Halloween Costume ideas 2015
August 2016

(31/8) - Serangan besar di Selatan Aleppo diluncurkan Pasukan Assad. Mereka menargetkan beberapa titik untuk merebut kembali wilayah yang sudah dikuasai mujahidin  Pertempuran berlangsung sengit, dimana mujahidin berhasil menggagalkan semua upaya tersebut.

Ini adalah upaya ke-lima kalinya pasukan Assad dibantu milisi syi'ah brigade al-Quds mencoba melakukan serangan untuk menguasai Komplek Akademi Militer. Video yang diunggah hari rabu ini (31/8) memperlihatkan bagaimana puluhan Pasukan Assad berlarian setelah berhasil dipukul mundur dengan bombardir sejumlah mortar dari Mujahidin.

Sementara itu masih di Selatan Aleppo, Pasukan Assad dan Milisi Iran mengalami kegagalan juga ketika melakukan serangan ke desa al-Qarassi. Mereka berlarian menyelamatkan diri setelah mujahidin maju lakukan serangan balik. Pertempuran ini menyebabkan korban luka dan tewas di jajaran Pasukan Assad cukup banyak.


situasi militer di selatan Aleppo 31 agustus 2016

Selasa (30/08) - Mujahidin merebut kota Thayyibah Al-Imam dan sejumlah desa di pedesaan Hama Utara. Pencapaian ini bagian dari operasi militer menargetkan wilayah kontrol rezim Suriah yang diluncurkan sehari sebelumnya.

Mujahidin berhasil pukul mundur pasukan rezim dan memasuki kota Thayyibah Al-Imam


Sumber di lapangan mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadid, mujahidin mulai memasuki tahap kedua pertempuran di pedesan Hama Utara pada Selasa sore. Pertempuran tahap kedua ditandai dibebaskannya sejumlah pos militer dan penjagaan di selatan kota Helfaya.

Kemudian, lanjut sumber yang tidak disebutkan namanya itu, mujahidin bergerak membombardir pos pengamanan rezim di kota Thayyibah Al-Imam pada malam hari. Mujahidin dari Jundul Aqsha meledakkan dua mobil yang dipasangi bom sehingga membuat pasukan rezim meninggalkan kota tersebut.

Tidak cukup sampai di situ, mujahidin juga membebaskan desa Luwaibidah dan Nasyiriyah, yang berdampingan. Runtuhnya mental militer Suriah dinilai menjadi salah satu sebab mujahidin berhasil membebaskan dua desa tersebut. Kemajuan ini diraih di bawah hujan bom dari jet tempur Rusia dan Suriah.

Sumber tersebut menambahkan, mujahidin saat ini berada di pinggiran kota Shuran, basis penting wilayah kontrol rezim di Hama utara. Puluhan kelompok pasukan pendukung rezim Suriah berada di kota tersebut.

 Update Progress Pertempuran di utara Hama 30 Agustus 2016

PBB telah menyalurkan jutaan dolar untuk rezim Assad di bawah ‘dana bantuan Suriah’, penyelidikan mengungkapkan.

Sebuah media Inggris telah menemukan bukti yang mendukung klaim memalukan bahwa PBB benar-benar telah memberikan ‘bantuan’ jutaan dolar kepada Rezim Assad.

pbb dengan rezim assad

Penyelidikan yang dilakukan The Guardian mengungkapkan bahwa perusahaan yang dekat dengan rezim Assad dan berada di bawah sanksi Uni Eropa dan AS, kolega Assad, departemen dan badan amal rezim, termasuk beberapa yang didirikan oleh istri Assad dan rekan terdekatnya, telah diberi sejumlah besar dana sebagai bagian dari misi bantuan PBB – dan bahwa dana tersebut digunakan untuk mendukung rezim yang telah menewaskan ribuan warga negaranya sendiri.

The Guardian menyatakan bahwa PBB telah mengorbankan prinsip-prinsip kemerdekaan, netral dan imparsial dengan pengadaan bantuan ini.

Setelah penelitian dan pemeriksaan rinci dokumen secara ekstensif serta umpan balik dari orang dalam PBB dan pekerja kemanusiaan, puluhan kespakatan PBB menimbulkan kecurigaan, ungkap artikel tersebut.

Persetujuan yang diberikan PBB kepada rezim -secara langsung atau tidak langsung- adalah hal pertama yang digunakan sebagai dasar oleh analis untuk membongkar masalah ini.

Analisis menyatakan bahwa PBB telah melakukan pembayaran ke pemasok bahan bakar milik rezim untuk meningkatkan pertanian dan perkebunan, meskipun di bawah sanksi oleh Uni Eropa karena khawatir tentang bagaimana uang tersebut akan digunakan.

$ 13 juta dan $ 4 juta secara bertahap dibayarkan kepada rezim untuk tujuan ini.

Organisasi Kesehatan Dunia juga memberikan $ 5 juta dukungan untuk bank darah nasional Suriah yang dikendalikan oleh departemen pertahanan rezim Assad.

The Syria Trust charity, yang didirikan dan diketuai oleh istri Assad, Asma, menerima total $ 8,5 juta dari dua badan PBB.

UNICEF juga menyalurkan $ 267.933 kepada Al-Bustan Association, yang dimiliki oleh Rami Makhlouf, sepupu dan teman Assad yang juga orang terkaya di Suriah. Badan amal ini telah berafiliasi dengan beberapa kelompok milisi pro-rezim.

Badan-badan PBB juga menyalurkan $ 9,296,325.59 ke Four Seasons Hotel di Damaskus antara 2014-2015, dimana sepertiga sahamnya masih dimiliki oleh kementerian pariwisata (rezim) Suriah.

Selain itu, UNICEF menyalurkan dana ke SyriaTel – yang berada di bawh sanksi Uni Eropa dan AS – $ 147.289 dengan dalih dana tersbut adalah untuk kampanye kesadaran kesehatan melalui SMS setelah gelombang polio melanda negara itu. SyriaTel juga dimiliki oleh Makhlouf.

Analisis juga menunjukkan bahwa PBB telah membayar dana yang berkisar antara $ 54 juta dampai $ 30.000 ke 258 perusahaan Suriah.

Angka juga menunjukkan bahwa $ 900juta dari total $ 1,1 miliar pada upaya bantuan PBB pada tahun 2015 dihabiskan untuk “bantuan yang disalurkan melalui Damaskus.”

Apa yang menimbulkan alarm tentang kesepakatan ini, selain kedekatannya dengan Assad, adalah bahwa PBB telah mengamankan kesepakatan yang menguntungkan dengan mereka yang telah dicap sebagai “off-limits”  oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

PBB, tentu saja, berdalih bahwa kesepakatan itu tidak harus mematuhi sanksi Uni Eropa atau Amerika Serikat dan harus bekerja sama dengan rezim untuk menyelamatkan jutaan nyawa di Suriah.

“Ketika dihadapkan dengan memutuskan apakah ingin mendapatkan barang atau jasa dari bisnis yang mungkin berafiliasi dengan rezim atau membiarkan warga sipil tanpa bantuan, pilihannya sangat jelas: tugas kita adalah untuk memberikan bantuan kepada warga sipil yang membutuhkan.”

Berdasarkan dokumen yang dilihat oleh The Guardian, penyelidikan menyatakan bahwa PBB telah mengalah pada permintaan Assad di Suriah, terutama tentang kemana bantuan dapat dikirim serta apa jenis bantuan yang diperbolehkan.

Rezim selama ini diketahui telah memberlakukan pembatasan jenis bantuan apa yang dapat didistribusikan dan oleh siapa.

Memerintahkan PBB untuk tetap patuh pada daftar yang telah “disetujui” oleh rezim Suriah dan organisai mana saja yang dapat menyalurkan misi bantuan, Damaskus telah berulang kali menghapus item seperti inkubator, dan menolak untuk memberi akses konvoi ke daerah-daerah tertentu.

Rezim juga menghambat kerja PBB dan LSM lainnya, misalnya melarang impor dari Turki dan bersikeras bahwa obat-obatan harus disediakan dari dalam Suriah.

PBB hanya dapat bekerja dengan daftar mitra yang dibatasi, dan hanya dengan restu dari Assad.

Penyelidikan juga menyampaikan kekhawatiran bahwa bantuan hanya diprioritaskan di daerah yang dikuasai rezim.

Kembali pada bulan Juni, Syria Campaign juga telah menuduh PBB mengorbankan prinsip-prinsip dan membiarkan dirinya didikte oleh rezim Assad yang telah mengendalikan pengiriman bantuan.

Sebuah laporan, didukung oleh lebih dari 50 badan kemanusiaan, hak asasi manusia dan kelompok masyarakat sipil, menyatakan PBB sepakat untuk tidak membantu daerah yang dikuasai oposisi setelah mendapat ancaman dari rezim.

Meskipun PBB telah transparan dan menerbitkan nama-nama pemasoknya, pengaruh Assad pada upaya bantuan telah menciptakan kegelisahan di antara beberapa badan PBB, kata seorang pejabat PBB.

Dr Reinoud Leenders, seorang ahli studi perang di King College di London, menyatakan keprihatinan, mengatakan bahwa “PBB butuh untuk memikirkan kembali strategi di Suriah”. Dia juga mengatakan bahwa PBB seharusnya menjaga jarak dengan Assad dan rekan-rekannya, yang menyebabkan kebrutalan dan represi, sehingga bantuan kemanusiaan menjadi sangat dibutuhkan.

Sebuah video memperlihatkan seorang bayi Suriah yang terluka parah oleh bom pembakar atau bom napalm yang luka-lukanya sedang diobati dengan lumpur, sebagaimana dilansir Al Araby, Senin (29/8/2016).

korban bom napalm di homs


Bayi itu bergetar kesakitan saat ia dipegang oleh seorang pria yang tanpa peralatan medis, melumuri luka bakarnya dengan lumpur.

Anak itu dilaporkan telah terluka oleh proyektil bom napalm di Homs, yang diyakini telah ditembakkan dari sebuah mortir.

“Setelah pengeboman oleh pesawat-pesawat tempur berhenti, mereka mulai menembakkkan napalm,” kata dokter, menurut al-Jazeera. “Beberapa pasien mengalami luka bakar.”

Anak itu kesakitan saat perban dibuka dan lumpur dilumuri ke luka bakar dalam upaya untuk mengurangi rasa sakit.

Hamzah, seorang anak berusia empat tahun, dan Ayah, bayi berusia tujuh bulan, juga terbakar hingga tewas dalam serangan itu, sumber-sumber lokal mengatakan kepada al-Jazeera.

Rusia dan rezim Suriah telah dituding menggunakan bom pembakar di daerah sipil.

Human Rights Watch mengatakan bahwa rekaman dari Suriah telah menunjukkan bahwa Rusia dan rezim Asad menggunakan senjata seperti napalm di daerah oposisi.


Kelompok ini mendokumentasikan 18 kasus serangan seperti di Aleppo dan Idlib antara 5 Juni dan 10 Agustus dan mencatat bahwa penggunaan bom pembakar oleh Rusia dan rezim Asad meningkat.

“Pemerintah Suriah dan Rusia harus segera berhenti menyerang daerah-daerah sipil dengan senjata pembakar,” kata Steve Goose, direktur senjata di Human Rights Watch.

“Senjata-senjata ini menimbulkan cedera mengerikan dan sakit luar biasa, sehingga semua negara harus mengutuk penggunaannya di daerah sipil.”

Juru bicara Daulah Islam Abu Muhammad Al-Adnani terbunuh di Aleppo, menurut laporan media ISIS Selasa (30/8).

“Abu Muhammad Al-Adnani Asy-Syami terbunuh syahid selama menginspeksi operasi militer di negara bagian Aleppo,” kata media ISIS Al-A’maq dalam sebuah pernyataan seperti dikutip beberapa media online.

Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang keadaan kematiannya. Dilaporkan bahwa Al-Adnani terbunuh oleh serangan koalisi internasional yang menargetkan mobilnya saat bepergian Selasa sore di persimpangan Qadiran di pinggiran kota Al-Bab Aleppo Utara.

Dalam laporan kemudian, pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat melancarkan serangan ke zona Al-Bab di Suriah menargetkan seorang pejabat senior di ISIS.

Abu Muhammad Al-Adnani lahir di Suriah pada tahun 1977, di kota Binsyi didekat Saraqeb provinsi Idlib. Dalam organisasi ISIS, Al-Adnani merupakan pemimpin yang paling menonjol, setelah Al-Baghdadi dan Abu Umar Asy-Syisyani. Abu Umar Asy-Syisyani sendiri juga telah diumumkan terbunuh belum lama ini.

Al-Adnani menjabat sebagai Amir Syam dalam organisasi ISIS. Tidak diketahui persis nama aslinya, tetapi banyak penelitian yang menunjukkan bahwa namanya adalah Thaha Subhi Fallahah.

Pernyataan media ISIS terkait terbunuhnya Abu Muhammad Al-Adnani

(30/8) - Pertempuran sengit terjadi di kota Taybat Al-Emam setelah mujahidin lakukan serangan lanjutan di utara Hama, sehingga merebut sepenuhnya kota yang dinilai strategis tersebut.

Di sisi lain, rezim Suriah dibantu Pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara atas lingkungan perumahan di kota Helfaya dan kota Masasna, pedesaan utara Hama, yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran rumah warga. Selain itu, srangan udara juga menargetkan posisi mujahidin di kota Taybat Al-Emam.

Mujahidin halau pesawat tempur rezim dengan senjata anti-pesawat

Dikuasainya Helfaya terjadi setelah Jaysul Izza, kelompok pejuang oposisi utama di pedesaan Hama, mengumumkan peluncuran serangan besar-besaran. Serangan dimulai dengan penembakan altileri yang menargetkan pos-pos pemeriksaan rezim Asad di pedesaan bagian utara Hama.

Kemajuan yang signifikan segera dicapai oleh pejuang oposisi di daerah itu, di mana Rumah Sakit Nasional di Helfaya, gerbang utara Helfaya, desa al-Masasnih, al-Buwaydah dan pos-pos pemeriksaan rezim Assad berhasil dikuasai.

Pejuang oposisi juga menewaskan sedikitnya 30 pasukan rezim Asad selama pertempuran dan menangkap seorang tentara senior rezim Asad yang berpangkat Kolonel.

Pembakaran ban membantu pejuang oposisi dalam menghalangi pandangan pilot pesawat tempur rezim Assad yang menyerang daerah itu.

Penduduk Helfaya keluar dari kota, hindari serangan udara Rezim Suriah

Pasukan Assad berulang kali mengalami kegagalan ketika mencoba melakukan serangan atas Akademi Militer. Mujahidin lakukan serangan balik dengan senjata berat dan tembakan meriam.

Berikut ini video dari sebuah drone milik mujahidin memperlihatkan gagalnya upaya yang ke-4 pasukan Assad dimana sejumlah Tank hancur dan  puluhan pasukan tewas.

Video diunggah oleh Jabhah Fath al-Sham pada hari Senin (29/8)

Lihat juga Video sebelumnya :
Kegagalan ke-1 :  Video Jabhah Fath al-Sham Pertahankan Akademi Militer 
Kegagalan ke-2 : Jabhah Fath al-Sham gagalkan Serangan Pasukan Assad
Kegagalan ke-3 : Video 50 Pasukan Assad Berlarian Hadapi 5 Mujahidin

Senin (29/8) - Mujahidin berhasil merebut kota Helfaya di pedesaan utara Hama pada tengah hari setelah meluncurkan serangan atas beberapa pos pemeriksaan sebelumnya.

Mujahidin juga menguasai seluruh kota al-Buwaida dan daerah Zalaqyat di pedesaan utara Hama, setelah bentrokan melawan pasukan rezim Suriah yang didukung milisi syi'ah.

map 29 agustus utara hama

Sementara itu, Kelompok Jaish an-Nashr mengatakan bahwa mujahidin telah menangkap seorang Letnan pada saat pertempuran atas kota al-Buwaida, dimana beberapa Tank dan kendaraan milik pasukan rezim berhasil dihancurkan.


Operasi pertempuran di kota al-Buwaida, Jaish an-Nashr hancurkan beberapa target.

Badan intelijen Afghanistan menangkap Qurban Ghulam Baur, wakil pemimpin Syiah Iran Ali Khamenei di Afghanistan.

Dikutip dari Arabi21, Senin (29/08), sumber pemerintah Afghanistan mengatakan Ghulam ditangkap di depan rumahnya di provinsi Herat karena menjadi penanggung jawab pengiriman milisi Syiah dari Afghanistan ke Suriah.

syiah brigade fatimiyun afghanistan

Sebelumnya, Brigadir Jenderal Mohammad Ali al-Falaki, salah satu pemimpin Garda Revolusi Iran di Suriah, mengumumkan pembentukan pasukan militer Syiah sementara di perbatasan dengan nama “Tentara Pembebasan Syiah”. Pasukan ini berada di bawah dipimpin Jenderal Qassem Soleimani, komandan Faylaq Quds Iran.

Al-Falaki, dalam sebuah wawancara pers dengan situs Iran “Masyriq News”, mengatakan bahwa Brigade Syiah Fatimiyun Afghanistan terlibat secara luas dalam perang Suriah. Mereka juga menjadi anggota “Tentara Pembebasan Syiah” yang merupakan gabungan dari berbagai sekte dan aliran Syiah di berbagai belahan dunia.

Dia menambahkan, Brigade Fatimiyun telah banyak mendukung pasukan Iran dalam berbagai pertempuran di Suriah dan menjadi kekuatan utama untuk mempertahankan Damaskus.

Senin (29/8) - Mujahidin berhasil merebut beberapa pos pemeriksaan pasukan rezim Suriah di pedesaan utara Hama selama pertempuran beberapa jam, dimulai saat waktu fajar sampai tengah hari tadi.


Mujahidin merebut sepenuhnya atas pos pemeriksaan Madajen, Serro dan Khaima, serta pos pemeriksaan Mafqas, Adayed dan Madjana Sharqya di dekat desa Masasna.
  • Mujahidin berhasil merebut tank dan kendaraan militer serta menghancurkan artileri berat yang terletak di dalam pos-pos pemeriksaan rezim Suriah. 
  • Menghancurkan tank jenis T72 di dekat checkpoint Zalaqyat yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di barisan pasukan rezim Suriah. 
  • Menargetkan posisi rezim Suriah dengan rudal Grad di dalam pangkalan udara Hama.
Sementara itu, pesawat tempur rezim Suriah melakukan serangan udara di desa Latamna, Kafrzeita dan kota Morek.

(28/8) - Koalisi mujahidin Jaish al-Fath di Selatan Aleppo, mempersembahkan sebuah video hasil monitoring sebuah Drone, ketika pasukan Assad mencoba kembali melakukan serangan terhadap Akademi militer. Video memperlihatkan sekitar 50 Pasukan Assad masuk ke dalam sebuah Gedung menghindari tembakan sejumlah mortar dari mujahidin. Mereka berlarian keluar gedung ketika 5 mujahidin dari pasukan berani mati melakukan serangan menargetkan gedung tersebut.


Ini adalah upaya kesekian kalinya, Pasukan Assad mencoba menguasai kembali Komplek Akademi, setelah sebelumnya kerugian besar dialami mereka di tempat yang sama.

Adapun upaya gagal pasukan Assad sebelumnya telah didokumentasikan oleh Drone milik Jabhah Fath al-Sham.
Video ke-1 :  Video Jabhah Fath al-Sham Pertahankan Akademi Militer 
Video ke-2 : Jabhah Fath al-Sham gagalkan Serangan Pasukan Assad

Ahad (28/08), Rezim Suriah kembali meningkatkan serangan udara ke Provinsi Homs dan pedesaannya. Akibatnya, korban sipil berjatuhan.

Al-Jazeera melaporkan dari korespondennya di Homs, dua wanita tewas dan sejumlah warga sipil lainnya terluk—di antaranya ana-anak—akibat serangan udara wilayah perumahan di kota Rastan, utara pedesaan Homs yang terkepung.

Dalam rekaman video yang berhasil diabadikan, terlihat seorang wanita terjebak di bawah reruntuhan atap rumahnya yang hancur oleh misil. Warga dan tim pertahanan sipil mengalami kesulitan besar menyelamatkan wanita tersebut. Hal itu karena minimnya alat.


Gambar lainnya melihatkan seorang anak kecil penuh darah. Anak malang itu tertimpa reruntuhan rumahnya. Meski selamat, kondisinya kritis.

Koresponden Al-Jazeera menambahkan, setidaknya satu warga sipil juga tewas dan lainnya luka-luka oleh bom napalm yang dijatuhkan jet tempur rezim Suriah di lingkungan Wa’ar, kota Homs yang terkepung. Serangan Ahad itu juga menyasar rumah sakit. Tidak ada laporan korban. Akan tetapi, roket tersebut menimbulkan kebakaran.

Perlu diketahui, lingkungan Wa’ar merupakan kota terakhir yang masih dikontrol oposisi di Homs. Rezim telah mengepung kota itu sejak tiga tahun terakhir. Beberapa hari terakhir, rezim menggunakan bom yang dilarang internasional untuk memaksa pejuang menyerah.

Berdasarkan kesepakatan dengan Rezim Suriah, pengepungan atas kota Daraya dihentikan dan sebanyak 3.500 pejuang oposisi harus meninggalkan Daraya ke kota yang dikuasai oposisi dan pejuang islam di Provinsi Idlib, sembari melucuti senjata mereka.

Sementara 4.000 warga sipil akan diangkut ke area lain di wilayah Damaskus, yang dikontrol Rezim Suriah.

Rombongan konvoi ke-2, membawa pejuang dari kota Daraya menuju Sarmada di utara Idlib

(28/8) - Syeikh al-Muhaysini menyambut kedatangan pejuang Daraya yang telah tiba di Idlib. Syeikh mengingatkan tentang janji Allah swt, suatu saat kaum muslimin akan kembali ke kota Daraya dan membebaskannya.

Intervensi Turki di perbatasan dengan Suriah Utara terus berlanjut. Sabtu (27/8), jet dan artileri Turki menargetkan pasukan Kurdi di selatan kota strategis Jarablus, menurut monitor dan sumber-sumber lokal.

Turki pertama kali masuk Suriah dengan mengirim tank di perbatasan pada hari Rabu lalu sebagai bagian dari operasi dua cabang terhadap ISIS serta pasukan Kurdi.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Sabtu, serangan udara dan peluru menargetkan desa Amarneh, yang baru-baru ini dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Kurdi yang didukung Amerika.

Serangan Turki datang untuk mengamankan perbatasan, sehingga penting memberikan dukungan untuk pejuang oposisi Suriah. Selain FSA, ada juga lima kelompok pejuang yang ikut serta dalam operasi bersama Turki ; Suqur Al-Jabal, Sultan Murad, Jabhah Shamiyah, Faylaq Al-Sham serta Nurudin Zinki.

Peta terbaru 28/8/2016, wilayah Amarnah, Al-Mughair, Qusa, Ain al-Bayda yang berada di selatan Jarabulus dikuasai setelah bentrokan dengan SDF kurdi, sementara itu wilayah Syeikh Yakub 8 km dari ar-Rai dan Taheriyah direbut dari ISIS.

Sejumlah militan Kurdi tertangkap pada saat pertempuran

Jabhah al-Shamiyah unggah video serangan misil pejuangnya ketika mempertahankan Akademi militer di selatan Aleppo pada hari sabtu kemarin (27/8). Kerugian dialami pasukan Assad berupa korban jiwa dan rusaknya beberapa kendaraan Tank.

Tembakan misil berhasil merusak Tank T-72 :


Sekumpulan Pasukan Assad terkena misil :


Di sisi yang lain, misil tepat mengenai Tank BMP milik Pasukan Assad :



Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan pesawat-pesawat tempur Rusia masih menggunakan pangkalan militer Iran untuk menyerang sasaran di Suriah.

jet_tempur_rusia

Larijani membuat komentar sehari setelah seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan penggunaan sebuah pangkalan udara oleh Rusia di Hamadan telah berakhir untuk saat ini.

Berbicara pada sidang parlemen pada 23 Agustus, Larijani menyarankan pembom Rusia tetap menggunakan pangkalan militer di Hamadan.

“Ini tidak berhenti,” katanya, menambahkan bahwa Teheran dan Moskow bersatu dalam “perang melawan terorisme.”

Teheran dan Moskow adalah pendukung Presiden Suriah Basyar Assad. Mereka telah membantu Assad tetap berkuasa.

“Kami tidak memberikan basis di Hamadan ke Rusia. melainkan untuk lepas landas dan mendarat untuk mengisi bahan bakar, ” kata Larijani seperti dikutip oleh media Iran.

Kelompok terakhir dari penduduk telah meninggalkan kota Daraya pada Sabtu (27/8/2016) setelah dicapai kesepakatan untuk mengakhiri pengepungan pada Kamis (25/8) melalui mediator antara rezim Asad dan penduduk setempat.

Penduduk hidup di bawah serangan tanpa henti dari bom silinder dan bom napalm yang dilancarkan oleh pasukan rezim Asad di kota pinggiran Damaskus itu, koresponden Orient News, Muhammad Abdulrahman, melaporkan.

“Daraya benar-benar kosong dari penduduknya. 25 bus membawa penumpang sebanyak 1.124 orang; 934 laki-laki; 87 perempuan dan 103 anak. Ketika mereka melewati Jalan Raya Lingkar Selatan Damaskus, mereka berteriak dari bus, “Daraya, kami adalah anak-anak Anda,” ungkap koresponden Orient News.

Sebelumnya, pejuang oposisi Suriah telah membebaskan 9 pasukan rezim Asad yang ditangkap dalam pertempuran sebelumnya.

Kemajuan ini berlangsung menyusul dua tahap evakuasi di mana kelompok yang terdiri dari 350 orang warga Daraya telah mencapai Idlib dan pinggiran kota Damaskus.


kota Daraya

Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Daraya yang terus menerus dihantam bom dari berbagai jenis, serta mengalami kekurangan makanan, air dan listrik. Orang-orang Suriah menjuluki Daraya sebagai “Ibu Kota Bom Barel” mengacu kepada bom barel yang tak terhitung jumlahnya yang dijatuhkan di kota itu.

Jabhah Fath al-Sham mempersembahkan kembali sebuah video lanjutan terkait kerugian pasukan Assad ketika mencoba melakukan serangan di Akademi Militer pada hari rabu (24/8). Video kedua ini memperlihatkan kehancuran beberapa kendaraan tempur dan kematian pasukan Assad ketika gagal melakukan serangan.


Untuk memahami kejadian diatas, silahkan tonton video bagian pertama yang telah kami posting pada berita sebelumnya : Video Jabhah Fath al-Sham Pertahankan Akademi Militer

Turki dilaporkan akan menjembatani proses barter tahanan antara Rezim Bashar Assad dengan oposisi Suriah. Menurut keterangan sumber lokal yang dikutip Zaman el-Wasl pada Jum’at (26/08), lebih dari 5.000 tahanan akan dibebaskan jika proses barter itu terjadi.


identitas mayat rusia di aleppo

Ini merupakan barter tahanan terbesar jika benar-benar terjadi. Mayat pilot helikopter Rusia yang tewas baru-baru ini di Idlib juga akan disertakan dalam barter tersebut.

berita terkait : Jaysh al-Fath Temukan Mayat Awak Helikopter Rusia

Sabtu (27/8) - Pejuang FSA berhasil merebut kontrol atas desa Hadabat, desa Halwanya dan desa Humair Ajaj yang terletak di sebelah barat kota Jarablus pedesaan utara Aleppo. Pejuang mengalami pertempuran sengit dengan kelompok ISIS, yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di jajaran ISIS.


Dengan direbutnya desa-desa tersebut, membuat pejuang lebih mudah menghubungkan kota Jarablus dengan kota ar-Rai untuk mengamankan perbatasan Turki-Suriah sepenuhnya.

Gelombang pertama warga Daraya di pedesaan barat Damaskus telah meninggalkan kota itu pada Jum’at (26/8) sesuai dengan kesepakatan yang dicapai pada Kamis antara delegasi rezim Suriah di satu sisi dan perwakilan dari badan-badan sipil dan militer di kota Daraya, di mana para warga akan dievakuasi dari kota mereka, di bawah ancaman genosida oleh rezim.

daraya_damascus_warga keluar dari kota


Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa gelombang pertama yang terdiri dari empat ratus pejuang oposisi dan keluarga mereka telah mengambil langkah menuju kota Idlib, melewati provinsi-provinsi yang dikuasai rezim Asad di pedesaan Damaskus.

Sementara itu gelombang kedua yang terdiri dari warga sipil Daraya sejauh ini bergerak menuju Al-Qiswah dan Qudsaya, dua daerah yang masuk dalam kekuasaan rezim di Pedesaan Damaskus.

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa rute perjalanan pejuang oposisi Daraya akan melewati daerah-daerah yang dikontrol rezim menuju ke Qal’at Al-Madiq di wilayah Pedesaan Hama, di mana mereka akan dipindahkan dari sana ke daerah yang dikuasai Mujahidin pada malam ini (26/8), kemudian mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Idlib. Koresponden Al Jazeera mengatakan bahwa pemindahan warga sipil ke tempat penampungan di Al-Kiswah telah dilakukan menggunakan bus dari Bulan Sabit Merah Suriah, di mana rezim Suriah mensyaratkan pada warga sipil agar tidak membawa barang-barang pribadi mereka.

Laporan menambahkan bahwa warga sipil Daraya keluar dari rumah mereka dengan berlinangan air mata dan kesedihan yang amat sangat setelah menghadapi empat tahun pengepungan rezim, kelaparan dan pengeboman tanpa henti, juga menekankan bahwa ada ketakutan besar oleh warga sipil yang akan dipindahkan ke pusat penampungan milik rezim, terutama setelah kesepakatan sebelumnya yang telah dilanggar oleh rezim sehingga menyebabkan warga sipil jatuh ke penderitaan besar lainnya.



Sementara itu kantor berita milik rezim, SANA, mengatakan bahwa tahap pertama pengosongan kota Daraya dari senjata dan para pejuang telah berakhir, dan menambahkan bahwa evakuasi tiga ratus pejuang sisanya akan diselesaikan hari ini. Mereka akan diarahkan ke Idlib beserta keluarga mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh komandan pasukan rezim Suriah bahwa Daraya besok akan bebas dari pejuang yang juga akan meninggalkan senjata mereka di kota tersebut.

Beberapa pengungsi mulai kembali ke Jarabulus pada hari Kamis (25/8) setelah pejuang FSA membebaskan kota dari militan ISIS, yang didukung operasi militer Turki di Suriah.

Menurut koresponden Anadolu Agency yang memasuki kota, pasukan FSA, yang mengusir ISIS dari kota pada hari Rabu, telah bekerja untuk memastikan bahwa kehidupan kembali berjalan normal secepat mungkin.

Para komandan FSA, yang berbicara kepada reporter Anadolu Agency, mengatakan bahwa militan ISIS melarikan diri dari kota, dan anggota FSA sedang mencari setiap bom atau ranjau yang mungkin telah ditanam oleh militan.

Mohammed Kenkeri, salah satu warga mengatakan bahwa ia senang bisa kembali ke kampung halamannya, dan mengucapkan terima kasih kepada Turki atas dukungannya dalam membersihkan wilayah Jarabulus dari ISIS.

“Saya berharap perdamaian ini akan dipertahankan dan kehidupan akan kembali normal lagi,” katanya.

Panglima Pasukan Khusus Turki, Zekai Aksakalli juga mengunjungi Jarabulus pada Kamis dan melakukan beberapa inspeksi.

Laporan dari pejuang  Jabhah al-Shamiyah

Laporan dari pejuang Faylaqu sl-Sham

Video yang diunggah (26/8) tersebut, memperlihatkan warga kota Jarabulus menyambut gembira setelah pembebasan dari militan ISIS

Kamis (25/8), pertempuran masih terjadi antara pasukan Assad dengan mujahidin di garis depan wilayah Hosh Nasri, Ghouta Timur.


Jaysh al-Islam mengumumkan berhasil merusak Tank T-72 dan sepuluh elemen pasukan rezim tewas saat mereka berusaha untuk maju pada posisi mujahidin.

Perlu dicatat bahwa Faylaq al-Rahman, salah satu dari faksi mujahidin di Ghouta Timur - menyerukan Jaysh al-Islam untuk membentuk ruang operasi militer bersama, yang dirancang untuk melindungi daerah Ghouta dan menghadang setiap upaya serangan rezim Assad.

Puluhan tentara dan milisi rezim Suriah termasuk seorang komandan tewas Kamis pagi ini (25/8). Pertempuran sengit terjadi berhadapan dengan mujahidin di selatan Aleppo ; sekitar lingkungan Ramoussah, Dabaghat dan proyek apartemen 1070.

Pertempuran terjadi akibat pasukan rezim mencoba melakukan serangan untuk merebut daerah-daerah tersebut.

Reporter Step News Agency dari apartemen 1070, melaporkan situasi pertempuran dan serangan udara di sekitar area.

(25/8) - Mujahidin dari Faujul Awal kembali mendokumentasikan hancurnya kendaraan tempur milik pasukan Assad. Mujahidin menembakan misil TOW sehingga menghancurkan Tank BMP dan merusak Tank T-55 serta T-72 ketika mencoba masuk menuju akademi militer yang dikuasai mujahidin.



Berikut ini video yang diunggah mujahidin beberapa jam tadi

Tank BMP hancur dan terbakar akibat tembakan misil TOW

Tank T-55 yang sedang melaju terkena misil

Free Syrian Army (FSA) pada Rabu (24/8/2016) menguasai desa yang dikuasai ISIS, Kaklijah, 3 kilometer selatan dari perbatasan Suriah-Turki, kata sumber militer Turki yang dilansir Anadolu.



Pasukan FSA akan maju menuju Jarabulus, sekitar 6 km dari kota perbatasan, kata sumber itu kepada media. Militer Turki terus menghantam ISIS di Jarabulus sebagai bagian dari Operasi Perisa Efrat.

Tiga pasukan FSA terluka dalam serangan mortir ISIS di Jarabulus dan dibawa ke Gaziantep untuk perawatan.

Operasi itu diluncurkan pada Rabu pagi ketika artileri dan serangan udara yang diikuti oleh tank militer Turki menyeberangi perbatasan untuk menargetkan ISIS.

Video diunggah Rabu (24/8) pertempuran di selatan Aleppo, Mujahidin dari Faujul Awal menembakan roket katyusha dengan menargetkan posisi pasukan Assad.


Sebuah Drone milik mujahidin memperlihatkan roket tepat mengenai sasaran, dimana senjata Cannon 130 mm dan senjata kaliber 23 mmm berhasil dihancurkan.

Jabhah Fath Syam mengumumkan pada Rabu (24/8/2016) bahwa mereka telah membunuh orang yang bertanggung jawab atas penangkapan warga sipil di kota Hama di pinggiran Al-Amin.

Biro media Jabhah Fath Syam mengatakan alat peledak telah ditanam di pinggiran Al-Amin yang menyebabkan tewasnya Osama Abu Ali, salah satu pejabat sistem keamanan dan sejumlah rekannya, lansir ElDorar AlShamia.

Kota Hama mayoritas berada di bawah kontrol rezim Assad telah menyaksikan serangkaian penangkapan setiap harinya serta para pemuda dipaksa untuk mengikuti pelatihan militer.

Sementara itu kabar gembira lain datang pada hari kamis ini (25/8), seorang tentara rezim Assad di utara Hama membelot dan bergabung dengan mujahidin kelompok Jaish an-Nashr.

tentara rezim membelot

Pejuang oposisi Suriah, Rabu (24/08) dilaporkan berhasil memukul mundur pasukan ISIS dari kota Jarabulus, Suriah Utara, yang berbatasan langsung dengan Turki. Kemajuan ini tak lepas dari dukungan Turki yang menginginkan wilayah perbatasan dikendalikan pasukan oposisi pro mereka.

Turki mengirim puluhan tank dan pesawat tempur melintasi perbatasan untuk mendukung pejuang oposisi Suriah menjauhkan ISIS dan Kurdi dari Jarabulus. Intervensi militer ini dinamakan Efrat Shield. Ia memiliki tujuan ganda: untuk mengusir ISIS dari Jarabulus, benteng besar terakhir di perbatasan 500 mil, dan mencegah perluasan milisi Kurdi di Suriah utara.

Ahmad Utsman, seorang komandan faksi Firqatul Sulthan Murad, mengatakan kepada AFP melalui sambungan telepon bahwa seluruh kota Jarabulus berhasil dibebaskan sepenuhnya. Di saat bersamaan, Kantor media faksi Nurudin Zanky mengonfirmasi pasukan ISIS menarik diri menuju kota Al-Bab.


suriah-jarabulus dikuasai pejuang oposisi

Jarabulus berdampingan dengan kota Al-Bab, yang merupakan benteng terakhir pasukan ISIS di Aleppo. Sebelumnya, ISIS kehilangan kota Manbej setelah terlibat pertempuran sengit dengan milisi Kurdi.

Direktur pengawas HAM Suriah, Rami Abdurrahman, melaporkan tidak ada perlawanan berarti dari pasukan ISIS yang tersisa di Jarabulus. Kota itu diduduki sejak awal 2014 dan dihuni sekitar 30 ribu warga.

“Banyak pasukan ISIS meninggalkan Jarabulus sebelum operasi dimulai,” ujarnya.

Dengan perkembangan ini, lanjutnya, ISIS kehilangan perlintasan perbatasan terakhir yang memungkinkan mereka melintasi Turki.

Jum’at (19/8/2016) - Syaikh Abdullah Al-Muhaisini merilis video ajakan mobilisasi jihad untuk bergabung dengan Mujahidin Jaisyul Fath dalam pertempuran di Aleppo.



Video berdurasi 10 menit 19 detik ini diawali dengan tampilan sejumlah pertempuran yang berlangsung di Aleppo diikuti dengan seruan jihad dari Syaikh Al-Muhaisini dan sejumlah Mujahidin Suriah.

(23/8) - Warga di Aleppo berbondong-bondong bergabung dengan Jaisyul Fath, berharap dapat membebaskan Aleppo sepenuhnya dari Pasukan Rezim Suriah.





Pasukan militer Turki mulai memasuki wilayah Suriah dalam melancarkan operasi militer terhadap ISIS di sebuah kota Jarablus, dekat perbatasan Turki-Suriah.

Unit pasukan khusus tersebut memasuki Suriah melalui perbatasan Turki setelah menembakan artileri ke kota Jarablus, sekitar pukul 4 pagi waktu setempat pada hari Rabu (24/8/2016).

Angkatan udara Turki telah menghantam target-target di dalam dan sekitar kota Jarablus, Suriah.


Mereka menegaskan bahwa operasi ini ditujukan untuk "membersihkan perbatasan Turki dari ISIS, membantu untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan mendukung integritas wilayah Suriah."

Para pejabat itu lebih lanjut mengatakan bahwa pencegahan aliran baru migran dan memfasilitasi distribusi bahan pokok di antara penduduk sipil di wilayah ini juga di antara tujuan operasi.

Sementara itu, laporan-laporan mengatakan tank Turki telah memasuki wilayah Suriah untuk melakukan operasi di Jarablus.


Pengamat percaya Turki juga fokus targetkan pasukan Kurdi di dalam wilayah Suriah. Populasi Kurdi di wilayah tersebut telah lama ingin mendirikan sebuah negara merdeka oleh berpotensi mengambil wilayah dari Turki, Suriah, Irak dan bahkan Iran.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bersumpah bahwa Ankara akan memberikan "semua jenis dukungan" upaya untuk membebaskan Jarablus dari kontrol ISIS. "Kami tidak ingin ISIS ada di Irak dan Suriah," katanya kepada wartawan.

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus juga mengatakan baru-baru bahwa Turki melihat Jarablus "sebagai masalah keamanan nasional."

Sebelumnya, para pejabat Turki mengatakan roket ditembakkan dari Jarablus menghantam pusat kota Karkamis, sebuah kota di tenggara Turki.

Pada hari Selasa, pihak berwenang di kota tenggara Turki Karkamis meminta penduduk setempat untuk mengevakuasi kota dan daerah terdekat untuk alasan keamanan.

Militer Turki membalas serangan itu dengan melakukan serangan balik pada posisi Partai Uni Demokratik (PYD) Kurdi dan menargetkan ISIS yang ada di dalam wilayah Suriah.

Sebuah video diunggah kelompok jihad Jabhah Fath al-Sham pada hari rabu ini (24/8). Video memperlihatkan pasukan Rezim Suriah mencoba melakukan serangan ke arah lingkungan Akademi Militer yang sudah dikuasai mujahidin di selatan Aleppo. Pasukan Rezim bergerak maju menerobos benteng dengan dilengkapi kendaraan tempur 1 Tank, 2 BMP, dan 1 BVP.


Rekaman video hasil dari sebuah Drone milik Jabhah Fath al-Sham tersebut sangat menarik untuk dilihat, bagaimana mujahidin memiliki keahlian tempur yang tinggi. Mujahidin menembakan sejumlah mortar menargetkan posisi pasukan rezim. Mortar mendarat tepat mengenai sasaran beberapa kali. Sebuah Tank bahkan bergerak mundur sehingga menabrak 2 BMP di belakangnya.

Operasi militer yang kesekian kalinya ini berhasil digagalkan, Pasukan rezim akhirnya memutuskan untuk mundur dengan tidak melanjutkan serangan.


Pertempuran terjadi antara mujahidin dengan pasukan rezim Suriah yang didukung oleh milisi syi'ah di sekitar kota Kabana pedesaan utara Lattakia, bentrokan datang antara rezim upaya terus menerus untuk merebut atas kota.

Pasukan Rezim didukung dengan pesawat tempur Rusia melancarkan lima serangan udara di garis terdepan. Helikopter rezim Suriah juga menjatuhkan bom barel di atas kota Kabana.

kabanah_latakia


Mujahidin Jabhah Fath Al-Sham menegaskan pada Senin (22/8) bahwa anggotanya mampu menewaskan puluhan tentara rezim. Selain itu, faksi mujahidin lainnya membombardir posisi pasukan rezim Suriah dengan roket Grad dan sejumlah mortar atas bukit Ghazala dan Kensaba, pinggiran utara Lattakia.

(23/8) - Jaish al-Islam tembakan sejumlah mortar targetkan posisi pasukan rezim di Tell Abu Aala, Jabal Turkmen Latakia.

(23/8) - Mujahidin dari Jabhah Fath al-Sham dan beberapa faksi islam lainnya, umumkan operasi pertempuran untuk merebut kembali wilayah Um alQara di selatan Aleppo.


Kendaran yang dilengkapi senjata kaliber 23mm berhasil dihancurkan mujahidin dengan tembakan misil TOW

Tank T-72 hancur akibat tembakan misil dari mujahidin Liwa Suqur al-Jabal

Ahrar al-Sham gunakan Tank dan senjata berat targetkan posisi pasukan rezim di Tell Um alQara

Milisi Kurdi YPG dan militer Suriah, Selasa (23/08), kembali melanjutkan gencatan senjata yang sempat buyar di kota Hasakah, Suriah Timur Laut. Kedua pihak terlibat pertempuran sengit dalam sepekan terakhir.

TV pemerintah Suriah melansir dari sumber militer yang tidak disebutkan nama dan pangkatnya mengatakan, seperti dinukil Al-Jazeera, gencatan senjata di Hasakah mulai berlaku kembali pukul dua siang waktu setempat.

Sumber itu menunjukkan, kesepakatan gencatan itu mengharuskan kedua pihak menyerahkan tawanan selamat, luka-luka dan mayat pada pukul Sembilan malam. Selain itu, milisi Kurdi harus membuka jalan-jalan menuju titik militer Suriah di Hasakah.

Masih menurut TV pemerintah, kedua pihak juga sepakat membuka seluruh akses ke pusat kota dan mengizinkan pegawai kembali bekerja serta membantu menyelesaikan masalah Kurdi. Lebih lanjut, mereka juga sepakat mencari titik temu terkait pemecatan sepihak sejumlah pegawai pemerintahan, yang diisi oleh suku Kurdi dan Arab.

Sementara itu, pejabat Kantor Media Kurdi di Suriah Utara mengonfirmasi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi YPG dan militer Suriah di Hasakah mencapai kesepakatan akhir tentang gencatan senjata yang ditengahi Rusia.

Kesepakatan itu mencakup, penarikan militer dari kota Hasakah. Keamanan kota diserahkan kepada pasukan Asayisy, yang merupakan pasukan keamanan resmi Kurdi YPG.

Sumber Kurdi itu menjelaskan, Kurdi YPG dan militer Suriah serta milisi-milisi pendukungnya akan keluar dari Hasakah. Keamanan kota nantinya dipegang oleh pasukan Asayisy dan juga militer Suriah namun mereka hanya berada di daerah Kotak Keamanan, yang terdapat banyak gedung pemerintahan.

Pertempuran antara Kurdi dan militer Suriah di Hasakah meletus pertengahan pekan kemarin setelah kedua pihak melakukan operasi penangkapan etnis. Militer Suriah menggunakan jet tempur untuk menyerang wilayah Kurdi, sementara YPG mengandalkan serangan darat. Namun militer tidak dapat membendung kekuatan Kurdi yang kekuatan lebih banyak di kota tersebut.

 
beberapa point yang disepakati dalam gencatan senjata, dimana Rusia menjadi Pengawasnya

Faylaq Al-Rahman mengumumkan bahwa mujahidin berhasil merebut beberapa pos militer pasukan rezim Suriah di sekitar lingkungan Jobar sebelah timur dekat ibukota Suriah Damaskus. Pertempuran sengit terjadi terhadap pasukan rezim Suriah yang didukung milisi syi'ah.

Di sisi yang lain, pesawat tempur rezim Suriah melakukan serangan udara atas pemukiman di lingkungan Jobar, sehingga menyebabkan kerusakan bangunan rumah milik warga, belum ada informasi yang diterima tentang korban jiwa atau luka-luka.

Faylaq Al-Rahman gunakan Tank T-72 yang dimodifikasi, untuk menerobos garis pertahanan Rezim di lingkungan Jobar

Wawancara aktivis media dengan mujahidin pada saat memulai pertempuran

Minggu (21/8) - Mujahidin dari Jaish al-Islam hadang upaya pasukan Assad di garis depan Daerah Hawsh Nasri di Ghouta timur.

Menurut Media Jaish al-Islam bahwa mujahidin berhasil mengakibatkan kerugian di jajaran pasukan Assad, dimana mereka berhasil merusak dua Tank model T72 dan membunuh Kru-nya.

Jaysh al-Islam telah kembali menguasai beberapa titik di front Hosh Nasri dua hari yang lalu, dan berhasil membunuh 14 milisi serta menghancurkan Tank, kendaraan lapis baja, sebuah buldoser militer dan meriam Chilka.

Pertempuran mujahidin Jaish al-Islam di front Hosh Nasri (21/8)

Koalisi Mujahidin Jaisyul Fath pada Senin (22/8/2016) kembali menggagalkan upaya rezim Suriah Bashar Asad untuk maju dan merebut Sekolah Tinggi Teknik Penerbangan yang terletak di sebelah barat daya Aleppo meskipun jet tempur rezim Asad dan Rusia melancarkan pemboman.

Harakah Ahrar Syam mengumumkan bahwa mereka mampu membunuh sejumlah tentara dan berusaha menggagalkan kemajuan ke dalam Sekolah Teknik. Faksi lainnya, Al-Fawj Al-Awal dan Jabhah ASy-Syam juga mengumumkan hancurnya kendaraan lapis baja di pintu masuk sekolah tinggi dimana beberapa tentara Asad tewas, lansir ElDorar AlShamia.


Mujahidin dari kelompok Al-Fawj Al-Awal berhasil hancurkan Tank BMP

Pasukan rezim Asad secara terus-menerus selama beberapa hari terakhir berupaya untuk masuk ke Sekolah Tinggi Teknik Penerbangan setelah mereka berhasil menguasai bukit strategi Al-Aqra di atasnya.

Pertempuran sengit kembali meletus antara militer Suriah dan pasukan Asayish, unit militer Kurdi YPG, di daerah An-Nasywah Timur dan Ghuwairan di Provinsi Hasakah, Suriah Utara, pada Ahad (21/08). Upaya pembicaraan damai kedua pihak gagal.


update 19 agustus 2016

update 22 agustus 2016

Sejumlah sumber yang dilansir Al-Jazeera menyebutkan, pertempuran itu sudah mencapai sekitar daerah Kota Keamanan yang dikontrol rezim di Hasakah. Milisi Kurdi merebut banyak titik-titik militer Suriah.

Pertempuran ini mengakibatkan gelombang pengungsi. Warga Hasakah berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka menuju kota-kota di pinggiran Hasakah.

Sementara kantor berita Al-Jazeera mengaku mendapat gambar pertama efek gempuran yang diluncurkan militer Suriah terhadap wilayah Kudi. Sebuah gedung yang dijadikan markas milisi Kurdi terlihat hancur oleh serangan udara. Belum diketahui korban jiwa akibat serangan itu.

Di tengah perkembangan di lapangan ini, militer Rusia dikabarkan menggelar pertemuan berbeda dengan pihak yang bertikai di Hasakah. Namun, upaya untuk mendamaikan itu gagal.

Pertempuran antara militer Suriah dan Kurdi meletus sejak Rabu lalu. Pertempuran yang jarang terjadi ini dipicu kampanye pangkapan etnis yang diluncurkan kedua pihak.

Ini merupakan kali kedua militer Suriah dan Kurdi terlibat ketagangan di Suriah. Pada April lalu, kedua pihak terlibat baku tembak sengit di wilayah Al-Qamshili di Hasakah namun bisa diredam.

Koalisi mujahidin Jaysh Al-Fath, hari ini (22/8) meluncurkan serangan di selatan Aleppo, menargetkan puncak bukit Tel Umm Qara yang menghadap ke Jalan Khan Touman - Ramouseh dekat Al-Qarassi.

Jaysh Al-Fath memulai serangan untuk memukul balik Pasukan Militer Suriah dari Tal Umm Qara setelah baku tembak sengit terjadi.

Tidak lama setelah Angkatan Bersenjata Suriah menarik diri dari Tal Umm Qara, Jaysh Al-Fath maju untuk merebut kembali puncak bukit strategis ini, meskipun pemboman intens dari Jet tempur Rusia.

mujahidin dari Suqr al-Jabl berhasil hancurkan senjata kaliber 23 mm yang dipasang pada kendaraan pick-up

mujahidin dari Resimen Satu tembakan misil TOW targetkan sekumpulan pasukan Assad

Koalisi mujahidin, Jaysh al-Fath melakukan penyergapan atas rombongan Pasukan Assad yang dipimpin Kolonel Suhail Hasan yang mencoba melakukan serangan di akademi artileri dan sekitar lingkungan Ramouseh.

Sumber media rezim Assad mengakui kematian dua pengawal Kolonel Suhail Hasan tanpa rincian tentang nasib sang Kolonel sendiri. Media rezim hanya menyebutkan nama dua pengawalnya, Karam Ismail dari kota Masyaf dan Muhammad Kamal Suleiman dari Tartous.

Kolonel Suhail Hasan dikenal sebagai pahlawan oleh Rezim Assad, karena berhasil memimpin serangan di beberapa kota.

Video 23 juli dari Media Rezim, kolonel Suhail Hassan sedang memantau gambar dari sebuah Drone dalam operasi di utara Aleppo

Mujahidin Suriah pada hari minggu (21/8) manahan upaya pasukan Assad menyerbu desa Teir Maalah, wilayah pedesaan di utara provinsi Homs.

pasukan Assad di homs teir mallah

Pasukan Assad mencoba untuk maju ke desa dari sudut stasiun listrik di front selatan sebelum akhirnya terjadi petempuran dengan mujahidin Suriah. Pasukan Assad terpaksa mundur, dengan korban tewas dan terluka di jajaran mereka.

Serangan berulang kali oleh pasukan Assad di pedesaan utara Homs telah gagal membuat kemajuan yang signifikan.

Teir Maalah terletak di tepi timur Sungai Orontes, 7 km sebelah utara dari kota Homs, dan kota selatan Al-Ghantu, dengan populasi sekitar 15 ribu orang.

Kota dan pedesaan di Aleppo pada hari Sabtu (20/8) dikejutkan oleh penembakan berat dengan sejumlah roket thermobaric, bom cluster dan bom barel yang menyebabkan tewasnya 29 warga sipil, termasuk tujuh anak dan dua wanita.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa pesawat militer Suriah telah melakukan tiga pembantaian mengerikan, satu di Aleppo, yang merenggut nyawa seluruh anggota keluarga (empat anak dan dua wanita), dan dua serangan udara dilakukan di pedesaan barat Aleppo. lima korban dari desa KafrGom dan serangan kedua merenggut nyawa 15 orang dari desa Orem al-Kobra.

korban bom barel aleppo suriah


Koresponden mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter terus menggempur kota Aleppo sejak pagi setelah mereka mengalami kekalahan perang di Apartemen 1070 dan Akademi Angkatan Udara. Dilaporkan sebanyak 150 unsur pasukan Assad tewas.

Salah satu keluarga yang tewas dalam penargetan bom barel di Aleppo adalah aktivis media Haj Ali Abu Goud.

Jabhah Fath al-Sham mengumumkan pada hari Sabtu (20/8) berhasil menewaskan lebih dari 150 elemen pasukan Assad dan milisi Hizbullah di gerbang barat dan selatan Aleppo.

Jabhah Fath al-Sham melancarkan serangan balik atas upaya pasukan Assad yang mencoba menuju dua front pertempuran ; proyek Apartemen 1070 dan Akamedi Angkatan Udara.

Di hari sebelumnya, Jaish al-Fath menewaskan puluhan pasukan Assad di garis depan Ramouseh dengan tembakan misil TOW juga menghancurkan sebuah Tank.

Perlu dicatat bahwa sampai dengan saat ini, semua upaya pasukan Assad tidak berhasil membuat kemajuan sejak pengepungan militer di kota Aleppo dipecahkan mujahidin.


Sebuah Drone milik Jabhah Fath al-Sham memperlihatkan bagaimana mortar yang ditembakan mujahidin membuat pasukan Assad berlarian dan sebagian dari mereka tewas dan terluka.


Lembaga Pengawas HAM Suriah, Jumat (19/08), melaporkan helikopter Suriah menjatuhkan bom birmil ke satu-satunya rumah sakit di Daraya, pedesaan Damaskus, yang terkepung.

Isham Al-Rayes, juru bicara Front Selatan Pasukan Pembebasan Suriah, mengatakan sedikitnya 25 orang berada di rumah sakit tersebut saat bom drum itu dijatuhkan. Seluruhnya berhasil dievakuasi tanpa ada satupun yang terluka. Akan tetapi, barang-barang dan peralatan rumah sakit hancur.


Lembaga pengawas HAM menambahkan, sedikitnya 45 bom birmil menghujani Daraya. Militer suriah juga menembakkan sejumlah roket dalam serangan sejak pertengahan malam itu.

Kamis (18/8) - Mujahidin dari Jaish al-Izzah hancurkan Tank T-72 di cekpoint Zaleen, provinsi Hama dengan tembakan misil TOW.


Jumat (19/8) - Jaish al-Izzah tembakan sejumlah roket menargetkan markas pasukan Assad di Salhab, Provinsi Hama.


Berikut ini video yang merangkum amaliyah mujahidin dari Jaish al-Izzah pada seminggu terakhir, sehingga menimpakan kerugian bagi pasukan rezim Suriah.


Jaish al-Fath mengumumkan pada Jumat pagi (19/8) bahwa mujahidin berhasil menggagalkan upaya pasukan rezim dan milisi Iran melakukan serangan di fakultas angkatan udara, Aleppo, dimana pertempuran sengit terjadi sehingga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan pasukan rezim, termasuk komandan Hizbullah dan milisi dari Irak.



Selama pertempuran mujahidin menghancurkan sebuah Tank jenis T55 di lingkungan Ramousah.

Setelah gagalnya pasukan Rezim, kemudian Pesawat tempur Rezim Suriah dan Rusia melakukan serangan udara atas kawasan Ramousah dan wilayah proyek apartemen 1070 untuk meningkatkan tekanan militer atas mujahidin yang merebut wilayah tersebut.

Sejumlah pasukan rezim tewas dan terluka, akibat dua kali tembakan misil TOW dari mujahidin Tajmau Fastaqim

Resimen Satu FSA hancurkan Tank jenis T55 milik Pasukan Rezim

Guan You Fei, militer china
Seorang perwira tinggi militer Cina melakukan kunjungan ke Suriah pekan ini. Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap rezim Bashar Assad.

Laksamana Guan You Fei mendatangi Damaskus dan menggelar pertemuan dengan menteri pertahanan Suriah Fahd Jassem Al-Freij, Ahad (14/08). Sebagaimana dilaporkan media Cina, Xinhua, sehari sesudahnya Guan juga melakukan pertemuan dengan seorang jenderal Rusia yang bertugas mengomando dukungan militer Negeri Beruang Merah terhadap rezim Assad.

Xinhua melaporkan bahwa Guan telah menyampaikan kesediaan Cina untuk meningkatkan kerjasama militer dengan Suriah. Surat kabar Global Time mengutip pernyataan Departemen Pertahanan Cina yang menyatakan bahwa kedua belah pihak menyepakati perluasan pelatihan personil militer.

“Militer Cina bersedia untuk memperkuat kerjasama dengan Suriah,” kata pihak Departeman Pertahanan Cina.

Guan saat ini menduduki jabatan Kepala Dinas Kerjasama Militer Internasional Cina. Institusinya menaungi lebih dari 2,3 juta pasukan.

Cina merupakan salah satu pendukung rezim Suriah, bersama sekutu yang lain seperti Rusia dan Iran. Sampai saat ini Beijing belum sampai menerjunkan personil militernya untuk mendukung pasukan Bashar Assad.

Meski demikian, Cina juga telah mengirimkan personil ahlinya untuk membantu pasukan rezim dalam menggunakan senjata yang dibeli dari Negeri Tirai Bambu. Senjata-senjata yang telah dikirim ke Suriah antara lain senapan penembak jitu, peluncur roket, dan senjata mesin.

teroris dunia suriah rusia china iran

Ketegangan antara Pasukan Kurdi YPG dan rezim Suriah di Provinsi Suriah Hasakah kian memanas. Militer Suriah membom sejumlah wilayah yang dikontrol YPG sehingga membuat milisi tersebut bersumpah membalas dengan yang lebih dahsat.

“Kami tak akan diam atas serangan rezim Suriah, yang sama saja menguntungkan ISIS,” tegas YPG dalam pernyataannya seperti dilansir Al-Jazeera, Kamis (18/08).

“Setiap tangan yang mengalirkan darah rakyat kami akan kami balas dengan segala cara,” tegas lagi pernyataan tersebut.

Pasukan udara Suriah, Kamis, mengebom sejumlah pemukiman yang dikuasai YPG di Provinsi Hasakah. Ini merupakan serangan udara pertama yang diluncurkan rezim ke wilayah kontrol Kurdi di Suriah Utara.

Sebuah rekaman yang diunggah di internet melihatkan banyak warga Hasakah mengungsi akibat serangan udara tersebut.



Lihat Video Situasi di Hasakah (18/8) setelah pesawat tempur rezim lancarkan serangan udara. kurdish militia in al-hasakah
milisi kurdi di hasakah

 Di hari yang sama, dua militan Kurdi dan lima milisi pro rezim juga dilaporkan tewas akibat pertempuran sengit antara kedua kelompok.

Dilaporkan sebelumnya, milisi pro rezim Pasukan Pertahanan Nasional dan milisi Kurdi YPG terlibat ketegangan di Hasakah. Kedua pihak saling melakukan aksi penangkapan atas dasar etnis. Milisi pro rezim menangkapi warga suku Kurdi, milisi YPG menangkapi warga keturunan Arab.

Ia bernama Khabbab Asy-Syami, seorang pemuda yang berasal dari Idlib. Pemuda ini berakhlaq baik dan juga sangat mudah dalam bergaul. banyak teman seperjuangannya mencintainya karenanya. Dan yang lebih membuat kedekatan diantara mereka, adalah Khabbab suka menghibur teman temannya tersebut dengan candaannya yang menghibur.

Khabbab Asy-Syami mujahidin suriah

Kisah tentang Khabbab adalah kisah seorang pemuda yang berjihad akan tetapi mengangkat sisi yang unik dari seorang manusia.

Ada sebuah peribahasa, “tiada gading yang tak retak”, ungkapan bagi manusia yang tak sempurna dan memiliki kekurangan dalam hal tertentu.

Begitu juga Khabbab, sang Mujahid yang satu ini mempunyai banyak kelebihan,tapi juga punya kelemahan.

Kelemahan dari Khabbab ini adalah ia tidak bisa menahan tidurnya, dan juga susah sekali untuk dibangunkan bila sudah tidur. Orang biasa menyebutnya tidur kebo, untuk tidur yang seperti ini tingkat keparahannya. Hingga terjadi beberapa peristiwa lucu akibat dari kebiasaan buruknya ini.

Khabbab bercerita kepada koresponden arrahmah.com tentang peristiwa yang dialaminya semasa perang di pedesaan Khan Saikhun, provinsi Idlib, pada bulan Oktober tahun 2014 silam.

Kala itu Mujahidin melakukan penyerangan ke basis tentara Syiah rezim Bashar Asad, dan dengan karunia Allah Mujahidin mampu merebut sebuah wilayah dari kekuasaan tentara rezim Bashar Asad, yaitu sebuah desa di pinggiran Idlib yang menjadi markas komando tentara.

Setelah berhasil membebaskan sebuah wilayah, Mujahidin mengendalikan kontrol wilayah tersebut dengan mengadakan penjagaan (ribath) yang memakan waktu berhari-hari.

Khabbab sendiri ikut serta dalam operasi tersebut. Dengan taat dia melaksanakan tugasnya dalam peperangan dan juga ribath.

Tentunya bukanlah suatu hal yang mudah, jadwal kerja yang sangat pedat membuat seluruh Mujahidin lelah, hal ini di ketahui oleh komandan Mujahidin. Sehingga diambil kebijakan untuk ribath bergiliran seluruh anggota Mujahidin. Siapa yang telah selesai perang dan ribath, maka digantikan oleh anggota yang telah mendapat waktu istirahat. Bbegitulah kira kira kebijakan dari komandan Mujahidin.

Singkat cerita karena sudah melaksanakan tugasnya, maka Khabbab mendapatkan gilirannya untuk beristirahat di markas Mujahidin. Mereka menempati sebuah rumah kosong yang kemudian mereka bersihkan, dan selanjutnya mereka jadikan markas.

Nama dari markas itu adalah markas 45 Khan Saikhun.

Tentang nama markas 45 sendiri digunakan nama tersebut untuk mempermudah mengingat suatu nama tempat dan mempermudah panggilan komando.

Markas ini adalah sebuah bangunan berlantai 2, yang ditinggalkan pemiliknya karena perang, yang memiliki banyak ruangan, baik ruangan atas maupun di bawahnya.

Suasana malam itu berbeda dari malam-malam sebelumnya. Jika hari-hari biasanya malam terasa sunyi senyap, tapi malam itu dipenuhi dentuman bom dari tentara rezim.

Hal itu disebabkan Karena mereka kehilangan daerah yang dikuasainya, tentara rezim berusaha menghancurkan markas-markas Mujahidin dengan serangan udara mereka. Alhasil dari pengumpulan data udara, terlacaklah markas 45 Khan Saikhun.

Lewat tengah malam, angkatan udara rezim Asad menerbangkan 2 helikopter untuk menggempur markas 45. Setiap helikopter membawa 3 bom barmil berkekuatan ledak tinggi,dan diperkirakan 1 barmil itu berbobot lebih dari 100 kg. Sebuah senjata pemusnah yang mengerikan.

Kedua helikopter tersebut bergerak menuju ke arah markas 45 Khan Saikhun. Untungnya pergerakan helikopter ini segera diketahui oleh Mujahidin, di sebabkan oleh suara helikopter di udara yang mendekat ke arah markas.

Para ikhwah Mujahidin berteriak kepada teman-temannya yang di dalam markas untuk segera bangun dan meninggalkan markas, karena bahaya mengancam keselamatan mereka. Jumlah mereka kala itu sekitar 20 orang dan Khabbab ada di antara mereka.

Karena dirasa teriakan untuk membangunkan sudah sangat keras, dan dikira semua sudah keluar dari markas, maka komandan regu memberitahukan kepada mereka untuk menyebar mencari tempat perlindungan yang jauh dari markas.

Akan tetapi teriakan keras teman-temannya tak mampu untuk membangunkan Khabbab. Dia masih saja tertidur pulas di salah satu ruangan di lantai bawah markas 45.

Persis sesaat kemudian, selepas Mujahidin berpencar untuk mencari perlindungan, helikopter menjatuhkan semua bom barmilnya ke arah markas 45 Khan Saikhun.

Sebuah pemandangan mengerikan dimana bangunan tersebut dihujani 6 bom barmil sekaligus, untuk melumatkan bangunan tersebut. Markas 45 Khan Saikhun rubuh ke tanah diterpa bom barmil helikopter tentara rezim.

Selepas helikopter pergi menjauh, Mujahidin memeriksa keadaan markas untuk menyelamatkan barang yang masih bisa di selamatkan.

Komandan regu sendiri sibuk mengecek jumlah pasukan yang ada di markas. Sang komandan mulai mengumpulkan anggotanya untuk diketahui keadaan dan keselamatannya. pengecekan berubah menjadi kepanikan saat disebutkan nama Khabbab. Semua ikhwah saling bertanya di mana keberadaannya, sahut menyahut memanggil namanya berharap mendapat jawab dari Khabbab.

Maka dicarilah Khabbab oleh para ikhwah di bawah reruntuhan markas. Semua ikhwah bahu-membahu untuk mencari Khabbab di bawah reruntuhan bangunan. Hampir seluruh ruangan di markas tersebut hancur dan rubuh ke tanah, tapi ada sebuah ruangan yang masih agak utuh. Ruangan tersebut ada di lantai bawah dari bangunan tersebut.

Salah satu ikhwah masuk ke dalam ruangan tersebut untuk mencari keberadaan Khabbab. Diselimuti debu hitam yang sangat pekat dan aroma sisa bahan peledak yang menyengat, sang ikhwah menyingkirkan sisa sisa robohan bangunan.

Akhirnya di temukannya sesosok jasad yang tertimbun tebalnya debu hitam dan kerikil. Jasadnya terlihat masih utuh tanpa luka yang berarti. Sang ikhwah mulai membersihkan muka dari jasad tersebut, dan tampaklah muka Khabbab terbujur kaku layaknya orang yang meninggal dunia. Seketika pecahlah suasana hening di reruntuhan bangunan itu.

Derai tangis sahabat Khabbab dan teriakan takbir menyeruak menyambut gugurnya syuhada.

“Khabbab syahid! Khabbab syahid! Khabbab syahid!” Teriakan para ikhwah sambil menggotong jenazah Khabbab.

Mobil ambulans yang beberapa saat sesudah kejadian dipanggil oleh Mujahidin, segera mempersiapkan mengangkut Khabbab ke RS. Kemudian dengan didampingi beberapa temannya, jenazah Khabbab segera meluncur pergi dari tempat kejadian. Mobil ambulans melesat dengan sangat kencangnya disertai riungan sirine .

Akan tetapi perjalanan di Suriah bukanlah seperti perjalanan di negeri aman, jalan-jalan di negara ini sangatlah buruk pasca terjadinya perang. Banyak sekali lubang di jalan dan sebagian aspal terkelupas. Tiba di suatu lubang yang dalam, sang supir ambulans telat menginjak rem dan terjadilah goncangan yang keras pada mobil ambulans tersebut.

Jjenazah Khabbab terpelanting dari ranjang ambulans. Mata Khabbab terbuka, dan berteriak: “Aduh, dimana saya?” Sambil wajahnya memandang ke segala penjuru.

Sontak seluruh teman terkejut dengan peristiwa itu. Bagaimana mungkin mayat yang telah mati bisa hidup kembali. Namun keterkejutan mereka tak berlangsung lama, berubah menjadi ledakan tawa. Menertawakan Khabbab yang dikira sudah mati, ternyata hanya tertidur.

Salah seorang teman kemudian bertanya kepada Khabbab;

“Hai Khabbab, kamu tadi dengar nggak suara ledakan barmil?”

Khabbab menjawab, disertai senyum meringis: “Tidak tuh!”

Jawaban itu membuat temannya semakin tertawa lebar, seakan tidak percaya ada orang yang masih tetap tertidur pulas saat dihujani bom barmil.

Selanjutnya Khabbab juga menceritakan tentang suatu peristiwa peperangan, dimana dia ikut andil menyertai peperangan tersebut. Ghazwah Masyasna (perang Masyasna). Adalah nama perang yang dinisbatkan terhadap nama suatu desa di pinggiran provinsi Hama, dimana Mujahidin mulai merangsek maju untuk merebut Hama secara keseluruhan, yang dimulai dari pinggiran provinsinya.

Strategi yang dipakai oleh Mujahidin dalam peperangan ini adalah peperangan senyap. Dengan kekuatan beregu yang mengendap tanpa terdeteksi musuh, maju hingga ke pos-pos pertahanan mereka, dan menyerang secara kilat.

Cara ini dipilih oleh amir asykari Mujahidin mengingat cocoknya lokasi dengan cara ini, dan keuntungan dari strategi ini amatlah besar. Maka dipersiapkanlah satuan regu untuk menyusup ke jantung pertahanan musuh tanpa suara sedikitpun.

Sebagai pemimpin dalam satuan tersebut adalah Abu Adil (seorang komandan yang berpengalaman). Dia membawahi beberapa Mujahid yang terpilih dalam operasi tersebut. Setelah diadakan seleksi, maka terkumpullah Mujahidin pilihan yang dianggap mampu untuk menyelesaikan tugas berat ini. Dan ternyata Khabbab masuk dalam jajaran orang yang terpilih.

Tanpa membuang banyak waktu untuk pelaksanaan operasi tersebut, Abu Adil segera membawa regu pasukannya untuk masuk ke jantung pertahanan tentara musuh. Mmereka berjalan sangat hati-hati hingga tidak mengeluarkan suara, kadang harus berhenti untuk memantau kondisi, terkadang pula harus merayap demi menghindari pandangan musuh yang berjaga-jaga.

Selangkah demi selangkah, akhirnya sampai juga mereka tepat di depan doshma (bunker) musuh. Persisnya adalah sebuah gundukan tanah yang dibuat setinggi 2 meter, membentang luas memagari suatu wilayah.

Sang amir menyuruh seluruh anggotanya untuk berbaring di tepian doshma, dan mengutus salah satu anggotanya untuk masuk mengecek keadaan di dalam wilayah musuh.

Maka berangkatlah sang utusan pengintai tersebut untuk masuk ke dalam wilayah musuh, serta akan memberi kabar nantinya tentang posisi pertahanan musuh yang akan diserang.

Waktu berjalan, detik ke detik berlalu sampai akhirnya lewat beberapa jam. Regu pasukan menunggu dengan cemas kabar dari tim pengintai. Sambil berbaring di gundukan tanah, mereka saling berdoa dan berharap keselamatan.

Tapi rupanya berbeda dengan Khabbab, dia tertidur pulas karena tidak mampu menahan rasa kantuknya. Posisi berbaring nampaknya membuatnya terbang ke alam mimpi.

Yang ditunggu akhirnya datang juga, tim pengintai mengabarkan bahwa posisi musuh sangatlah kuat. Dan tidak memungkinkan untuk mengadakan operasi pada malam tersebut. Setelah berdiskusi sejenak dengan Abu Adil sebagai pimpinan regu, maka diputuskan operasi penyerangan pada malam itu dibatalkan.

Segera diberitahukan kepada semua anggota untuk mundur untuk mengatur strategi baru yang cocok. Ketika melihat Khabbab sedang tertidur, sang amir jadi terheran-heran. Bisa bisanya orang ini tidur di tempat yang sangat berbahaya seperti ini. Padahal semuanya diselimuti perasaan takut akan ketahuan musuh.

Maka digoncang-goncangkan tubuh Khabbab oleh Abu Adil.

“Bangun yaa Khabbab,” suara Abu Adil lirih disertai goncangan tangannya berusaha membangunkan. Tapi ia sangat susah dibangunkan, dia tidak juga terbangun.

Tak habis akal, Abu Adil membekap mulut dan hidung Khabbab dengan tangannya. Ddibekapnya dengan sekuat tenaga, hingga nampaknya Khabbab sesak kehabisan nafas. Akhirnya bangun juga khabbab dengan cara ini.

Setelah bangun, maka pasukan meninggalkan tempat tersebut untuk mundur ke belakang. Kejadian itu membuat amir geleng-geleng kepala sendiri mengingat kelakuan lucu Khabbab.

Tak berhenti sampai disini saja peristiwa lucu akibat kebiasaan buruk Khabbab.

Pernah suatu saat, Khabbab diberi giliran jaga untuk menjaga markas Mujahidin. Dia mendapat giliran jaga di awal malam. Kebiasaan yang berlaku dalam giliran jaga tersebut adalah, orang yang mendapat giliran jaga akan membangunkan temannya yang beristirahat untuk bergantian giliran jaga. Setiap giliran biasanya antara 2 sampai 3 jam.

Khabbab menjadi orang pertama di awal malam tersebut untuk menjaga keamanan markas. Jam berlalu begitu lambat, malam yang sunyi, dan angin malam yang dingin menusuk, akhirnya membuat Khabbab terjatuh dalam dunia mimpinya. Sampai-sampai khabbab baru terbangun oleh sinar matahari.

Kacau sekali keadaan waktu itu, semalaman markas tidak dijaga, seluruh Mujahid tertidur tanpa ada yang membangunkan dan mereka juga kesiangan.

Amirmenjadi marah atas peristiwa tersebut, tapi apa hendak dikata, memang kebiasaan buruk Khabbab ini bukan hal yang disengaja. Mereka hanya bisa tersenyum menanggapi si tukang tidur ini.

Amir akhirnya membuat kebijaksanaan mengenai Khabbab. Di antaranya adalah: Khabbab tidak diberikan jam kerja malam, baik itu perang ataupun ribath, Khabbab diberi pekerjaan hanya di siang hari. Subhanallah, Khabbab bekerja sangat rajin di siang hari, dan termasuk dalam jajaran orang yang sangat sibuk. Tapi dalam kesibukannya tersebut, selalu tersirat senyuman yang sangat manis.

Kebijakan seorang amir yang jitu untuk menempatkan anggota sesuai dengan potensi yang dimiliki dan juga kelemahannya membuat perjalanan Jihad ini berjalan sangat indah.

Kurdish militias of (PYD), of the Democratic Union Party in the city of al-Hasakah, issued a statement,as a response to the military attacks launched  by the al-Assad regime on the of units’ sites there.


The statement noted that the party "will not remain silent" on the al-Assad regime's attacks, which is  a "blatant aggression" as the statement described , stressing that it will stand strongly in front of any side who would try to prejudice the blood of the Kurdish people, "according to the statement."

The al-Assad regime has targeted for the first time a camp for Kurdish militia units in “Tal al-Baydar” area, also was al-Assad bombed three sites in the area of (al-Mahlaj, Kallaseh and al-Nasrah).

Al-Hasakah city has seen during the last three days a tension between the Kurdish militia units on the one hand and the militia of National Defense on the other hand, it turned into a direct clash in “Marsho,al-Mahata and al-Nashwah”  Streets.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget