Halloween Costume ideas 2015
January 2016

Koalisi dari beberapa faksi mujahidin pada jum'at ini (29/1) melakukan serangan ofensive dalam skala besar di utara wilayah Hama. Dilaporkan pasukan rezim dan milisi Syiah mengalami kerugian dengan hancurnya sejumlah kendaraan lapis baja dan korban tewas di beberapa titik pertempuran.

Berikut ini beberapa foto di lapangan yang diunggah oleh Jabhah Nusra yang ikut terlibat dalam pertempuran.




Seiring pertempuran sengit, pesawat Rusia datang membantu pasukan rezim dengan melakukan serangan udara ke wilayah Morek, Kafrnbaudah, dan desa Lahaya.

Barisan tempur rezim Suriah harus membayar mahal dalam pertempuran di kota Syaikh Miskin di pedesaan Daraa. Meski kota strategis itu berhasil direbut, mereka harus membayar mahal dengan tewasnya 300 lebih anggota.

Jumlah ini berdasarkan angka yang dihimpun dari pejuang Suriah dan sumber-sumber pro rezim, seperti dilansir koran online alaraby.co.uk, Kamis (27/01). Para petempur nahas itu dari militer dan milisi Syiah pendukung rezim.

“Kerugian rezim dan milisi pendukungnya sangat besar (dalam pertempuran di Syaikh Miskin),” pungkas aktivis media, Meshaal Al-Hariri.

Dia menjelaskan, informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah rumah sakit pemerintah bahwa ratusan tentara rezim, di antaranya perwira, tewas dalam pertempuran di Syaikh Miskin. Dengan demikian, jumlah pendukung Bashar Assad yang tewas sebanyak 300 petempur.

Sejumlah media pro rezim juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya puluhan perwira di Syaikh Miskin. Mereka membenarkan para perwira itu tewas dalam pertempuran di kota penting itu.

Di sisi lain, kata Hariri, Koalisi mujahidin mengalami kerugian sebanyak 95 pasukan.


Militer Suriah dan milisi-milisi pendukungnya berhasil merebut kota Syaikh Miskin setelah terlibat pertempuran sengit. Pasukan udara Rusia memberi dukungan sehingga mengoyak barisan mujahidin.

Syaikh Miskin menjadi incaran rezim Suriah di wilayah Daraa. Kota ini terletak sangat strategis karena menjadi jalur pasokan logistik dari Damaskus.

Semakin gencarnya serangan rezim di beberapa titik termasuk Aleppo, ditambah pula pertempuran sengit terjadi dengan ISIS di wilayah utara Aleppo. Jabhah Nusra kemudian mengirimkan bantuan militer sebanyak 120 personil untuk memperkuat koalisi mujahidin, Jabhah al-Halb. Video berikut adalah konvoi sejumlah kendaraan Jabhah Nusra menuju titik-titik pertempuran di Aleppo (26/01).

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa kekuatan udara Rusia telah membantu serangan rezim Assad. Pernyataan ini keluar setelah militer Suriah yang didukung milisi Syiah dan Iran meraih sejumlah kemajuan.

“Angkatan udara Rusia benar-benar membantu presiden Suriah untuk mengurangi wilayah yang dikuasai oleh oposisi,” tegas Lavrov seperti dilansir Midel East Eye, Selasa (26/01).

serge-assad-rusia-syria
Beberapa hari terakhir, militer Suriah setidaknya meraih kemajuan penting di Lattakia dan Daraa. Mereka berhasil memasuki kota strategis yang diduduki mujahidin Suriah.

Di Lattakia, militer Suriah yang dibantu milisi Syiah asing berhasil merebut kota Salma, yang selama ini dianggap basis terkuat mujahidin di provinsi pesisir itu. Kota tersebut yang terletak dekat dengan perbatasan Turki di sebut-sebut menjadi jalur logistik utama bagi mujahidin dari luar Suriah.

Kemajuan yang terakhir mereka raih di kota Syaikh Miskin di Daraa pada Selasa kemarin. Kemenangan itu diraih setelah mengempur mujahidin berminggu-minggu baik darat maupun udara.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengungkapkan bahwa yang mendominasi pertempuran di barisan rezim di kota Syaikh Miskin, Hizbullah serta milisi Iran dan Iraq. Pergerakan darat mereka dikawal oleh jet-jet Rusia.

Pernyataan Menlu Rusia ini kembali menegaskan bahwa intervensi Rusia di Suriah untuk menargetkan mujahidin yang melawan Bashar Assad. Memerangi ISIS atau Daulah Islamiyah hanyalah kedok untuk menutupi tujuan utama itu.

(26/01) - Di pinggiran desa Zahra, Aleppo. Mujahidin dari Jabhah Syamiya menargetkan posisi pasukan Assad dengan rudal ATGM sehingga menyebabkan hancurnya tempat penjagaan mereka.



Di wilayah yang lain, dekat Khan Tuman masih di provinsi Aleppo. Pertempuran sengit terjadi antara mujahidin dari Jaish al-Nasr dengan Milisi Pendukung Bashar Assad, terutama pasukan Syiah dari Iran.



Sementara itu, tercatat 2 warga sipil tewas dan sejumlah rumah hancur akibat bom barel yang dijatuhkan Helikopter Rezim di kota Hayan Aleppo.

destroy-hayan-barel-bomb
 

Kampanye udara yang dilancarkan oleh pasukan Rusia di Suriah masih terus berlangsung sejak 30 September 2015. Hampir setiap harinya memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil Suriah.

Kali ini serangan yang dilancarkan pada Selasa (26/1/2016) telah membunuh 9 orang di kota Ariha, provinsi Idlib, menurut laporan aktivis Suriah seperti dilansir Zaman Alwasl.



Serangan menghantam pasar utama di kota Ariha, meninggalkan 9 orang tewas dan 15 lainnya terluka termasuk tiga anak yang saat ini berada dalam kondisi kritis.

Sebelumnya pada Senin (25/1), serangan udar Rusia membunuh 10 orang di kota Salqin yang terletak di dekat perbatasan Turki.

Iran merekrut pengikut Syiah Afghanistan untuk bertempur di Suriah. Mereka diperkirakan berjumlah ribuan milisi dan menjadi unit militer tersendiri di bawah nama Liwa Fathimiyun. Mereka juga mendapat gaji bulanan.

Media Iran menyebutkan, seperti dilansir Al-Jazaeera, Ahad (24/01), diperkirakan 20 ribu milisi bergabung dalam unit militer syiah itu. Anggotanya mayoritas berkebangsaan Afghanistan yang hidup sebagai pengungsi di Suriah dan sebagian datang dari wilayah Suriah.

Angka ini disebutkan oleh Faris Biyush, anggota Pasukan Pembebasan Suriah (FSA). Dia menegaskan, mayoritas mereka berkebangsaan Afghanistan.

Dalam konteks ini, Kolonel Hussei Kananin, anggota Garda Revolusi Iran mengatakan, mayoritas milisi Liwa Fathimiyun dilatih di Afghanistan dan masuk Suriah melalui Iraq dan Afghanistan. Milisi-milisi itu disamakan dengan milisi dari Syiah.

Situs Al-Masyruq News yang dikenal dekat Garda Revolusi Iran menyebut sebanyak 20 ribu orang bergabung Liwa Fathimiyun. Sebanyak 200 dari mereka tewas sejak 2013.

Ia melanjutkan, Iran merekrut milisi Syiah dari seluruh wilayah untuk bertempur di Suriah. Iran menempatkan diri sebagai kiblat Syiah dunia. Mereka mengumpulkan organisasi-organisasi Syiah politik, militer dan sosial baik di dalam dan di luar negeri.

Harakah Ahrar Syam mengonfirmasi sejumlah tokoh terkemuka mereka gugur dalam serangan bom mobil di kota Aleppo. Selain pejuang, serangan tersebut juga menewaskan penduduk sipil, sebagaimana dijelaskan Ahrar dalam pernyataan resmi.

Tokoh Ahrar Syam yang termasuk gugur dalam serangan tersebut antara lain, Abu Al-Walid, Abu Hurairoh, Abu Al-Baro’ dan putranya, Ahmad Abu Nayef, Abu Dujuna, dan Abu Hamam.

Menurut penjelasan yang dilansir Arabi21 pada Selasa (26/01), bahwa bom mobil yang diduga dikirim oleh ISIS itu meledak di Markas Besar Ahrar di daerah Sukari. Mabes ini merupakan Markas pusat Milik Ahrar Syam di Aleppo.

Selain itu, diketahui bahwa empat sipil yang terdiri dua laki-laki dan seorang wanita dan anak-anak juga tewas dalam serangan tersebut.





Terkait hal ini, Ahrar Syam juga mengumumkan tewasnyan sejumlah pejuang medianya, yang dipimpin oleh Abu Mohammad Gibran. Seorang Komandan Militer Katibah Mujahidin di wilayah Turkmen Provinsi Aleppo.

Abu Al- Yazid Taftanaz seorang pejuang media profesianal menjelaskan,”Gibran meninggal akibat serangan bom Rusia di rumahnya. Selain itu, sebelas anggota keluarganya juga tewas dalam serangan tesebut”.

Taftanaz melanjutkan,”Abu Muhammad Gibran pergi setelah sebelumnya sempat dua kali terluka sepanjang karirnya dalam memerangi Rezim”.

Salah satu pendiri Ahrar Syam Khaled Abu Anas menyatakan ungkapan bela sungkawa kematian beberapa rekannya,”hari berat bagi Ahrar Syam. Lebih dari 20 orang tewas termasuk komandan. Dalam serangan bom Rusia dan bom bunuh diri ISIS.

Dukungan udara Rusia dan milisi Syiah asing kembali membuat militer Suriah meraih kemajuan. Kali ini, koalisi kekuatan pendukung rezim Bashar Assad itu dikabarkan berhasil merebut sebagian besar kota Syaikh Miskin di Provinsi Daraa.

Militer Suriah dan pendukungnya dalam sebulan terakhir menggulirkan kampanye militer merebut kota penting itu. Perlawanan mujahidin memaksa mereka menjalani pertempuran sengit.

Wartawan Al-Jazeera, Muhammad Nur, yang berada di pinggiran Syaikh Miskin, Senin (25/01), melaporkan bahwa sebagian besar daerah di kota tersebut diduduki militer rezim. Pejuang mundur ke sejumlah daerah di bagian selatan kota.

Nur menunjukkan, milisi Syiah Liwa Fathimiyun, Hizbullah Lebanon dan milisi dari Iraq membantu militer rezim dalam pertempuran itu. Sementara dari udara, jet-jet Rusia terus membombardir.

Kantor berita melansir dari keterangan lembaga Pengawas HAM Suriah, para perwira Iran juga terlibat di lapangan mengarahkan pasukan Bashar Assad dan pendukungnya.




Syaikh Miskin direbut pejuang Suriah pada 2014 silam. Kota ini sangat penting dan termasuk kota paling besar di Daraa. Jalan lintas provinsi yang menghubungkan Damaskus-Daraa membentang di kota itu.

Mujahidin Jabhah Nushrah menyerbu sebuah pabrik ganja di dekat kota Maaret Al-Nouman di utara provinsi Idlib, ujar laporan aktivis Suriah pada Senin (25/1/2016) seperti dilansir Zaman Alwasl.


Jabhah Nushrah menyita sejumlah besar ganja dan senjata di desa Al-Gadfa, dekat kota Maaret Al-Nouman. Penduduk setempat menyatakan terkejut saat mengetahui ada pabrik ganja besar di wilayah yang mereka tempati.

Ribuan warga Suriah di wilayah pegunungan Turkiman, pedesaan Lattakia Utara, Ahad kemarin (24/01), berbondong-bondong mengungsi menuju perbatasan dengan Turki. Kondisi ini terjadi setelah militer rezim dan milisi pendukungnya merebut kota Rabia dan desa Raudhah.

pengungsi-lattakia-ke-turki
Sebelumnya dilaporkan mujahidin kehilangan kontrol kota Rabia setelah terlibat pertempuran sengit dengan militer Suriah. Kemajuan rezim ini tak lepas dari dukungan udara Rusia dan instruktur militernya.

Kota Rabia merupakan kota penting bagi mujahidin Suriah di wilayah pegunungan Turkiman, pedesaan Lattakia. Kota ini menjadi simpul seluruh wilayah Turkiman yang berupa perbukitan dan gunung. Rabiah dikuasai mujahidin sejak 2012. Berbagai faksi aktif di kota tersebut, termasuk Jabhah Nusrah.

Direktur lembaga pengawas HAM Suriah, Rami Abdurrahman, mengatakan ini merupakan kemajuan penting bagi militer Suriah. Pasalnya, mereka semakin mempersempit jalur logistik mujahidin dari perbatasan.

Militer Suriah beberapa bulan terakhir menggencarkan operasi di wilayah Lattakia yang menjadi basis pendukung Bashar Assad, terlebih setelah keterlibatan jet tempur Rusia. Milisi-milisi asing juga dikabarkan terlibat dalam pertempuran di wilayah tersebut.

Mereka berhasil merebut kota Salma yang selama ini dianggap basis utama mujahidin di Lattakia.Dan beberapa hari yang lalu, kota Rabia juga berhasil dikuasai.

Seiring dengan kemajuan ini, mujahidin melakukan operasi pertahanan untuk membendung serangan pasukan Assad.

map-divisi-1-fsa-lattakia


Divisi 1 FSA tembakan rudal ATGM ke arah kerumunan pasukan Assad di Marj Kokha, Lattakia. Operasi ini berhasil tewaskan beberapa diantara mereka.

Pertempuran di wilayah pesisir Lattakia terus bergulir. Mujahidin dan militer Suriah yang didukung milisi Syiah dan jet tempur Rusia Pasukan rezim Assad saling bertahan dan merebutkan wilayah.


Pertempuran Ahad kemarin (24/01), mujahidin dikabarkan harus mundur dari kota Rabia di Lattakia. Serangan dari tiga sudut itu mengejutkan mujahidin.

Televisi pemerintah Suriah mengklaim, tentara rezim Assad telah menyerbu kota Rabia, Latakia yang dikendalikan oleh mujahidin Jabhah Nushrah dan Turkmen Suriah.

Menurut kepala Observatorium Rabi Abdel Rahman, Rabia jatuh pada hari Ahad (24/1) setelah tentara rezim Assad menyerang dari tiga arah yang berbeda.

“Dalam 48 jam terakhir, pasukan rezim mengepung kota dari tiga sisi – selatan, barat, dan utara – dengan menangkap 20 desa,” katanya.

Abdel Rahman mengatakan, para pejabat senior militer dan serangan udara Rusia telah memainkan peran penting dalam perebutan wilayah Rabia.

Dengan dikuasainya Rabia, pasukan rezim Assad dikabarkan akan mendekati rute pasokan mujahidin melalui perbatasan di utara Turki.

Sebuah rumah sempit di Propinsi Sanliurfa, Turki tenggara dihuni oleh dua keluarga pengungsi Suriah bersama anak-anak mereka yang berjumlah 45 orang.

Demi menghindari perang panjang yang terus berkecamuk, Nasser dan saudaranya Mohammad Jalud terpaksa menempatkan keluarga mereka di satu rumah kecil di Turki, setelah tiga tahun lalu meninggalkan kampung halamannya di kota Raqqah.

keluarga jalud di turki

Mohammad Jalud (52) menjelaskan kepada Anadolu pada Ahad (24/01) bahwa ia menikah dengan dua orang wanita. Jalud mengaku dari pernikahannya itu ia dikaruniai 21 anak, empat di antaranya kembar. Demi mencukupi kebutuhan keluarganya, Jalud bekerja sebagai buruh harian. Jalud dan keluarganya terpaksa meninggalkan negaranya demi menghindari konflik bersenjata di Raqqah.

Jalud menambahkan bahwa ia tinggal bersama dengan saudaranya Nasser yang juga menikah dengan dua wanita. Kini mereka tinggal di sebuah rumah yang hanya terdiri dari tiga kamar. Namun, mereka bersyukur ketimbang harus tinggal di Suriah.

“Meskipun rumah terasa sempit jika dibandingkan dengan jumlah mereka. Namun mereka tetap bersyukur kepada Allah,” ungkap Jalud.

Dia melanjutkan banyak orang yang terkejut setelah melihat kondisi mereka yang tinggal di rumah sempit. Karena minimnya pendapatan, Jalud pun tidak mampu memindahkan keluarganya ke rumah yang lebih besar. Melihat kondisi tersebut, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan memberikan santunan kepada salah seorang putranya yang lahir di Turki.

  • Koalisi mujahidin dari beberapa faksi meluncurkan operasi pertempuran untuk pembebasan kota Mare' dari tangan ISIS. Video yang diunggah tanggal 23/01 memperlihatkan bagaimana mujahidin dari kelompok Ahrar al-Sham melakukan serangan ofensive menghujani posisi pejuang ISIS.


  • Di wilayah Bashkuy, Aleppo. Pejuang dari Divisi 16 FSA berhasil hancurkan sebuah kendaraan pickup milik pasukan Assad dengan misil TOW.


  • Sementara itu, sejumlah petugas kemanusiaan melakukan evakuasi korban setelah sebuah roket yang diluncurkan pasukan Assad menghantam sebuah bangunan di Tell Rifaat, Aleppo.

Pasukan khusus dan para ahli AS dilaporkan mendirikan sebuah pangkalan udara di timur laut Suriah sebagai bagian dari pertempuran, ujar sumber-sumber militer pada Sabtu (23/1/2016).

Sumber mengatakan kepada AFP bahwa pekerjaan untuk memperluas lapangan udara di Rmeilan, provinsi Hasakah, di mana pesawat yang digunakan untuk menyemprot pestisida pada tanaman sebelum perang Suriah dimulai lima tahun lalu diterbangkan, sedang berlangsung.

“Pangkalan udara tersebut akan digunakan untuk helikopter dan pesawat kargo. Landasan sekarang seluas 2.700 meter dan siap untuk digunakan oleh pesawat yang akan mengangkut peralatan dan amunisi,” tambah sumber tersebut seperti dilansir AFP.

Pentagon menolak mengonfirmasi laporan namun mengklaim militer AS tidak mengambil kendali atas setiap lapangan terbang di Suriah.

“Belum ada perubahan ukuran misi kehadiran AS di Suriah,” klaim juru bicara Komando Pusat AS, Kolonel Pat Ryder.

Pada akhir Oktober lalu, presiden negara penjajah AS, Barack Obama, resmi mengerahkan hingga 50 tentara operasi khusus ke Suriah yang diklaim untuk menasehati pasukan darat lokal.

Sumber militer mengatakan kepada AFP bahwa pasukan AS telah bekerja di lapangan udara Rmeilan selama lebih dari tiga bulan.

Seorang sumber lainnya mengatakan pasukan khusus AS dan penasehat militer menggunakan pangkalan Rmeilan sebagai basis, di mana helikopter lepas landas menuju target serangan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), sebuah kelompok pemantau perang Suriah yang berbasis di London mengatakan lapangan terbang telah melebar dan hampir siap digunakan oleh pesawat Amerika.

Dilansir dari Arabi21 pada Jumat (22/01), Ma’mun Khaled Nasser dan keluarganya adalah satu dari sekian orang melarikan diri dari konflik Suriah. Saat ini ia bersama ibu, isteri dan lima orang anaknya tinggal di Rayhanah, wilayah bagian Hatay, Turki. Pria 27 tahun ini hanya mampu berbaring di atas kasur.

Ledakan bom rezim Bashar Assad di kota Idlib tahun lalu, telah mengakibatkan jemari sebelah kanan Nasser putus. Tidak hanya itu, Nasser pun harus kehilangan penglihatan dan pendengarannya.

Melihat kondisi sang ayah, putri Nasser yang baru berusia lima tahun suatu ketika datang kepada seorang dokter di Turki. Dengan alasan menyayangi sang ayah, ia pun meminta dokter agar mengambil kedua matanya dan memberikanya kepada ayahnya.

“Saya sangat menyayangi ayah. Saya sangat sedih ketika melihatnya hanya tergeletak di atas kasur. Ayah tidak bisa melihat saya, itulah sebab saya bersedih”ungkap putri Nasser.

Lalu gadis kecil itu meminta kepada dokter, “dengarkan kata-kataku, ‘ambilah kedua mataku lalu berikan keduanya kepada ayah. Supaya ayah bisa melihatku dan memelukku’. Saya berdoa kepada Allah agar mengabadikan ayah diatas kepala kami semua. Saya sayang ayah”.

(22/16) - Koresponden eldorar melaporkan bahwa mujahidin meraih kemajuan di wilayah Ghouta Timur dengan membebaskan sejumlah titik ; Area luas "Harasta Qantara" dan beberapa bangunan di sekitar Al-Fadanya, Marj al-Sultan.


Tercatat sejumlah pasukan Assad terbunuh dan Sebuah Tank berhasil dihancurkan Mujahidin. Pertempuran sengit di Marj al-Sultan berlangsung sejak beberapa minggu yang lalu.

Mujahidin Suriah kembali dilaporkan meraih kemajuan dalam pertempuran di pinggiran kota Salma, wilayah pedesaan Lattakia, pada Kamis (21/01). Sehari sebelumnya, memanfaatkan kabut tebal, mujahidin meluncurkan operasi penyerangan dan berhasil merebut kota penting di pinggiran wilayah pesisir Suriah itu.


Sumber-sumber di pedesaan Lattakia melaporkan, seperti dilansir Al-Jazeera, mujahidin merebut desa Ad-Duwairkah. Sedikitnya 15 tentara rezim tewas dalam pertempuran hari itu. Saat ini, tambah mereka, mujahidin masih berada di pinggiran Salma.

Rabu pagi, mujahidin berhasil membebaskan kota Athirah, daerah Salma. Kota strategis ini berada di dataran tinggi dan termasuk kota yang berbatasan dengan wilayah Turki.

Berbagai faksi mujahidin di Lattakia, Selasa lalu, menggulirkan pertempuran bersama dengan sandi “pertempuran Rashshus Shufuf”. Target pertempuran ini membebaskan titik strategis di wilayah pegunungan Akrad dan Turkiman, termasuk kota Salma.



Pertempuran itu tak hanya melibatkan faksi yang aktif di Lattakia. Faksi-faksi mujahidin yang berada di sekitar Lattakia, seperti di Idlib dan Hama, juga mengambil tempat. Bahkan, tak jarang mereka berada di front paling depan.

Militer Suriah yang didukung milisi dari Iran dan Iraq, pekan lalu, merebut kota Salma. Kemajuan militer rezim ini mengkhawatirkan faksi-faksi mujahidin di sekitar wilayah Lattakia. Pasalnya, kota tersebut memungkinkan rezim memutus wilayah yang sudah di bebaskan sehingga mengancam jalur logistik.

Provinsi Idlib adalah salah satu wilayah di Suriah yang telah dibebaskan Mujahidin dan hingga saat ini telah melaksanakan aturan dan hukuman sesuai Syariah.


Video diunggah 21 januari 2016

Jaisyul Fatah melaksanakan hukuman syar'i dihadapan publik terhadap tiga (3) orang pemuda yang melakukan tindakan yang tidak layak dan melecehkan kehormatan wanita. Salah satu dari 3 orang pemuda tersebut adalah bagian dari Mujahidin.

Jenis hukuman yang dilaksanakan oleh Jaisyul Fath di hadapan publik tersebut adalah hukuman cambuk. Hukuman ini diberikan sebagai sebuah peringatan keras untuk mencegah adanya gangguan dari pihak manapun terhadap para akhwat Muslimah.

Peta rangkuman peristiwa 14 sd 15 Januari 2016 di beberapa wilayah Suriah
syria-15-1-2016
Dan berikut ini beberapa serangan mujahidin, dengan ditandai simbol hijau dalam peta di atas. Ada banyak yang lainnya yang belum kami jelaskan juga disini terkait serangan Rezim Assad, serangan jet tempur Rusia ke basis mujahidin dan pesawat koalisi AS, serta bentrokan mujahidin dengan pasukan ISIS 
  • Unit FSA Serang wilayah yang dikuasai pasukan ISIS, wilayah Dodian, utara Aleppo. https://www.youtube.com/watch?v=7U4PN7LIdkU
  • Mujahidin dari Ahrar Syam, hujani wilayah Nubbol dan Zahraa di Provinsi Aleppo dengan berbagai senjata berat. Wilayah ini dikuasai rezim Assad.  https://www.youtube.com/watch?v=JmY9ehWhvFA
  • Fauj al-Ula, unit mujahidin yang tergabung dalam koalisi Fath al-Halb di Aleppo, berhasil targetkan posisi pasukan Assad dengan senjata beratnya di sebuah gedung. Dalam serangan ini, mujahidin menggunakan senjata rudal B9. https://www.youtube.com/watch?v=glufXMxiVG8
  • Jaish at-Tauhid hancurkan kendaraan Tank BMP pasukan Assad dengan rudal ATGM di dekat Desa Zara, utara Provinsi Hama https://www.youtube.com/watch?v=chPHcFFM3ig
  • FSA targetkan Pesawat Iran di Bandara Damaskus
  • Unit FSA, Firqah Ahrar Nawa, hujani posisi pasukan Assad di Qarfa, Provinsi Daraa. https://www.youtube.com/watch?v=9gDrcotXJy8       
  • Unit FSA di Provinsi Daraa, berhasil rebut kembali beberapa wilayah di utara dan timur kota Syeikh Miskin. https://www.youtube.com/watch?v=GesS1KmHQWE

Rezim Asad, didukung oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, melanjutkan serangan mereka terhadap daerah pegunungan Turkmen di Suriah pekan ini, lansir Anadolu Agency pada Jum’at (15/1/2016).
Rezim Nushairiyah Suriah berusaha untuk mengepung daerah itu dan perlintasan ke Idlib, yang berada di bawah kendali oposisi Suriah.

map-turkmen-syria
 Menurut sumber-sumber lokal, sebanyak 2.000 bom telah dijatuhkan di Salma, daerah strategis yang dikendalikan pihak oposisi, pekan ini. Serangan udara Rusia dan serangan rezim Syiah Nushairiyah Suriah telah meningkat di Salma sejak Desember lalu.

Daerah Turkmen di barat laut Suriah telah diserang sejak pertengahan November.

Sekitar 2000 warga Turkmen, kelompok etnis Turki yang sebagian besar berbasis di Suriah dan Irak, telah mengungsi akibat pertempuran yang terjadi di sekitar Bayirbucak.

Selain menghadang gerak laju pasukan Syiah Nushairiyah yang dibantu oleh pesawat-pesawat udara Rusia, Mujahidin Suriah dari berbagai faksi yang bersama-sama berjuang demi tegaknya kalimat Laa Ilaaha Illallaah, serta berjihad demi membela harta, darah dan kehormatan kaum Muslimin, mulai mengarahkan segala kemampuan mereka untuk menghadang serbuan ISIS pimpinan Al Baghdadi.


Salah satunya adalah dengan mengembalikan wilayah-wilayah yang sebelumnya telah direbut paksa oleh pasukan ISIS tersebut ke pangkuan kaum Muslimin di Suriah, khususnya di Aleppo Utara.

Sebagaimana diketahui, Mujahidin Suriah telah berjuang mati-matian untuk membebaskan wilayah-wilayah di utara Suriah dari tangan rezim Syiah Assad. Akan tetapi, pasukan ISIS kemudian melakukan pengkhianatan dan menyerang Mujahidin dari belakang dengan mengambil paksa wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin. Tak cukup dengan merampas wilayah, pasukan ISIS ini juga menghalalkan darah, mengeksekusi mujahidin dengan jenis eksekusi yang hanya pantas untuk orang murtad, menghalalkan istri-istri Mujahidin dengan alasan suami mereka telah murtad, menjarah harta dan terakhir memaksa manusia untuk berbaiat kepada Al-Baghdadi.

Ribuan nyawa Mujahidin Suriah yang suci telah melayang di tangan pasukan ISIS ini, demi membentangkan kekuasaan mereka dari Hasakah hingga Aleppo. Dan kehadiran pasukan ISIS ini telah memberi manfaat tersendiri bagi rezim Assad dan aliansinya, mereka pun segera "meminjam" tangan ISIS, menggunakannya sebagai sarana untuk menarik simpati luar negeri, memanggil negara sekutu dan menyamaratakan seluruh operasi untuk menumpas Mujahidin dengan mengatasnamakan "Operasi Menumpas ISIS". Hal ini telah menyebabkan Jihad Suriah kembali ke titik Nol! Rezim Assad semakin langgeng, perjuangan militer maupun diplomatik harus dimulai dari awal lagi, Rusia, Amerika dan seluruh dunia bersatu untuk menjadikan Suriah sebagai ladang pembantaian kaum Muslimin berkedok "Operasi Menumpas ISIS." Kenyataannya, lebih dari 80% wilayah mujahidin yang menjadi target, bukan wilayah ISIS.

Demikianlah, kehadiranISIS di bumi Syam benar-benar menjadi sesuatu yang sangat merugikan kaum Muslimin, maka dimulailah upaya untuk menghentikan kerusakan dan merawat jihad Suriah ini dengan gerakan nyata dari para Mujahidin untuk menumpas ISIS, dan dalam pertempuran yang berlangsung tanggal 12-13 Januari 2016 di Aleppo Utara kemarin, Mujahidin Suriah dari berbagai faksi telah membukukan kemenangan di sejumlah wilayah  pedesaan pinggiran Aleppo seperti Mazro'ah, Desa Khirbah dan Baghidin serta sejumlah wilayah lainnya.



Setelah membebaskan kawasan tersebut, Mujahidin kemudian melaksanakan hukuman Qishash/pembalasan setimpal dengan memenggal sejumlah prajurit Khawarij (ISIS).

Kecaman dunia terhadap blokade Madaya oleh Rezim Suriah dibantu milisi Syiah Hizbullah menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pihak Hizbullah.


Dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (14/01) Jawad bin Hasan Nasrullah, anak dari pemimpin Syiah Hizbullah baru-baru ini memposting status di akun twitternya, @Jwdnsrlh tentang rencana pembunuhan ayahnya sembari menyertakan video yang dibuat sebuah saluran TV Suriah yang juga mengungkapkan isu serupa.

Dalam video, seorang presenter berbicara berkenaan sejumlah kekhawatiran tentang aksi-aksi intelijen negara-negara besar untuk membunuh Hasan Nasrullah, tanpa menjelaskan bentuk operasi intelijen yang dilakukan.

Hal itu dinilai sebagai sebuah strategi politik untuk menutup-nutupi aksi blokade yang mereka lakukan terhadap penduduk Madaya. Tampak terjadi koordinasi antara Jawad dan stasiun TV Suriah terkait postingan tersebut.

Warga dari 13 kota dan desa-desa Suriah yang dikepung oleh rezim Asad dan sekutunya saat ini menghadapi bencana kelaparan, ungkap sumber-sumber lokal sebagaimana dilansir Anadolu Agency pada Rabu (13/1/2016).


Di antara kota-kota dan desa-desa yang menghadapi bencana kelaparan di Suriah itu ialah :

Jayrud, Rabayah

Jayrud dan Rabayah, keduanya terletak di Damaskus timur, menghadapi serangan yang sering diluncurkan oleh rezim Asad dan kelompok “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS. Kedua kota itu terus berada di bawah blokade rezim sejak April 2013.

Abu Kamal, seorang komandan oposisi lokal, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 85 persen kematian yang terjadi baru-baru ini di kota itu disebabkan oleh serangan yang dilakukan pasukan rezim Nushairiyah atau oleh “Daulah”.

Kota Al-Dumayr, terletak sekitar 40 kilometer di timur laut Damaskus, juga masih berada di bawah blokade yang dilakukan rezim.

Ghouta Timur, Al-Tall

Wilayah Ghouta Timur hingga timur Damaskus, sementara itu, telah berada di bawah pengepungan rezim Nushairiyah sejak Desember 2012. Pengepungan tersebut telah menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan dan hilangnya pasokan listrik dan air di wilayah itu.

Menurut sebuah komite koordinasi lokal di daerah Douma Ghouta Timur, sekitar 1.600 warga setempat baru-baru ini meninggal, dengan perkiraan 40 persen dari korban meninggal dalam serangan udara rezim dan sisanya meninggal akibat kekurangan gizi.

Rezim brutal Asad menyerang wilayah Ghouta Timur dengan gas sarin pada bulan Agustus tahun 2013, hingga menyebabkan terbunuhnya sekitar 1.300 penduduk setempat.

Kota Al-Tall, sementara itu, terletak di sebelah barat Ghouta Timur, juga masih berada di bawah pengepungan rezim sejak Juni 2015.

Kamp Yarmouk, Darayya, Muadamiyat Al-Sham, Kanaker

Kamp Yarmouk yang dihuni pengungsi Palestina telah diblokade oleh rezim sejak Desember 2012.

Banyak penduduk kamp, yang dikepung oleh “Daulah” dari selatan, baru-baru ini pindah ke provinsi Hatay Turki atau ke provinsi-provinsi Suriah seperti Hama, Idlib dan Aleppo.

Lebih dari 1.000 warga sipil telah terbunuh di kamp itu sejak konflik Suriah dimulai pada awal tahun 2011.

Darayya di pinggiran selatan Damaskus juga telah berada di bawah blokade rezim Nushairiyah sejak akhir 2012. Pada bulan Juli 2015, ketika pengepungan memasuki hari ke-1000, sekitar 2200 warga telah meninggal sebagai akibat dari pengepungan atau dari serangan yang dilakukan oleh rezim .

Sumber-sumber lokal mengatakan sekitar 1.000 bom barel – alat peledak improvisasi – telah dijatuhkan di wilayah tersebut oleh rezim Asad.

Di kota Muadamiyat Al-Sham di barat daya Damaskus, sementara itu, sekitar 40.000 warga sipil berada di bawah pengepungan total selama 15 hari terakhir.

Dengan tidak diizinkannya makanan memasuki kota, warga mengatakan jumlah kematian anak telah meroket karena tingginya angka kekurangan gizi.

Desa Kanaker, sementara itu, yang terletak sebelah barat daya Damaskus, telah terkepung sejak Maret 2015.

Al-Waer, Houla, Talbiseh, Al-Rastan

Al-Waer, sebuah distrik di pusat provinsi Homs Suriah, juga dilaporkan masih berada di bawah blokade rezim Asad.

Selama pengepungan Homs sejak 2011 hingga 2015, yang berakhir dengan diserahkannya daerah itu kepada rezim Asad, sekitar 150 orang meninggal karena kekurangan gizi dan kurangnya perawatan medis.

Menurut Pusat Koordinasi Homs, beberapa daerah Al-Waer masih dikepung.

Wilayah Houla, Talbiseh dan Al-Rastan di Homs utara, semuanya telah berada di bawah pengepungan selama tiga tahun terakhir.

Madaya

Duta Besar Spanyol untuk PBB Romawi Oyarzun Marchesi baru-baru ini mengutip Kepala urusan kemanusiaan PBB Stephen O’Brien mengatakan bahwa sekitar 400 orang di kota Madaya berada dalam situasi yang sangat kritis.

Minggu ini, sebuah konvoi bantuan kemanusiaan dilaporkan memasuki kota itu, membawa makanan dan obat-obatan untuk 42.000 warga Mdaya yang terancam mati kelaparan.

Bulan lalu, 23 orang, termasuk enam anak, meninggal karena kelaparan di kota itu, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh panitia kesehatan lokal Madaya.

Unit FSA di Utara Aleppo berhasil rebut desa Khirbat dan al-Qarah dari tangan ISIS. Sejumlah serangan ofensive dilancarkan dengan mengerahkan sejumlah pasukan dan senjata berat.



Di Provinsi Idlib, Ajnad al-Sham berhasil ledakan markas tentara Assad yang berada di perbatasan desa al-Fu'ah.


Unit FSA menangkap 2 anggota ISIS setelah pertempuran berlangsung di timur Qalamun.

Mujahidin dari Failaqu ar-Rahman lakukan serangan intensif ke arah markas pasukan Assad di area Marj, Ghouta Timur.

Lattakia (9/1) - Tentara Assad melancarkan serangan yang ditujukan untuk menguasai daerah Mughayriyah dan Kadin. Serangan itu diikuti oleh penembakan berat terhadap posisi mujahidin. Beberapa sumber tentara Assad mengklaim telah mengontrol desa tersebut. Namun, beberapa pertempuran masih terjadi di beberapa titik.


Dengan mengambil kedua desa, pasukan pemerintah akan mampu memposisikan untuk serangan terhadap kota Salma yang strategis karena posisinya di ketinggian Kafr Dulbah. Dengan mengontrol ketinggian, Tentara Assad akan mampu maju ke pintu masuk Timur kota.

Sebelumnya seorang penembak tak dikenal telah membunuh Syaikh Abu Ratib Al-Homsi, Amir Harakah Ahrar Syam al-Islamiyah wilayah Homs sekaligus tokoh yang sangat bersemangat untuk menyatukan semua faksi Mujahidin di tanah Syam. Beliau adalah tokoh yang ikut berupaya mewujudkan nasihat syaikh Abdullah Al-Muhaisini dan para ulama jihadi lainnya agar tercipta persatuan nyata di kalangan Mujahidin Ahlussunnah di tanah Suriah.

Syahidnya syaikh Abu Ratib Al-Homsi benar-benar membuat Ahrar Syam kembali kehilangan tokoh pentingnya, setelah sebelumnya gerakan ini juga kehilangan hampir semua tokoh sentralnya dalam sebuah ledakan misterius dalam ruang pertemuan strategis pimpinan Ahrar Syam yang men-syahid-kan pendiri sekaligus pemimpin Ahrar Syam terdahulu, syaikh Hasan Aboud atau yang lebih dikenal sebagai syaikh Abu Abdullah Al-Hamawi. 

Tidak berselang lama,  usaha-usaha pembunuhan kembali menargetkan Pemimpin Ahrar Syam lainnya, yakni Syaikh Abu Thalib Iblin semalam dalam sebuah aksi peledakan. Alhamdulillah, beliau dikabarkan selamat namun terluka dalam ledakan tersebut, setelah sebelumnya segera dilarikan ke tempat paramedis untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin.

Ahrar Syam Al-Islamiyah telah dikenal sebagai salah satu gerakan jihad terkuat di tanah Syam. Selain itu, Ahrar Syam juga dikenali sebagai sebuah gerakan yang telah memotori koordinasi dengan kelompok-kelompok FSA dalam Jabhah Islamiyah dan Jabhah Syamiyah. Dengan izin Allah, kiprah Ahrar Syam untuk mensinergikan pergerakan jihad faksi-faksi militer di Suriah berhasil melindungi wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin seperti Aleppo Utara.

Sebelumnya telah dimaklumi bahwa ISIS telah merebut secara paksa wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin untuk kemudian diserahkan kembali ke rezim Assad, sebagaimana yang terjadi di Suriah Timur, peristiwa bandara Kuwairiz dan penyerahan sebagian kawasan kamp Yarmuk kepada rezim Assad.

Demikianlah, kiprah Ahrar Syam yang mampu memotori persatuan di kalangan Mujahidin Suriah benar-benar membuat musuh-musuh jihad geram, mereka pun berupaya keras menggagalkan persatuan ini dengan menghilangkan tokoh-tokoh sentral Ahrar Syam, baik menggunakan tangan-tangan Khawarij yang tertipu maupun dari agen-agen Amerika, Rusia di bumi Syam. Akan tetapi, hal tersebut–dengan izin Allah–tidak mengurangi langkah Ahrar Syam Al-Islamiyah sedikitpun untuk terus berjuang melawan rezim Assad dan pengkhianatan ISIS.

Jet tempur Rusia kembali menargetkan wilayah yang dikontrol pejuang Suriah. Kali ini, lembaga pemasyarakatan (lapas) yang dikontrol pejuang Jabhah Nusrah di Provinsi Hama hancur dibombardir. Akibatnya, puluhan orang tewas yang mayoritas penghuni penjara.

lapas-jabhah-nusrahDikutip dari arabnews.com, Ahad (10/1), pesawat tempur Rusia membombardir sebuah penjara yang dikontrol oleh pejuang Jabha Nushra Maaret Al-Numan. Observatorium HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, setidaknya 39 orang tewas dalam serangan ini, termasuk beberapa dari pejuang Jabhah Nushrah.

Sementara itu, Komite Koordinasi Lokal mengatakan jumlah korban tewas sebanyak 51 orang. Komite yang dibentuk oleh oposisi itu tidak menjelaskan identitas korban.

Menurut informasi, sedikitnya empat rudal tembakkan untuk menargetkan penjara dan pengadilan yang dikuasai mujahidin Jabhah Nushrah tersebut.

madya-syria-tragedi-kemanusiaan
Juru bicara Palang Merah Internasional di Suriah, Pavel Kachihak, mengatakan bahwa pengiriman bantuan belum bisa dilakukan ke wilayah Madaya, Qouah, dan Kefraye menjelang hari ini, Ahad, (10/01).

“Ini pekerjaan yang besar. Pengiriman bantuan harus dilakukan secara bersamaan sekaligus di Madaya, Kefraya dan Qouah. Banyak pihak yang harus terlibat. Oleh sebab itu, saya pikir pengiriman belum bisa dilakukan sebelum hari Ahad,” kata Kachihak.

Lembaga PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Palang Merah Internasional (ICRC) pada hari Kamis (07/01) mengatakan bahwa pemerintah Suriah menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan menuju Qouah dan Kefraye di Propinsi Idlib dan Madaya di Propinsi Damaskus.

Menurut laporan PBB, “orang-orang mati kelaparan dan dibunuh jika mencoba keluar meninggalkan Madaya. Saat ini, 42 ribu orang masih terjebak di dalam kota tersebut”.

Laporan juga mengutip contoh tentang kematian seorang ayah berusia 53 tahun karena kelaparan. Sementara 5 keluarganya masih menderita gizi buruk. Menurut laporan Doctors Without Borders pada Jumat (08/01), sebanyak 23 orang meninggal karena kelaparan di kota yang diblokade oleh rezim Assad semenjak bulan Desember tahun lalu.



Di sisi lain, Obsertavarium Suriah untuk HAM mengatakan bahwa 13 orang telah terbunuh akibat ledakan bom yang dilancarkan pasukan rezim dan penembak jitu terhadap orang orang yang mencoba meninggalkan Madaya untuk mendapatkan makanan.

Kachika mengatakan, “Palang Merah Internasional, Bulan Sabit Merah Suriah dan Badan Pangan Dunia akan memberikan bantuan medis serta selimut dan bahan lainnya”.

Dia menambahkan bahwa distribusi bantuan akan memakan waktu. Mengingat bahwa sebelumnya Palang Merah membutuhkan waktu delapan jam untuk mencapai lokasi. Terakhir kali bantuan masuk ke daerah tersebut pada 18 Oktober lalu.

Sementara itu, Jubir komisaris tinggi PBB untuk HAM, Rupert Colville mengatakan situasi mengerikan ini telah menghambat berlangsungnya proses verifikasi jumlah korban dan pasien di Madaya.

Aktivits mujahidin di medan jihad masih terus berlangsung di beberapa titik wilayah Suriah terhitung awal januari kemarin. Berikut ini adalah beberapa video yang kami dapatkan, bagaimana mujahidin melakukan serangan intensif terhadap posisi rezim Suriah dan berjaga di wilayah perbatasan.


Unit FSA ruang operasi di Lattakia targetkan posisi tentara rezim di Qassab Tower dengan peluncuran roket.


Aktivitas ribath koalisi mujahidin Aleppo di distrik Al-Breij


Sheikh Miskeen - Mujahidin dari Sayfu al-Syam yang ikut menjaga markas brigade 82, berhasil tembakan rudal SPG-9 ke arah bangunan tempat berjaganya pasukan Assad

Sepak terjang gerombolan khawarij ISIS yang telah dikenal sebagai penyelamat rezim Assad dan pembantai Mujahidin dilaporkan semakin menjadi-jadi.

Meskipun telah kehilangan 50% wilayahnya di Irak maupun di Suriah, namun kelompok pimpinan gembong khawarij asal Irak ini, terus saja menyerang daerah-daerah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin dari rezim Assad.

Hal tersebut menyebabkan posisi Mujahidin menjadi terjepit. Pada satu sisi, Mujahidin harus bertempur melawan serbuan pasukan Assad dan Rusia, sementara dibelakang, Mujahidin harus menghadapi serbuan pengkhianatan pasukan ISIS.

Kombinasi serangan musuh dan pengkhianatan ini, telah menimpakan musibah besar dikalangan Mujahidin, mulai dari banyaknya darah suci para Mujahid yang tertumpah, hingga lepasnya sejumlah wilayah yang telah dibebaskan sebelumnya, baik itu jatuh ke tangan rezim Suriah, maupun dirampas oleh gerombolan Khawarij-ISIS..

Demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga tanah air kaum Muslimin yang telah dibebaskan dari kekuasaan orang-orang kafir, serta menyelamatkannya dari serbuan Khawarij, maka Mujahidin Ahrar Syam Al-Islamiyah melakukan Ribath untuk menjaga Qalamoun Timur dari serangan musuh, salah satunya dari serbuan pasukan ISIS.




Kabar duka kembali menghampiri gerakan garda terdepan melawan rezim Suriah, Ahrar Al-Syam. Orang tak dikenal, Selasa malam (05/01), membunuh Amir Ahrar Al-Syam wilayah Homs, Syaikh Muhammad Hasan Ratib Al-Sayid atau lebih dikenal Abu Ratib Al-Homsy. Musibah itu terjadi ketika beliau dalam perjalanan mengunjungi keluarga.



Gerakan Ahrar Al-Syam pusat segera mengeluarkan pernyataan belasungkawa atas gugurnya salah satu komandannya itu. Dalam pernyataan itu tidak dijelaskan lokasi terjadinya pembunuhan tersebut.

Harian online Suriah, Zaman Wasl, melansir dari keterangan aktivis, insiden itu terjadi ketika Syaikh Abu Ratib melintasi desa Al-Furhaniyah yang berdekatan dengan kota Talbisah di pedesaan Homs Utara. Beliau ditembak di kepala sehingga gugur seketika.

Insiden pembunuhan itu terjadi saat beliau bersama istri mengendarai mobil untuk mengunjungi kerabat. Sesampainya di desa Al-Furhaniyah, sebuah motor yang dinaiki dua orang membuntutinya.

Setelah motor tersebut berhasil berjalan sejajar dengan mobil Syaikh Abu Ratib, salah satu dari mereka melepaskan sejumlah tembakan. Salah satu tembakan tepat mengenai kepala sehingga beliau gugur di tempat.

Pembunuhan ini terjadi beberapa hari setelah beliau menyerukan persatuan faksi-faksi mujahidin Suriah, khususnya di Homs. Seperti diketahui, banyak faksi dengan berbagai corak yang bertempur di wilayah tersebut.

Syaikh Abu Ratib sebelumnya bertempur bersama Liwa Al-Haq di kota Homs. Setelah kota itu dikontrol rezim dan seluruh mujahidin menarik ke pinggiran, beliau mengumumkan bergabung dengan Ahrar Al-Syam bersama pengikutnya. Beliau dipilih menjadi Amir dan Dewan Syariah Ahrar Al-Syam wilayah Homs.

Sejumlah komandan Ahrar Al-Syam telah berulang kali mengalami pembunuhan. Mulai dari pembunuhan komandan senior, Abu Khalid As-Suri hingga pembunuhan pemimpin tertinggi Ahrar Al-Syam dan para pejabat penting.

Blokade mencekik yang diberlakukan militer Suriah terhadap warga sipil di Kota Madhaya, pedesaan Damaskus, menyebabkan krisis makanan pokok dan susu balita.  Musim salju yang bulan ini menghampiri Suriah semakin menambah penderitaan warga di kota yang dikepung lebih dari tujuh bulan itu.


Tidak cukup sampai di situ, peluru-peluru dan bom militer Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon yang mengepung mereka selalu mengintai. Dilaporkan sudah empar ribu warga meninggal akibat blokade dan serangan rezim di kota di utara Damaskus itu. Warga Suriah pun kini menyebut kota tersebut “penjara kota”.

Dalam laporan yang diturunkan  Al-Jazeera pada Rabu (06/01), pengepungan membuat realita kehidupan di kota Madhaya dalam keadaan tragis. Risiko mengancam warga, mulai dari luka bahkan cacat permanen akibat ranjau darat yang dipasang militer. Mereka pun harus menggadaikan nyawa demi mendapatkan sesuap nasi dari luar kota Madhaya.

Ummu Muhammad, salah satu penduduk Madhaya menuturkan, saya dan delapan anak saya sudah menghadapi berbagai penderitaan yang tak terhitung di Madhaya. Kami hanya makan satu kali sehari. Kami hidup dari bantuan berupa tepung. Setelah gencatan senjata gagal, kami tidak memiliki apa-apa lagi.

“Di sini kami bagaikan tahanan di penjara besar. Kami tidak bisa keluar masuk kota. Setiap usaha untuk menyelinap keluar kota untuk mencari makanan, justeru yang didapatkan adalah kematian. Seperti yang terjadi terhadap banyak warga kota ini,” kisahnya sedih.

Kisah itu pun diamini oleh Mohammad Al-Dibus, tokoh masyarakat dan Dewan bantuan untuk sipil Madaya. Ia menyalahkan lembaga-lembaga kemanusiaan dunia yang tidak peduli nasib warga Madhaya.

“Kami di Madaya berada dalam kelaparan. (Hal ini disebabkan) lembaga, organisasi, serta pihak berwenang enggan membela hak asasi manusia,” ujarnya.

Di Madhaya, lanjutnya, kami hidup dengan harga pangan di atas rata-rata harga bahan pangan dunia. Di sini harga makanan bisa mencapai seratus dollar. “Satu kilo beras saja setara dengan delapan puluh dollar,” tegasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa ratusan keluarga di Madhaya, rata-rata hanya makan dua kali sehari. Makanan terbaik ialah sisa-sisa makanan yang dimasak dengan garam.

Seorang aktivis juga mengungkapkan bahwa melalui jejaring sosial banyak orang yang merespon dan mendukung demontrasi masa di Madhaya. Mereka menyeru PBB dan seluruh lembaga HAM menanggapi  tuntuntan mereka berupa pembebasan dari pengepungan dan blokade makanan ke dalam kota.

Ketua tim medis Madaya, Dr. Mohammad Yusuf, mengatakan bahwa mereka adalah satu-satunya tim medis yang meroperasi untuk melayani empat puluh ribu orang di kota tersebut. Penderitaan sipil Madaya diperparah dengan kekurangan obat-obatan bagi para pasien.

Yusuf menambahkan bahwa lebih dari 850 balita menyusui terancam kekurangan gizi. Hal itu akibat kurangnya persediaan formula bayi di pasaran semenjak bulan lalu. Ia melihat, para orang tua bayi rela mempertaruhkan nyawa demi berusaha mendapatkan makanan di luar kota.

Dia melanjutkan, selama pengepungan sudah lebih dari dua puluh kasus ledakan yang menimpa sejumlah sipil yang mencoba keluar kota. Ditambah lagi, 5 orang meninggal dunia dan lebih seratus orang koma akibat malnutrisi dan kurangnya bahan pangan selama berhari-hari.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget