Halloween Costume ideas 2015
11/22/15

Juma'at (21/11/2015) - Pejuang dari unit FSA berhasil merebut wilayah yang dikuasai ISIS di utara Aleppo, tepatnya desa Dalhah dan Harjalah.


Tank FSA targetkan militan ISIS di desa Dalhah sebelum berhasil membebaskan wilayah tersebut



Pernyataan dari Liwa Sulthan Murad, salah satu Unit FSA setelah pembebasan desa Harjalah

fsa-dalhah-harjalah-isis-north-aleppo

Atas nama kemanusiaan, kita terhentak ketika lebih dari 150 orang roboh meregang nyawa di Paris, Prancis Jumat malam (13/11). Tujuh titik di kota mode itu dikoyak oleh serangan mematikan.

Atas nama kemanusiaan pula, Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan tegas menyatakan Rusia sangat mengecam pembunuhan tak berperikemanusiaan ini dan siap memberikan semua bantuan untuk menginvestigasinya. Ucapan “bijak” seperti itu dengan mudah keluar dari mulut Putin, semudah ribuan roket meluncur dan menyasar penduduk sipil di Suriah.

Peragaan sok bijak juga dilakukan oleh NATO dan Amerika Serikat. Untuk insiden Paris, sejuta karangan bunga mereka kirimkan, berlapis janji dan kecaman. Sementara, di Suriah mesin perang mereka terus menyalak, mencabut nyawa-nyawa sipil atas nama perang melawan terorisme. Padahal, justru rakyat Suriah itu adalah korban terorisme hasil persekongkolan Basar Asad dengan negara-negara pendukungnya.

Akal sehat mestinya membuat para pemimpin dunia itu mudah mengutuk tragedi kemanusiaan di Suriah dan Palestina, semudah mereka mengecam serangan Paris. Tinggal membubuhkan kata Suriah dan Palestina di belakang nama Paris. Namun entah mengapa lidah mereka kelu untuk mengucapkannya.

Terkait peristiwa memilukan ini, maka warga Suriah di Kafr Nabl, provinsi Idlib menyampaikan pesan kepada dunia pada aksi protes kemarin (21/11/2015)








Video dan gambar terbaru yang dibocorkan oleh pers Turki pada Jum’at (20/11/2015) telah mengungkapkan apa yang digambarkan sebagai “upaya angkatan laut Yunani untuk menenggelamkan perahu karet yang membawa 58 pengungsi Suriah, termasuk anak-anak, di Laut Aegea.”

Sebagaimana dilansir oleh MEMO, Sabtu (21/11), Surat Kabar Zaman mengatakan bahwa pihak berwenang Turki memberikan penjelasan kepada Presiden Yunani Alexis Tsipras, yang sedang mengunjungi Ankara pada Selasa lalu, dan menunjukkan rekaman tersebut.



Dalam rekaman tersebut terlihat pelaut Yunani yang sedang mencoba untuk menembus perahu yang membawa pengungsi dengan alat tajam.

Presiden Yunani menyatakan “keterkejutannya” ketika ia menonton video itu di hadapan komandan angkatan laut Turki Hakan Ustem dan komandan Ananasius Atanasopolos Yunani.

Surat kabar itu melaporkan bahwa ketika penjaga pantai Yunani menentukan lokasi perahu pengungsi, penjaga pantai itu kemudian mengirim sebuah kapal yang bertandakan nomer LS-060 ke lokasi itu. Setelah menusuk perahu pengungsi, kru Yunani kemudian meninggalkan pengungsi dengan perahu mereka yang mulai tenggelam. Untungnya beberapa jam kemudian sampai malam harinya, datang kapal penjaga pantai Turki menyelamatkan para pengungsi itu sebelum perahu itu tenggelam.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget