Halloween Costume ideas 2015
April 2016

Pertempuran sengit meletus pada Jum’at (29/4/2016) antara mujahidin dengan pasukan rezim Suriah di wilayah JabalAl-Akrad di provinsi pesisir Latakia, ujar aktivis Suriah saat rezim mendeklarasikan “gencatan senjata” singkat di pedesaan utara.

Aktivis Suriah, Abdul Rahman Lathqani mengatakan kepada Zaman Alwasl bahwa mujahidin telah berhasil membunuh dan melukai sedikitnya 50 tentara rezim dalam pertempuran yang dimulai di desa Kabanah, wilayah Jabal Al-Akrad.

Lathqani menyebutkan bahwa pertempuran dimulai ketika rezim mencoba untuk menyerang desa, didahului dengan meriam dan tembakan mortir, disertai dengan serangan udara pengecut dari jet tempur Rusia dan rezim Suriah. Di sisi yang lain, mujahidin membentuk formasi untuk menghadapi gempuran rezim dengan senjata berat dan menengah, menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka di kalangan milisi rezim.



Pertempuran masih berlangsung sampai dengan hari ini (30/4), kelompok mujahidin yang terlibat dalam pertempuran ini terdiri dari Ahrar al-Sham, Ansar al-Sham, Partai Turkestan Islamic, Jabhat Al-Nusra, faksi-faksi Islam lainnya serta beberapa divisi FSA.

Seorang pemimpin senior milisi pro-rezim Nushairiyah, Pertahanan Nasional Suriah (NDF), dilaporkan tewas di dekat Damaskus, ujar sumber pada Kamis (28/4/2016) seperti dilansir Zaman Alwasl.

Fida Nazmi Budur (33), seorang pemimpin NDF dari wilayah selatan Suriah mendapat ketenaran karena sering merampok dan menjarah. Ia dimakamkan di kampung halamannya di desa Markiye, provinsi Latakia.

Fida sampai kematiannya menjabat posisi yang sangat penting dalam tubuh NDF di mana semua tentara bayaran tunduh kepada perintahnya di 5 provinsi, Damaskus, pedesaan Damaskus, Daraa, Al-Qunaitirah dan Swida. Fida berasal dari keluarga berpengaruh di Qardaha, kota kelahiran Bashar Asad.

Milisi pro-rezim tersebut dibentuk pada tahun 2012 dan diorganisir oleh rezim sebagai komponen cadangan dari militer rezim yang bergabung dengan relawan lokal pro-rezim dan milisi Shabiha.

NDF terkenal di Suriah karena kasus-kasus kriminal seperti pencurian dan pembantaian, menurut laporan Zaman Alwasl.

Dewan Syariah Provinsi Aleppo, Kamis malam (28/04), menghimbau warga Aleppo meniadakan shalat Jumat di masjid-masjid jami. Himbauan ini dikeluarkan untuk menghindari jatuhnya lebih banyak korban sipil akibat serangan jet Suriah. Beberapa hari terakhir, serangan udara intens di kota tersebut.

dewan_syariah_aleppo


“Dewan Syariah menghimbau –untuk pertama kali– bagi pengurus masjid untuk meliburkan kewajiban shalat Jumat besok, dan diganti dengan shalat Dzuhur,” tulis pengumuman Dewan Syariah Provisni Aleppo, sebagaimana dibagikan oleh Syaikh Al-Muhaisini melalui akun Twitternya, Kamis malam.

Dewan Syariah Aleppo menjelaskan, pengumuman itu terpaksa dikeluarkan untuk menghindari banyak korban di satu tempat dan satu waktu. Pasalnya, jet tempur Suriah dan Rusia tengah mengintensifkan serangan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa menjaga jiwa umat Islam lebih utama dari melaksanakan kewajiban shalat Jumat berjamaah. Ini termasuk hukum darurat yang dibolehkan oleh Syariat.

Syaikh Al-Muhaisini hanya bisa berdoa kepada Allah mengomentari pengumuman itu. Dia menegaskan, ini merupakan pertama kali Dewan Syariah Aleppo menghimbau umat Islam di Aleppo untuk meniadakan shalat Jumat.

Sebelumnya, rezim Suriah dikabarkan tengah mempersiapkan rancangan operasi besar-besaran untuk merebut wilayah mujahidin Suriah di Aleppo. Rezim sesumbar, operasi tersebut akan berhasil dalam waktu singkat.

(27/4) - Berikut ini rilisan resmi yang dikeluarkan oleh Jabhah Nusra terkait operasi anggotanya di kota Talbisah, bagian utara Provinsi Homs. Dalam operasi tersebut, mujahidin Jabhah Nusra berhasil tewaskan Amir ISIS wilayah Homs yang bernama "Rafid Thaha". Jabhah Nusra sampaikan bahwa kedzaliman ISIS terhadap sesama mujahidin telah tiba saatnya pembalasan dari Allah swt.

jabhah_nusra_tewaskan amir isis homs

Komite Negosiasi Kampung al-Waer di pinggiran kota Homs menolak melanjutkan pertukaran tawanan dengan rezim Suriah. Rencananya, pejuang membebaskan 300 tentara dengan imbalan dilepaskannya 1500 warga yang ditahan di penjara militer.

al-waer_homs_suriah

Dilansir dari zamanalwsl.net, Selasa (26/04), kesepakatan tersebut ditandatangani PBB selaku perwakilan oposisi dan rezim Suriah. Namun realisasinya, pemerintah Assad mengingkari perjanjian tersebut.

Rezim tidak hanya meminta 300 tentaranya dibebaskan, namun juga mendesak pejuang Suriah meninggalkan kampung al-Waer. Daerah tersebut merupakan wilayah terakhir yang dikontrol pejuang di Homs Kota dan terkepung selama berbulan-bulan.

Komite Negosiasi al-Waer sendiri telah membebaskan puluhan tawanan. Kemudian warga turun ke jalan menuntut keluarga mereka yang ditahan rezim dibebaskan.

Desember tahun lalu, sekitar 300 pejuang bersama dengan 400 anggota keluarga meninggalkan al-Waer sebagai bagian dari gencatan senjata yang telah disepakati. Mereka menuju daerah yang dikuasai oleh kelompok oposisi di dekat perbatasan Turki.

Serangan yang dilancarkan pesawat tempur rezim di barat Aleppo menewaskan lima orang pekerja kemanusiaan. Serangan itu juga meruntuhkan harapan gencatan senjata jangka panjang di Suriah.

Menurut laporan Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah, serangan udara pasukan rezim menghantam Atarib, wilayah yang dikuasai kelompok oposisi. Serangan itu mengenai pekerja kemanusiaan yang biasa disebut dengan petugas Helm Putih.

Sementara, serangan berbeda juga menghantam wilayah sipil di Aleppo. Kelompok pemantau hak asasi manusia yang berpusat di Inggris itu menyebutkan bahwa sedikitnya tiga orang terluka, dua orang anak-anak diantaranya anak-anak.

“Ini sebuah situasi yang kacau,” kata wartawan Al Jazeera melaporkan dari Aleppo.

“Dari pukul 8 pagi, pesawat terbang rendah dan suaranya sangat keras. Mereka terbang di atas wilayah (oposisi) di Aleppo. Kebanyakan orang merasa bahwa mereka harus berada di dalam rumah mereka sekarang,” ujarnya.



Kelompok pemantau tersebut pada Senin (25/04) menyebutkan bahwa sedikitnya 60 orang tewas di Aleppo selama Jumat hingga Ahad. Angka itu muncul menyusul serangan berbalas antara pasukan pemerintah dengan kelompok oposisi.

Militer Suriah dan milisi Kurdi PYD menandatangani gencatan senjata di kota Al-Qamisyli, provinsi Hasakah, pada Ahad (24/04). Pekan lalu, kedua pihak terlibat pertempuran sengit yang menyebabkan puluhan militan dari keduanya tewas.

Dilaporkan Al-Jazeera, Ahad, sumber militer rezim Suriah dan Kurdi menegaskan bahwa kesepakatan itu ditandatangani Ahad pagi. Delegasi kedua pihak bertemu di bandara Al-Qamisyli yang masih dikontrol rezim Suriah.

Kedua pihak juga sepakat melepas tawanan masing-masing. Selain itu, mereka membicarakan pembagian batasan-batasan wilayah di kota Al-Qamisyli.

Sumber keamanan Kurdi lainnya menambahkan, kesepakatan itu juga mengharuskan militer Suriah melepas seluruh tahanan Kurdi yang ditangkap sejak 2011. Rezim tidak lagi boleh menangkap etnis Arab atau pengikut Kristen yang bergabung milisi Kurdi atau bekerja di administrasi gerakan yang ingin membuat negara Kurdi Raya itu.

Milisi Kurdi dan militer Suriah terlibat pertempuran sengit pekan lalu yang mengakibatkan puluhan tewas. Menurut sejumlah sumber, pertempuran ini dipicu penangkapan sejumlah komandan Kurdi oleh militer Suriah.

Pertempuran yang melibatkan senjata berat itu baru terhenti setelah militer Suriah terdesak. Sebanyak 40 tentara menyerah di bawah todongan senjata milisi Kurdi.

Kabar duka kini menyelimuti kelompok jihad ternama Suriah, Ahrar Asy-Syam. Pada saat bersamaan Ahrar terpaksa kehilangan empat pejuangnya sekaligus, termasuk komandan divisi yang bernama Majid Hussen Shadiq dan melukai sekitar tiga puluh lainnya.

Majid Hussen, komandan divisi Ahrar Syam

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang dilansir dari Arabi21 pada Ahad (24/04), telah terjadi serangan bom bunuh diri yang menargetkan markas Ahrar Asy-Syam di Idlib, Suriah.

Majid Hussen Shadiq dikenal juga dengan nama Islam Abu Hussen, ia keluar dari tentara nasional Suriah kemudian bergabung dengan Ahrar. Dalam kiprahnya selama di Ahrar, ia beberapa kali dipercaya memegang posisi penting. Hingga menjelang kematiannya, ia menjabat sebagai komandan divisi.

Sampai saat ini belum diketahui siapa pelaku serangan tersebut. Namun sumber terdekat Ahrar Asy-Syam menyebutkan serangan itu dilakukan oleh ISIS. Serangan itu diduga karena keterlibatan Shadiq dalam beberapa operasi untuk menangkap anggota ISIS di propinsi Aleppo dan Idlib.

Hal serupa turut disampaikan oleh tokoh Ahrar Asy Syam, Abu Yahya al-Hamawi. Ia bersumpah akan membalas serangan ISIS tersebut. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari ISIS terkait serangan ini.

Al-Jazeera merincikan, seorang yang tak dikenal diduga sengaja memanfaatkan keberadaan komandan Shaddiq di Maskas Idlib. Ia pun meledakkan diri di antara puluhan pejuang yang tengah berkumpul di sana. Serangan itu telah menewaskan 4 orang dan sedikitnya 30 orang luka-luka, termasuk beberapa orang yang mengalami luka serius.

Ahrar Asy-Syam merupakan salah satu gerakan oposisi yang paling berpengaruh di Suriah. Bersama dengan Jabhah Nushrah dan kelompok islam lainnya.

Pemimpin Komite Tinggi Oposisi Suriah Riad Hijab menyatakan bahwa utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Misture telah memperburuk kondisi Suriah.

Menurutnya, semenjak PBB mengangkat utusan khususnya itu sejak dua tahun lalu, jumlah kota-kota yang diblokade di Suriah semakin meningkat.

“Jumlah kota-kota dan wilayah yang diblokade di Suriah semakin meningkat,” ujarnya seperti dikutip Anadolu pada Sabtu (23/04) saat konferensi pers di Gaziantep, Turki.

Riad Hijab sebelumnya dengan tegas menolak usulan yang ditawarkan de Misture yang meminta Assad agar terlibat dalam proses transisi Suriah. Ia pun lantas menyatakan mundur dari perundingan Jenewa.

raid_hijab_oposisi_suriah
Hijab beralasan mundurnya dari perundingan damai itu lantaran serangan yang masih terus dilakukan Rezim terhadap penduduk Suriah di tengah gencatan senjata.

“Karena kelanjutan serangan Rezim dan sekutunya, pengepungan dan penembakan masih terjadi di Suriah,” kata Riad. Ia mencatat bahwa rakyat Suriah sedang sekarat karena kelaparan, di bawah penyiksaan, sorotan utusan PBB (de Mistura) dan timnya.

“Suriah ingin kembali merdeka dan hidup bermartabat serta bebas dari kediktatoran, despotisme, korupsi, dan penindasan,” sambungnya.

Di Gaziantep, Turki Selatan, Riad mengunjungi kamp pengungsian Nazib. Di sana ia bercerita tentang kondisi Suriah.

“Sebuah bangsa yang hidup di bawah kondisi penderitaan besar, hanya beberapa kilometer dari sini (…) Karena kondisi yang keras, kita lihat warga Suriah hidup di kamp-kamp pengungsi,” katanya.

Hijab menambahkan bahwa Rezim Suriah menggunakan kebijakan intimidasi, kebencian dan amarah untuk menghadapi rakyatnya. Ia juga mengadopsi kebijakan terorisme dalam bernegara, seperti penyiksaan dan hukuman kolektif. Cara itu digunakan sebagai alat tekanan kepada negara-negara tetangga dan negara-negara di dunia termasuk Eropa.

Karena sistem otoriter tersebut, Assad telah membuat lebih dari setengah populasi Suriah lari ke luar negeri.

“Jutaan warga Suriah telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dan negara-negara lainnya. Akibat penindasan Rezim dan para sekutunya,” lanjut dia.

Dalam konferensi pers di Jenewa, Riad telah mengumumkan pada Selasa kemarin bahwa oposisi memutuskan untuk mundur dari perundingan. Hal itu dipicu karena serangan terus menerus yang dilakukan Rezim.

“Kami memutuskan untuk mundur dari perundingan Jenewa yang masih nggantung. Kami tidak akan berada di gedung PBB, sedangkan rakyat kami dalam penderitaan. Tidak ada tempat bagi Assad di depan kelak. Dia pantas menerima hukuman yang setimpal,” tandasnya

Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah menyatakan, jet tempur rezim Assad kembali melakukan serangan di wilayah Ghouta timur dan Aleppo yang dikuasai pejuang oposisi.

Dalam serangan di Ghouta timur (pinggiran Damaskus), angkatan udara Rezim menewaskan 13 orang, termasuk tiga perempuan dan dua bocah.

Sementara itu, Media Center Aleppo juga memaparkan bahwa serangan udara Assad di daerah perumahan dan pasar yang dikuasai pejuang oposisi telah menewaskan 12 orang, termasuk sejumlah anak-anak.

Dari dua laporan yang ada, serangan Rezim pada hari Sabtu (23/04) telah menewaskan dua puluh lima orang di dua lokasi berbeda.



Di sisi lain, para pejuang oposisi Suriah juga berusaha untuk melakukan pembalasan dengan menembakkan sejumlah mortir dan jatuh di lingkungan ibukota Damaskus.

Perjanjian gencatan senjata antara pejuang oposisi dan tentara rezim Assad sendiri telah rapuh setelah banyaknya serangan dari tentara Assad di Aleppo.

Setelah adanya hal ini, delegasi oposisi di Jenewa pun menarik diri dari pembicaraan pada hari Kamis kemarin. Keputusan ini sendiri diambil sebagai protes terhadap rezim Suriah yang semakin meningkatkan serangan di tengah proses negosiasi.

Sebelum bertolak, Muhammad Alloush yang merupakan delegasi senior oposisi Suriah menegaskan tidak ada pembicaraan damai sebelum Rezim menghentikan pembantaian dan membebaskan ratusan ribu tahanan politik.

Dalam konteks terkait, Staffan de Mistura mengungkapkan bahwa perjanjian gencatan senjata masih berlaku di Suriah, namun dalam kondisi bahaya. Di sisi lain, situasi di lapangan menunjukkan gencatan senjata telah tiada.

Media berita Kuwait " al - Jareeda " mengutip beberapa sumber media Lebanon bahwa puluhan anggota Lebanon milisi Hizbullah tewas di al - Eis, pedesaan selatan Aleppo akibat salah sasaran dari serangan udara pesawat tempur rezim Assad yang menggunakan senjata kimia.

hezbullah tewas

Menurut saksi mata untuk surat kabar tersebut, bahwa tanda-tanda luka bakar disebabkan oleh bom fosfor dan bahan kimia lainnya terlihat pada tubuh mayat milisi Hizbullah .

Koresponden jaringan berita ElDorar AlShamia melaporkan beberapa hari lalu bahwa pesawat tempur " Sukhoi 24 " milik rezim Assad salah sasaran sehingga menargetkan sebuah bangunan tempat kelompok milisi Iran brigade 65, dan milisi Lebanon Hizbullah sehingga dibawanya sekitar 20 korban ke rumah sakit militer di Aleppo.

Berikut ini informasi yang dilansir media ElDorar AlShaima,

pengungsi suriah di perbatasan yordania

Menteri Informasi Yordania Mohammad Al-Momani, mengatakan pada hari Minggu (17/4) " Ribuan pengungsi Suriah masih tertahan di perbatasan Yordania".

"Momani" menjelaskan melalui sebuah konferensi pers bahwa jumlah warga Suriah yang berada di perbatasan Yordania mencapai 50 ribu warga Suriah, menekankan bahwa masuk ke wilayah Kerajaan diatur oleh pertimbangan keamanan dan kesehatan.

Dalam hal ini, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengumumkan bahwa kehadiran ribuan pengungsi Suriah berkumpul di dua titik persimpangan dari al-Hadalat dan al-Rokban sepanjang perbatasan utara timur Jordan, berharap untuk memasuki negara , menurut kantor Amon, Jordan.

Sumber media Yordania mengatakan hari ini bahwa Jordan menerima 910 pengungsi Suriah selama 72 jam dari usia yang berbeda, mengamankan mereka ke tempat penampungan yang telah disiapkan.

Ahrar Syam mengumumkan bahwa pejuangnya telah menghancurkan dua kendaraan lapis baja yang digunakan oleh milisi Syiah pro-rezim Asad saat mereka menyerang pedesaan tenggara Aleppo, banyak milisi Syiah dikonfirmasi tewas dan juga menderita luka serius, koresponden Orient News melaporkan, pada Sabtu (16/4/2016).

ahrar_syam_truck

Kantor media Ahrar Syam mengonfirmasi berita tersebut, dan mengatakan bahwa semua milisi Syiah pro Assad di dalam dua kendaraan lapis baja itu tewas.

Sementara itu, pertempuran hebat meletus antara pejuang oposisi dan pasukan rezim Asad di lingkungan Saleh al-Deen di Aleppo. Semua upaya pasukan rezim Assad untuk merebut daerah itu berhasil dipukul mundur.

Saat pertempuran sengit sedang berlangsung di pedesaan selatan Aleppo, sebuah pecahan peluru dari salah satu pasukan rezim Asad mengenai salah satu koresponden Orient News, Ebrahim al-Khateeb. Dia kehilangan mata kirinya.

Baru-baru ini oposisi Suriah dengan tegas menolak proposal dari Staffan de Misture utusan PBB di Jenewa, yang mengusulkan agar Bashar Assad tetap memangku jabatan presiden dengan tiga wakilnya dari pihak oposisi selama masa transisi berlangsung.

assad_asma_suriah

“Dia mengusulkan agar Presiden Bashar Assad menunjuk tiga wakil presiden yang kita pilih, dan ia akan mentransfer hak prerogatif militer dan politiknya kepada mereka,” ungkap oposisi melalui siaran pers yang diterima dan dikutip Middle East Online pada Sabtu (16/04).

“Secara efektif, Assad akan tetap berada dalam posisi seremonial. Tapi kami menolak proposal tersebut,” sambungnya.

Delegasi oposisi dan delegasi pemerintah saat ini berada di Jenewa melanjutkan perundingan yang sempat ditunda yang bertujuan untuk menyelesaikan perang Suriah yang telah berkobar selama 5 tahun.

Transisi politik, konstitusi baru, pemilihan parlemen dan presiden akan dimulai September 2017. Menjelang itu semua, Nasib Assad terus menjadi perdebatan alot antara delegasi oposisi dan delegasi pemerintah Suriah di Jenewa.

Disana oposisi bersikeras agar membentuk “badan transisi politik” tanpa melibatkan Assad. Sementara rezim menyatakan ingin membentuk “pemerintah persatuan” dan tetap mempertahankan Assad.

Turunnya Assad telah menjadi tuntutan utama yang disuarakan rakyat Suriah sejak sebelum pecahnya konflik pada bulan Maret 2011. Bermula saat aksi massa meminta agar Assad memperbaiki stabilitas dan kesejahteraan rakyat serta menghapuskan sikap diskriminatifnya terhadap rakyat Sunni Suriah. Namun Assad justeru menjawab dengan tangan besi.

Sebelumnya, juru bicara Komite Tinggi Oposisi Salem al-Musallet mengatakan, kelompoknya bersedia bekerjasama dengan diplomat dan teknokrat rezim Suriah selama masa transisi. Namun, ia bersikeras menyatakan tidak ada peran bagi Assad atau siapa saja yang telah memerankan peran sentral dalam perang sipil di Suriah, yang telah menewaskan 270.000 orang dan mengakibatkan jutaan rakyat mengungsi.

Beberapa pekan ini, Pasukan Rezim Suriah bersama milisi syiah pendukungnya melancarkan serangan intensif untuk menguasai Aleppo. Di medan pertempuran justru tidak semudah yang mereka bayangkan. Mujahidin dan pejuang dari beberapa faksi melakukan perlawanan sengit bahkan mencoba melancarkan serangan balik. Akibatnya banyak kerugian dialami pasukan Assad dan milisi syiah tersebut.

aleppo_map


abu azrael tewas
Anggota milisi syiah Iraq yang dijuluki "Abu Azrael" tewas dalam pertempuran di Selatan Aleppo 

ali bayat milisi syiah afghan
Ali Bayat, komandan brigade fatimiyun, milisi syiah dari Afghanistan, tewas di Selatan Aleppo

komandan iran tewas di aleppo
Beberapa komandan Iran yang tewas ketika mencoba melakukan serangan di Aleppo

poster militer iran
Dalam sebuah poster yang dipublish via @warreports, Militer Iran menyebut pertempuran di Aleppo adalah balas dendam mereka terkait tewasnya banyak komandan mereka



Video menarik dengan tema "Jihad Kehidupanku" dirilis kelompok Jihad Ahrar Syam terkait aktivitas para pejuang di Suriah. Bagaimana seorang muslim menjadikan hidupnya semata-mata untuk berjihad dan menegakan kalimah Allah. Mengorbankan harta dan nyawa, menjadikan setiap aktivitas untuk mendukung perjuangan di medan jihad.


Ahrar asy-Syam di kota Hur Bnafsu menolak untuk bernegosiasi dengan delegasi rezim Assad di pedesaan Hama utara.

Ahrar al-Sham utara Hama

Ahram asy-Syam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa satu-satunya cara untuk menghormati darah syuhada yang dibunuh seara brutal oleh rezim Suriah adalah dengan terus berjuang sampai mencapai kemenangan, sebagaimana dilansir Orient Net, Jum’at (15/4/2016).

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa rezim Suriah meminta untuk bernegosiasi setelah mendapat perlawanan sengit dari mujahidin dan hanya karena rezim Assad tidak mampu mengambil alih kendali atas daerah tersebut.

Perlu dicatat bahwa ratusan pasukan rezim Assad dan milisi Syiah telah tewas dan puluhan kendaraan militer mereka hancur ketika mereka mencoba untuk merebut daerah itu.

Dua warga sipil dilaporkan gugur dan 6 lainnya terluka dalam serangan udara pengecut oleh pasukan rezim Nushairiyah di pedesaan tengah provinsi Homs, ujar aktivis setempat pada Jum’at (15/4/2016).

Jet tempur rezim melancarkan enam serangan di kota rastan, membunuh seorang ayah dan putranya dan meninggalkan enam lainnya terluka, menurut aktivis setempat seperti dilaporkan Zaman Alwasl.





Sebelumnya 7 orang dilaporkan gugur pada pekan ini di kota Talbiseh dalam serangan udara yang menargetkan utara Homs.

Kamis (14/4) - Jabhah Nusrah terlibat dalam pertempuran di front Mallah, Aleppo. Dalam sebuah video yang berhasil didokumentasikan melalui sebuah drone, terlihat dua markas pasukan Assad yang dilindungi oleh 3 Tank, berhasil diserang dan dikuasai mujahidin Jabhah Nusrah. Terekam pula bagaimana sebuah Tank melarikan diri dari markas tersebut.


persiapan mujahidin memulai serangan


rekaman drone, mujahidin mulai merangsek dan menguasai markas

pro assad base in mallah aleppo

Pada Kamis pagi 14 April 2016 ISIS melancarkan serangan dari Tughali dan dengan cepat menguasai Baraghidah dan Kafr Ghan , kemudian dilanjutkan ke arah utara menuju Hawar Killis , Aykadah dan Harjalah , memotong jalur selama beberapa jam , dan mencapai Shamarin Pinggiran Kamp Pengungsi. Sementara itu, ISIS juga maju ke arah Barat , merebut lagi Jariz dan Yahmul .

Pejuang FSA kemudian melancarkan serangan balik kembali menguasai Aykadah , Hawar Killis , Yahmul dan Jariz . Pada hari yang sama , di sisi timur markas, FSA telah menguasai bukit Ahmar , beberapa kilometer dari Al Ra'i.

map north aleppo isis fsa

Berikut ini peta pertempuran di utara Aleppo pada hari kamis ini (14/4)

Di bagian utara provinsi Aleppo, dari beberapa wilayah terlihat bagaimana mujahidin dan pejuang FSA harus menghadapi serangan ofensive yang dilancarkan pasukan Assad, YPG, dan ISIS.


Laporan pertempuran di wilayah Skeih Issa, Jabhah Syamiya hadapi serangan YPG


Pejuang dari Liwa Suqur Jabal berhasil hancurkan Tank T-55 milik pasukan Assad di wilayah Handarat

Sementara itu ISIS berhasil kuasai Desa Hawar Kilis, Baraghidah, dan Kafr Ghan dari pejuang FSA menyebabkan banyak penduduk yang mengungsi ke perbatasan Turki
mengungsi ke perbatasan turki

Presiden Suriah Bashar Assad mengeluarkan Keputusan No.63 tertanggal 22 Februari yang menetapkan 13 April sebagai tanggal digelarnya pemilihan legislatif. Pengumuman itu datang beberapa menit setelah Rusia dan Amerika Serikat menegosiasikan gencatan senjata yang mulai berlaku lima hari kemudian.

pemilu suriah

Ketua Komisi Yudisial Tinggi untuk Pemilu (HJCE), Hisham Shaar, mengatakan bahwa ada sekitar 3.500 calon legislatif yang ikut dalam pemilihan untuk memperebutkan 250 kursi parlemen, sebagaimana dilansir Sputnik News, Rabu (12/4/2016).

Menurut Shaar, warga Suriah akan dapat memberikan suara mereka di lebih dari 7.000 tempat pemungutan suara di seluruh negeri. TPS dibuka pukul 07:00 waktu setempat.

Dia juga mengatakan bahwa HJCE tidak akan menghalangi para pengamat internasional untuk memantau pemilihan parlemen jika Kementerian Luar Negeri Suriah menyetujui aktivitas mereka.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem mengatakan pada bulan lalu bawa pemilihan parlemen ini akan memiliki “dampak” pada negosiasi yang dimediasi PBB di Jenewa.

Pada tanggal 30 Maret, Assad mengatakan kepada Sputnik bahwa ia tidak mengharapkan perubahan besar di parlemen Suriah pasca pemilu ini, namun ia menegaskan kembali bahwa pemilihan itu akan mengukuhkan keberadaan Suriah sebagai sebuah negara meskipun kehadiran kelompok “teroris”.

Banyaknya kandidat dalam proses pemilihan parlemen ini menunjukkan dukungan dan keinginan yang kuat di antara orang Suriah untuk memperkuat legitimasi pemerintah, klaimnya.

Ibrahim Khodr Salem, gubernur provinsi barat Latakia, mengatakan kepada Sputnik News, Senin (11/4) bahwa daerahnya siap untuk mengadakan pemilihan dengan 990 kotak suara yang dipindahkan ke TPS dan menyediakan transportasi umum gratis untuk para pemilih.

Aktivis media Suriah, Hadi Al-Abdullah, Selasa (12/04), melaporkan bahwa Jabhah Nusrah menawan seorang militan Hizbullah Lebanon dalam pertempuran di kota Al-Eis, pedesaan Aleppo Selatan. Pertempuran sengit Selasa kemarin meletus di kota yang baru beberapa hari direbut mujahidin.

“Jabhah Nusrah kembali menawan militan Lebanon dalam pertempuran Al-Eis di pedesaan Aleppo Selatan,” lapor aktivis yang namanya luas setelah membongkar kebohongan rezim Suriah di Homs itu.

Melalui akun Twitternya, wartawan independen yang pernah mewawancarai Abu Muhammad Al-Jaulani ini menambahkan lebih dari 10 peralatan tempur milik militer Suriah hancur dan puluhan milisi Iran, Iraq dan Libanon tewas. Mereka disergap mujahidin Jabhah Nusrah ketika hendak menarik diri dari Al-Eis menuju kota Al-Hadir yang terletak berdampingan.

al-eis kendaraan milisi assad

Kota Al-Eis beberapa hari terakhir menyaksikan pertempuran sengit setelah kota itu dibebaskan pekan lalu. Militer Suriah berupaya keras merebut kembali, namun gagal. Kota ini sangat penting karena mengarah langsung ke jalur internasional yang menghubungkan Damaskus dan Aleppo.

al-eis aleppo

(12/4) - Serangan dilancarkan pasukan garda revolusi Iran, Hizbullah, dan pasukan Assad untuk merebut kembali wilayah al-Eis di selatan provinsi Aleppo. Pertempuran berlangsung sengit melibatkan beberapa faksi mujahidin dalam menghadang serangan.


Sejumlah pasukan Garda Revolusi Iran dan Hizbullah ditemukan tewas


Laporan terkait berhasilnya mujahidin gagalkan serangan ofensive pasukan Assad di al-Eis


Dokumentasi mujahidin Jabhah Nusrah yang turut terlibat dalam pertempuran

Helikopter tempur Rusia jenis Mi-28N telah jatuh di Suriah dan menewaskan dua pilotnya.

mi-28n heli rusia

Kementerian Pertahanan Rusia lantas mengkonfirmasi jatuhnya helikopter di provinsi Homs ini, namun belum diketahui penyebab jatuhnya helikopter dan mengklaim bukan akibat dari tembakan oposisi.

“Kami sudah mengirim sekelompok petugas untuk menyelidiki insiden ini,” katanya seraya membeberkan bahwa pihaknya telah menemukan jasad pilot tersebut dan dibawa ke pangkalan udara Hmeymim di provinsi Latakia.

Pada tanggal 14 Maret lalu, Presiden Rusia (Vladimir Putin) telah mengumukan akan menarik sebagian militernya dari Suriah. Namun, setengah pasukan udara masih melancarkan invasi militernya untuk mendukung rezim Assad.

Akan tetapi, pada kenyataannya Rusia malah memperbanyak jumlah pesawat tempurnya di Suriah. Seorang analis lantas berkomentar, Kremlin kini telah mengandalkan helikopter untuk mendukung rezim Assad.

Helikopter Mi-28N sendiri merupakan helikopter yang setara dengan Apache milik AS.

Perdana Menteri Suriah Wail Al-Halqi, Ahad lalu (10/04), mengatakan bahwa militernya dan pasukan udara Rusia siap meluncurkan pertempuran besar untuk merebut kota Aleppo. Hal itu diungkapkan di sela-sela kunjungan delegasi anggota parlemen Rusia ke ibukota Damaskus.


Seperti dinukil BBC dari kantor berita Rusia, Tass, Halqi mengaku pihaknya dan pasukan sekutu siap menggempur oposisi di Aleppo.

“Suriah dan sekutu Rusia siap meluncurkan operasi pembebasan Aleppo dan mengusir seluruh kelompok bersenjata yang tidak ikut gencatan senjata atau yang melanggar gencatan,” kata Halqi.

Senin kemarin (11/04), Kepala Staf Umum Militer Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoy, mengumumkan bahwa intelijennya mendapat informasi, sebanyak 10.000 pasukan Jabhah Nusrah dikerahkan ke Aleppo. Mereka bersiap merebut jalur internasional yang menghubungkan Aleppo-Damaskus.

“Menurut intelijen kami, Jabhah Nushrah telah menyebar 8.000 pasukan di bagian selatan hingga barat Aleppo, sementara 1.500 lainnya dikerahkan di utara kota. Hal ini diketahui menyusul adanya rencana penyerangan dari afiliasi al-Qaidah tersebut untuk memotong jalur Aleppo-Damaskus,” klaimnya.

Dalam pernyataan yang dilansir kantor berita Rusia sputniknews.com itu, Rudskoy juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya dan tentara rezim Assad akan mengarahkan target mereka untuk menggagalkan operasi Jabhah Nushrah, yang akan memotong jalur Aleppo-Damaskus. Pernyataan ini seakan membenarkan rencana operasi besar-besaran militer Suriah dan Rusia di Aleppo.

Pada Ahad kemarin (10/4), pertempuran terjadi antara mujahidin Suriah termasuk Jabhah Nusrah dengan pasukan Rezim yang dibantu milisi Syiah bersenjata dan Hizbullah Lebanon.

Mujahidin Jabhah Nusra yang dikerahkan menuju pembebasan Khan Tuman

Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, kepada “AFP” menuturkan, bahwa bentrokan itu terjadi setelah serangan yang diawali oleh kelompok mujahidin, termasuk Jabhah Nusrah yang berupaya merebut kembali daerah-daerah di pedesaan Aleppo selatan, terutama kota-kota Khan Tuman. Dimana pasukan rezim dengan dukungan udara Rusia pada akhir tahun lalu berhasil menduduki wilayah tersebut.

Pertempuran sengit pecah di Latakia. Jabal Akrod dan Turkmen di pedesaan utara Lattakia menjadi titik baku tembak antara pasukan rezim dan koalisi mujahidin Suriah.

Observatorium untuk Hak Asasi Manusia pada Senin (11/04) melaporkan bahwa dalam pertempuran ini, mujahidin membentuk satuan koalisi yang dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama beranggotakan Ahrar Syam dan Anshor Syam. Sedangkan kelompok dua terdiri dari Hizbu At-Turkistan, Jabhah Nusrah, Pejuang Kaukasus dan faksi-faksi lainnya.


Jaish at-Tahrir tembakan sejumlah meriam ke posisi pasukan Assad di Latakia


Divisi 1 FSA berhasil hancurkan kendaraan Truk milik pasukan Assad di Jabal Qola'a

Pasukan Rezim juga tidak tingal diam. Amunisi dan persenjataan lainnya dikerahkan untuk membombardir area pertempuran. Seiring dengan itu, mujahidin terus melakukan perlawanan membalas serangan-serangan dari Rezim Suriah.

Walhasil, mujahidin berhasil merebut kontrol sebagian besar wilayah Jabal Qola’a, di Jabal Turkmen.

Transisi politik Suriah menjadi titik kontra semua pihak yang terlibat dalam Perundingan Jenewa. Permasalahan ini menjadi perdebatan serius antara pihak oposisi dan Rezim Suriah yang dilindungi sekutunya. Bahkan Perundingan Jenewa ditunda untuk beberapa waktu karena tidak ada titik temu dalam hal ini.

perundingan jenewa suriah

Anas Al-Ubadah, Kepala Koalisi Nasional Oposisi Suriah, menyatakan bahwa oposisi Suriah tidak akan mau menerima segala bentuk proses politik yang masih mempertahankan Bashar Assad. Baik saat berlangsungnya masa transisi politik maupun di masa-masa Suriah yang akan datang.

Anas Al-Ubadah juga terus menghimbau kepada lembaga kemanusiaan internasional untuk terus bekerja mematahkan blokade yang masih terjadi di sejumlah daerah. Ia juga meminta pengiriman bantuan pangan, serta mengangkut keluar seluruh korban luka yang membutuhkan perawatan medis dari blokade yang dilakukan pasukan Assad dan sekutunya di sejumlah daerah Suriah.

Sementara itu, Anadolu melaporkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menuntut agar Bashar Assad diadili di Mahkamah Internasional. Lantaran senjata-senjata milik pasukan yang dibawahinya telah menelan 500 ribu korban jiwa dari kalangan sipil.

“Tidak ada perbedaan antara senjata kimia dan konvensional jika hasilnya adalah sama. Pemerintahan semacam ini harus diadili (mengacu pada rezim Suriah, Presiden Bashar Assad) di Mahkamah Internasional di Den Haag, untuk membayar atas tindakannya,” tegas Erdogan.

Namun hal itu ditentang tegas oleh Iran. Ali Akbar Velayati seorang pejabat tinggi Teheran menimpali bahwa pihaknya akan terus mendukung dan mempertahankan eksistensi rezim Bashar Assad. Ia bahkan menolak segala bentuk tuntutan agar Assad meninggalkan kekuasaannya. Menurutnya, cara ini tidak sejalan dengan kemauan Iran.

Searah dengan Iran, pihak Rusia pun turut mempersoalkan hal ini. Gennady Gatilov Wakil Menlu Rusia betul-betul menyayangkan tidak adanya pembahasan terkait nasib Assad nantinya. Menurutnya, hal ini sangat berkaitan dengan penyelesaian konflik dan masa depan Suriah.

Pihak PBB sendiri, Staffan de Misture menegaskan bahwa perundingan putaran selanjutnya secara gamblang akan menjurus kepada proses nyata dalam mengawali transisi politik di Suriah.

Perang Suriah merupakan tempat komersial yang sempurna bagi para produsen senjata Rusia.
Moskow bisa mendapatkan uang lebih banyak setelah dunia melihat senjata buatan Rusia, baik lama maupun baru, yang teruji di medan tempur oleh angkatan udara Rusia dan militer Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Senjata Rudal Rusia

Perang Suriah telah membantu Moskow meningkatkan statusnya sebagai produsen dan eksportir senjata besar, yang merupakan kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Ini merupakan kabar baik bagi Presiden Vladimir Putin di tengah krisis ekonomi yang parah yang disebabkan oleh rendahnya harga minyak, jatuhnya mata uang rubel, dan sanksi-sanksi Barat yang diberlakukan atas tindakan Rusia di Ukraina.

Operasi militer itu memberikan kesempatan untuk menguji dalam pertempuran “Semua sistem militer generasi terakhir yang tidak bisa diuji oleh Rusia dalam kondisi militer – yakni persenjataan presisi tinggi, rudal, helikopter, pesawat dan rudal jelajah”, kata Ruslan Pukhov, Direktur Center for Analysis of Strategies and Technologies, yang bermarkas di Moskow.

Harian Kommersant mengatakan pada pekan lalu, dengan mengutip orang dalam di Kremlin dan para analis militer, bahwa “efek marketing” dari konflik Suriah akan meningkatkan penjualan senjata Rusia hingga $ 7 milyar. Aljazair telah membeli selusin pembom tempur Sukhoi Su-32, suatu versi ekspor dari Su-34 yang terbukti mematikan di Suriah.

Pakistan, Vietnam, Indonesia dan sejumlah negara Amerika Latin juga ingin membeli lebih banyak pesawat pembom dan helikopter, tetapi mereka juga ingin yang lebih dari sekedar pesawat, yang merupakan tulang punggung ekspor senjata Rusia sejak Uni Soviet runtuh tahun 1991.

Pada tahun 2015, ekspor senjata Rusia mencapai rekor dengan nilai $ 14.5 miliar karena “keandalan dan efektivitas yang tinggi” dari persenjataan tersebut, Presiden Putin mengatakan pada akhir Maret.

Angka tersebut lebih tinggi dari yang diharapkan, dan pesanan asing bagi senjata Rusia melebihi $ 56 miliar, kata Putin menambahkan, saat menyampaikan pidato pada pertemuan para pejabat pertahanan.

Pada tanggal 7 Oktober 2015, pada hari ulang tahun ke-63 Putin, empat kapal perang Rusia meluncurkan rudal jelajah jarak jauh yang menyerang 11 target di Suriah – suatu jarak yang lebih dari 1.500 kilometer.

Pada bulan Desember, sebuah kapal selam Rusia yang berada di Laut Mediterania meluncurkan rudal jelajah yang sama terhadap sasaran-sasaran di provinsi Raqqa, Suriah.

Sekitar 300 orang cedera pada Ahad (10/4/201) ketika polisi Makedonia menembakkan gas air mata, peluru karet dan granat setrum kepada para pengungsi saat mereka berusaha menerobos pagar perbatasan dengan Yunani, media lokal melaporkan.



Kekerasan itu dikecam oleh Badan Manajemen Kordinasi Krisis Pengungsi Yunani.

“Penggunaan gas air mata, peluru karet dan granat kejut dari pasukan FYROM [Former Yugoslav Republic of Macedonia] terhadap orang-orang yang tak berdaya, dan bahkan tanpa force majeure, adalah praktik yang membahayakan dan sangat tercela,” kata juru bicara Giorgos Kyritsis dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

“Kami mendesak pihak berwenang FYROM untuk memahami potensi risiko dari penggunaan kekerasan terhadap pengungsi dan migran.”

Kementerian Luar Negeri Yunani mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan protes kepada pihak berwenang Makedonia.

Duta besar Yunani untuk Skopje, Theocharis Lalakos, meminta pihak berwenang Macedonia untuk menunjukkan tanggung jawab yang tepat, pengendalian diri dan keseriusan.

Kementerian Dalam Negeri Makedonia mengklaim 15 petugas polisi Macedonia terluka, termasuk lima diantaranya mengalami luka serius.

Juru bicara Toni Angelovski mengatakan bahwa polisi tambahan telah dikerahkan ke perbatasan.

“Polisi akan berpatroli sepanjang malam,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa pengungsi tersebut berkumpul disana karena ada rumor bahwa perbatasan akan dibuka.

Kekerasan dimulai setelah lima pengungsi mendekati perbatasan untuk berbicara dengan polisi Macedonia.

Sekitar 500 orang kemudian berkumpul di luar kamp pengungsi di Idomeni dan mendekati perbatasan yang dilindungi oleh pagar dan kawat berduri.

Seorang juru bicara Doctors without Borders mengungkapkan bahwa sebanyak 200 orang dirawat karena masalah pernapasan, 34 untuk menderita luka menganga dan 30 orang mengalami luka yang disebabkan oleh peluru karet. Kelompok itu mengatakan tujuh orang diinapkan di rumah sakit.

Lebih dari 11.000 pengungsi di Idomeni, berharap bisa melanjutkan peralanan mereka ke Eropa utara meskipun perbatasan ditutup.

Amerika Serikat mengatakan bahwa serangannya di barat laut Suriah pada Ahad (03/04) lalu menargetkan pertemuan para komandan Jabhah Nusra. Di antaranya adalah juru bicara organsiasi cabang Al-Qaidah itu, Abu Firas As-Suri.

amerika_pentagon
“AS meluncurkan serangan udara pada Ahad di barat laut Suriah menargetkan pertemuan komandan senior organisasi Al-Qaidah termasuk di antaranya Abu Firas As-Suri,” kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, Senin (04/04), seperti dilansir Reuters Arabic.

Dia menambahkan, pihaknya masih berupaya mengkonfirmasi kematian Abu Firas akibat serangan itu. Cook kembali menegaskan bahwa negaranya yakin Abu Firas hadir dalam pertempuan itu.

Sejumlah media dan akun-akun yang dikenal dekat dengan Jabhah Nusra, Ahad lalu, mengkonfirmasi bahwa Abu Firas dan anaknya serta sejumlah komandan faksi-faksi Islamis gugur dalam serangan udara di markas Jabhah Nusra di di desa Kafr Jalis di barat laut Idlib. Lembaga pengawas HAM Suriah menambahkan bahwa total korban serangan itu sebanyak 22 orang.

Lembaga yang bermarkas di Inggris itu menjelaskan bahwa seluruh korban bukan hanya anggota Jabhah Nusra, namun di antara mereka anggota faksi Islam lainnya yang berafiliasi dengan Jabhah Nusra. Bahkan, di antara mereka dikabarkan ada pejuang dari luar suriah.

Pejuang Jabhah Nusra berhasil melakukan operasi penyusupan ke markas milisi Shabihah, milisi pendukung rezim Bashar Assad, di desa Khenves, pedesaan Hama Selatan. Dilaporkan 20 milisi tewas akibat serangan pada Senin itu (04/04).

jabhah nusra hama
Kantor berita Orient News melaporkan sejumlah pejuang Jabhah Nusra, tanpa diketahui, berhasil masuk ke markas musuh di desa Khenves yang dihuni mayoritas pendukung Bashar Assad. Mereka memberondong milisi yang ada di lokasi tersebut. Akibatnya, 20 militan Syabihah tewas.

“Seluruh milisi yang jumlahnya 20 orang tewas akibat serangan tersebut,” lansir kantor berita oposisi Suriah itu.

Kantor berita Al-Jazeera menambahkan, di antara korban tewas merupakan komandan milisi Pertahanan Nasional. Serangan itu diluncurkan pada Senin fajar.

Selain itu, tambah Orient, Jabhah Nusra juga berhasil menghancurkan tank dan kendaraan yang dipasang senjata otomatis di markas tersebut. Sementara senjata ringan, menengah dan berat serta amunisi berhasil dibawa.

Serangan ini diluncurkan beberapa jam setelah kabar tewasnya juru bicara Jabhah Nusra, Abu Firas As-Suri.

Selasa (5/4) - daerah selatan Aleppo, Pejuang dari Ahrar al-Sham menembak jatuh sebuah pesawat tempur Suriah dan menangkap pilot-nya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pejuang dari kelompok Jabhah Nusra menangkap pilot dan membawanya ke salah satu markas mereka.






Observatorium Suriah mengatakan segumpal asap terlihat saat pesawat terbakar sebelum jatuh di Tal al-Iss, di mana Jabhah Nusra bersama faksi islam lainnya berhasil menguasai daerah tersebut beberapa hari sebelumnya. Jet tempur Rusia dan rezim Suriah dikerahkan untuk melakukan serangan balik demi merebut kembali Tel al-Iss.

Faksi pejuang oposisi Suriah mampu merebut kendali posisi-posisi militer pemerintah setelah bentrokan dengan pasukan tentara rezim Assad di provinsi pesisir Latakia-jantung dari Presiden Suriah Bashar al-Assad, aktivis melaporkan pada hari Sabtu (2/4/2016).

Faksi oposisi yang beroperasi di wilayah pesisir Suriah, yang meliputi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) bersama dengan kelompok faksi-faksi Islam, mampu menghancurkan beberapa kendaraan milik tentara rezim.



Berbicara kepada ARA News di Latakia, aktivis media lokal Ammar Ali mengatakan bahwa kelompok pejuang oposisi dari Squad Utara [al-Firqa abu-Shimaliya] bersama dengan faksi Islam lainnya mengumumkan pertempuran baru melawan pasukan tentara Suriah di Latakia.



Aliansi pesisir anti-Assad melakukan serangan pada beberapa titik militer di daerah pegunungan al-Akrad dan Turkman.

Sumber tersebut mengatakan bahwa para pejuang oposisi meningkatkan serangan terhadap markas rezim dengan senjata berat dan roket Grad di sekitar kota Kinsabba di Gunung al-Akrad.

Setelah bentrokan sengit dengan pasukan rezim, pejuang oposisi mampu mengambil kendali desa Rasha, al-Jinzali dan al-Mazighli serta bukit Hidada, Sekolah Hidada, dan desa Malik di sekitar Kinsabba.

"Pejuang Suriah mampu membunuh sejumlah tentara pro-Assad, termasuk kolonel Louay Aslan bersama dengan seluruh kelompoknya di bukit Rasha," sumber itu melaporkan, menunjukkan bahwa para pejuang oposisi mampu menghancurkan tank, merebut empat senapan mesin [kaliber 14,5], sebuah SUV dengan senapan mesin kaliber 23 selain menghancurkan sebuah buldoser.

Sumber itu menambahkan bahwa pejuang oposisi melancarkan serangan di beberapa lokasi di sekitar Kinsabba dalam upaya untuk merebut kembali wilayah itu dari tentara rezim setelah terakhir mereka ditimpa dengan dukungan serangan udara Rusia.

"Para pejuang kami telah merebut kembali beberapa daerah strategis di sekitar Gunung al-Akrad meskipun pemboman berat Rusia pada posisi kami," kata seorang juru bicara pejuang oposisi kepada ARA Berita, lebih memilih anonimitas.

Pada tanggal 18 Februari, pasukan tentara Suriah mengambil alih wilayah Kinsabba setelah bentrokan sengit dengan pejuang oposisi, di mana pejuang oposisi kemudian mundur dari wilayah itu di bawah serangan udara Rusia.

Kabar duka kembali menghampiri gerakan jihad Suriah, Jabhah Nusrah. Komandan penting sekaligus juru bicara cabang Al-Qaidah itu, Abu Firas As-Suri, terbunuh oleh serangan udara di wilayah Idlib. Anaknya dan sejumlah pejuang lainnya juga dikabarkan gugur akibat serangan pada Ahad (03/04) itu.

juru bicara jabhah nusra
Kabar meninggalnya komandan penting Jabhah Nusrah itu dikonfirmasi sejumlah media, di antara Al-Jazeera dan Orient News, dari sumber-sumber mereka di lapangan. Sementara mereka belum bisa memastikan jet yang melakukan serangan tersebut akan tetapi dugaan kuat mengarah ke jet tempur milik koalisi AS.

Portal berita yang fokus menyoroti revolusi Suriah, all4syria.info, melaporkan serangan itu terjadi di desa Kafr Jalis di barat laut Idlib.

Al-Jazeera melansir dari sejumlah aktivis yang dikenal dekat dengan Jabhah Nusrah menunjukkan bahwa serangan itu diluncurkan dari pesawat tanpa awak, yang diyakini milik koalisi AS. Menurut all4syria.info, banyak pesawat lalu lalang di atas wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, masih simpang siur mengenai jumlah pengawalnya yang turut terbunuh dalam serangan tersebut. Kantor berita Al-Jazeera menyebut delapan, Orient News menyebut tujuh dan BBC menyebut 15 pengawal.

Lembaga pengawas HAM Suriah mengonfirmasi bahwa seluruh korban bukan hanya anggota Jabhah Nusrah, namun di antara mereka anggota faksi Islam lainnya yang berafiliasi dengan Jabhah Nusrah. Bahkan, di antara mereka dikabarkan ada pejuang dari luar suriah.

Abu Firas merupakan sebutan dari nama aslinya Ridwan Namus. Pejuang kelahiran Madaya, pedesaan Damaskus ini, telah melalang buana dalam dunia jihad, sebelum akhirnya pulang ke negaranya.

riwayat abu firas

Sebelum terjun ke dunia jihad, ia adalah seorang anggota tentara nasional Suriah. Tepatnya tahun delapan puluhan ia menyatakan membelot dan berangkat ke Pakistan kemudian Afghanistan dan terakhir Yaman. Dia berkabung dalam organisasi Al-Qaidah.

Setelah revolusi Suriah meletus, ia pulang dan bergabung mendirikan Jabhah Nusrah. Ia ditunjuk anggota Dewan Syariat dan kemudian ditunjuk juru bicara menggantikan komandan sebelumnya yang gugur.

Laporan pertempuran di selatan Aleppo, koalisi mujahidin Jaish al-Fath yang termasuk didalamnya Jabhah Nusra berhasil menimpakan kerugian pada pasukan Assad setelah melewati pertempuran sengit pada Jumat kemarin (1/4).

Situasi terbaru, daerah warna biru menunjukan area pertempuran dan berhasil dikuasai para pejuang


Beberapa unit pasukan dikerahkan memasuki area musuh, setelah amaliyah 2 bom syahid dari mujahidin Jabhah Nusra menggunakan Tank BMP


Tembakan Meriam arahkan daerah yang dikuasai pasukan Assad

Mujahidin Jaish al-Fath pada Rabu (30/3/2016) menangkap 12 orang di provinsi Idlib, karena terbukti telah melakukan serangkaian pembunuhan dan penculikan, ujar sumber-sumber lapangan seperti dilansir Zaman Alwasl pada Kamis (31/3).

Sel yang aktif di kota Ariha adalah milik Jaish Al-Thuwar, unit kunci dalam Pasukan Demokrati Suriah pimpinan Kurdi.

ariha idlib jaish al-fath

Jaish al-Fath adalah sebuah koalisi faksi-faksi Islam termasuk Ahrar Syam dan Jabhah Nushrah di dalamnya yang beroperasi di provinsi Idlib.

Militer Suriah kembali meluncurkan serangan udara menargetkan wilayah pejuang Suriah di pinggiran Damaskus. Serangan pada Kamis (31/03) tersebut mengakibatkan meninggalnya 23 orang dan melukai puluhan lainnya.



Lembaga pengawas HAM Suriah menyebutkan, serangan udara rezim itu menargetkan kota kecil Dier Al-Ashafir di Ghautah Timur. Setidaknya terdapat 2700 keluarga tinggal di kota terblokade tersebut.

“Di antara korban tersebut empat anak-anak,” jelas lembaga yang bermarkas di Inggris tersebut.

Direktur lembaga pengawas HAM, Rami Abdurrahman, menambahkan bahwa baku tembak kerap terjadi di kota ini meski gencatan senjata di berlakukan. Militer Suriah berupaya mengepung kota tersebut. Saat ini, mereka hanya berjarak dua kilometer dari kota.

Sebelumnya, pertempuran juga meletus antara pasukan rezim dan mujahidin Suriah di pinggiran kota Jobar, Ghautah Timur. Militer rezim mengerahkan jet tempur dalam pertempuran tersebut.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget