Halloween Costume ideas 2015
12/23/15

Rusia kembali melakukan serangan udara yang membombardir kota Idlib yang mengakibatkan warga sipil menjadi korban, sebagaimana yang dilaporkan oleh Zaman Al-Wasl.

Serangan tersebut mengakibatkan 43 orang warga sipil meninggal dunia dan sisanya luka-luka karena tertimpa reruntuhan bangunan sebagai efek dari pengeboman tersebut. Sebagaimana yang dilaporkan oleh Unit Pertahanan Masyarakat-Tim Penyelamat Darurat dan warga setempat.

Selain di kota Idlib serangan Rusia juga dilancarkan intensif mengenai sejumlah titik penting di wilayah lain termasuk provinsi Hama, Homs, Ghoutah Timur, dan Aleppo.







Sebuah laporan dari Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR), menyatakan bahwa puluhan jet tempur dan Helikopter Rusia di Suriah dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 600 warga sipil termasuk 40% diantaraya adalah anak-anak dan perempuan dalam serangan udara beruntun yang dilakukan sejak keterlibatan Rusia di pihak rezim Bashar Assad dalam perang di Suriah. 

Daerah Khan Tuman yang lebih dari dua tahun yang lalu telah dibebaskan oleh Mujahidin, telah direbut paksa oleh rezim setelah mereka berusaha berkali-kali untuk menguasai wilayah tersebut dalam beberapa tahun ini. Akan tetapi, kemajuan yang diraih oleh koalisi pasukan rezim Assad dan Rusia itu tidak berlangsung lama, Koalisi Mujahidin Anti Assad yang selama ini diburu oleh ISIS, terus berusaha mengembalikan Khan Tuman.


Mujahidin pun berusaha sekuat tenaga untuk menghujani wilayah tersebut dengan berbagai peluru artileri. Pertolongan Allah tampak di Khan Tuman tercatat bahwa pesawat-pesawat tempur Rusia telah salah sasaran ketika melakukan pengeboman di wilayah tersebut, sehingga mengenai posisi-posisi pasukan rezim Assad sendiri ketika rezim Assad tengah menghadapi serangan balik dari Mujahidin. Rezim Assad benar-benar mengerahkan segala kekuatannya untuk menguasai Khan Tuman dengan strategi pembumihangusan dengan mengerahkan 100 buah roket untuk membakar kota tersebut.

Alhamdulillah, setelah melalui pertempuran sengit yang berlalu kurang dari tiga hari, akhirnya seluruh Khan Tuman berhasil dikuasai kembali oleh Mujahidin setelah pertempuran sengit melawan rezim Assad  dan pesawat tempur Rusia. Dilaporkan bahwa koalisi Mujahidin Suriah (Ahrar Syam, Jabhah Nushrah, Faylaq ash Shaam, Jaisyul Muhajirin,  sejumlah komponen FSA) berhasil membunuh melukai dan menangkap puluhan pasukan rezim dan milisi-milisi pendukungnya. Sejumlah besar persenjataan dan amunisi juga berhasil dijadikan sebagai ghanimah dari tangan rezim Assad.






Sekitar 40-an orang tentara rezim Asad dan milisi-milisi pendukungnya telah berhasil di tawan dalam operasi pembebasan Khan Tuman ini, di antara mereka terdapat milisi-milisi Syiah dari Iran dan Afghanistan.

Dalam pertempuran memperebutkan Khan Tuman ini, Rusia telah menghujani wilayah tersebut dengan 250 rudal dalam serangan udara mereka sehingga pasukan rezim dan para milisi pendukungnya berhasil menguasai 20% wilayah Khan Tuman. Namun demikian, Mujahidin mampu membebaskan Khan Tuman dan mengembalikannya ke pangkuan kaum Muslimin.


(21/12 Pertempuran Khan Tuman) - Mujahidin dari Suwaru al-Sham berhasil hancurkan Tank Milisi Bashar Assad


(21/12 Pertempuran Khan Tuman) - Unit FSA Liwa Suqur al-Jabal hancurkan Senjata 23 mm Pertahanan Milisi Bashar Assad


(20/12 Pertempuran di Khan Tuman) - Mujahidin Faylaqu al-Sham menembakan beberapa roket ke wilayah posisi pasukan Assad   

jerman-intelejen
Dinas intelijen luar negeri Jerman, BND telah melanjutkan kerjasama dengan dinas rahasia Suriah untuk memerangi kelompok oposisi.

Harian Mass-Circulation mengatakan, agen BND telah bepergian secara teratur ke Damaskus untuk melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan Suriahnya dan ingin membuka kembali kantor pelayanan di sana.

Pemerintah Berlin dan Barat sebenarnya menjalin kesepakatan untuk tidak melakukan kerjasama resmi dengan Presiden Suriah, Bashar Assad. Tetapi, kerjasama Berlin dengan Damaskus ini menjadi bukti bahwa keduanya terlibat pembicaraan. Pihak BND sendiri juga tidak berkomentar ketika surat kabar Bild melaporkan kerjasama keduanya.

Kanselir Jerman, Angela Merkel dalam konferensi pers menolak berkomentar tentang setiap kegiatan operasional BND.

Meski telah terbukti, pemerintah Jerman berkilah bahwa tujuan kerjasama ini untuk tukar menukar informasi tentang ekstremis, dan membuka saluran komunikasi dalam hal krusial, seperti pilot Tornado Jerman yang ditembak jatuh di atas wilayah yang dikuasai oleh oposisi yang mereka nilai sebagai ekstremis.

Jerman sendiri telah mengerahkan pesawat pengintai Tornado dan dukungan militer non-tempur lainnya bagi pasukan koalisi AS di Suriah.

(World Bulletin)

Di Selatan negara Lebanon banyak terdapat pos-pos pertahanan militan Syiah milik Hizbullah Lebanon. Puluhan pemuda harus menjalani pelatihan militer selama 99 hari, sebelum ditugaskan dalam peperangan untuk mendukung rezim Assad di Suriah.

Menurut beberapa sumber yang dihimpun oleh Al-Bayan, Selasa (22/12), untuk menarik perhatian pemuda-pemuda itu, Hizbullah menawarkan upah dengan nominal yang lumayan besar. Mereka memperoleh bayaran sebesar US$ 2.000  per bulan atau setara 27 juta rupiah. Nilai itu belum termasuk fasilitas gratis seperti pendidikan militer, pengobatan, serta jaminan perlindungan kepada keluarga yang mereka tinggalkan.

Sebagai pendukung rezim Suriah, milisi Syiah Hizbullah sangat bergantung dengan perekrutan pemuda dari kalangan Syiah Lebanon, selain para pemuda asing yang menuntut ilmu Syiah di pusat-pusat pendidikan yang diselenggarakan Hizbullah.

Dalam sebuah hasil penelitian dijelaskan, Syiah Hizbullah mewakili 15% kekuatan pasukan pembela rezim Suriah. Selain itu, Hizbullah juga dilaporkan memiliki 30.000 prajurit. Menurut kantor berita Associated Press, Hizbullah memiliki sistem perekrutan pasukan yang sangat intensif.


Laporan media itu juga menjelaskan, selama perang Suriah Hizbullah telah kehilangan seribu lebih prajurit. Jumlah itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan peperangan Hizbullah melawan Zionis di Lebanon Selatan yang telah berlangsung 18 tahun lamanya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget