Halloween Costume ideas 2015
February 2016

Arab Saudi mengecam Rusia dan pemerintah rezim Suriah atas pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Arab Saudi, Riyadh, Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir mengungkapkan bahwa angkatan udara Rusia dan Suriah melanggar penghentian pertempuran.

Ia memperingatkan akan ada “rencana B” jika pemerintah rezim Bashar Asad dan sekutunya tidak serius melakukan gencatan senjata, lansir ITV (29/2/2016).

“Ada pelanggaran gencatan senjata oleh angkatan udara Rusia dan rezim, dan kita sekarang berkonsultasi mengenai hal ini dengan negara-negara kelompok pendukung Suriah, dan saya berpikir bahwa komitmen untuk gencatan senjata akan menjadi indikator penting dari keseriusan rezim Suriah,” kata Jubeir.

Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen, yang juga berbicaa pada konferensi pers, menyerukan aliansi yang kuat untuk menempatkan tekanan militer terhadap rezim Asad untuk membantu mengakhiri perang di Suriah.


(28/2) - Serangan udara Rusia di Ter Malah, utara Homs

Tercatat lebih dari 40 serangan udara oleh pesawat tempur Rusia dan rezim Suriah masih terjadi sehari setelah gencatan senjata diumumkan. Serangan tersebut menyasar beberapa wilayah seperti Aleppo, Homs, Idlib, Latakia

Pesan audio dari Syeikh al-Fatih Abu Muhammad al-Jaulani, Pemimpin Jabhah Nusra. 

Dipublish pada hari jum'at, 26 februari 2016.

 pesan audio jabhah nusra terkait gencatan senjata

Pesan audio ini tentu dirilis sebelum diumumkankannya gencatan senjata AS-Rusia pada 27 februari tengah malam. Al-Jaūlānī tidak hanya mengutuk gencatan senjata ini, tetapi juga menyeru faksi pejuang lainnya untuk tidak menerima gencatan senjata.

Ringkasnya yang disampaikan adalah 'Tidak akan ada gencatan senjata, hanya kemenangan atau mati syahid'.

Pesawat tempur Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah tiba di pangkalan udara Incirlik, Turki selatan.

Pesawat-pesawat tersebut akan ditempatkan di pangkalan Incirlik yang telah menjadi rumah bagi pesawat-pesawat tempur AS, Inggris dan Perancis yang mengambil bagian dalam operasi militer di Suriah.

Sebelumnya, televisi swasta NTV mengatakan empat jet tempur Saudi F-15 akan tiba di Incirlik pada Jum’at (26/2). Dikatakan bahwa 30 personil darat dan peralatan tempur yang berada di pesawat Hercules C-130 telah tiba beberapa hari sebelumnya.

Ankara mengatakan mereka akan mendukung operasi darat di Suriah tetapi hanya jika dilakukan dalam koordinasi dengan Arab Saudi dan negara-negara Barat serta negara Teluk.

“Kami dari awal mengusulkan perlunya operasi darat dan segala langkah strategis yang akan dilakukan selain kampanye udara,” ujar menteri luar negeri Turki.

Mujahidin dari kelompok Nuruddin Zanki berhasil taklukan pertempuran pada jum'at (26/2) di Hazara, sebelah barat Aleppo. Lebih dari 75 militan syi'ah dari Iran dan Afghanistan ditemukan tewas di lokasi. Berikut ini pernyataan resmi dari mujahidin terkait pertempuran tersebut.



Video dikuasainya markas militan syi'ah Afghanistan dan Iran di Hazara, Aleppo 

Gencatan Senjata yang disepakati AS dan Rusia akan dimulai pada Sabtu (27/2/2016) tengah malam.

Kesepakatan yang tidak ditandatangani oleh pihak yang bertikai dan kurang mengikat layaknya gencatan senjata formal, pasukan rezim dan kelompok oposisi diharapkan menghentikan baku tembak sehingga bantuan dapat mencapai warga sipil dan “pembicaraan damai” bisa dimulai, seperti dilaporkan Zaman Alwasl.

Namun, gencatan senjata tersebut tidak berlaku untuk kelompok oposisi yang dinilai radikal (ingin mewujudkan negara islam). Adapun Faksi lainnya yang dipandang sebagai kelompok moderat oleh Barat mengatakan mereka khawatir hal itu justru akan digunakan untuk membenarkan serangan terhadap mereka.


Reportasi Jabhah Nusrah terhadap kaum muslimin di Aleppo terkait gencatan senjata ini. Mayoritas berpandangan bahwa gencata senjata yang digagas AS-Rusia hanyalah kedok untuk meningkatkan serangan rezim terhadap kelompok islam.

Suriah - berikut ini adalah beberapa dokumentasi perlawanan mujahidin pada hari kamis 25/2/2106 di beberapa titik pertempuran. Tentunya masih ada banyak yang belum kami himpun.



Divisi 1 FSA gunakan Tank dan mortar targetkan posisi pasukan Assad di Latakia.


Jaish at-Tahrir gunakan roket grad di Sahl Gab, utara Hama.


Divisi 13 FSA di Tel Rifaat, berhasil hancurkan Senjata Mesin kaliber 14,5 milik pasukan PYD dan SDF dengan menggunakan rudal TOW


Jaish al-Izzah bertempur di malam hari melawan pasukan Iran di Tamurah, Aleppo


Di wilayah Sheikh Aqil, mujahidin tembakan rudal TOW ke arah Kendaraan Tank T72 dalam jarak kurang dari 800 m


Jaish at-Tahrir bertempur di Khan Tuman, Aleppo


Divisi Sultan Murad gunakan kendaraan Tank targetkan pasukan Assad di distrik Sheikh Maqsud, Aleppo

Mujahidin Ahrar Syam mengumumkan pada Rabu (24/2/2016) sore bahwa mereka melancarkan operasi khusus bersama faksi Harakah Al-Bayan dan berhasil menghancurkan sebuah tempat pertemuan para jenderal Rusia di dekat kota Latakia dengan bom mobil, lansir Zaman Alwasl.





Pernyataan bersama dikeluarkan oleh kedua kelompok, menambahkan bahwa bom mobil di luar tempat pertemuan menyebabkan banyak korban tewas dan cidera dari kalangan pejabat Rusia, namun Moskow belum mau berkomentar mengenai pernyataan tersebut.

“Setelah pemantauan dan persiapan misi yang berlangsung selama beberapa minggu, Ashab Al-Naqb bekerja sama dengan Ahrar dan Harakah Al-Bayan, mampu mengirimkan bom mobil ke pangkalan militer,” ujar pernyataan menambahkan.

“Setelah mengamati pertemuan jenderal Rusia di daerah, bom mobil diledakkan selama pertemuan.”

Ahrar Syam dan Harakah Al-Bayan juga merilis video yang memperlihatkan saat serangan berlangsung.



Kedua kelompok mengatakan serangan terjadi di daerah Snouber-Jableh sekitar pukul 13.10 waktu setempat pada Ahad (21/2), namun pengumuman operasi “ditunda sampai kembalinya saudara-saudara yang melakukan operasi dengan aman”.

Sekitar 30 menit setelah dugaan ledakan bom mobil, halaman Facebook pro-rezim yang berbasis di Jableh menerbitkan sebuah laporan singkat tentang ledakan di daerah tersebut.”Sebuah ledakan terdengar di sekitar (Jableh) beberapa waktu lalu menurut laman media sosial, belum ada konfirmasi dari pihak manapun,” ujar page berita Jableh City di Facebook seperti dilansir Zaman Alwasl.

Ahrar Syam mengatakan bahwa sejumlah besar ambulans dan pemadam kebakaran bergegas ke lokasi ledakan untuk mengevakuasi korban luka ke rumah sakit di Jableh dan Latakia.

“Helikopter Rusia kemudian tiba di lokasi bom dan mengirim mayat jenderal Rusia dan sejumlah korban luka ke pangkalan udara Hmeimim,” ujar pernyataan menambahkan.

Keduanya mengatakan bahwa di Jableh dan Latakia terjadi mobilisasi keamanan besar-besaran.

Jet tempur Rusia melancarkan 62 serangan selama dua hari terakhir, menghantam 187 target dalam serangan udara mereka, ujar laporan Reuters pada Rabu (24/2/2016) mengutip pernyataan juru bicara Menteri Pertahanan Rusia.



Igor Konashenkov, juru bicara Menteri Pertahanan Rusia mengatakan serangan dilakukan di kota-kota Homs, Aleppo, Raqqa dan provinsi Hama.

Tidak ada laporan rinci mengenai target yang digempur oleh jet Rusia dan jumlah korban yang mungkin jatuh dalam serangan-serangan tersebut.

Mujahidin pada Sabtu (20/2/2016) telah berhasil menewaskan sedikitnya 24 tentara rezim dan milisi Syiah sekutunya di provinsi barat laut Latakia, ujar aktivis lokal.





Seiiring serangan ofensive yang dilancarkan Tentara Rezim Suriah, Mujahidin meluncurkan serangan kejutan pada pos militer di dekat desa Kansba di Jabal Al-Akrad, membunh 16 tentara sementara 8 tentara lainnya tewas dalam serangan di pagi hari di Jabal Al-Turkman, menurut laporan aktivis lokal seperti dilansir Zaman Alwasl.

Kekuatan mujahidin di Latakia termasuk Mujahidin Jabhah Nushrah, sebagian besar berbasis di wilayah utara dan timur laut dari Jabal Akrad dan Jabal Turkman.

Rusia masih terus meluncurkan serangan di sepanjang dataran Aleppo utara. Seorang aktivis memaparkan melalui video amatirnya, bahwa pesawat jet Rusia Selasa kemarin menjatuhkan bom klaster (salah satu jenis senjata yang dilarang). Bom klaster terlihat meledak di antara perumahan di kota Aleppo.



Berdasarkan koresponden lapangannya, Al-Jazeera ikut melansir situasi Aleppo. Digambarkan kian hari Rusia terus meningkatkan serangannya ke daerah pemukiman di pedesaan Aleppo, mulai dari utara, barat sampai di pusat kota Aleppo.

Pasukan Kurdi yang beraliansi dengan rezim Suriah dilaporkan mulai bergerak mendekati kota Mare’, salah satu dari dua kota besar yang masih dipertahankan oleh mujahidin Suriah hingga saat ini, sebagaimana dilansir Al-Jazeera pada Rabu (17/02).

Kota Mare’ terletak di Aleppo utara ini menjadi simbol khusus bagi mujahidin. Selain Azaz, saat ini Mare’ menjadi benteng kedua bagi mujahidin. Setelah sebelumnya, kota Rifaat benteng ketiga mujahidin berhasil direbut pada Senin petang.


Komandan Jabhah Syamiyah Bashir Al-Hajji bertekad untuk melawan dan tidak akan menyerahkan kota Mare’ di Aleppo utara ke pihak musuh manapun. Ia juga menyangkal bahwa ada kesepakatan antara Jabhah Syamiyah dan pasukan Kurdi untuk menyerahkan kota tanpa adanya perlawanan.

Al-Hajji memaparkan bahwa Jabhah Syamiyah merupakan koalisi dan beberapa faksi mujahidin Suriah. Mereka ada lima tahun terakhir di kota Mare’. Mereka berjanji tidak akan ada orang lain yang mengibarkan benderanya di kota itu selama anggota faksi ini masih hidup.

Sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (17/02), Jabhah Syamiyah bersumpah untuk menghadang seluruh tentara bayaran, YPG, milisi revolusi hingga titik darah penghabisan. Al-Hajji dengan tegas menolak semua bentuk negosiasi yang bertujuan penyerahan kota kepada Rezim.

Arab Saudi menuturkan, realisasi pengiriman tentara ke Suriah berada di tangan Amerika Serikat (AS) sebagai pimpinan koalisi. Menurut Saudi, AS adalah pihak yang menentukan kapan pengiriman dan penyebaran itu dilakukan.

Menurut keterangan Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, pengiriman tentara ini berhubungan erat dengan operasi militer yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan AS. Oleh karena itu, kapan pengiriman dan penyebaran pasukan ini secara tidak langsung ditentukan oleh AS.

Jubeir juga mengatakan, Saudi sejatinya telah siap untuk mengirimkan tentara ke Suriah. Kesiapan Saudi, lanjut Jubeir, terlihat dari sudah mulai ditempatkannya sejumlah pesawat di pangkalan udara  Incirlik di Turki.

"Pengerahan pesawat kerajaan ke pangkalan udara Incirlik di Turki adalah bagian dari kampanye ini," kata Jubeir dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (15/2).

"Kesiapan kerajaan untuk menyediakan pasukan khusus untuk setiap operasi darat di Suriah terkait dengan keputusan untuk memiliki komponen di darat, sebagai bagian koalisi di Suriah - koalisi ini dipimpin AS - jadi waktunya tidak bergantung pada kami," ucap Jubeir.


1 Feb 2016 - Pasukan Assad mulai menekan mujahidin di utara dan barat kota Zahra dan Nubl
4 Feb 2016 - SDF memulai serangan ofensive ke arah timur posisi mujahidin
5 Feb 2016 - Kota Zahra dikuasi Pasukan Assad
11 Feb 2016 - SDF rebut kendali atas Bandara Militer Menagh
15 Feb 2016 - SDF kuasai Tell Rifaat
16 Feb 2016 - Terjadi perjanjian damai di Marea, dimana semua faksi mujahidin harus meninggalkan wilayah Marea, sehingga SDF berhasil  masuk ke kota tanpa peperangan.

(16/2) - Mujahidin dari Jaish al-Nashr di Mughayr utara Hama targetkan posisi pasukan Assad dan jet Tempur yang terbang di atasnya.



(16/2) - Unit FSA, Liwa Suqur Jabl Tembakan meriam kaliber 122 mm di pedesaan sekitar Jabl Akrad, Lattakia.


(16/2) - Mujahidin menggunakan Tank targetkan posisi pasukan Assad di area kota Syeikh Miskin, provinsi Daraa


Sementara itu, Mujahidin di utara Daraa mengumumkan telah menguasai daerah Tell Qareen.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, dalam pertemuan di parlemen Turki, bahwa: "Ketika saya menerima kabar bagaimana Rusia menargetkan rumah sakit dan sekolah anak-anak di Aleppo, saya memohon kepada Allah untuk membalas para penindas dan melindungi saudara-saudara kita."


-----------------//-----------------
Sungguh Air mata palsu dari ucapan yang ditampilkan penguasa Turki ini. Telah menjadi jelas apa telah direncanakan untuk rakyat Suriah. Tindakan Ahmet Davutoglu mengecewakan, tidak mampu menggerakan pasukan mereka untuk rakyat Suriah. Penguasa Turki justru membuka pangkalan untuk koalisi salib internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat, sehingga melecehkan dan membunuh kaum Muslim Suriah di perbatasan. Ahmet Davutoglu membuka perbatasan hanya untuk jangka waktu tertentu. Mereka terus menipu umat Islam dengan meratapi korban mati dan hanya sekedar berdoa, seolah-olah mereka tidak memiliki tentara. Penguasa Turki hanya bergerak ketika keamanan nasional mulai terancam, atau ketika ada pesanan datang dari tuan mereka, Amerika.

[ Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Suriah ]

Sembilan faksi mujahidin Suriah yang beroperasi di provinsi Aleppo menyatakan sumpah setiap kepada Al-Sheikh Hashim, mantan pemimpin ahrar Syam pada Senin (15/2/2016), saat pejuang Suriah menghadapi resiko kekalahan dan kehilangan benteng-benteng mereka, lansir Zaman Alwasl pada Selasa (16/2).

Komandan mujahidin Suriah mengatakan kepada Zaman Alwasl bahwa mereka berusaha untuk membentuk ruang komando bersama yang dipimpin oleh mantan pemimpin Ahrar Syam yang juga dikenal dengan Abu Jaber untuk menghentikan kemajuan pesat tentara rezim Nushairiyah dan milisi Syiah sekutunya di Aleppo.

Menurut reporter Zaman Alwasl, faksi-faksi yang bergabung adalah sebagai berikut: Harakah Nuruddin Zinki, Divisi 16, Brigade 101, Brigade Sultan Murad, Brigade Al-Muntaser Billah, Fastaqem Kma Amart, Brigade Suqour Al-Jabal dan Ahrar Syam.

ahrar_syam_hashim_aleppo

Sebelumnya pada Senin (15/2), Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan milisi Kurdi menguasai kota Tel Rifaat, merebut wilayah yang dekat dengan perbatasan Turki.

Mujahidin Suriah menegaskan kepada Reuters bahwa SDF telah mengambil bagian yang signifikan dari Tal Rifaat. Beberapa mengatakan telah menguasai seluruh kota. Reuters menyatakan tidak bisa memverifikasi laporan secara independen.

Berikut ini video yang diunggah pada (16/2) melalui akun resmi Jabhah Nusrah. Mujahidin masih menguasai Jabl Turkmen, daerah perbukitan di Provinsi Lattakia.



Mujahidin di beberapa titik ribat sekitar Jabl Turkmen menyampaikan aktivitas keseharian mereka untuk menjaga perbatasan sekaligus melakukan serangan jarak jauh jika melihat adanya pergerakan pasukan Assad.

Sebuah kota yang bernama Douma di Suriah harus menghadapi nasib yang nahas akibat serangan bertubi-tubi rezim Assad dan Rusia. Wilayah yang berjarak 10 kilometer dari Damaskus ini telah berulang kali menjadi target rudal-rudal jet tempur Rusia sejak September 2015 lalu.

Dikutip dari Middleeastmonitor.com, Sabtu (13/02), Duma sendiri merupakan salah satu kota pertama yang bangkit melawan rezim otoriter Suriah dengan aksi damai. Setahun setelahnya, wilayah ini pun menjalani kehidupan baru pasca terbebas dari kontrol Rezim Assad.

douma_syria_damascus

Namun sejak saat itu, serangan udara Rezim tampaknya telah dirancang untuk membunuh warga sipil sebanyak mungkin sebagai aksi balas dendam terhadap mereka. Bulan Agustus lalu pasukan udara Rezim Assad telah menghancurkan sebuah pasar dan menewaskan 80 rakyat sipil.

Diakui, itu bukanlah serangan yang pertama atau terakhir kalinya Rezim Assad menyerang Duma. Hingga, pada bulan Maret 2015, sejumlah aktivis meluncurkan hastag Twitter berbahas Arab #Douma_is _being_exterminated untuk mencoba menarik perhatian dunia akan nasib kota ini.

Serangan udara dan jerit kematian adalah sebuah fakta yang biasa dalam menjalani kehidupan di Douma. Meskipun demikian, penduduk kota telah bertekad untuk bisa menggapai kehidupan normal sebaik mungkin. Beberapa anak-anak masih pergi ke sekolah dan warga setempat masih membeli apa yang mereka butuhkan dari toko-toko yang ada.

Melihat semangat mereka, seorang fotografer Firas Abdullah yang tinggal di kota tersebut mengabadikan momen-momen kehidupan yang masih tersisa di Douma, kota yang terkepung ini.

Mujahidin Suriah menggunakan cara baru untuk melawan tentara Suriah yang berada di wilayah kontrol rezim. Menyamar warga sipil, mereka menikam hingga tewas tentara Suriah. Strategi ini persis seperti mujahidin Palestina melawan tentara Israel beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir Arabi21.com dari situs pendukung revolusi Suriah, El-Dorar, Ahad (14/02), operasi pertama itu dilakukan oleh faksi Liwa Al-Adiyat di jantung ibukota Damaskus. Kapten Penerbang Ali Aloush, anggota militer Suriah, tewas dalam operasi tersebut.

Ali Aloush disergap oleh sejumlah mujahidin dengan melayangkan tusukan bertubi-tubi. Operasi ini dilakukan di pusat Damaskus.

Menurut laporan Liwa Al-Adiyat, ini merupakan operasi kedua yang dilakukan pejuangnya. Selasa lalu, Letnan Ahmad Goma, salah satu perwira rezim Suriah, juga tewas dalam operasi serupa. Perwira ini terlibat penyiksaan dan pembunuhan tahanan.

Operasi ini dikabarkan membuat gentar para perwira dan pendukung Bashar Assad di Suriah. Hal itu terlihat dalam halaman-halaman Facebook mereka. Di sisi lain, keamanan di ibukota saat ini menjadi harga mahal.

Milisi Kurdi, Senin (15/02), merebut kota Tell Rifaat di Aleppo Utara setelah terlibat pertempuran sengit dengan mujahidin. Jika mereka terus bergerak menuju Azaz, pasokan logistik mujahidin terancam terputus sementara memungkinkan milisi Kurdi menyusup ke Turki..


Sementara itu serangan jet Rusia menghantam kendaraan Truk dekat kota Azaz. Ditemukan beberapa warga menjadi korban. 

Milisi Kurdi atau dikenal dengan nama YPG telah menjadi partner bagi kemajuan Tentara Rezim Suriah di utara Aleppo

Bombardir yang dilakukan jet tempur Rusia ke desa Tamura di Aleppo memaksa mujahidin menarik diri dari desa strategis itu.

Dikutip dari Anadolu Agency pada Sabtu (13/02) serangan tentara rezim Assad dan dibantu oleh serangan udara Rusia telah memaksa mujahidin untuk mundur ke wilayah selatan Aleppo.

“Tujuh pesawat tempur melakukan puluhan serangan mendadak yang menargetkan posisi mujahidin di dalam dan sekitar desa, dan hal ini memaksa oposisi mundur ke selatan,” kata jubir Ahrar al-Sham kepada Anadolu Agency.

Selain itu, al-Raj juga membeberkan bahwa milisi bersenjata Kurdi PYD yang meruapakan sekutu rezim Assad dan kelompok Kurdi PKK telah memotong jalur pasokan desa dari barat. Sementara itu pasukan rezim Assad juga telah melakukan hal yang sama dari utara, dan menyebabkan adanya kesulitan untuk mempertahankan desa Tamura tersebut.



Tamura sendiri merupakan wilayah yang cukup strategis, yang memungkinkan pasukan rezim Assad untuk menargetkan posisi mujahidin di pedesaan bagian utara Aleppo, terutama kota Anadan, kota Hayyan dan Bayanoun.

Tentara Lebanon menyerang wilayah yang dikendalikan oleh pejuang Suriah, Jabhah Nushra di dekat perbatasan Suriah-Lebanon. Dalam serangan ini, pasukan Lebanon telah meluncurkan beberapa roket ke wilayah yang dikuasai mujahidin Jabhah Nushra di dekat kota Arsal.


Dikutip dari Anadolu Agency pada Sabtu (13/02), serangan roket tersebut dikabarkan melukai sejumlah pejuang Jabhah Nushra dan kini telah dirawat di rumah sakit lapangan di distrik Al-Oweini, pinggiran Arsal.

Tidak ada keraguan bahwa kafir Barat bekerja siang dan malam untuk mencegah kembalinya Khilafah 'ala manhaj nubuwwah. Mereka menggunakan semua strategi dan cara untuk menggagalkan revolusi Syam yang diberkati. Membentuk faksi dengan kepemimpinan politik boneka kemudian mengarahkan pada perundingan sesuai strategi Amerika. Membangun revolusi yang palsu dan menyia-nyiakan pengorbanan kaum Muslim. Terlebih lagi menjadikan sekularisme sebagai sistem yang akan diterapkan dengan dalih menyelesaikan krisis.



Hizbut Tahrir Suriah terus menyadarkan mujahidin dan kaum muslim di Suriah dengan kampanye: "Penghambaan kepada Allah Bukan Penghambaan kepada Barat,". Kegiatan ini sudah dilaksanakan hampir 3 bulan semenjak 16 Desember 2015.

Ikuti perkembangan aktivitas Hizbut Tahrir Suriah dalam kampanye penyadaran ini di hashtag facebook #لا_اعتصام_إلا_بحبل_الله



Pernyataan Pers Hizbut Tahrir Suriah
Perundingan Adalah Menjual Darah Para Syuhada di Pasar Kaum Kafir Barat

Sesuai dengan kesepakatan dalam Konferensi Wina, Amerika bekerja untuk menyelesaikan bab terakhir konspirasi mereka. Jadi,  setelah mereka memanggil perorangan dan lembaga-lembaga yang menyenangkan mereka, selain beberapa pimpinan kelompok-kelompok itu untuk ikut dalam Konferensi Riyadh dan setelah apa yang terungkap dari konferensi ini dalam hal negosiasi lembaga-lembaga yang memilih delegasinya yang akan menjual darah dan kehormatan umat Islam dalam Pasar Kaum Kafir Barat; dengan arahan mediator Amerika Staffan De Mistura dan di bawah pengawasan PBB, Amerika berusaha untuk mengurangi kesan jahat dan mengalihkan umat Islam dari bahaya yang nyata yang diwakili oleh orang-orang yang duduk semeja dengan para pembunuh anak-anak dan para pelanggar kehormatan. Kartu telah dikocok dan perhatian telah diarahkan pada delegasi yang ikut dalam konperensi sehingga mesin-mesin media mereka dapat memberikan gambaran bahwa perbedaan berkisar pada siapa yang akan ikut dalam delegasi dan bagaimana perselisihan antara Rusia dan Amerika seharusnya dapat diselesaikan. Pada akhirnya, hal ini untuk mengaktifkan terciptanya kemenangan ilusi bagi perwakilan lembaga-lembaga itu yang terpancar dari pertemuan Riyadh dan melaluinya kejahatan karena berunding dengan eksekutor pembunuh akan tertutupi dan terkubur.

Wahai Kaum Muslim di Negeri Syam Yang Diberkahi

Teater dari penampilan pasang surut yang diulang-ulang  yang dimanfaatkan oleh Amerika berkaitan dengan masalah negosiasi dari delegasi seolah tidak akan pernah menipu siapa pun. Hal ini terjadi karena perbedaan yang begitu tipis antara menjual darah para mujahidin dengan pengorbanan mereka dan apa yang dilakukan orang-orang lain yang membuat puas Amerika dengan mereka semua tidak akan mencapai Riyadh tanpa persetujuan dari Amerika dan undangan dari para agen mereka . Berpartisipasi dalam Perundingan Jenewa 3 tidak akan pernah mengakhiri penderitaan anda dan malah sebaliknya yang benar adalah akan meningkatkan penderitaan mereka. Hal itu terjadi karena akar penderitaan adalah sistem sekuler yang menguasai leher-leher kami dan bukan hanya orang-orang yang menjalankan sistem itu. Allah (Swt) berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”.  [QS 20: 124]

Pergi ke Jenewa untuk bernegosiasi dengan para pembantai (Agen Amerika) berarti jatuh ke dalam perangkap untuk membuat konsesi dengan mulai menyerahkan leher-leher mereka kepada agen-agen Barat. Mereka telah menerima dan menyetujui pemerintahan di bawah wewenang negara sekuler demokratis; untuk membuat konstitusi buatan manusia darinya dan mengadakan pemilu di bawah pengawasan PBB. Jadi pada akhirnya, seseorang yang paling tulus dalam pengabdiannya kepada orang-orang kafir Barat dan orang-orang yang menjadi agen paling besar-lah yang akan menjadi pemenang, yang semuanya disebutkan dilakukan di bawah apa yang dinamakan pemilu yang bebas dan adil. Revolusi Syam kemudian akan menjadi rusak dan hilang sebagaimana apa yang mereka lakukan dengan masalah Palestina yang dijual melalui konferensi dengan penghinaan dan membuat rasa malu, semuanya dilakukan dalam pasar negosiasi yang diadakan bersama musuh-musuh Allah.

Orang-orang kafir Barat telah menyadari dengan baik bahwa matahari Khilafah sedanga naik lagi. Karena itu, mereka menempatkan semua beban dan kemampuannya untuk mencegah kembalinya Khilafah. Ini adalah apa yang kita lihat dengan jelas berkaitan dengan revolusi Syam yang diberkahi namun mereka tidak akan pernah mampu mencegah janji Allah (Swt) dan kabar gembira dari Rasulullah (Saw) dalam hal kembalinya Khilafah yang mendapat petunjuk setelah kekuasaan tirani usai. Rasulullah (Saw) bersabda:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلافَة عَلى مِنْهَاجِ النُّبُوَّة، ثُمَّ سَكًتَ»
“ Kemudian akan ada Khilafah yang berada pada jalur kenabian, dan setelah itu beliau diam …”

Tentara Rezim bersama Rusia dan milisi Kurdi telah mendominasi kontrol di Kota Anadan yang merupakan basis mujahidin di Aleppo Utara. Mujahidin mencoba untuk merebut kembali wilayah tersebut, dengan menembakan beberapa roket, dan berhasil menewaskan enam Tentara rezim dan milisi Syiah.

Bukit Tamura menjadi titik penting dan strategis untuk merebut perkotaan di Aleppo seperti, Anadan, Hayan, dan Bayanon. Mujahidin sangat khawatir apabila rezim berhasil memotong rute pasukan. Kemudian merebut bukit tersebut lalu menerapkan blokade di Aleppo. Menurut sumber oposisi, Kota Rifaat, Aleppo juga menjadi target serangan Rusia.


Mujahidin berhasil hancurkan kendaraan pickup milik pasukan Assad di Bukit Tamura

Dokumentasi dari mujahidin Jabhah Nusra yang terlibat pertempuran di Bukit Tamura, Aleppo



Al-Jazeera melansir pada Sabtu (13/02), serangan Rusia di Homs telah mengkibatkan 18 orang tewas dan melukai puluhan orang. 16 diantaranya berasal dari kota Ghantu, rudal-rudal Rusia yang menghantam perumahan yang ditempati penduduk setempat. Dilaporkan dalam sehari Rusia dapat meluncurkan lebih dari 30 kali serangan.

Sedangkan dua korban tewas sisanya berasal dari kota Ad-Dar Kabirah, dimana di akhir-akhir ini menunjukkan, Rusia telah menghujani penduduk setempat dengan ratusan rudalnya.

Damaskus juga tidak lepas dari serangan jet Rusia. Roket-roket yang diarahkan ke pemukiman sipil, telah merenggut nyawa 6 sipil dan melukai puluhan orang lainnya. Terutama di daerah Hamuriyah, Sakba, Irbin, dan wilayah lainnya di Ghotoh Timur, Damaskus.

Meski Jet Rusia masih terus bekeliaran di langit Ghoutoh timur, dan terus melanjutkan serangannya di sepanjang Propinsi Damaskus. Tim evakuasi masih terus berusaha menyelamatkan korban serta membongkar puing-puing reruntuhan untuk mencari korban yang terimpit bangunan.


(14/2) - Serangan Jet Rusia di kota Rastan, Utara Homs


(14/2) - Serangan Jet Rusia di pinggiran Damaskus

Sekelompok muslimah yang terdiri dari 13 orang dan berasal dari pedesaan Aleppo Utara pada Jum’at (12/02), mengunggah video durasi pendek berupa pernyataan terbentuknya satuan brigade yang siap menghadang rezim Assad, PKK, dan ISIS.
brigade_muslimah_aleppo_suriah

Dilansir Arabi21, terbentuknya kelompok bersenjata muslimah yang menamai dirinya dengan “Katibah Haroir” ini dipicu akibat serangan intensif Rusia di Aleppo utara, selama lebih dari sepekan terakhir.

Para muslimah ini merilis video tersebut setelah pasukan Kurdi (PKK) berhasil bergerak maju menuju Kota Izaz. Setelah sebelumnya, jet-jet Rusia membantu membukakan jalan bagi PKK dengan membombardir dataran Aleppo Utara.

Video tersebut diawali dengan Surat Al-Anfal ayat 60, lalu At-Taubah ayat 39 serta hadits Nabi SAW yang berbunyi, “Barang siapa yang mati dan belum berperang, atau tidak memiliki keinginan dalam dirinya untuk berperang. Maka ia mati dalam keadaan kemunafikan.”

Juru bicara “Katibah Haroir” yang tidak disebut namanya, menyatakan siap untuk berjuang membela agamanya, tanah Aleppo dan negaranya. Selain itu, ia juga menghimbau kepada seluruh pria-pria muda untuk pergi ke medan perang.

Kebakaran hebat dikabarkan melanda kompleks militer Suriah di kota Masyaf di pedesaan Hama, Jumat kemarin (12/02). Dikabarkan juga sebanyak 170 tentara tewas akibat insiden itu.

Kantor berita Al-Jazeera melansir dari sejumlah halaman pendukung rezim Suriah menyebutkan, sejumlah tentara juga luka-luka. Tidak dijelaskan rincian insiden itu, sebagaimana tidak disebutkan juga penyebab kebakaran.

Halaman Facebook Falsh Aleppo, milik oposisi Suriah, menyebutkan kebarakan itu terjadi di salah satu barak militer di Masyaf. Hal itu menimbulkan sejumlah ledakan di gudang senjata dan depo bahan bakar di barak tersebut. Mobil ambulans dan pemadam terilihat berdatangan ke lokasi. Sampai saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui.


Kota Masyaf merupakan kota basis militer Suriah. Kota ini menyumbang banyak pasukan nasional, milisi Shabihah dan anggota intelijen. Banyak warga Masyaf menduduki jabatan penting di dinas intelijen dan partai Bashar Assad, Partai Ba’ath.

Kota Masyaf juga terletak sangat strategis karena berdekatan dengan wilayah pesisir Suriah. Banyak barak dan kamp pelatihan militer di kota tersebut.

Serangan udara sengit yang diluncurkan Rusia ke wilayah Homs pada Jumat (12/02) memaksa warga membatalkan shalat Jamaah Jumat. Hal itu untuk penargetkan kerumunan warga.

Sumber di wilayah Homs melaporkan bahwa dua jet Rusia telah menyerang sejumlah wilayah di bagian utara Provinsi Homs, termasuk wilayah Al-Ghantu. Setidaknya dua misil jet Rusia menghantam daerah pemukiman penduduk.

Sengitnya serangan tersebut memaksa ulama setempat membatalkan pelaksanaan shalat Jumat. Ini merupakan ketiga kalinya shalat Jum’at dibatalkan di wilayah tersebut sejak intervensi Rusia dari September 2015.



Serangan tersebut juga menewaskan setidaknya 16 warga sipil. Sejumlah warga lainnya dilaporkan luka-luka. Kerusakan juga rumah warga juga tak bisa dihindari.

Faksi Jaisyul Islam menjelaskan, kisah mengerikan bagi pendukung Bashar Assad, bermula ketika milisi Bashar Assad mencoba bergerak menyerbu mujahidin di Ghouta Timur, tepatnya di front Tel Al-Shuwan dan Tel Kurdi. Mereka bergerak dari Brigade 39 yang tak jauh dari lokasi.

Jaisyul Islam menambahkan, sebanyak 50 tentara rezim berhasil dibunuh dalam pertempuran itu. Faksi yang beberapa waktu lalu pemimpinnya gugur itu melihatkan gambar dan foto mayat-mayat tersebut. Tidak hanya itu, Jaisyul Islam juga mengumumkan menghancurkan tank jennis T72 dan sebuah mobil BMB.

Video rilisan Jaisyul Islam itu memicu kemarahan para pendukung Bashar Assad. Mereka melihat tentaranya dihujani peluru di daerah terbuka, di sisi lain video yang direkam oleh tentara menunjukkan dia bisa selamat, tanpa menghiraukan rekan-rakannya.

Halaman Facebook pendukung Bashar Al-Assad, Al-Mafqudin, menilai insiden itu sebagai pengkhianatan dan bunuh diri. Pertempuran di Tel Ash-Shuwan itu sama saja pembantaian terhadap militer Suriah.

Seperti dilansir alaraby.co.uk, halaman tersebut juga memposting video yang diambil tentara selamat dalam pertempuran tersebut. Menurutnya, video itu sebagai bukti pengkhianatan sejumlah petinggi tentara.

Halaman itu menjelaskan, komando militer memerintahkan untuk segera menyerbu wilayah mujahidin hingga satu atau dua kilometer. Padahal, wilayah tersebut dianggap zona paling berbahaya. Harusnya serangan diawali dengan bombardier mortir, namun tidak dilakukan.

Mujahidin pun bergerak dan menyergap serdadu yang berjumlah 250 orang itu. Serangan kejutan itu menewaskan mayoritas tentara Suriah. Menurut halaman pro rezim, hanya 60 tentara yang berhasil lolos.






Lihat Video : https://www.jaishalislam.com/subject/403

Pasukan Assad yang didukung serangan udara Jet Rusia berhasil menguasai wilayah Nubul dan Zahra di provinsi Aleppo pada hari kamis kemarin (4/2). Di satu sisi perlawanan dari mujahidin masih sengit. Kelompok Faylaq al-Sham dalam sebuah video, menggempur wilayah tersebut dengan 300 roket grad.



Mujahidin dari kelompok Sultan Murad tembakan misil TOW ke arah Tank pasukan Assad.




Mujahidin berhasil membunuh lima belas perwira militer pendukung rezim Bashar Assad dalam pertempuran di Lattakia beberapa hari terakhir. Menurut informasi, empat di antaranya jenderal Rusia yang bertugas sebagai penasihat militer.

Menurut sumber yang berbicara dengan syarat anonim, mujahidin berhasil membunuh jajaran pejabat militer Rusia dan Suriah, termasuk empat jenderal Rusia dan empat jenderal Suriah yang tengah bertemu di pegunungan Turkmen, Lattakia untuk membahas perkembangan militer mereka.

Dikutip dari worldbulletin.net pada Kamis (3/2), salah satu jenderal Rusia yang tewas itu teridentifikasi bernama “Yuri”. Yuri bertugas mengoordinir pertempuran di wilayah pegunungan Turkimen.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan beberapa waktu kemudian, Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasikan kematian seorang perwira Rusia di Suriah dengan tidak menyebutkan nama dan pangkatnya.

Salah satu isi dalam pernyataan tersebut, perwira Rusia tersebut tengah menjalankan tugas sebagai konsultasi penggunaan senjata kemiliteran, namun pada 1 Februari dia tewas dalam serangan di sebuah pos militer rezim Assad.

(3/2) - Pejuang dari Aswadu al-Sunnah, salah satu divisi FSA memperlihatkan serangan menggunakan meriam, menargetkan posisi pasukan Assad di area stadion, tepi utara provinsi Daraa.



Sementara itu pejuang dari Fajru al-Islam melakukan serangan menggunakan kendaraan yang dilengkapi senjata otomatis. Serangan ini untuk menahan laju pasukan Assad di wilayah Atman, provinsi Daraa.



Sebuah video yang diunggah dari media, Pasukan Assad didukung pesawat tempur Rusia membombardir area sekitar wilayah Atman.


Media-media Iran, Rabu (03/02), kembali melaporkan tujuh tentara Garda Revolusi Iran tewas dalam pertempuran di Suriah. Mereka adalah perwira dan anggota pasukan khusus Iran.

tentara-iran-tewas

Seperti dilansir Al-Jazeera, sejumlah sumber menyebutkan tiga tentara berpangkat perwira sementara empat lainnya anggota pasukan khusus Garda Revolusi. Kantor berita Iran, Fars, menampilkan nama ketujuh tentara nahas itu dan menyebutkan mereka tewas di Aleppo.

Kantor berita semi pemerintah itu menunjukkan mayat-mayat tentara akan dikuburkan di sejumlah kota di Iran. Fars tidak menyebut informasi pangkat para tentara tersebut.

Kelompok mujahidin Jaisyul Islam membantah laporan oleh kementerian pertahanan Rusia yang mengatakan bahwa jet tempur Rusia telah menghancurkan gudang penyimpanan minyak milik mereka di daerah-daerah yang mereka kuasai di pinggiran timur ibukota pada Selasa (2/2/2016).

Jaisyul Islam membantah laporan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik pada Senin (1/2) malam, lansir Al Bawaba tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Jaisyul Islam dianggap sebagai faksi perlawanan yang paling kuat di daerah pinggiran timur Damaskus dan telah menjadi target pemboman Rusia sejak awal invasi militer Moskow beberapa bulan lalu.

Amir Jaisyul Islam, Syaikh Zahran Alloush rahimahullah, telah gugur dalam serangan udara pengecut oleh pasukan Rusia pada Desember lalu di mana Rusia menargetkan markas kelompok tersebut.

Jabhah Nusra telah mendiskusikan adanya kemungkinan penyatuan dengan sejumlah sekutu terdekatnya, sebagaimana yang disampaikan oleh sebuah situs resmi milik kelompok-kelompok jihad.

Berita itu pertama kali dilaporkan melalui Twitter yang digunakan oleh seseorang bernama Muzamjir asy-Syam. Tweet yang ia kirimkan tersebut menuai respon dari berbagai pihak, termasuk Abu Ammar Asy-Syami. Kalangan Mujahidin telah mengidentifikasi Abu Ammar sebagai seorang anggota senior Al-Qaidah di Suriah.

Abu Ammar menampilkan ringkasan pembicaraan dalam serial tweet yang dikirimkannya pada 27 Januari. Pada awal bulan ini, Ringkasan tersebut berisi diskusi Jabhah Nusrayang menyerukan kepada berbagai faksi yang telah membentuk Jaisyul Fath, sebuah koalisi militer yang berhasil menyapu bersih kawasan propinsi Idlib di barat laut Suriah pada tahun kemarin. Dalam ringkasan yang diajukan tersebut, Al-Qaidah di Negeri Syam itu menawarkan adanya "Penyatuan Penuh", yang bermakna bahwa kelompok-kelompok tersebut akan melebur menjadi satu dan menjalankan setiap operasinya dibawah kepemimpinan tunggal sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Ammar.

Abu Ammar menjelaskan bahwa ada dua orang ulama yang ikut menyimak uraian tersebut sebagai saksi dan untuk mengawasi jalannya pembicaraan tersebut. Setelah pembicaraan ini dilakukan, masing-masing pimpinan faksi militer dalam Jaisyul Fath menunjukkan sikap persekutuan mereka.

Pihak terakhir yang berbicara mengenai persoalan ini adalah Abu Muhammad Al-Jaulani, Pimpinan Umum Jabhah Nusra.

Jaulani menawarkan untuk didirikannya sebuah kelompok baru dan ia menawarkan kepada pihak-pihak lain untuk memimpin kelompok tersebut, demikian keterangan Abu Ammar.

Akan tetapi, penawaran dari syaikh Al-Jaulani tersebut memiliki beberapa persyaratan. Sebagai contoh, organisasi yang dibentuk nantinya harus menjamin tegaknya "Supremasi Penegakan Syariah Islam." dan menjaga keselamatan para pejuang asing (Muhajirin). Jika faksi-faksi yang mendapatkan penawaran ini bersepakat dengan persyaratan yang diajukan, maka Jabhah Nushrah akan menaati setiap keputusan majelis syura dari kelompok baru yang akan dibentuk ini. sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Abu Ammar.

Syaikh Jaulani mengeluarkan proposal penyatuan faksi-faksi militer tersebut demi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan Mujahidin dan kaum Muslimin, walaupun Jabhah Nushrah memberi tanggapan terhadap tindakan-tindakan sejumlah faksi yang mendapatkan pengajuan proposal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Ammar. Dalam perkembangannya hampir semua faksi yang mendapatkan penawaran ini telah menampakkan sikap kesetujuan mereka terhadap rencana yang ditawarkan oleh Syaikh Jaulani kecuali perwakilan Ahrar Syam yang memutuskan untuk menunda pembicaraan.

Delegasi oposis Suriah membatalkan pertemuan dengan de Misture. Pemboikotan itu dilakukan karena serangan intensif masih dilakukan pasukan rezim dengan didukung jet bomber Rusia di utara, barat wilayah Aleppo.

Oposisi Suriah sengaja membatalkan pertemuan dengan de Misturre yang dijadwalkan di Markas PBB di Jenewa karena kurangnya jawaban de Misture atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan pihak oposisi kapada Pihak delegasi rezim melaluinya.

Farah atassi, anggota delegasi oposisi Suriah membenarkan bahwa pertemuan hari ini dengan de Misture dibatalkan. “kami megajukan sejumlah tuntutan, kami tidak ingin kembali berbicara dengan utusan PBB”.

Juru bicara PBB juga mengatakaan bahwa pertemuan delegasi oposisi dengan de Misture yang sedianya dijadwalkan pada Selasa sore dibatalkan.

Di sisi lain, Jubir Dewan Tinggi Oposisi Suriah Riyad Nassan Agha mengatakan bahwa Rezim Suriah, Rusia dan Iran telah melakukan serangan brutal, tanpa pandang buluh di sepanjang daratan Aleppo. Dengan cara yang belum pernah digunakan sepanjang catatan sejarah konflik yang telah memasuki tahun kelima.

Riyad Nassan juga menunjukan bahwa Rezim dan sekutunya justeru meningkatkan blokade ke kota yang lebih besar seperti Kota Aleppo. Dimana sekitar lima juta orang pernah tinggal disana. Namun kini penduduk kota yang tersisa, terisolir dengan cara menyedihkan dan belum pernah terjadi.

Riyad Nassan Agha juga menyeru kepada masyarakat internasional untuk sama-sama meneriakkan, “Hentikan pembunuhan rakyat Suriah”. Lalu mengecam tindakan Rezim guna menghentikan bombardir, pembunuhan terhadap anak-anak serta mengakhiri blokade dan kelaparan yang disebutnya sebagai penjara kota. Dia mengatakan bahwa serangan rezim ke Aleppo adalah bentuk penghinaan yang terhadap perjanjian internasional yang terlampir dalam resolusi DK PBB No.2254.

(1/1) -  Pertempuran Sengit di wilayah Duwayr al-Zeytoun, utara Aleppo. Operasi gabungan mujahidin dari beberapa faksi di Aleppo menghadapi gempuran serangan dari pasukan Assad yang terus bergerak maju beberapa hari ini dibantu bombardir dari Jet Rusia.


Dokumentasi dari Jabhah Nusra :





Beberapa pasukan Assad tewas dalam pertempuran


Laporan media, terkait pertempuran di lapangan.


Seperti dilansir dari Anadolu, Senin (01/02), bahwa Pemerintah Turki di daerah perbatasan menerima ribuan pengungsi dari wilayah Turkmen. Dia ntara mereka terdapat anak-anak, lansia dan orang-orang berkebutuhan khusus. Mereka ditempatkan di sekolah yang menerima siswa-siswa dari para pengungsi suriah.

Salah satunya, Khadijah Shalih (35) ibu dari tiga anak ini menjelaskan bahwa ia terpaksa meninggalkan desa Rabiah dan mengungsi ke Turki. Khadijah pergi dengan tiga orang anak dan suaminya yang sedang sakit, karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Rusia di desanya. Dia menceritakan perjalanan yang ia tempuh untuk dapat sampai ke turki membutuhkan waktu beberapa hari.

“Jet-jet itu berkeliaran di atas kepala kami. Kami sangat takut. Saya memiliki tiga orang anak, salah-satunya berkebutuhan khusus dan lainnya masih dalam masa pertumbuhan. Kami sekeluarga menempuh perjalanan panjang untuk bisa sampai ke Turki. Kemudian pihak berwenang Turki membawa kami ke negaranya,” ujar Khadijah.

Sedangkan Malal Hammadi yang juga ibu dari tiga anak mengaku, ia bersama suaminya mengungsi ke Turki untuk menghindari serangan brutal di perkampungan Berpojaq. Anaknya yang paling kecil saat ini masih berusia 40 hari.

Hamadi menjelaskan bahwa, “saya takut jika anak saya tertimpa penyakit karena kondisi musim dingin. Oleh sebab itu, kami berjalan untuk bisa sampai ke tempat yang aman. Saya senang karena disini bayi saya berada di tempat yang hangat”.

Seorang pengungsi Mohammad Musthafa (41) mengatakan bahwa ia meninggalkan desa karena serangan yang membabi buta oleh jet bomber Rusia dan bombardir yang dilakuakan pemerintah Rezim Suriah. Musthfa terpaksa tinggal di kamp-kamp yang ada di desa Yamdhiyah di Jabal Turkmen. Ia berharap kamp ini bisa menjadi tempat yang lebih aman.

anak-pengungsi dari turkmen latakia

“Semua itu adalah ulah pasukan rezim dan Rusia yang mengincar penduduk sipil dan merusak kamp-kamp pengungsi. Tidak hanya itu,desa kami hancur lebur. Desa kami bagaikan ladang bom dan roket. Ranjau darat bertebaran di mana-mana, karena itu kami terpaksa pergi ke Turki”,jelasnya.

Berpojaq (Gunung Turkmen) di Provinsi Lattakia adalah wilayah yang dihuni oleh ribuan sipil dan masih dikuasai beberapa faksi mujahidin. Rusia melakukan serangan udara dan roket yang diluncurkan dari kapal perang yang ditempatkan di Mediterania.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa helikopter rezim Asad menjatuhkan puluhan bom barel yang mengandung gas beracun di kota-kota Daraya dan Moadamiyet al-Syam di Ghouta Barat.

Sebagaimana dilansir oleh ElDorar AlShamia, Rezim Asad terus menargetkan kota Daraya dan Muadamiyat al-Syam sejak pagi dengan lebih dari 50 bom barel yang mengandung gas beracun, menyebabkan puluhan warga sipil menderita sesak napas dan dilarikan ke rumah sakit.





Sementara itu, pasukan Assad melanjutkan kampanye militer mereka terhadap Muadamiyat al-Syam; di mana wilayah selatan dan tenggara kota itu terjadi bentrokan setelah upaya penyerbuan yang dilancrkan oleh rezim Asad yang didukung oleh tank dan alat berat lainnya membobol daerah arkeologi itu, bersamaan dengan pengeboman berbagai jenis senjata dan bom barel.

Dikutip dari Anadolu Agency pada Senin (1/2), serangan gebungan mujahidin mampu membangun kontrol sementara di beberapa desa, provinsi Hama. Bahkan mujahidin berhasil membunuh tentara rezim dan menghancurkan sejumlah kendaraan, termasuk tank dan kendaraan lapis baja.

Desa-desa yang dianggap garis pertahanan pertama untuk wilayah Hama adalah kota Soran, Taybato al-Imam dan Mahrada, yang semuanya terletak di pinggiran utara Hama, Suriah.






Bila ketiga kota penting tersebut telah dikuasai maka, hal ini akan mengarahkan pada penguasaan wilayah penting militer seperti barak Rahba Khattab, bandara militer Hama dan pintu masuk utama ke kota Hama.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget