Halloween Costume ideas 2015
12/05/15

 Situasi Militer di Utara Aleppo, Koalisi Mujahidin diapit oleh serangan dari Kurdi sebelah Barat, ISIS sebelah Timur, dan Pasukan Rezim di sisi yang lain.


Brigade 51 FSA, Jabhah Shamiya, dan Thuwar al-Sham Kuasai Desa Jarez dan Baragidah


Serangan Ahrar Syam menargetkan pasukan ISIS di Desa Baragidah



Mujahidin memasuki Desa Baragidah

Beberapa pejuang ISIS yang terbunuh dalam pertempuran di Desa Baragidah


Penasihat senior rujukan Syiah Iran Ali Khemenei, Ali Akbar Wulayati, menyatakan negaranya siap menampung Bashar Assad sebagai “pahlawan”. Pernyataan ini dikeluarkan di saat Rusia menambah kekuatannya di Suriah setelah bersitegang dengan Turki.

“Kami siap menampung Bashar Assad sebagai pahlawan yang membela tanah dan rakyatnya sejak lima tahun terakhir,” kata Wulayati dalam wawancara dengan TV Al-Mayadin, TV pro rezim Bashar Assad, Kamis lalu.

Dia menegaskan bahwa keberadaan Bashar Assad di Suriah “sangat penting”. Kami tidak ingin dia tidak hadir di Suriah untuk “membela negaranya”.

Dalam kesempatan itu, Wulayati juga menyinggung memanasnya hubungan Turki dan Rusia pasca penembakan jet Rusia Su-24. Ia meminta kedua negara mengurangi ketegangan itu.

Para pengamat melihat, seperti dilansir portal middle east online, Iran dalam beberapa waktu terakhir semakin gencar mengeluarkan pernyataan-pernyataan ke media menegaskan negaranya mendukung Bashar Assad. Hal itu, kata mereka, karena Iran takut pengaruhnya melemah di Suriah pasca Rusia turun tangan.

Iran ingin menjadi pemain inti dalam kancah pertempuran di Suriah membela Bashar Assad. Sehingga, Iran bisa memiliki pengaruh besar dalam pergerakan politik di negara tersebut .

Di sisi lain, Rusia menambah kekuatannya di Suriah pasca penembakan jet tempurnya di pinggiran Lattakia yang berbatasan dengan Turki. Pembangunan pangkalan militer baru dan penambahan militer rencananya akan dilakukan Rusia dalam beberapa hari ke depan.

Dari Suriah dilaporkan bahwa serangan udara Rusia yang menargetkan posisi para Mujahidin dan kelompok-kelompok oposisi di Suriah utara telah membantu ISIS untuk memperluas pengaruhnya, kata seorang sumber militer dalam kondisi anonimitas kepada Anadolu Agency.

isis-syria-control
Sumber militer itu itu mengatakan bahwa ia memiliki bukti bahwa serangan udara yang dilaksanakan oleh Rusia sama sekali “tidak memiliki dampak langsung” pada kelompok ISIS, tetapi justru memiliki efek yang sangat menghancurkan bagi kelompok oposisi NON ISIS yang berjuang melawan rezim Syiah Bashar Assad.

“Kita dapat melihat dalam operasi militer yang terjadi di kawasan Mara’a,” katanya. “Ketika pertama kali memulai serangan udara, Rusia justru menyerang Aleppo yang merupakan tempat berkumpulnya para pejuang anti rezim Assad yang juga berperang melawan invasi ISIS di sepanjang garis Mara’a, serangan Rusia itu berfungsi untuk membantu pasukan rezim Assad mnghabisi para Mujahidin Ahlussunnah di kawasan tersebut dengan dukungan serangan udara. Serangan tersebut justru menciptakan kekosongan kekuasaan yang dimanfaatkan oleh ISIS untuk memperluas wilayahnya.”
Sebagaimana diketahui, pertempuran di Aleppo Utara merupakan pertempuran paling ganas, ketika para Mujahidin anti Rezim ini harus menghadapi kepungan tentara Rusia dan Assad dari depan dan serangan ISIS dari belakang.

Jalur Mara’a mengacu ke suatu daerah yang terletak di antara kata Mara’a dan Deir Rafat di Suriah. Wilayah ini terletak di dekat garis depan pertempuran melawan gerombolan Daulah Baghdadiyah/ISIS, yang berusaha untuk mengontrol dua kota tersebut sebelum mengambil Azaz, yang akan memberikan kontrol terhadap wilayah pedesaan di Aleppo utara.

Tangan-Tangan Intelijen Rusia di Tubuh ISIS

Banyak pihak yang curiga dengan keterlibatan Rusia dalam perang Suriah, mengingat nyaris tidak ada satu pun serangan udara Rusia yang menghantam wilayah ISIS, 90% lebih serangan udara tersebut ,justru diarahkan untuk menghancurkan posisi-posisi Mujahidin anti Assad yang sampai saat ini berjuang keras melawan ISIS.

Kecurigaan tentang maksud Kremlin mengirim pasukan ke Suriah, agaknya mulai terkuat, saat muncul laporan yang sangat cepat beredar di dunia maya maupun siaran televisi setempat tentang pengakuan anggota ISIS yang lari ke Turki bahwa dirinya diorganisir oleh intelijen Rusia untuk bergabung bersama ISIS.

Pengakuan tersebut, agaknya mendapatkan sebuah penegasan, ketika salah satu channel berita, Muzamzir Asy-Syam menyebutkan bahwa Jamaah Daulah pimpinan Al-Baghdadi telah mengeksekusi salah satu prajurinya, bernama Harun Asy-Syisyany setelah mengaku direkrut oleh intelijen Rusia sejak sekitar setengah tahun yang lalu, ini membuktikan bahwa lebih dari 1 orang Czhechnya yang telah diorganisir oleh intelijen Rusia untuk bergabung dengan ISIS.

Sementara itu sejumlah kelompok hak asasi manusia yang bermarkas di Eropa telah mencatat bahwa mayoritas orang-orang Chechnya yang berperang dalam barisan Jamaah Daulah dibawa ke Suriah oleh intelejen Rusia.

Mereka bahkan mengetahui nama-nama pejabat Rusia yang bertugas merekrut orang-orang Chechnya untuk mendukung Jamaah Daulah. Ini berarti di satu sisi Rusia mengklaim memerangi Jamaah Daulah di Suriah, sementara intelijen Rusia mengawasi pengiriman mereka ke Suriah, berdasarkan sumber-sumber Barat.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget