Halloween Costume ideas 2015
September 2016

Kamis (29/9) - Kemajuan didapat Koalisi Perisai Eufrat, dimana pejuang FSA dan militer Turki menguasai daerah baru yang teletak di barat daya kota ar-Rai dan timur laut Aleppo dari kontrol ISIS.

Pejuang sekarang sudah dekat dengan wilayah Akhtarin mencapai jarak desa Ziyadi sekitar 7 km.

Operasi Pertempuran Perisai Eufrat akan berlanjut sampai pejuang menguasai seluruh wilayah utara, khususnya kota al-Bab.

fsa perisai eufrat zona militer aleppo
FSA umumkan zona militer setelah kemajuan pertempuran terbaru, rebut beberapa wilayah dari ISIS

Persatuan Ulama Muslim Internasional yang berbasis di Qatar (IUMS) mengimbau negara-negara Muslim dan Arab dan pada semua “orang yang medeka” untuk memulai hari protes di seluruh dunia pada hari Jumat di bawah slogan #BeAngryForAleppo.

Sekretaris Jenderal IUMS Sheikh Ali Qaradaghi mengatakan kemarin bahwa tujuan dari kampanye ini adalah untuk mendukung kota Aleppo, yang sedang “dibumihanguskan di tangan rezim fasis Suriah dan sekutu-sekutunya di depan mata dunia”, dimana pertemuan PBB tidak menghasilkan keputusan apapun untuk menghentikan pembantaian di Aleppo.

Qaradaghi juga meminta ulama, da’i dan imam untuk menjadikan isu Aleppo sebagai tema dalam khotbah Jumat untuk mendukung perjuangan rakyat Aleppo, dan bahwa dunia harus memainkan peran untuk mendukung kota yang dilanda perang.

Dia menekankan bahwa ulama harus berada di garis depan aksi protes dan memberikan tekanan untuk mengakhiri ketidakadilan dan tirani di Suriah dan negara-negara yang dilanda perang lainnya.

Qaradaghi menyerukan masyarakat internasional untuk menghentikan standar ganda mereka, berhenti mendukung Bashar Al-Assad, rezim dan sekutunya dan mendukung rakyat Suriah dalam perjuangan mereka untuk kebebasan.

Selain Persatuan Ulama Muslim di Qatar, Warga muslim di Eropa melakukan aksi yang sama di bawah slogan #RageForAleppo

(27/9) - Mujahidin berhasil menimpakan kerugian bagi Pasukan Assad di kota Qudsaya, Pinggiran Damaskus. Pasukan Assad mencoba maju melakukan serangan menargetkan posisi mujahidin, namun mereka gagal dan terpaksa mundur akibat pertempuran sengit yang dihadapi.

 Mujahidin dari Liwa Syuhada di kota Qudsaya, memperlihatkan beberapa mayat Pasukan Assad yang ditemukan di medan pertempuran

Jet tempur Rusia dan rezim Asad terus memukul lingkungan timur Aleppo, berkonsentrasi pada bangunan vital seperti rumah sakit dan toko roti, berniat untuk membunuh sebanyak mungkin.

Rumah sakit dan toko roti di lingkungan Al-Maadi telah menjadi target. Laporan menjelaskan bahwa serangan udara menargetkan Al-Halak, Bostan Al-Basha, Bae’edin, Al-Sakhour dan Al-Maadi, menambahkan bahwa pesawat tempur menghantam kawasan dengan bom cluster dan fosfor, mengakibatkan tewasnya banyak warga sipil dan hancurnya bangunan-bangunan di sana, lansir Zaman Alwasl pada Rabu (28/9/2016).

Laporan menambahkan bahwa jet-jet tempur tidak meninggalkan langit Aleppo sepanjang hari sejak Rabu (28/9) pagi. Toko roti di Al-Maadi ditergetkan ketika warga sipil berkumpul untuk mendapatkan roti, enam orang tewas dan puluhan luka-luka dalam serangan brutal tersebut.

Sementara itu, sumber medis menegaskan bahwa jet tempur telah menargetkan dua rumah sakit dari 8 rumah sakit yang masih bekerja di wilayah Aleppo yang terkepung, mengakibatkan kerusakan parah dan sebagian harus menghentikan pelayanan. Generator listrik dan oksigen rusak, dan para pekerja menghentikan layanan sampai kerusakan diperbaiki.


Selama lima hari terakhir, jet-jet tempur rezim Asad dan sekutunya Rusia telah membombardir lingkungan timur Aleppo dengan serangan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lebih dari 350 orang tewas dalam pengeboman sejak Jum’at, setengah dari mereka adalah anak-anak dan perempuan.

Mujahidin pada hari Selasa (27/9/2016) mampu merebut banyak wilayah baru di pedesaan Hama Utara setelah bentrokan sengit dengan rezim Assad dan milisi sekutunya, beberapa jam setelah pertempuran baru diluncurkan.

Faksi-faksi mujahidin mampu membebaskan desa ash-Shata, Rass al-Ein, dan al-Qahira desa, selain Bukit Aswad yang dianggap titik strategis untuk mempertahankan desa al-Zeghbeh dan al-Tulaisyya. Wilayah di Hama utara berhasil dibebaskan setelah mujahidin menembakkan artileri dan roket ke markas teroris Assad mengakibatkan sejumlah pasukan rezim tewas, menurut Firas Karam, koresponden Orient News di Hama.

Mujahidin berhasil merebut dua tank, kendaraan BMP, serta senjata ringan dan menengah, di samping berbagai amunisi di desa ash-Shata.


Dalam dua hari terakhir, desa ash-Shata dan al-Tulaisyya menjadi target serangan roket oleh mujahidin yang menyebabkan pasukan Assad melarikan diri secara massal, menurut sumber-sumber lapangan.


Sebagaimana yang diberitakan, Selasa (27/9/2016) mujahidin rebut 3 desa di utara Hama setelah pertempuran sengit melawan pasukan rezim Assad dan sekutunya. Berikut ini beberapa cuplikan video yang diunggah mujahidin.

Pertempuran menargetkan Pos Pasukan Assad di Sadou, utara Hama - Jaish al-Izza tembakan rudal TOW ke arah Tank T-72.


Pertempuran merebut desa Al-Talisa, pejuang dari Divisi Wustha FSA tembakan meriam kaliber 122 mm dan berhasil hancurkan kendaraan Truk yang mengangkut amunisi. 



Selasa (27/9/2016) - Mujahidin berhasil menguasai 3 desa di pedesaan timur laut provinsi Hama setelah pertempuran sengit melawan pasukan rezim Asad dan sekutunya. Dua kendaraan berat hancur, di waktu yang sama, pesawat tempur menghantam wilayah yang telah dibebaskan berkali-kali.

peta pertempuran di utara hama 27 september 2016

Mujahidin berhasil membebaskan desa Cahera, Al-Sha’atha, dan Tal-Aswad dimana banyak pasukan rezim dan milisi Syiah pendukungnya tewas, kemudian dua Truk amunisi dan kendaraan BMB hancur. Mujahidin memperoleh ghanimah berupa dua Tank dan sejumlah amunisi dalam pertempuran tersebut.

Pertempuran sengit juga terjadi di desa Al-Talisa dimana sebuah peluncur rudal hancur.

Sebelumnya pada Senin (26/9), mujahidin berhasil menguasai sebuah pabrik gula dan stasiun kereta api di desa Kabara, utara Hama, sebagai bagian dari operasi awal untuk mencapai kota Hama, lansir Zaman Alwasl.

Beberapa pesawat tempur Rusia yang melakukan delapan serangan udara di jam pertama pada hari Senin di pedesaan utara Homs salah sasaran dengan menyerang satu pos pemeriksaan pasukan Assad.

“Dua pesawat tempur Rusia yang melakukan delapan serangan udara di pedesaan utara Homs keliru menyerang posisi pasukan rezim Assad di Kamp Mallouk,” kata koresponden Orient News dan menambahkan bahwa belum ada korban yang dilaporkan.

Kamp Mallouk adalah salah satu pos pemeriksaan terbesar pasukan Assad yang terletak di selatan Talbiseh di pedesaan utara Homs.

Pasukan Assad tanpa pandang bulu menyerang dengan bom dan tembakan di wilayah Talbiseh, al-Rastan, al-Sua’en dan kota-kota tetangga lainnya dan kota-kota di pedesaan utara Homs dengan artileri berat dan roket dari Kamp Mallouk.

Milisi Syiah asal Irak, Harakat Al-Nujaba, melalui video yang disebarkan di internet, memperlihatkan pemimpinnya Akram Al-Kaabi sedang melakukan kunjungan ke Aleppo dan mendatangi anggotanya yang berperang untuk mendukung Assad.



Saluran televisi Al-Nujaba menyiarkan sebuah lagu sebelum Al-Kaabi berpidato yang menyebutkan bahwa: “Aleppo adalah Syiah, dan kami menyeru orang-orang kami”.

Al-Kaabi menjelaskan dalam pidatonya bahwa kunjungannya ke Aleppo adalah bagian dari partisipasinya dalam “perang melawan pendudukan oleh Wahabi”, lansir Zaman Alwasl pada Senin (26/9/2016).

Para pendukung Al-Kaabi menyambutnya dengan nyanyian-nyanyian dan puisi-puisi yang mengklaim bahwa mereka adalah tentara Al-Mahdi.

Harakat Al-Nujaba muncul di Irak dari kelompok paramiliter Asaib Ahl Al-Haq pada tahun 2013, pemimpinnya adalah Akram Al-Kaabi, yang mengklaim bahwa milisi sudah tidak aktif, namun perang Suriah memotivasinya untuk kembali membentuk milisi.

Pasukan rezim Suriah Bashar Asad mendapat dukungan dari milisi Syiah dari berbagai negara seperti Libanon, Iran dan Irak.

Hashim Al-Moussawi, juru bicara Al-Nujaba mengatakan pejuangnya akan memperkuat daerah yang diambil dari para pejuang Suriah di Aleppo selatan.

pesawat tempur russia

Rusia selama sepekan terakhir mengirim senjata berat dan rudal artileri ke Ghautah Timur, pinggiran Damaskus, yang dioperasikan oleh tentara Rusia dan pejabat militer serta komandan dengan jajaran letnan.

Sumber mengungkapkan kepada Zaman Alwasl bahwa pasukan Rusia telah dikerahkan di belakang pasukan rezim Asad di garis depan Hosh Nasri dan Hosh Farah. Sumber tersebut menyebutkan bahwa pasukan dapat dengan mudah bergerak ke seluruh area di Ghautah Timur, menambahkan bahwa sejumlah besar amunisi dialokasikan untuk kekuatan ini.

Sumber menambahkan bahwa unit artileri bisa melacak kendaraan bergerak, dengan kapasitas tinggi untuk bermanuver. Ini memiliki tembakan yang sangat berat, dan beberapa dari mereka merupakan jenis otomatis, mengoperasikan dirinya sendiri yang dipasang di tank T-72 yang memiliki jarak hingga 70 km, lansir Zaman Alwasl pada Ahad (25/9/2016).

Sumber menyebutkan bahwa amunisi Rusia berbahan ledak tinggi dan ia menegaskan bahwa senjata-senjata itu akan digunakan beberapa hari mendatang di Ghautah.

Beberapa peluncur Rusia dilengkapi dengan pesawat remot kecil untuk menjelajahi daerah sebelum serangan dan penembakan.

Langkah Rusia ini belum pernah terjadi sebelumnya, menyebarkan pasukan darat di Ghautah Timur, yang menunjukkan bahwa rezim dan sekutunya sedang mempersiapkan operasi militer besar di Ghautah, sementara semua perhatian berada di Aleppo yang menyaksikan serangan udara berat oleh jet tempur rezim Assad dan Rusia.

Mohsen Rezaei komandan IRGC
Mohsen Rezaei, seorang mantan komandan Revolusi Iran (IRGC), mengatakan bahwa Iran tidak akan berhenti mendukung rezim Assad.

Wawancara ini bertepatan dengan pertanyaan serupa yang dibuat oleh Komandan Pasukan al-Quds IRGC Mayor Jenderal Qasem Soleimani tentang konflik politik yang sedang berlangsung di Iran, menyusul kritik yang menuntut dia untuk menghentikan intervensi militer di Suriah.

Soleimani menuduh pihak internal di Iran berusaha untuk mempengaruhi warga Iran bahwa negara itu berada dalam isolasi internasional.

Mengomentari peran Iran di kawasan itu, Soleimani secara implisit mengkritik keputusan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membangun kembali hubungan dengan negara-negara lain, dan mengatakan bahwa siapa pun – yang mencoba untuk membuat permusuhan yang nampak seperti teman – adalah pengkhianat.

Seorang analis politik Suriah mengatakan kepada Orient Net bahwa ,“Soleimani dan sejenisnya selalu mengklaim bahwa Israel dan AS adalah musuh mereka, tapi kami tidak pernah menyaksikan serangan udara koalisi pimpinan AS membunuh atau melukai pasukan IRGC oleh pesawat tak berawak AS. Hanya pejuang oposisi Suriah yang dibunuh secara massal. Kami terbiasa dengan pidato dan lelucon seperti ini yang disampaikan teroris Iran."

Sabtu (24/9) - Operasi pertempuran mujahidin di utara Hama terus mengalami kemajuan. Setelah mujahidin berhasil merebut desa Ma'an, 2 jam kemudian mujahidin mengumumkan bahwa Desa Kabariyah dikuasai juga.

Keberhasilan ini didukung dengan gempuran mortar dan rudal yang intens atas posisi pasukan rezim, sehingga mereka menarik diri dari beberapa pos.

peta pertempuran di utara Hama 24 september 2016

 Pernyataan resmi dari mujahidin Jund al-Aqsa

Sabtu (24/9) - Pasukan oposisi Suriah dan Jund Al-Aqsa menguasai desa Ma'an di utara Hama. Keberhasilan mujahidin terjadi setelah pertempuran sengit menghadapi pasukan rezim Suriah yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak.

Jund Al-Aqsa menegaskan bahwa pejuangnya bisa merebut senjata berat dan ringan setelah merebut desa Ma'an.

Laporan video dari aktivis media, Muadz al-Shami

Mujahidin juga membombardir posisi rezim Suriah dengan rudal Grad di pegunungan Zain Al-Abidin, pada saat yang sama menargetkan pula posisi pasukan rezim Suriah di kota Mehreda, utara Hama.

peta utara hama 24 september 2016
 Update peta di utara Hama (24/9), setelah mujahidin menguasai desa Ma'an

Milisi Shabiha yang dibayar dengan gaji besar dari rezim Suriah, menemukan cara baru untuk medapatkan uang dari warga sipil. Mereka memeras keluarga tahanan dan mengambil uang dalam jumlah besar dari dengan menjanjikan akan melepaskan anak-anak mereka yang ditahan, atau membawa informasi tentang mereka.

Um Muhammad yang tinggal di daerah Hama yang dikontrol rezim - mengatakan kepada aktivis RFS bahwa anaknya "ditahan beberapa bulan lalu oleh rezim. Seorang anggota Shabiha bekerja dalam tubuh keamanan pemerintah memanfaatkan keinginan saya untuk melihat anak, sehingga dia menawarkan saya kunjungan ke anak saya dengan imbalan 100.000 SYP. Namun, ia mengambil uang itu dan mengancam saya tanpa melakukan apa yang dia janjikan. "

Khaled Al-Hamwi, juga seorang warga sipil, mengatakan bahwa "anak saya berumur 35 tahun, ditangkap di tempat kerjanya. Kami tidak tahu keberadaannya selama beberapa bulan, sampai kita mendengar bahwa ia ditahan di dalam salah satu pusat keamanan rezim. Karena kita hidup di dalam daerah rezim, seorang pria yang dekat dengan beberapa pejabat rezim mengatakan kepada kita bahwa kita bisa mendapatkan anak kami keluar dari penjara setelah membayar 2 juta SYP. Namun, kami kemudian menemukan bahwa janji ini adalah penipuan dan hanya dengan tujuan untuk mencuri uang. "

Pemberontakan baru-baru ini di dalam Penjara Pusat Hama terjadi setelah rezim meminta keluarga tahanan untuk membayar sejumlah besar uang untuk membebaskan mereka dari Penjara Sednaya dan memindahkan ke Penjara Hama. Tapi mengejutkan keluarga, petugas rezim membawa kembali para tahanan ke Penjara Sednaya setelah menyelesaikan transaksi dan mengambil uang.

milisi shabiha
Foto anggota Milisi Shabiha, milisi bayaran Rezim Suriah

Sabtu (24/9/2016) - setelah bentrokan sengit, mujahidin berhasil merebut kembali kamp Handarat dari pasukan rezim Assad, koresponden Orient News melaporkan.

“Mujahidin mengumpulkan kekuatan dan melancarkan serangan balik merebut kembali semua daerah di kamp tersebut dan membunuh puluhan tentara bayaran sekutu rezim Assad,” Orient Net mengutip dari saksi mata.

Sebelumnya, tentara bayaran rezim Assad dari milisi al-Quds berhasil menduduki kamp tersebut. Brigade Al-Quds Palestina menduduki kamp tersebut di bawah perlindungan serangan udara yang sengit yang dilancarkan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia dan rezim Assad.

Kamp Handarat terletak di bukit berbatuan di timur laut Aleppo. Kamp Handarat memiliki arti penting karena merupakan sisi yang menghubungkan pedesaan utara Aleppo ke pusat kota.

fath halab - handarat aleppo
Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh koalisi mujahidin Fathu al-Halab

Video diunggah oleh kelompok mujahidin Tajma'u Fastaqim setelah menguasai kembali Kamp Handarat sepenuhnya

Ratusan warga sipil Aleppo yang berada di wilayah oposisi terancam hidup tanpa air. Pasalnya, sebuah pusat penampungan air hancur akibat serangan pasukan rezim Bashar Assad pada Sabtu (24/09).

Kawasan yang berada di bagian timur Aleppo terus dilanda serangan udara rezim yang dibantu Rusia. Di malam kelima tentara Bashar Assad dilaporkan telah menyiapkan serangan darat.

aleppo dibombardir

“Serangan intensif tadi malam telah merusak stasiun pemompaan air di Bab Al-Nayrab, yang memasok air bagi 250.000 warga di bagian timur Aleppo,” ungkap pihak badan PBB yang mengurusi anak-anak, UNICEF.

“Serangan menghambat tim perbaikan menuju ke lokasi,” imbuh pernyataan itu.

UNICEF mengungkapkan bahwa hilangnya pasokan air bersih dapat menimbulkan ririko kesehatan serisu di wilayah yang dikuasai pejuang oposisi. Satu-satunya sumber air minum yang tersisa berasal dari sumur yang sudah sangat tercemar.

Badan PBB tersebut mengungkapkan bahwa sumber air alternatif yang lebih aman berada di wilayah yang dikuasai rezim. Di sana terdapat sumur air tanah yang dalam.

UNICEF pun berencana akan menyebarkan truk air darurat ke seluruh wilayah kota Aleppo. Tetapi hal itu merupakan solusi sementara, yang tak bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

“Ini penting bagi kelangsungan hidup anak-anak, bagi semua pihak yang terlibat konflik untuk menghentikan serangan pada infrastruktur air, menyediakan akses untuk memeriksa dan memperbaiki kerusakan stasiun penampungan Bab Al-Nayrab,” ungkap pihak UNICEF.

Tentara Bashar Assad dibantu Rusia kembali membombardir wilayah Aleppo menyusul kegagalan pembicaraan perpanjangan gencatan senjata di New York. Sebelumnya, rezim juga melakukan pemblokiran akses masuk bagi bantuan kemanusiaan yang memperparah kehidupan warga sipil Suriah.

(21/9/2016) - Mujahidin berhasil pukul mundur pasukan Assad yang mencoba melakukan serangan di dekat Desa Maardas, utara Hama.

Daftar kerugian yang dialami Pasukan Assad berupa hancurnya 5 Tank, 2 BMP, 1 Teknikal, Puluhan milisi tewas, dan 20 lainnya berhasil ditawan mujahidin.


Peta yang dirilis hari ini (21/9/2016), sejak peluncuran serangan ofensif di utara Hama, posisi mujahidin telah mendekati pusat kota Hama dengan jarak 8,5 km serta jarak 10,5 km menuju bandara militer.

Tujuh Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dibawa ke rumah sakit di Turki selatan, sumber keamanan setempat mengatakan pada Selasa (20/9/2016).

Menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media, para pejuang FSA itu terluka dalam bentrokan dengan milisi ISIS dalam Operasi Perisai Efrat di Suriah utara.

Bentrokan itu terjadi di Cobanbey kota provinsi barat laut Aleppo, dan para pejuang yang terluka dibawa ke sebuah rumah sakit pemerintah Turki di provinsi Kilis selatan, kata sumber itu.

Beberapa dari mereka yang cedera berada dalam kondisi kritis, lansir WB.

Sejak peluncuran Operasi Perisai Efrat pada 24 Agustus, Turki telah mendukung pasukan FSA dengan pasukan khusus, tank, artileri dan pesawat tempur dengan tujuan melawan organisasi ekstrimis dari wilayah perbatasan utara.

Wilayah seluas 900 kilometer persegi (347 mil) telah dibersihkan dari ekstrimis, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan pada hari Senin. Lebih dari 760 target ISIS telah digempur sejak awal operasi, pernyataan tersebut menambahkan.

perisai eufrat operasi di utara suriah
(20/9/2016) - Pejuang masih melanjutkan pertempuran sengit di timur kota ar-Rai, utara Aleppo.

Pasukan rezim Assad dan milisi syi'ah sekutunya pada Senin (20/9/2016) malam memperbaharui serangan mereka di daerah yang telah dibebaskan oleh pejuang oposisi di Aleppo dan pedesaannya. Serangan ini dimulai beberapa jam setelah gencatan senjata yang diakhiri secara sepihak oleh rezim Assad, (koresponden Orient News melaporkan).

Sejumlah milisi Syi'ah Hizbullah dan milisi Syi'ah asing lainnya tewas, ketika Jaisyul al-Fath dan ruang operasi Fath Halab menggagalkan upaya gerak maju mereka terhadap proyek Apartemen 1070 di lingkungan al-Hamdanyya, di barat daya Aleppo, (koresponden Orient News Ammar Jaber melaporkan).


sniper mujahidin ahrar al-sham di project 1070

mujahidin ahrar al-sham di project apartemen 1070

Pejuang oposisi juga menggagalkan upaya gerak maju milisi Syi'ah Iran menuju Pasar Semangka, saat para milisi Syi'ah asing bayaran itu mencoba untuk maju dari posisi mereka di proyek Apartment 3000 di lingkungan al-Hamdanyya. Sebuah tank T62 milik rezim Assad dihancurkan oleh oposisi di front ini.

Untuk bagian utara Aleppo, Rezim Assad, yang didukung oleh milisi Syi'ah Liwa al-Quds, meluncurkan serangkaian serangan yang menargetkan posisi pejuang oposisi di Handarat, di tengah serangan udara dan artileri di daerah tersebut.

Perkembangan ini datang setelah rezim Assad secara sepihak mengakhiri gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia di Suriah.

Menyusul pengumuman tersebut, rezim dan sekutunya langsung bergerak melakukan ofensif di berbagai front, namun semuanya berhasil digagalkan oleh mujahidin.

Ahrar al-Sham mengumumkan bahwa pasukannya akan bergabung dalam operasi Perisai Eufrat bersama militer Turki. Keterlibatan Ahrar al-Sham akan sangat berpengaruh untuk menambah kekuatan pejuang di utara Suriah.

Dewan syariah Ahrar al-Sham bahkan mengeluarkan pernyataan, alasan bergabungnya dalam operasi memerangi ISIS dan PKK di utara Suriah.

pernyataan ahrar al-sham

Sejumlah Faksi pejuang yang tegabung dalam operasi Perisai Eufrat :
faksi mujahidin suriah perisai eufrat

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Selasa (20/09), memasukkan faksi pejuang Suriah Jundul Aqsha ke daftar teroris AS. Dengan demikian, AS akan membekukan setiap aset yang terkait dengan kelompok mujahidin Suriah itu dan melarang warga AS berhubungan dengan mereka.

Dalam pernyataan yang dilansir Reuters Arabic, Deplu AS mengatakan kelompok pejuang Suriah yang didirikan Abu Abdul Aziz Al-Qathari itu awalnya bagian dari Jabhah Nusrah yang saat ini mengganti nama Jabhah Fath Al-Syam.

Perlu diketahui, nemasukkan kelompok ke daftar teroris menjadi salah satu cara Amerika Serikat untuk mencegah kelompok-kelompok lain dan individu berhubungan dengan kelompok tersebut.

jund al-aqsa syria

Jundul Aqsha didirikan oleh Abu Abdul Aziz Al-Qathari, mantan anggota Jabhah Nusrah. Gerakan yang aktif di Idlib dan Hama ini termasuk faksi yang beraliansi dengan faksi-faksi lainnya dalam memerangi militer rezim Suriah dan pendukungnya.

Ulama asal Saudi yang saat ini berjihad di Suriah, Syaikh Abdullah al-Muhaisini mengingatkan agar faksi-faksi jihad di Suriah segera bersatu.

“Kekuatan internasional akan menargetkan mereka secara berurutan jika tidak bersatu,” katanya dalam sebuah risalah mingguan jihad “Al-Masraa”.

al-muhaisini suriah

Jika Amerika dan Rusia telah menghabisi kalangan yang mereka sebut ‘teroris’, kata al-Muhaisini, maka kalangan moderat akan menjadi target selanjutnya.

“Jika mereka telah menghabisi para jihadis, maka kalangan Ikhwanul Muslimin dan Salafi menjadi target selanjutnya,” imbuh ulama yang menjadi penasehat Jaisyul Fath tersebut.

Al-Muhaisini juga sedikit menyinggung kepada mereka yang menjadi “pelayan” musuh dengan berkata, “Jika kita menerima pengklasifikasian kelompok yang dibuat musuh dan kita berjalan sesuai arahan mereka, maka ‘kita akan dimakan sebagaimana banteng putih dimakan’.”

Al-Muhaisini memandang bahwa penyatuan dan kesepakatan antar faksi mendesak untuk dilakukan, mengingat saat ini pasukan tengah mundur di Aleppo dan pengepungan terhadap kota kembali terjadi.

“Kita saat ini dan di tempat ini -setelah kaum kafir Barat dan Timur keluar secara terang-terangan dan pasukan Ahzab berkumpul dari berbagai arah- membutuhkan persatuan, keterikatan, dan saling mendekat atas dasar Islam dan dengan tujuan melawan musuh,” lanjutnya seperti dikutip Arabi21, Selasa (20/09).

Untuk mencapainya, kata Al-Muhaisini, kita harus memahami fikih khilaf dan bagaimana menyelesaikannya, terkait mendahulukan perkara yang pokok dan mengabaikan perkara yang cabang.

“Kita bersatu untuk melawan musuh bersama dan melanggengkan persatuan umat di saat umat ingin berjalan bersama dan menguat,” imbuhnya.

“Jika kita tidak melihat dengan kacamata ini, maka hal itu akan dimanfaatkan musuh. Mereka bersatu sedang kita bercerai berai. Mereka melupakan perbedaan dan mengambil sebab persatuan, sedangkan kita meninggalkannya,” pungkasnya.

Rezim Asad melancarkan beberapa serangan udara segera setelah gencatan senjata di Aleppo berakhir, koresponden Orient News melaporkan.

Setidaknya 10 warga sipil tewas dalam serangan udara yang menargetkan konvoi bantuan yang terdiri 20 truk dan menewaskan sejumlah staf Bulan Sabit Merah Suriah.

“Truk Bulan Sabit Merah dihantam ketika membawa pasokan ke Orem al-Kubra di pedesaan barat Aleppo,” ungkap Orient Net, Senin (19/9/2016), mengutip dari sumber-sumber lokal.

Sebuah pernyataan yang diposting di halaman Facebook Aleppo 24 mengatakan: “Para Syuhada dan yang terluka dari kalangan warga sipil telah dilaporkan. Beberapa dari mereka masih terjebak di bawah puing-puing di kota Aleppo dan sekitarnya, karena pengeboman dan tembakan meriam, hanya beberapa jam setelah rezim Asad menyatakan gencatan senjata berakhir.”


Pejuang oposisi Suriah di pinggiran Barat al-Qalamoun di Rif Damaskus menangkap seorang pejabat Syi'ah Hizbullah Libanon dan istrinya saat mereka berkendara melalui kota, harian Saudi Okaz melaporkan pada hari Senin (19/9/2016).


"Faksi oposisi di pinggiran Barat al-Qalamoun melakukan operasi berkualitas dan mampu menangkap pejabat Hizbullah yang bertanggung jawab untuk persenjataan partai tersebut bernama Hassan Murad, dijuluki Abou Abdullah, dan istrinya Karma Mahdi saat mereka mengemudi melalui kota," sebuah sumber tanpa nama mengatakan kepada harian tersebut.

Sumber itu menambahkan pada kondisi anonimitas bahwa pejuang oposisi menyatakan kesediaannya untuk merundingkan pembebasan para sandera berdasarkan serangkaian syarat yang mencakup penarikan Syi'ah Hizbullah dari beberapa daerah di barat al-Qalamoun.

ahrar al-sham

Salah satu pendiri Ahrar Syam Abu Abbas al-Shami mengomentari pasukan Amerika Serikat yang memasuki kota Al-Rai di perbatasan Turki. Al-Shami menyebut bahwa Amerika telah menjadi penyebab gagalnya kerjasama antara Turki dan oposisi Suriah.

“Amerika bodoh, lupa bahwa sebagian besar penderitaan Suriah disebabkan olehnya,” katanya seperti dikutip Zaman el-Wasl, Ahad (18/09).

Selaku sosok yang menjadi bagian dari Dewan Syariah gerakan itu, Al-Shami memberi pesan kepada Tentara FSA yang dikerahkan di Jarablus dan al-Rai. “Setiap pasukan Amerika yang masuk, berarti mereka adalah pasukan penjajah seperti pasukan Rusia dan Iran,” tegasnya.

Sebelumnya, beberapa pasukan khusus AS pada hari Jum’at (16/09) dilaporkan telah memasuki kota al-Rai di Suriah yang sebelumnya telah dikuasai oleh militer Turki. Kehadiran unit khusus di kota itu langsung menimbulkan reaksi keras dari kelompok FSA yang menyebut Amerika tengah melancarkan perang salib dan bersumpah untuk menyembelih mereka.

Perlu diketahui, Abu Abbas al-Shami dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam Ahrar Syam. Konon, ia juga disejajarkan dengan pemimpin gerakan, Abu Abdullah al-Hamawi.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada hari Sabtu (17/9), al-Jaulani mengutuk perjanjian Rusia-Amerika baru-baru ini, menyatakan bahwa Washington, Moskow, dan Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, berkoalisi dengan rezim Assad.


Al-Jaulani juga menilai bahwa tujuan rencana ini adalah memberikan dukungan pada rezim untuk mengepung Aleppo, maka perjanjian Rusia-Amerika juga akan mengikuti tujuan itu, dan akhirnya de Mistura akan mengumumkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Pemimpin Jabhat Fath al-Sham menggambarkan kesepakatan antara Moskow dan Washington sebagai perjanjian militer murni, menekankan bahwa itu mengarah ke tujuan untuk memaksa kelompok oposisi bersenjata Suriah menyerah dan meletakkan senjata mereka. Dia menambahkan bahwa negosiasi yang diumumkan de Mistura juga akan menuntut oposisi untuk menyerah.

Sehubungan dengan pernyataan dari faksi FSA yang mengecam penargetan Jabhat Fath al-Sham oleh koalisi pimpinan AS, al-Jaulani menunjukkan bahwa faksi FSA sangat mengetahui dengan baik bagaimana perkembangan di wilayah Suriah jika Fath al- Sham menjadi target dan alasan serangan. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua faksi untuk sikap mereka.

Al-Jaulani menganggap bahwa Amerika bersikeras menargetkan Jabhat Fath al-Sham meskipun Fatah al-Sham telah menyatakan mengakhiri hubungan dengan al-Qaeda. Desakan Fath al-Sham untuk menjadi kekuatan aktif di arena, dan fakta bahwa mereka berdiri sebagai penghalang proyek yang ditujukan untuk membuat rakyat Suriah menyerah adalah alasan di balik penargetan serangan, kata al-Jaulani . Faksi yang melakukan peran itu, akan menghadapi nasib yang sama, tambahnya.

Dalam hal menargetkan Abu Omar Saraqeb, Komandan Jaysh al-Fath, oleh pesawat tempur Assad atau koalisi pimpinan AS, al-Jaulani menunjukkan bahwa serangan udara mentargetkan ruang operasi untuk mematahkan blokade Aleppo, bukan mentargetkan Abu Omar Saraqeb secara pribadi .

Tujuannya adalah untuk benar-benar mengepung Aleppo, al-Jaulani mengatakan, menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa pesawat tempur koalisi pimpinan AS adalah pihak yang melakukan serangan.

Perjanjian Rusia-Amerika di Suriah bertujuan untuk melindungi daerah yang dikuasai rezim Assad dan memulai permainan di Suriah dengan mengklaim mentargetkan Jabhat Fath al-Sham. Kemudian, Amerika akan menargetkan pihak lain seperti Ahrar al-Sham dan Jaysh al-Islam untuk melaksanakan proyek politik di kawasan itu.

Sehubungan dengan kehadiran sejumlah tentara Amerika dalam operasi Perisai Eufrat, sejumlah faksi FSA menyatakan penolakannya.

Ahrar al-Syarkiyya, kelompok pejuang oposisi di utara Suriah, pada Jum’at (16/9) akan menghentikan partisipasinya dalam Operasi Perisai Eufrat setelah kehadiran tentara AS dalam operasi tersebut. Kelompok tersebut mempublikasikan rekaman video di mana mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah berperang bersama tentara AS dalam pertempuran di pedesaan utara Aleppo.
Suqur al-Jabal keluarkan pernyataan akan keluar koalisi, jika tentara Amerika ikut dalam operasi pertempuran.

Sementara itu, Ahrar al-Sham diwakili oleh Abu Abas al-Shami menyampaikan bahwa keberadaan tentara Amerika di kota ar-Rai adalah upaya campur tangan terhadap revolusi di Suriah. Para pejuang hanya berkoordinasi dengan militer Turki untuk memerangi ISIS di utara Aleppo dan menolak dengan keras kehadiran tentara Amerika.  

Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada Ahad (18/9/2016) berhasil membebaskan sejumlah desa yang dikendalikan ISIS di pedesaan utara Aleppo, menurut aktivis, sebagaimana dilansir Orient Net.

Desa Qasajak, Karagoz, Qantara, Tel Shi’er, dan Tatt Hommos semua dibebaskan sebagai bagian dari fase III Operasi Perisai Efrat.

Desa Qasajak, Karagoz, Qantara terletak pada sumbu barat kota al-Ra’i, sementara desa Tel Shi’er dianggap sebagai pencapaian yang sangat penting, karena dekat dengan Sekolah Infanteri yang berada di bawah kendali rezim Asad sejak tahun lalu.

peta perbatasan turki di utara aleppo

Sejak diluncurkan pada tanggal 24 Agustus, Operasi Perisai Efrat mampu membebaskan puluhan kota dan desa di pedesaan timur dan utara Aleppo, termasuk Jarablus.

Tahap III Operasi Perisai Efrat kemungkinan akan mencakup kota al-Bab, yang merupakan benteng utama ISIS di timur laut Suriah, menurut sumber-sumber di FSA.

Sekelompok kecil pasukan khusus AS pada hari Jumat (16/09) dilaporkan telah memasuki kota al-Rai di Suriah yang sebelumnya telah dikuasai oleh militer Turki.

Namun tidak lama kemudian, unit khusus itu terpaksa harus segera meninggalkan kota, karena mendapat ancaman keras dari kelompok FSA yang menyebut Amerika tengah melancarkan perang salib dan bersumpah untuk menyembelih mereka.

tentara amerika di utara aleppo

Menurut sumber-sumber oposisi, unit kecil tentara AS itu berjumlah lima atau enam orang dan muncul seolah-olah telah ikut membantu invasi Turki di dekat daerah al-Baab. Kemunculan yang tak diharapkan ini memicu kemarahan faksi oposisi sehingga mengeluarkan ancaman akan membunuh tentara Amerika, dan ternyata ancaman verbal itu cukup membuat pasukan komando AS ciut nyali dan kabur meninggalkan area.

Sementara dalam sebuah aksi perkumpulan massa terlihat pesan-pesan yang menuntut AS supaya pergi. Sebagian menduga sentimen anti Amerika ini muncul karena AS bersekutu dekat dengan milisi YPG Kurdi, di mana pasukan Turki maupun FSA sedang berencana akan memeranginya.

Ada beberapa laporan lain, pasukan YPG Kurdi memasang bendera Amerika di kota Tel Abyad dengan tujuan untuk menghindari serangan langsung dari Turki. Pentagon sendiri juga telah memperingatkan aksi serangan yang menyasar “objek” Amerika.

Sementara Turki terlihat seperti mencoba mengakomodir dengan melibatkan AS secara langsung dalam aksi militer mereka di Suriah, FSA dengan alasan apapun tidak mau kooperatif dengan Amerika.

Setidaknya 12 anggota milisi Syiah dilaporkan tewas dalam pertempuran dengan mujahidin di Suriah utara.

Menurut kantor berita Iran, Fars pada Ahad (18/09) bahwa sembilan anggota Brigade Zainabiyun Pakistan dan tiga anggota milisi Fatimiyun Afghanistan tewas dalam bentrokan dengan mujahidin di wilayah Aleppo.

Namun kantor berita Iran tersebut tidak mau memberikan rincian detailnya tentang kapan para milisi Syiah tersebut tewas.

Fars hanya menambahkan bahwa para milisi yang tewas akan dimakamkan di Qom, wilayah Iran selatan pada Jum’at mendatang.

Tahap ketiga Operasi Perisai Efrat diluncurkan pada Sabtu (17/9/2016) yang bertujuan untuk mengambil kendali daerah-daerah baru di pedesaan utara Aleppo dari ISIS, Kolonel Ahmad Ottoman, ungkap Brigade Sultan Murad Tentara Pembebasan Suriah.

fsa di utara aleppo

fsa di utara aleppo

Kolonel Ottoman secara eksklusif mengungkapkan kepada Orient Net bahwa Operasi Perisai Efrat bertujuan untuk menguasai al-Bab, benteng strategis dan utama ISIS, kemudian menuju ke Manbij dan pedesaannya.

Serangan udara pesawat tempur Turki bombardir wilayah selatan ar-Rai


Dia juga mengatakan bahwa Operasi Perisai Efrat pada Sabtu (17/9) menargetkan posisi ISIS di pedesaan al-Ra’i di Homs dan Bragheida yang direbut setelah bentrokan sengit yang berlangsung berjam-jam dengan ISIS.
peta perbatasan turki di utara aleppo
FSA kuasai 7 Desa dalam tempo 2 hari pertempuran

Sabtu (17/9) Lingkungan Jobar, wilayah barat Damaskus - Mujahidin dari Faylaqu ar-Rahman luncurkan serangan balik menargetkan posisi pasukan rezim Suriah dan milisi syiah dari Irak. Mujahidin umumkan berhasil hancurkan Tank T-72 dan menewaskan sejumlah awak di dalamnya.



Pasukan Rezim kemudian mundur dibantu serangan udara menggunakan gas klorin sehingga menyebabkan korban di kalangan warga sipil.


Jabhah Fath al-Sham unggah video terbaru seputar aktivitas jihad di bumi syam pada hari kemarin (17/9). Video pertama mengabarkan kondisi mujahidin yang tengah melakukan ribat di perbatasan wilayah Jabal Akrad distrik Kabane, sementara video kedua adalah wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Abu Muhammad al-Jaulani, pimpinan Jabhah Fatah al-Sham berbicara tentang perjanjian AS-Rusia untuk membangun gencatan senjata di Suriah, dan wajah para Sunni di negara Suriah, dan integrasi persatuan di antara faksi-faksi mujahidin.


Seorang juru bicara PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah mengungkapkan bahwa rezim Bashar Asad telah memblokir jalan lintas 40 truk bantuan yang menuju kota Aleppo yang terkepung, Anadolu Agency melaporkan pada Jum’at (16/9/2016).

“Pejabat PBB sedang menunggu jaminan bahwa kondisi cukup aman untuk dua konvoi bantuan yang masing masing terdiri dari 20 truk untuk melanjutkan perjalanan dari Turki menuju Aleppo timur,” kata Jens Laerke dalam konferensi pers di Jenewa.

truk bantuan kemanusiaan pbb di suriah

Dia mengatakan kepada wartawan agar bertanya kepada rezim Suriah mengapa menolak untuk mengizinkan konvoi kemanusiaan memasuki Aleppo. Dia juga menegaskan bahwa ada sekitar 250.000 orang di bagian timur kota Aleppo yang sangat membutuhkan bantuan.

Menurut laporan berita, dua konvoi bantuan tersebut, masing-masing terdiri dari sekitar 20 truk dan membawa sebagian besar makanan dan tepung, menyeberang ke Suriah dari kota perbatasan Turki Cilvegozu, sekitar 40 km sebelah barat Aleppo, pada hari Selasa. Namun, truk-truk hanya maju sedikit di luar perbatasan.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menggambarkan hal tersebut sebagai sesuatu yang patut “disesalkan” karena Damaskus belum memberikan izin yang diperlukan.

“Surat-surat fasilitasi, izin akhir bagi PBB untuk menjangkau daerah-daerah tersebut masih belum diterima,” katanya pada konferensi pers di kota Swiss.

Seorang pejabat pemerintahan Obama hari Sabtu menyatakan penyesalan atas "hilangnya kehidupan yang tidak disengaja" karena sebuah serangan udara oleh pasukan koalisi yang menewaskan 62 tentara rezim Suriah, menurut The Associated Press dan dilansir oleh Worldbulletin hari Ahad (18/9/2016).

Selain penyesalan atas terjadinya peristiwa, laporan juga menyebutkan bahwa pemerintah AS ingin memberikan uang kompensasi sebagai ungkapan duka cita bagi para keluarga korban tewas dari tentara rezim Suriah.

Setidaknya 80 tentara Suriah tewas dan hampir 100 lainnya luka-luka pada hari Sabtu selama-serangan koalisi anti ISIS di sebuah pangkalan militer di Suriah timur, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada awal hari ini.

AS salah sasaran 80 pasukan assad tewas

Misi Rusia untuk PBB telah menyerukan pertemuan Dewan Keamanan luar biasa menyusul serangan udara yang mematikan tersebut, dijadwalkan pada Sabtu 19:30 malam.

Operasi udara itu dilakukan di dekat bandara Deir Al-Zor menggunakan 2 pesawat F-16 dan 2 A-10 milik pasukan koalisi, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh akun Facebook Pertahanan Kementerian Rusia.

Pentagon mengatakan pesawat koalisi melakukan serangan udara di selatan dari Deir Al-Zor yang "dihentikan segera" setelah Rusia menginformasikan koalisi pimpinan AS "kemungkinan bahwa personil dan kendaraan yang ditargetkan adalah bagian dari militer Suriah".

"Pasukan koalisi percaya bahwa mereka menghantam posisi tempur ISIS yang mereka telah lacak selama beberapa waktu sebelum serangan," kata Komando Sentral dalam sebuah pernyataan.

Sikap penyesalan dan uang duka cita yang akan diberikan oleh AS, dalam sebuah langkah yang sama sekali tidak pernah mereka lakukan terhadap para pejuang oposisi Suriah juga pada warga sipil yang tewas akibat serangan "tanpa sengaja" mereka, sekali lagi membuktikan Amerika memang memihak rezim teroris Assad dalam perang di Suriah, bukan oposisi Suriah seperti yang rezim dan sekutunya tuduhkan selama ini.

Meski pejuang oposisi juga pernah mengalami hal serupa saat banyak dari mereka tewas dalam serangan udara "tanpa disengaja" AS di desa Baragedha di utara Aleppo, tidak ada ungkapan penyesalan apalagi uang kompensasi.

Milisi al-Jalil Palestina pendukung Rezim Suriah, mengumumkan 7 anggotanya ikut tewas ketika serangan udara AS di dekat Deir al Zor

Jabhah Fath Syam tidak dimasukkan dalam kelompok yang terlibat gencatan senjata yang dimulai Senin lalu. Artinya, pihak koalisi AS dan Suriah berhak menargetkan kelompok ini.

jabhah fath syam

Lebih dari itu, dikutip dari Antiwar, Kamis (15/09), Amerika Serikat menuntuk faksi-faksi oposisi moderat untuk menjauhi kelompok pimpinan Al-Jaulani tersebut. Meski demikian, sumber-sumber lokal Suriah mengatakan bahwa faksi-faksi itu tidak berminat untuk memenuhi permintaan AS.

Hal ini dikarenakan mereka telah lama menjalin hubungan dengan Jabhah Fath Syam, sejak awal konflik Suriah. Setiap pertempuran melawan Rezim Bashar Assad dan sekutunya, JFS seringkali tampil di antara barisan oposisi. Komunikasi yang terbangun di antara mereka juga kerap menunjukkan kebersamaan dalam satu tujuan, yakni melengserkan Rezim Bashar Assad.

Sikap faksi-faksi oposisi Suriah tampaknya sulit untuk bergeser. Terlebih ketika AS nantinya akan bergabung dengan Rusia dalam memerangi Jabhah Fath Syam. Memisah-misahkan target antara Jabhah Fat Syam dan oposisi yang lain akan tidak mudah.

Rezim Bashar Assad menolak segala bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke Aleppo tanpa koordinasi dengannya atau PBB. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul pengumuman pemerintahan Turki yang akan menyalurkan bantuan ke Aleppo di fase gencatan gencatan senjata.

“Pemerintah Republik Suriah menolak bantuan dari pihak manapun, khususnya dari pemerintah Turki, tanpa koordinasi dengan kami dan PBB,” kata pernyataan Departemen Luar Negeri Suriah seperti dinukil Reuters dari media resmi pemerintah, Selasa (13/09).

Beberapa jam sebelum pemberlakuan gencatan, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan berencana mengirim bantuan kemanusiaan ke Aleppo. Bantuan ini disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Turki yang diakui.

Erdogan menuturkan, Ankara setidaknya akan mengirimkan 30 truk bantuan ke Aleppo. Bantuan ini akan berisi makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lain yang dibutuhkan oleh masyarkat Aleppo.

“Hari ini setelah matahari terbenam, apakah itu melalui PBB atau Bulan Sabit Merah Turki, kami akan mengirim makanan, mainan dan pakaian kepada orang-orang, terutama di Aleppo, melalui koridor yang telah ditentukan,” kata Erdogan dalam sebuah pernyataan.


bantuan bulan sabit merah

Dalam konteks ini, setidaknya 73 lembaga bantuan untuk Suriah sebelumnya juga memutus kerja sama dengan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka mengatakan bahwa PBB telah memanipulasi penyaluran bantuan, yaitu menolak bantuan yang akan disalurkan ke wilayah-wilayah oposisi.

Lembaga itu juga menyinggung rezim Damaskus yang memiliki pengaruh signifikan dan substansial terhadap badan-badan kerja PBB. Sehingga bantuan hanya tersalurkan di wilayah-wilayah yang disetujui oleh Rezim.

“Hal ini dimanipulasi oleh Rezim Damaskus dengan kepentingan PBB yang bermain di dalamnya,” kata lembaga melalui surat yang dikirim ke lembaga-lembaga PBB yang mengurusi bantuan untuk Suriah. “Hasilnya, rakyat Suriah semakin menderita,” imbuh mereka.

Media Iran melaporkan kematian Murtada Etiyya, seorang komandan milisi Syiah Liwa’ Fatimiyun di Suriah. Etiyya adalah asisten utama dari komandan Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani.

Menurut laporan Zaman el-Wasl, Senin (12/09), Komandan Syiah yang biasa dipanggil Abu Ali itu tewas dalam pertempuran sengit melawan pejuang oposisi di pegunungan Latakia, wilayah barat Suriah. Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri milisi Syiah Fatimiyun dan seorang senior yang mendapat mandat langsung dari Soleimani untuk menjadi pemimpin.

Pejuang Suriah sendiri dilaporkan telah dapat menghalau pasukan rezim Suriah dan sekutunya dari milisi Syiah dari menyerang Kabana, al-Tofahiya, dan al-Khader di Jabal Akrad di Latakia. Pejuang juga berhasil menewaskan puluhan anggota milisi Syih, termasuk komandan lapangan kelompok Zain al-Abidin bernama Zakariya Solaiman yang berada di bawah pimpinan milisi Syiah Soqor al-Sahra.

(11/9) - Pejuang hancurkan senjata mesin kaliber 37mm di Atira, Jabal Akrad

Milisi Fatimiyun dianggap salah satu milisi Syiah terbesar yang terlibat dalam pertempuran di Suriah. Mereka diperkirakan berjumlah sekitar 25 ribu tentara bayaran yang dibentuk terutama oleh Syiah Afghani yang disebut sebagai Hazara di Iran. Milisi ini didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada tahun 2011 saat awal konflik Suriah meletus. Sejak itu pula korban dari milisi tersebut terus bertambah.

Sabtu (10/9) - sebuah video diunggah oleh Jabhah Fath al-Sham, direkam dari sebuah Drone milik mujahidin. Ketika operasi pertempuran terjadi Tell Hamriya, setelah lakukan bombardir, mujahidin mulai melakukan serangan darat dan maju mendekati pos-pos militer musuh.


Video memperlihatkan pasukan rezim Suriah berlarian meninggalkan pos-pos mereka di Tell Hamriya, ketika mujahidin mulai melakukan serangan dalam jarak dekat.

Sabtu (10/9) - Provinsi Qunaitra, selatan Suriah, Faksi-faksi militer mujahidin memulai operasi pertempuran yang diberi nama "Qadsya Selatan". Tujuan operasi ini untuk merebut beberapa wilayah baru dari pasukan rezim Suriah dan milisi pendukungnya.

Faksi yang tergabung dalam operasi "Qadsya Selatan" diantaranya Jabhah Fath al-Sham dan Ahrar al-Sham serta faksi lainnya. Pertempuran sengit terjadi di sekitar wilayah Tell Hamriya.

Mujahidin teruskan pertempuran melawan pasukan rezim Suriah di sekitar pegunungan Arba'in, pedesaan selatan Aleppo. Mujahidin mengumumkan pada hari jumat (9/9) berhasil mengusir pasukan rezim Suriah dan merebut area gunung yang strategis kota Aleppo selatan tersebut.

Mujahidin membombardir posisi musuh dengan rudal dan artileri berat.



 Di sisi berlawanan, rezim Suriah membombardir desa Buwaida dan Bardy di pedesaan selatan Aleppo, pada saat yang sama ketika serangan udara serupa membombardir posisi mujahidin di sekitar pegunungan Arba'in.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget