Halloween Costume ideas 2015
12/01/15

Jenderal Qassim Sulaimani, Panglima pasukan elit Garda Revolusi Iran (IGRC) dilaporkan mengalami luka parah di Aleppo Suriah. Hal itu diungkapkan oleh situs oposisi Iran berbahasa Persia, AsrIran.

Sebagaimana dilansir Al Arabiya, Senin (30/11), AsrIran melaporkan bahwa Sulaimani terluka parah bersama dengan dua orang personil lainnya. Dia terluka setelah dihantam roket antitank 12 hari yang lalu, dalam pertempuran di Aleppo, Suriah Utara.

Situs Asriran merupakan laman yang dianggap dekat dengan Dewan Nasional Perlawanan Iran. Organisasi yang berpusat di Paris, Prancis tersebut menaungi lima kelompok oposisi di negeri mullah.

“Berdasarkan laporan dari dalam Korps Garda Revolusi rezim Iran, Qassem Sulaimani komandan ternama pasukan teroris Al Quds, telah menderita luka parah akibat pecahan peluru, termsuk di kepala, saat berada di medan pertempuran di selatan Aleppo dua pekan lalu,” kata AsrIran dalam laporannya.

Laporan tersebut menerangkan bahwa saat itu Sulaimani berada dalam kendaraan yang membawanya mengawasi operasi pasukan Garda Revolusi Iran. Pasukan yang dikerahkan di Suriah itu menjadi sasaran Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) yang kemudian turut melukai Sulaimani.

“Akibat luka-luka parah yang dideritanya, dia langsung dibawa oleh helikopter IRGC ke Damaskus, dan setelah menerima pengobatan awal dipindahkan ke Teheran. Dia dirawat di Rumah Sakit IRGC Baqiyatullah di Jalan Mullahsadra Teheran, dan sejauh ini telah mengalami sedikitnya dua operasi. Sekelompok dokter yang dipimpin oleh seorang ahli saraf dan otak spesialis terus mengawasi kondisinya,” kata laporan tersebut.

Laporan tersebut juga dibenarkan oleh pernyataan Amir Musavi. Dia adalah direktur Pusat Studi Strategis dan Hubungan Internasional di Teheran.

Seorang mantan tahanan di penjara Sednaya mengungkapkan bahwa ribuan tahanan tewas di rumah sakit militer Tishreen di Damaskus, di mana rumah sakit menggunakan sebuah kamar kecil untuk para tahanan. Di kamar tersebut banyak kasus pembunuhan terjadi.



Mantan tahanan di penjara Sednaya mengatakan kepada Zaman Alwasl di Hama empat pejabat militer yang ditahan di dalam ruangan yang sama dengan dirinya, meninggal dalam waktu kurang dari satu tahun setelah mengunjungi rumah sakit untuk penyakit yang berbeda. Oleh karena itu, para tahanan banyak yang menolak pergi ke rumah sakit dan lebih memilih untuk mati di dalam penjara, tetapi banyak dari mereka yang dipaksa ke rumah sakit dengan kekuatan dan kemudian mereka dibunuh di sana.

Mantan tahanan (HA), seorang Letnan Resimen pasukan khusus menjelaskan bahwa ia perlu dilarikan ke rumah sakit di bulan Oktober 2013 karena penyakit kulit dan ia dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang diawasi oleh asisten dan seorang prajurit Angkatan Darat rezim Suriah, ia menegaskan bahwa banyak pasien yang datang ke rumah sakit tanpa sadar dan kemudian tewas, ia memperkirakan bahwa mereka diberi suntikan yang menyebabkan kematian.

Ia menjelaskan bahwa 6 dari 20 tahanan yang merupakan petinggi militer yang membelot dari jajaran militer rezim, meninggal dengan alasan yang berbeda dalam jangka waktu setahun (pertengahan 2013-pertengahan 2014). Dia mengatakan bahwa alasan yang paling mungkin atas kematian mereka adalah penyiksaan, kurangnya kebersihan ruangan penjara di samping penyebaran penyakit menular seperti infeksi kulit, tifus dan kudis, yang diperburuk dengan adanya kekurangan gizi dan kurangnya perawatan.


“Dalam banyak waktu kami berharap kematian dari rekan-rekan kami untuk mengambil makanan mereka dan pakaian mereka,” ungkapnya yang menambahkan bahwa hingga saat ini masih banyak tahanan yang hanya memakan biji zaitun, kulit kentang dan tulang ayam.

Mantan tahanan yang menjadi sumber Zaman Alwasl menjelaskan bahwa makanan yang diberikan terlalu sedikit untuk satu asrama yang berisi 30 tahanan, yang menyebabkan kurangnya gizi dan tubuh para tahanan terus mengurus hingga hanya mencapai 49 kg saja.

media resmi Jabhah Nushrah wilayah Qalamoun telah merilis pesan audio Amir JN Qalamoun Abu Malik As-Syami. Dalam pesan audio yang berjudul “Peringatan Terakhir Untuk Jama’ah Daulah (ISIS)”, Syaikh Abu Malik As-Syami kembali memperingatkan dengan tegas Jama;ah ISIS untuk segera berhenti memerangi mujahidin dan muslimin dan bertaubat dari penyimpangan strategi dan aqidah yang mereka usung.

Dalam audio ini, Syaikh Abu Malik As-Syami memberi tanggapan dan bantahan atas pesan terbaru Jubir resmi ISIS Al-Adnani. Dalam pesan terbarunya Al-Adnani telah semakin menggila dan hilang kendali, dengan mengancam semua jama’ah jihad di muka bumi yang masih saja tidak mau tunduk kepada “Daulah Islam” mereka.

Syaikh Abu Malik As-Syami menekankan bahwa fitnah internal ini tidak memberikan sedikitpun kebaikan kepada Islam, dan bahkan menguntungkan musuh-musuh Islam. Dimana mujahidin kini malah disibukkan dengan harus menghadapi dua musuh sekaligus, musuh kafir yang berada di depan dan Jama’ah ISIS yang menyerang dari belakang.

Namun, jika peringatan dan imbauan terakhir ini tetap dianggap angin lalu dan tak digubris oleh Jama’ah ISIS dan prajuritnya, maka bahasa pedanglah yang selanjutnya akan diberikan! Sehingga fitnah atas dienullah dan jihad bisa dibersihkan kembali, dan mujahidin bisa kembali leluasa menghadapi musuh mereka dari kalangan kuffar!


https://soundcloud.com/islam-islam-745595159/ae8nwjvcaldj

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget