Halloween Costume ideas 2015
12/30/15

Basis militer Brigade 82 di provinsi selatan Daraa masih berada di bawah kendali mujahidin, ujar sumber lapangan kepada Zaman Alwasl pada Selasa (29/12/2015), saat mujahidin berhasil menggagalkan serangan besar oleh pasukan rezim di pangkalan militer strategis tersebut.

Selasa (29/12) pagi, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) dan kantor berita rezim, SANA, melaporkan bahwa tentara rezim telah mengambil alih basis Brigade 82 dan terlibat bentrok dengan Mujahidin Suriah di kota Sheikh Miskeen di provinsi Daraa.

Aktivis lapangan mengatakan Mujahidin telah memperdaya pasukan rezim dengan melakukan penarikan palsu.



Faksi Mujahidin termasuk Jabhah Nushrah telah mengendalikan Sheikh Miskeen dan basis militer Brigade 82 sejak tahun lalu.

(Zaman Alwasl)

Pemimpin baru Jaisyul Islam, Abu Hamma Al-Buwaidhani, Selasa (29/12), menegaskan gerakannya tidak menarik diri dari Dewan Tinggi untuk Negosiasi yang dihasilkan konferensi Riyadh awal bulan lalu. Gugurnya komandan Jaisyul Islam tidak akan mengubah sikap gerakan.

“Sikap kami tidak berubah setelah gugurnya Alloush. Keputusan kami bukan reaksi peristiwa dan kami tidak mengambil keputusan sendirian tanpa bermusyawarah dengan mitra,” kata Abu Hammam dalam pernyataan perdana setelah menggantikan pendahulunya, Zahran Alloush, seperti dilansir Al-Jazeera.

Namun, Abu Hammam mensyaratkan rezim harus segera menghentikan operasi menargetkan pemukiman sipil. Syarat ini harus dipenuhi demi keberlangsungan seruan PBB untuk bernegosiasi antara oposisi dan rezim.

Dia menegaskan, ini bukan syarat baru atau reaksi atas terbunuhnya pemimpin kami. Syarat ini, tegasnya, inti dari pernyataan terakhir dalam konferensi Riyadh.

Konferensi Riyadh yang disponsori Arab Saudi mengasilkan sejumlah poin penting bagi masa depan konflik Suriah. Seluruh pihak yang hadir menyepakati solusi politik. Mereka membentuk Dewan Tertinggi untuk Negosiasi. Dewan ini diakui internasional sebagai pihak oposisi yang sah untuk bernegosiasi dengan rezim Suriah.

Sebagaimana diberitakan, pemimpin Jaisyul Islam Zahran Alloush gugur bersama pengawalnya ketika memeriksa pos-pos ribath di Ghautah Timur. Jet tempur Rusia berada di balik serangan tersebut.

Faksi-faksi mujahidin Suriah menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Padahal, di antara faksi tersebut tidak setuju dan menentang kebijakan-kebijakan Zahran Alloush.

---- komentar ----

Konferensi Riyadh adalah upaya Amerika melalui tangan Saudi, agar faksi-faksi oposisi bersedia melakukan perundingan dengan Bashar Assad. Sungguh, perjuangan politik yang ditempuh Jaysul Islam terlibat didalamnya adalah kesalahan besar. Semoga Allah swt berikan hidayah kepada mereka.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget