Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Warga di Aleppo, Darurat antara Hidup dan Mati !

Dokter-dokter Suriah di distrik oposisi Aleppo mengirim pesan kepada AS, atas ketidakpeduliannya dalam menghadapi kekejaman yang diulang-ulang di kota kini hancur.

Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden AS Barack Obama, 15 dokter di lingkungan timur kota kedua Suriah memperingatkan situasi ke arah putus asa untuk warga sipil jika pasukan rezim memberlakukan pengepungan ulang.

Pada hari Sabtu pekan lalu, oposisi berhasil memecahkan pengepungan rezim setelah tiga pekan dalam blokade. Penduduk Aleppo timur telah pulih dari lonjakan harga dan kekurangan pangan.

Tetapi dokter anak, ahli bedah, dan dokter lain yang menandatangani surat itu mengatakan situasi saat ini tetap mengerikan.

“Kecuali rute hidup permanen ke Aleppo dibuka, maka hanya soal waktu sampai kita dikelilingi oleh pasukan rezim lagi, kelaparan akan berlanjut dan perlengkapan rumah sakit benar-benar kering,” kata pernyataan dalam surat tersebut.

Surat itu mencerca Amerika Serikat, atas tidak adanya usaha atas nama AS untuk mengangkat pengepungan atau bahkan menggunakan pengaruhnya untuk mendorong para pihak untuk melindungi warga sipil.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Suriah adalah tempat yang paling berbahaya bagi petugas kesehatan untuk beroperasi tahun lalu. Sebanyak 135 serangan telah menargetkan fasilitas kesehatan dan pekerja kemanusiaan pada tahun 2015.

Diperkirakan 250.000 orang masih tinggal di bagian timur yang dikuasai oposisi, dengan sekitar 1,2 juta di barat yang dikuasai pemerintah.

Pada akhir Juli, empat rumah sakit darurat dan bank darah di kota Aleppo terkena serangan udara dalam satu hari.

Banyak penanda-tangan surat itu bekerja di rumah sakit tersebut, di mana obat langka dan pintu masuk dilindungi dengan karung pasir.

derita warga aleppo

“Yang paling menyakitkan bagi seorang dokter adalah memilih siapa yang akan hidup (baca: ditolong lebih dahulu) dan siapa yang akan mati,” tulis para dokter.

“Anak-anak kadang-kadang dibawa ke ruang gawat darurat kami dalam kondisi terluka begitu buruk. Kita harus memprioritaskan mereka dengan peluang yang lebih baik, namun kadang-kadang tidak memiliki peralatan untuk membantu mereka.”


Satu serangan dua pekan lalu meninggalkan empat bayi yang baru lahir mati setelah kekuatan ledakan memotong pasokan oksigen ke inkubator mereka.

Para dokter mengeluh bahwa selama lima tahun, mereka telah menjadi saksi atas pasien yang tak terhitung jumlahnya, teman dan kolega menderita kekerasan, kematian tersiksa.

( al-Arabiya )
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget