis, dan Buraan.

fsa operasi perisai eufrat 24 oktober 2016

Semenjak diluncurkan dua bulan yang lalu, Operasi Perisai Eufrat yang didukung militer Turki ini telah berhasil menguasai 156 kota dan Desa di utara Suriah, dengan luas sekitar 1265 km persegi.

Juru bicara kelompok Faylaq al-Rahman menyampaikan berita gembira terkait keberhasilan mujahidin di pinggiran pedesaan Jobar, sebelah timur Damaskus. Mujahidin berhasil merebut beberapa posisi pasukan rezim Suriah di Front Manasher dan Arifa sekitar lingkungan Jobar.



Setidaknya ada 8 mujahidin yang gugur ketika berlangsungnya operasi militer ini pada hari Jumat (21/10/2016), dimana mujahidin memasuki terowongan lama yang pernah digunakan pasukan rezim sebelumnya untuk melakukan serangan.

Komandan Nurudin al-Zanki mengumumkan operasi pertempuran gabungan semua faksi jihad untuk membebaskan warga di Aleppo timur dari pengepungan Pasukan Rezim Assad.

Sekitar 5000 pejuang telah disiapkan dari koalisi Jaish al-Fath dan Fath Halb untuk memulai pertempuran sengit di beberapa front di Aleppo.

(22/10/2016) - Mujahidin umumkan telah hancurkan 20 kendaraan tempur di Akademi Militer Aleppo dan membunuh sejumlah pasukan Assad

Demonstrasi berlangsung pada Kamis (20/10/2016) malam di distrik-distrik timur Aleppo yang terkepung, di mana penduduk daerah itu menegaskan bahwa mereka ingin tinggal di kota mereka dan menyatakan penolakannya untuk dipindahkan keluar dari kota itu, sebagaimana dilansir ElDorar AlShamia.


Para demonstran menyambut baik faksi pelawanan Suriah yang telah menggagalkan serangan sengit yang diluncurkan terhadap kota itu.

Para demosntran itu mengecam serangan yang dilakukan oleh pasukan rezim Asad dan sekutunya, dan menegaskan menekankan kesetiaan mereka untuk tetap tinggal di lingkungan mereka dan tetap bertahan.

Bagian yang terkepung di Timur Aleppo berada dalam kondisi tenang pasca gencatan senjata yang diumumkan oleh Rusia, dan gencatan senjata tersebut akan diperpanjang dalam upaya menekan rakyat dan faksi perlawanan untuk keluar dari kota itu menuju provinsi Idlib, tapi hari pertama gencatan senjata tidak ada satu keluarga pun yang meninggalkan Aleppo.

Anadolu Agency kantor berita Turki resmi mengumumkan bahwa pesawat-pesawat tempur Turki membom 18 target di wilayah yang dikuasai milisi Kurdi PYD dan membunuh antara 160 sd 200 anggota milisi. Serangan udara yang dilakukan ini adalah sebagai bagian dari Operasi Perisai Eufrat.

posisi target pesawat turki di wilayah kurdi

Koresponden ElDorar melaporkan sebelumnya pada hari Rabu bahwa artileri Turki dan pesawat tempur menargetkan pos milisi di desa al-Heisah dan Hasasjk di pedesaan utara Aleppo. Jet tempur Turki telah meluncurkan sekitar selusin serangan udara di wilayah SDF dekat kota Mare`, sementara artileri Turki menghantam tempat pertemuan militer PYD dekat Jenders di pedesaan Aleppo.

Jaish al-Izzah unggah video pada tgl 17 oktober 2016 kemarin. Video tersebut memperlihatkan sebuah Tank BMP meledak hebat ketika melaju di jalanan kota Muardes, utara Hama. Pejuang dari Jaish al-Izzah berhasil menghancurkannya dengan misil TOW.


Selain itu, Jaish al-Izzah juga memperlihatkan bahwa pejuangnya menembakan sejumlah roket pada hari kamis (20/10/2016) menargetkan bandara militer Hama.



Media pro-rezim Asad mengumumkan pada Kamis (20/10/2016) kematian seorang perwira Garda Republik Iran yang terlihat pernah muncul bersama Bashar Asad selama tur yang dilakukan di Zablatani, Damaskus.
naeem ahmad pejabat militer rezim Suriah

Lapoan menyebutkan bahwa Kolonel Naeem Ahmad telah tewas dalam pertempuran di Pedesaan Damaskus, tanpa menyebutkan lokasi yang tepat dimana ia tewas. Namun, sumber militer Jaish al-Islam menegaskan bahwa Naeem Ahmad telah tewas oleh serangan Jaish al-Islam dalam pertempuran yang baru-baru ini meletus di Rihan, di mana rezim Asad berusaha untuk maju, lansir ElDorar AlShamia.

Kolonel yang diterjunkan dari desa Ain Dlaimeh di daerah Dreikish, provinsi Tartous, muncul dengan Bashar Assad beberapa bulan yang lalu selama tur di daerah Zablatani, Damaskus.

Garis depan Rihan di Ghautah Timur telah menyaksikan pertempuran sengit selama lebih dari sepuluh hari dalam upaya pasukan rezim Asad dan milisi sekutunya untuk membuat kemajuan di wilayah tersebut. Namun mereka mengalami kerugian besar termasuk hancurnya enam tank, tewasnya lima komandan senior dan 150 prajurit, menurut laporan oleh Jaish al-Islam.

Harakat An-Nujaba, salah satu milisi Syi'ah brutal utama yang mendukung pasukan Bashar Assad di Aleppo telah kehilangan ratusan anggotanya, selama kampanye baru-baru ini yang diluncurkan oleh rezim Assad pada lokasi-lokasi Aleppo yang dikuasai mujahidin Suriah, ElDorar AlShamia melaporkan hari Senin (17/10/2016).

milisi harakat an-nujaba yang ditawan
Anggota milisi Harakat an-Nujaba yang berhasil ditawan Mujahidin di Aleppo

Sebuah sumber militer mengkonfirmasikan kepada jaringan berita ElDorar, terlepas dari kemajuan yang dibuat oleh rezim Assad di beberapa garis depan, kerugian yang besar yang diderita, terutama dari unsur-unsur milisi Syi'ah asing bayaran yang menjadi umpan meriam dalam pertempuran tersebut.

Hampir 78 elemen termasuk komandan dan personil, semua warga Irak anggota Harakat Al-Nujaba tewas oleh mujahidin selain hancur dan dirampasnya beberapa senjata mesin berat.

Sumber itu menambahkan bahwa pertempuran di Aleppo berubah menjadi pertempuran penaklukan, di mana rezim Assad berusaha mati-matian sekitar satu pekan setengah untuk bergerak maju di front timur laut dan selatan Aleppo, dan mampu memperoleh kemajuan di beberapa titik dan gagal pada titik lain.

Meskipun blokade yang dikenakan pada mereka, faksi-faksi mujahidin Suriah masih mampu menggagalkan beberapa serangan rezim Assad di garis depan Aleppo, termasuk di front Aziza dan Karm al-Tarrab.

Koresponden ElDorar telah dikonfirmasi sebelumnya pembunuhan 30 anggota Harakat Al-Nujaba, dan penangkapan lima lainnya dalam pertempuran di Sheikh Saeed. Mujahidin juga menghancurkan tiga kendaraan militer dan merebut dua lainnya.

Dalam dua bulan terakhir jumlah korban tewas dari Harakat Al-Nujaba di pedesaan selatan Aleppo melebihi 260 orang.

Harakat Al-Nujaba, kelompok milisi Syi'ah brutal asal Irak didirikan oleh "Akram al-Kaabi," pada tahun 2013 menerima dukungan militer dan logistik langsung dari Iran, di mana sebagian besar pejuang mereka melakukan sesi pelatihan militer di kamp-kamp Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran.

Rusia mengumumkan menghentikan sementara serangan udara di Aleppo dengan maksud faksi-faksi yang dianggap moderat memisahkan diri atau mengusir Jabhah Fath Al-Syam dari Aleppo.

Faksi-faksi bersenjata oposisi Suriah, Selasa (18/10), menegaskan menolak penarikan pejuang dari faksi manapun dari Aleppo.

“Faksi-faksi menolak keluar atau menyerah,” tegas Zakaria Mulahafji, Kepala Biro Politik faksi Tajammuk Fastaqim yang bermarkas di Aleppo.

Pada bagiannya, seorang Komandan Ahrar Al-Syam, Al-Faruq Abu Bakar, menegaskan bahwa faksi-faksi pejuang akan melanjutkan pertempuran. Di Aleppo, lanjutnya, tidak ada satupun teroris. Mereka (faksi-faksi pejuang) akan terus mengangkat senjata untuk melindungi warga dan sampai rezim tumbang.

Dokumentasi video ketika Ahrar al-Sham bersama faksi jihad lainnya melakukan serangan di kota Qarasi Aleppo timur pada bulan Agustus. Video tersebut memperlihatkan persatuan faksi adalah harga mati untuk memenangkan pertempuran melawan pasukan rezim Assad.

Minggu (16/10/2016) - Mujahidin di utara Hama berhasil menguasai kembali kota Muardes setelah pertempuran sengit yang berlangsung beberapa jam.

Menurut komandan militer Jaish al-Izza Mustafa Marati bahwa pejuangnya berhasil membunuh lebih dari 40 elemen Pasukan Assad dan menangkap 3 diantaranya, serta menghancurkan beberapa kendaraan militer.

jaish-alizza-utara-hama-suriah

Situasi militer di utara Hama menyaksikan pertempuran sengit setiap hari akibat Pasukan Assad mencoba berulang kali lakukan serangan untuk menguasai daerah yang lepas ke tangan mujahidin di minggu-minggu terakhir ini.

(16/10/2016) - Sekumpulan Tentara Assad di Ma'ardas utara Hama, terkena misil TOW yang ditembakan mujahidin dari Jaish al-Izza. Sebagian dari mereka terlihat tewas dan terluka.



Sementara itu, mujahidin dari Jaish an-Nashr targetkan posisi pasukan Assad di Kawkab dengan meriam 120mm.


Upaya mujahidin ini merupakan pertahanan dalam menghadapi serangan intensif pasukan Assad menguasai beberapa daerah di utara provinsi Hama.

Empat faksi militer Suriah yang bergabung di bawah nama Jamaah Murabithun menyatakan bergabung kepada Jabhah Fath al-Sham, Sabtu (15/10).

Empat faksi tersebut adalah Liwa Safwa, Liwa Azm, Siriya Al Ghuraba, dan Liwa Syahid Mustafa Dahmam. Diperkirakan jumlah mereka sekitar 1000 pejuang.

“Kami Jamaah Murabithun yang dipimpin oleh Dr. Abu Muhammad dan yang menggabungkan Liwa Safwa, Liwa Azm, Siriya Al Ghuraba, dan Liwa Syahid Mustafa Dahmam, menyatakan bergabung sepenuhnya dan berbaiat kepada Jabhah Fath al-Sham,” kata pernyataan yang ditandatangani kedua kelompok.


Pernyataan itu menyebutkan, baiat mereka di bawah Fath al-Sham itu dilatarbelakangi oleh kegelisahan terhadap persatuan kekuatan kafir memerangi Ahli Sunnah di Suriah. Mereka ingin berjuang di bawah satu kata dan persatuan barisan, agar kekuatan mereka lebih besar untuk menghadapi rezim Suriah dan sekutunya.

Pasukan Oposisi Suriah, Free Syrian Army (FSA), Ahad (16/10), dilaporkan berhasil mengontrol penuh kota Dabiq dan Shuran di Aleppo dari pasukan organisasi dikenal ISIS. Keberhasilan ini setelah menguasai penuh 3 desa di sekitarnya, desa as-Salihin, Talalain, dan Asanel.


Wartawan Al-Jazeera menambahkan tidak menutup kemungkinan ISIS melakukan serangan balik karena letak geografis dua kota itu. Namun demikian, kata wartawan yang ada di Aleppo itu, wilayah ISIS yang tersisa di Aleppo Utara saat ini terkepung dari berbagai penjuru.



Dokumentasi beberapa mayat milisi ISIS yang tewas di desa Talalain

Pasukan FSA memulai operasi merebut Dabiq pada Sabtu lalu dibantu oleh militer Turki. Operasi ini merupakan bagian dari operasi Perisai Eufrat yang digulirkan pada 24 Agustus lalu di Suriah Utara.

Peta situasi terbaru 16/10/2016 - FSA semakin dekat menuju kota al-Bab, wilayah pusat basis ISIS di utara Suriah


Kelompok pejuang dari Fawj Al-Awal di Aleppo menerbitkan sebuah rekaman video dari seorang tawanan yang merupakan anggota Harakat an-Nujaba, milisi syiah asal Irak.


Dia menyampaikan jumlah militan dari garda revolusi Iran dalam pertempuran di Aleppo mencapai 8.000 personil, sementara jumlah militan dari Hizbullah milisi Lebanon mencapai 6.000 personil, dan memiliki peran untuk bekerja sama dengan pesawat tempur Suriah dan Rusia.

Dia juga mengungkapkan bahwa jumlah milisi an-Nujaba mencapai 2.000 orang, Selain juga ada banyak milisi lain seperti Brigade Fatimiyun, dan Brigade Zainabiyun.

Seorang milisi Pertahanan Nasional rezim Assad dikabarkan tewas, dan satu lagi terluka pada Kamis (13/10/2016) dalam perselisihan antara milisi di kawasan Wadi Dahab, kota Homs.

Media rezim Assad memberitakan sekelompok milisi dari Pertahanan Nasional menculik anggota keluarga al-Ramadan, karena ia mencuri senjata dari kelompok, setelah menolak untuk menyerahkan dia gaji bulanannya.

militer assad di wadi dahab homs suriah

Sumber menunjukkan bahwa selama proses penculikan terjadi baku tembak antara kelompok Ramadan dan penculik di daerah, membunuh satu milisi dan melukai lainnya.

Perlu dicatat bahwa sebagian besar lingkungan kota Homs dan pedesaan di bawah kendali milisi yang telah dikerahkan dalam mendukung rezim Assad, dan diberi nama Pertahanan Nasional.

600 pejuang Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dengan keluarga mereka, yang meninggalkan dua daerah di pinggiran barat Damaskus pada Kamis (13/10/2016), telah tiba di provinsi Idlib, hampir sebulan sejak tentara rezim Asad mengobarkan serangan besar di Qudsaya dan Al-Hamah, berusaha untuk membersihkan kubu pejuang Suriah di sekitar ibukota, ujar aktivis Suriah.


1.287 orang adalah kelompok pertama yang meninggalkan Qudsaya dan Al-Hamah, lansir Zaman Alwasl pada Jum’at (14/10).

Bus berbaris pada Kamis di sepanjang jalan yang menghubungkan dua daerah dalam persiapan untuk mengevakuasi para pejuang FSA dan keluarganya menyusul kesepakatan yang dilakukan dengan rezim yang mirip dengan perjanjian di daerah lainnya.

Provinsi Idlib menjadi tujuan pertama dan hampir menjadi satu-satunya tujuan bagi orang-orang yang secara paksa diusir keluar oleh rezim Asad berdasarkan kesepakatan.

Sedikitnya delapan orang tewas dan 38 lainnya terluka akibat serangan jet tempur rezim Assad dan Rusia di Aleppo.


Seorang pejabat sipil setempat, Najib al-Anshari mengatakan bahwa sejumlah jet tempur telah menargetkan empat daerah perumahan dengan menggunakan bom cluster dan barel.

“Serangan di Katirci, Shean dan Kfr Hamra telah menewaskan 3 orang, sedangkan 5 lainnya tewas di kawasan Tariq al-Bab,” ujarnya pada Jum’at (14/10).

Sehari sebelumnya, serangan rezim Assad dan Rusia juga membombardir wilayah Aleppo yang menewaskan 13 orang tewas dan 25 lainnya cedera.

Sementara itu pada hari Rabu, mereka juga melakukan penyerangan di wilayah Idlib, Aleppo dan Damaskus yang mengakibatkan 94 orang tewas.

Kelompok pejuang oposisi dari Faylaq al-Sham mengumumkan pada hari Jum'at (14/10/2016) melakukan operasi khusus yang menargetkan para perwira Rusia dan Iran di kota Hama, kata aktivis.

Kantor media Faylq al-Sham menegaskan bahwa operasi khusus tersebut, yang dilakukan Jumat pagi di kota Hama, menyebabkan matinya 6 perwira senior Rusia, termasuk seorang perwira tinggi dengan pangkat Letnan Jenderal.

Sejumlah perwira Iran dan penterjemah juga tewas, menurut kantor media. Faylaq al-Sham tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang oporasi tersebut kecuali pengumuman keberhasilan mereka menewaskan para pejabat militer Rusia dan Iran.

Sejak hari Selasa (11/10/2016) Pasukan Assad bergerak maju untuk menguasai kota Rayhan di Ghouta Timur. Mereka melakukan serangan darat dengan dukungan dari pesawat tempur Rusia.

Pejuang dari Jaish al-Islam kemudian melakukan serangan balik dan berhasil memukul mundur pasukan Assad sehingga kota Rayhan dapat dikuasai kembali.

Pejuang Jaish al-Islam targetkan pergerakan pasukan Assad menuju kota Rayhan

Sejumlah pejuang maju lakukan serangan balik

Milisi Syiah Hizbullah kembali kehilangan komandan militer di Suriah. Dikutip dari media All4Syria, Mahmud Ahmad Muznir, seorang komandan senior Syiah Hizbullah dilaporkan tewas pada hari Kamis (13/10) sore.

Namun sebuah media lokal Lebanon menyangkal kematiannya di Suriah. Media itu menyebut bahwa Ahmad Muznir tewas karena sakit keras dan dimakamkan di Mayfadoun.

komandan hizbullah ahmad muznir

Meski demikian, laporan kematian milisi Syiah Hizbullah dalam beberapa terakhir terus muncul. Pada Senin lalu, tiga orang tewas dalam pertempuran Aleppo.

Hal itu menambah laporan atas kematian milisi Syiah Hizbullah Lebanon, termasuk para komandannya di Aleppo sejak 2012. Dimana milisi itu memutuskan untuk mendukung Rezim Bashar Assad.

Tiga faksi oposisi utama yang beroperasi di Suriah utara sedang bersiap untuk melebur dalam satu faksi dalam rangka peluncuran fase penting terbaru terhadap pasukan rezim Asad dan milisi pendukungnya, lansir Orient Net, Jum’at (14/10/2016).

ahrar alsham faylaq alsham nurudin zanki

Gerakan Ahrar Syam, Gerakan Nour Din al-Zinki, dan Faylaq Syam masih dalam tahap persiapan untuk bergabung menjadi satu fraksi, ungkap beberapa sumber, dan tiga faksi ini menyambut fraksi lain yang ingin bergabung.

Sebuah pertemuan antara para pemimpin faksi-faksi tersebut mengarah kepada kesepakatan penuh untuk melebur menjadi satu faksi.

Deklarasi pembentukan faksi militer besar terbaru di Suriah utara sudah dekat setelah penggabungan Ahrar Syam, Nour al-Din al-Zenki dan Faylaq Syam, ungkap seorang pemimpin dari salah satu faksi kepada Orient Net, dengan kondisi anonimitas.

Negosiasi dan musyawarah antara faksi-fraksi itu untuk menyelesaikan peleburan dilakukan, mengingat bahwa faksi militer merasa perlu untuk bersatu, terutama setelah perkembangan militer yang muncul di medan perang Suriah baru-baru ini.

Kesamaan intelektual dan orientasi ideologis dan revolusioner antara ketiga faksi telah tercermin secara positif pada musyawarah saat ini. Yang tersisa adalah beberapa prosedur dan kesepahaman sebelum peleburan diumumkan secara resmi, dan membuka pintu untuk kemungkinan faksi lain bergabung dengan formasi baru.

Puluhan orang tewas dan luka-luka pada Kamis malam (13/10/2016) termasuk warga sipil dan pejuang Tentara Suriah Bebas (FSA) setelah sebuah bom mobil menghantam pinggiran kota Azaz di pedesaan utara Aleppo, koresponden Orient News melaporkan.


“Tiga puluh orang tewas. Mereka sebagian besar dari FSA, sementara sejumlah lainnya luka-luka setelah sebuah bom mobil, yang dkendalikan oleh seorang pengebom bunuh diri, meledak di dekat post pemeriksaan Sajo di jalan menuju persimpangan Bab al-Salama, di sekitar Azaz,” ungkap koresponden Orient News.

Korban tewas ini masih awal, kata wartawan, karena ada banyak yang mengalami luka kritis. Mereka yang terluka dibawa ke rumah sakit darurat yang beroperasi di Azaz, sementara masjid-masjid di kota itu mengumumkan diberlakukan jam malam.

Belum ada pihak mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri. Tapi, sumber -sumber mengatakan ada kemungkinan bahwa bom mobil itu dikirim oleh ISIS, karena kelompok tersebut sebelumnya menargetkan warga sipil dan pejuang FSA dengan beberapa bom mobil di daerah pedesaan utara Aleppo.

Abu Ja'far al-Homsi, salah satu komandan paling terkemuka di Suriah, meninggal pada hari Kamis (13/10/2016) dalam insiden tenggelam di desa perbatasan Darkoush di provinsi Idlib, para aktivis melaporkan, mengatakan kematian itu terjadi dalam keadaan misterius.

Abu Ja'far Al-Homsi, bekas anggota polisi militer rezim Assad yang membelot sejak dimulainya revolusi, merupakan komandan militer dari Liwa Syuhada al-Islam, yang melindungi kota Daraya selama lebih dari 4 tahun dan berjuang melawan pengepungan dan ratusan serangan darat dan ribuan pemboman membabi buta.

Dia pergi secara terpaksa dari Daraya Agustus lalu dengan ratusan pejuang menuju Idlib setelah pengepungan panjang tak tertahankan di daerah kecil tersebut. Kepergian para pejuang Suriah dari Darayya merupakan bagian dari kesepakatan menyakitkan yang terpaksa diterima oleh kelompok oposisi demi menyelematkan warga sipil tak berdosa di kota itu yang telah terkepung sejak empat tahun lalu dan mengalami kampanye udara tak henti-hentinya menggunakan bom palm, pembakar, cluster dan bom barel.

Abu Ja'far Al-Homsi lahir dari kota Puri al-Hosn di pedesaan Homs, ia dengan brigadenya merupakan petempur keras lagi pemberani dalam mempertahankan Daraya dari rezim Assad.

Hari ini dan sebelum kematiannya, ia muncul dalam pesan video itu muncul di internet di mana ia berjanji untuk berpartisipasi bersama dengan pejuang lainnya dan anggota Liwa Syuhada al-Islam yang telah menjalani pelatihan khusus dan maju, dalam inisiatif atau proyek yang bertujuan untuk menyatukan oposisi dan memenuhi harapan orang Suriah.


Menjelang akhir Agustus, sekitar tujuh ratus orang bersenjata dengan senjata pribadi mereka meninggalkan Daraya menuju Idlib, sementara ribuan pria dan wanita dengan keluarga mereka dibawa ke daerah lain.

Daraya terletak hanya 15 menit berkendara dari Damaskus dan bahkan lebih dekat dengan pangkalan udara pemerintah, Mazzeh.

Kota ini mulai dikepung rezim Daraya pada akhir 2012 dan hanya sekali, pada bulan Juni lalu, konvoi makanan dari PBB telah mampu memasuki kota dalam empat tahun terakhir.

Aktivis mengatakan 15000 bom telah dijatuhkan di Darayya, meluluhlantakan kota yang pernah ditinggali oleh lebih dari 200.000 jiwa tersebut. Ribuan orang juga telah tewas baik dalam pertempuran untuk mempertahankan kota, pemboman dan juga kelaparan.

Jumlah korban sipil yang tewas pada hari Rabu (12/10/2016) di kota yang terkepung Aleppo akibat pengeboman udara Rusia melebihi 80 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.


Menurut Kepala sektor pertahanan sipil Aleppo  "Abu Ahmed Naolu" kepada ElDorar bahwa pesawat tempur menargetkan lima lingkungan sipi di kota itu dengan bom vakum dan penghilang bunker, yang merenggut nyawa 55 orang dan melukai sekitar 80 lainnya.

Naolu menambahkan bahwa 45 korban, termasuk perempuan dan anak-anak tewas dalam pemboman di lingkungan "al-Fardous", sedangkan lima meninggal di lingkungan "al-Zebdyah" serta 5 orang tewas masing-masing di distrik "al-Muyassar, al-Qatrji dan al-Huluk".

Naolu mencatat bahwa tim pertahanan sipil berhasil menarik 26 jenazah warga sipil yang tewas dalam pemboman di lingkungan "Bustan al-Qaser" hari Selasa, dan bahwa sebagai akibat dari kepadatan dan intensitas penembakan, tim tidak mampu menarik jenazah pada hari yang sama.

Serangan udara mengerikan ini, untuk kedua kalinya, didahului dengan serangan di bulan lalu yang merenggut nyawa 500 korban, sedangkan lebih dari 1000 lainnya terluka.

(11/10/2016) - FSA di utara Aleppo mengumumkan pada Selasa malam, untuk menarik para pejuang dari dua desa yang telah dikuasai sore hari.


Sebuah sumber militer mengatakan kepada jaringan berita ElDorar bahwa FSA telah menguasai desa Ehtmilat dan Kafrah didukung oleh artileri Turki dan pesawat tempur, tetapi para pejuang kemudian ditarik setelah mendeteksi ratusan ranjau yang ditanam oleh milisi ISIS di dalam dan di pintu masuk desa; sehingga untuk menghindari cedera mereka keluar desa.

Sumber itu menambahkan bahwa operasi militer terus berlangsung di semua daerah yang diumumkan sebagai zona militer.

Para pejuang membuat kendaraan penyapu ranjau, yang kemudian langsung diuji di lapangan, termasuk kendaraan  ini anti misil RPG.

Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran (IRGC) diduga telah mengeksekusi seorang petugas mereka yang enggan untuk berperang di Suriah, NOW News melaporkan hari Senin (10/10/2016) mengutip kantor berita Asharq Al-Awsat.

irgc hmeidawi
Asharq Alawsat mengatakan hari Senin bahwa Mohammad Reza Hmeidawi, petugas IRGC berusia 27 tahun, disiksa sampai mati hari Jum'at, sehari setelah unitnya diangkut dari bandara Ahvaz ke Suriah.

Surat kabar itu mengutip "sumber informasi" yang mengatakan bahwa Hmeidawi memberitahu keluarganya bahwa ia menolak untuk dikirim ke Suriah, setelah itu IRGC mengirim dia ke "lokasi yang tidak diketahui."

Para kerabat Hmeidawi yang khawatir berhasil mendapatkan izin untuk bertemu dengan dia, menurut sumber, yang menjelaskan bahwa IRGC membawa saudara nya ke salah satu pusat penahanan pasukan mereka di provinsi Ahvaz.

Namun, saudaranya menemukan bahwa Hmeidawi sudah dalam keadaan mati, dengan mayatnya terlihat tanda tali di leher, seolah-olah gantung diri. Para pejabat IRGC mengatakan bahwa Hmeidawi telah bunuh diri.

Sumber itu menambahkan bahwa saudara Hmeidawi juga melihat tanda memar di mayatnya. IRGC awalnya menolak untuk menyerahkan mayatnya ke keluarga. Pada akhirnya kerabat Hmeidawi dipanggil ke pemakaman dekat rumah mereka hari Ahad untuk melakukan penguburan.

Pada bulan November 2015, Asharq Alawsat melaporkan bahwa IRGC telah mengalihkan sejumlah komandan dan petugas ke pengadilan militer setelah mereka menolak untuk bertugas di Suriah.

"Keputusan IRGC datang setelah anggotanya diberi pilihan apakah melaksanakan misi di Suriah atau dipecat dan dilarang dari semua jabatan pemerintahan," koran itu mengutip perkataan sebuah "sumber informasi terpercaya".

Sumber tersebut menyatakan bahwa setelah meningkatnya jumlah orang yang meminta untuk meninggalkan IRGC, terutama di kalangan generasi muda, institusi militer terpaksa meninjau kebijakan lama mereka.

Anggota IRGC sekarang harus "pergi ke Suriah atau menghadapi pengadilan militer dengan kemungkinan dituduh melakukan 'pembangkangan dan pengkhianatan," tambah sumber yang tidak disebutkan namanya.

Laporan Asharq Alawsat ini terjadi di tengah peningkatan korban militer Iran selama tahun lalu di Suriah, di mana Tehran telah dilaporkan mengerahkan ribuan pasukan untuk berjuang bersama pasukan rezim teroris Assad melawan mujahidin di barat laut negara itu.

Senin (10/10/2016) - Operasi Perisai Eufrat di utara Suriah perbatasan Turki, mengalami kemajuan terbaru dengan menguasai beberapa daerah dari tangan ISIS, seperti desa Baraghida, Kafr Ghan, Bel dan Shaikh Rih.

Pejuang FSA saat ini sudah berada di pinggiran kota Soran, yang akan menjadi target selanjutnya.


Salah satu laporan video keberhasilan pejuang pada operasi perisai Eufrat, senin kemarin.


Pejuang Suriah di Aleppo merakit senjata otomatis yang dibekali kamera dan remote control. Senjata yang diberi nama Sham R3 ini dapat difungsikan dalam jarak jauh dengan pantauan kamera.


Senjata Sham R3 terbukti efektif digunakan di garis depan perbatasan, terbukti pernah digunakan ketika memantau pergerakan tentara Assad dalam sebuah bangunan di desa Qashar, Aleppo.

Kelompok Human Rights Monitor Eropa-Mediterania dan Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia telah mengutuk sikap Aljazair pada masalah di Suriah, terutama terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh rezim Asad.

Kedua organisasi hak asasi itu merilis sebuah pernyataan pada Ahad (9/10/2016) mengenai sesi ketiga puluh tiga Dewan Hak Asasi Manusia yang diadakan di Jenewa bulan lalu. Dewan PBB mengutuk rezim Asad yang telah melakukan penahanan, penghilangan paksa, dan penyiksaan warga sipil.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa meskipun resolusi dewan itu tidak ditegakkan, mereka dianggap sebagai ekspresi yang kuat atas opini publik internasional yang ditujukan untuk mempengaruhi setiap pihak yang terlibat dalam konflik untuk meringankan krisis kemanusiaan di Suriah. Mereka juga menganggap bahwa penolakan negara Aljazair untuk mendukung kecaman itu sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Serangan udara Rezim assad di kota Talbisah, utara provinsi Homs pada 10 oktober 2016 kemarin

Kelompok ISIS mengkonfirmasikan kematian salah seorang tokohnya dalam serangan udara di Raqqa, baru-baru ini.

konfirmasi isis kematian abu muhammad alfurqon

Dikutip dari Middle East Monitor pada Senin (10/10), ISIS menyatakan bahwa Wa’il Adil Hasan Salman al-Fayad, juga dikenal sebagai Abu Mohammed al-Furqan sudah terbunuh.

Akan tetapi, organisasi yang dipimpin al-Baghdadi tersebut hanya menegaskan bahwa ia sudah terbunuh dan tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat pun mengklaim telah membunuh Al-Fayad dalam sebuah serangan udara di wilayah Raqqa.

Al-Furqan sendiri merupakan petinggi berpengaruh dan menjabat sebagai kepala propaganda kelompok ISIS.

Jabhah Fath al-Sham (JFS) mengumumkan menerima sumpah setia (ba’iat) faksi Jund al-Aqsa. Juru bicara resmi JFS, Hussam Syafi’i, menegaskan gerakannya menerima ba’iat tersebut setelah berkonsultasi dengan Gerakan Ahrar al-Sham, yang beberapa waktu terakhir terlibat gesekan dengan Jund al-Aqsa.

Melalui Twiit di akun pribadinya pada Ahad (09/10), Syafi’i menjelaskan keputusan gerakannya itu melihat sejumlah pertimbangan. Yang paling besar, tegas Syafi’i, menghentikan pertikaian antara sesama saudara mujahidin.

Selain itu, lanjutnya, kami juga mengkomunikasikan hal ini dengan saudara-saudara kami di Ahrar al-Sham, yang juga menunjukkan niat baik. Darah saudara-saudara kami di Ahrar al-Sham dan Jund al-Aqsa sangat mahal ditumpahkan begitu saja.

Syafi’i menjelaskan, syarat yang harus dipenuhi Jund al-Aqsa harus menerima dihadapkan Pengadilan Syariah, menyerahkan oknum-oknum yang terlihat kejahatan dan membubarkan nama Jund al-Aqsa sehingga melebur sepenuhnya ke barisan JFS.

Beberapa waktu sebelumnya, Jundul Aqsa menyatakan berbaiat kepada JFS di saat perselisihannya dengan Ahrar al-Sham memuncak. Kedua faksi pejuang Suriah ini terlibat baku tembak dan saling tangkap anggota dalam beberapa hari terakhir di Hama dan Idlib.

Puncaknya, sebanyak delapan faksi paling berpengaruh di Suriah menyatakan mendukung sikap Ahrar al-Sham. Delapan faksi tersebut mendesak Jund al-Aqsa mengumumkan secara terbuka memerangi ISIS dan anggota-anggotanya yang terlibat ISIS dan pembunuhan sejumlah komandan oposisi diadili.

Perselisihan ini dikabarkan menelan korban 70 orang tewas dari kedua belah pihak. Front-front pertempuran di pedesaan Hama juga terganggu, serta majunya Pasukan Assad di utara Hama memanfaatkan situasi ini.

Jund al-Aqsa merupakan faksi independen yang paling banyak beroperasi di Idlib dan Hama. Sebelumnya, faksi ini bagian dari Jabhah Nusrah (saat ini mengganti nama JFS) namun memisahkan diri setelah badai fitnah JN-ISIS. Mereka bersikap tawaquf, tidak mendukung JN ataupun ISIS.

Seiring berjalannya waktu, faksi-faksi pejuang Suriah menuduh Jund al-Aqsa memiliki hubungan dengan ISIS bahkan sebagian anggotanya bekerja untuk organisasi pimpinan Abu Bakar Al-Abaghdadi itu.

Dokumen Kesepakatan antara Jabhah Fath al-Sham dan Ahrar al-Sham menyetujui seluruh pejuang Jund al-Aqsa dimerger masuk Jabhah Fath al-Sham serta menghentikan segala pertikaian

Sediktinya 10 desa di utara Hama berhasil direbut rezim Assad dari tangan mujahidin.

"Rezim Assad dalam beberapa jam terakhir mengambil kendali desa al-Qahira dan al-Shaatha menyusul penarikan pejuang oposisi dari titik penempatan mereka di sana," kata koresponden Orient News Sabtu (8/10/2016).

Pesawat tempur rezim Assad juga meluncurkan beberapa serangan terhadap lokasi di wilayah Idlib dan Hama yang telah dikuasai, menewaskan warga sipil.

Sebuah sumber mengkonfirmasi kepada Zaman al-Wasl bahwa pasukan rezim dan milisi Syi'ah melancarkan serangan paling sengit mereka sejauh ini sejak pertempuran Hama dimulai dari awal September. Rezim dan milisi Syi'ah menguasai desa al-Janina, al-Tulaysiyah, al-Khaimah, al-Kairo, al-Naqra, dan daerah Tel al-Aswad.

rezim assad kuasai desa di utara hama

Helikopter-helikopter rezim membom kota Murak utara dari Hama dengan bom barel dan pesawat tempur menggunakan rudal thermobaric pada daerah Hish di Idlib selatan menyebabkan kematian 4 orang dari keluarga yang sama. Khan Shaykhun, Idlib, Binnish, dan desa-desa di pedesaan Jisr Ash Shugur juga mengalami pemboman udara.

Pertemuan diadakan oleh para pejuang dari 3 faksi ; Jaish al-Islam, Faylaq ar-Rahman, dan Jaish al-Fustat. Mereka menyerukan kepada seluruh faksi militer pejuang di Ghouta Timur (selatan Damaskus) untuk bersatu dalam ruang operasi bersama.


Seperti yang diketahui sebelumnya, Pasukan rezim Suriah mengalami kemajuan di wilayah Ghouta Timur dengan dukungan militer Rusia melalui serangan darat dan udara.

Sabtu pagi (7/10/2016) - Pejuang FSA di front selatan Suriah berhasil menghancurkan 2 kendaraan Shilka dan 2 Tank milik pasukan rezim Suriah di sekitar kota Ibti, provinsi Daraa, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di garis depan pasukan rezim..

Dalam konteks yang sama, pejuang juga targetkan posisi pasukan rezim Suriah dengan rudal dan senjata berat di kota Kherbet Ghazala, pedesaan Daraa. Mujahidin berhasil hancurkan 4 Tank, 3 Kendaraan Pickup, 2 Shilka, 4 BMP, dan 1 Tatra.

Sementara itu, pasukan rezim Suriah membombardir lingkungan perumahan dengan rudal S-S di kota Ibti timur dan pedesaan Da'el, yang menyebabkan kerusakan besar dan kehancuran bangunan serta melukai beberapa warga sipil.

Pernyataan FSA front selatan pada Sabtu (8/10/2016) - pertempuran merebut batalion al-mahjura dan beberapa chekpoint di provinsi Daraa

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget