Halloween Costume ideas 2015
11/19/15

Sebuah karikatur dibuat aktivis untuk menyindir terkait serangan Rusia di Suriah dengan alasan menumpas ISIS. Fakta di lapangan, ratusan serangan udara Rusia setiap hari menargetkan wilayah yang dikuasai mayoritas mujahidin yang bertempur langsung melawan tentara Bashar Assad, sementara itu serangan di wilayah ISIS bisa dihitung dengan jari.

rusia_isis_suriah
   

Jalan-jalan dan angkutan umum di ibukota Damaskus, Rabu (18/11), sepi dari keberadaan laki-laki muda. Pemandangan ini terlihat setelah pemerintah menggulirkan kampanye penangkapan untuk memaksa para pemuda bergabung barisan militer, sebagaimana dilansir eldorar.com.

Wartawan Suriah, Faishal Qasim, melalui akun pribadinya di Facebook menggambarkan bahwa jalan-jalan dan angkutan umum di Damaskus hari ini hanya dipenuhi wanita. Tidak terlihat laki-laki muda lalu lalang sebagaimana biasanya.

“Jalan-jalan di Damaskus dan angkutan umum benar-benar tanpa laki-laki muda. Hanya para wanita yang terlihat. Ini karena dinas keamanan memburu warga lelaki muda untuk dibawa ke front pertempuran,” tulis Qasim.

Sejumlah informasi juga menyebutkan bahwa para pegawai negeri sipil juga dipaksa mengangkat senjata untuk berjaga di pos-pos militer. Mereka ditugaskan memeriksa setiap mobil dan identitas warga yang melintas. Sebagian di ditugaskan di front pertempuran.

Sementara itu, sumber di wilayah Al-Ghoutah Barat di pedesaan Damaskus menyebutkan kota-kota di Damaskus dan pinggirannya mengalami kelumpuhan parah. Hal itu terjadi setelah para laki-laki muda dipaksa bergabung ke barisan militer. Akibatnya, tak terlihat para pemuda di jalan-jalan ibukota.

Aktivis juga melaporkan, banyak pemuda dan mahasiswa ditangkap dan dipaksa bergabung ke barisan militer. Militer berdalih mereka harus mengikuti wajib militer tanpa terkecuali. Mereka ditempatkan di pos-pos militer yang tersebar di Damaskus dan sekitarnya.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan keputusan nomor 207 tahun 2015 yang mengharuskan pemuda atau laki-laki kelahiran 1998 hingga 1973 mengikuti wajib militer. Jika menolak, mereka ditangkap dan dipaksa mengikuti latihan militer.

Halaman Facebook Bilad Al Sham Media yang dikelola oleh Mujahidin Maladewa dengan Jabhah Nushrah telah mengumumkan gugurnya seorang Mujahid Maladewa yang begitu merindu syahid. Ia adalah Abu Yushau Maldifi, rahimahullah.

Abu Yushau Maldifi - jabhah nusrah

Dalam pertempuran Fouah, Idlib, saudara kita tercinta Abu Yushau Maldifi rahimahullah telah syahid.

Ia rahimahullah dikenal sangat ceria, bersemangat tinggi, tulus, baik, suka menolong dan perhatian dengan teman-temannya dan para muhajirin.

Setelah berita kesyahidannya sampai ke desa yang sering ia kunjungi, seorang wanita tua bertanya, “Katakan padaku, mujahid muhajirin mana yang telah meraih syahid? Apakah ia dari Maladewa? Yang kurus, pemuda jujur yang memiliki senyuman cerah di wajahnya? Yang setiap kali ia melihatku, ia memanggilku dan berkata ‘Wahai Ibu! Assalamu’alaikum’! Apakah itu dia?”

Meskipun dikatakan bahwa ia baru berada di sini selama beberapa hari, ia telah menyita rasa cinta dan hormat dari para Ansar dan Muhajirin di Negeri Syam.

Ia rahimahullah selalu berbicara tentang keinginan untuk mencapai kesyahidan sesegera mungkin. Jika ia mendengar tentang syuhada, ia akan merenung dan menegur dirinya sendiri serta mengatakan bahwa ia perlu memperbaiki dirinya sehingga ia bisa mencapai kesyahidan segera. Syahid adalah kata yang hampir ia sebut dalam setiap percakapannya.

Pada hari pertempuran, setelah shalat zuhur, Abu Yushau rahimahullah terlihat menangis tersedu setelah mendengarkan ceramah yang berkaitan dengan “Ikhlas”.

Setelah shalat ashar, Abu Yushau rahimahullah bergerak bersama dengan sekelompok tim Ighthiham (tim yang mengacaukan barisan musuh) ketika pertempuran dimulai.

Ketika tim Ighthiham terlibat dalam tembak menembak, beberapa mujahid terluka, dan Abu Yushau rahimahullah terlihat berlari untuk membantu membawa mereka ke sebuah tank. Dan saat itulah, ia terkena peluru penembak jitu [musuh] yang diarahkan kepada mereka. Innaalillahi wa innaa ilaihi raji’uun.

Ketika ikhwan-ikhwan lainnya menghampiri saudara kita tercinta rahimahullah ini, ia telah menghembuskan napas terakhirnya dan meninggalkan dunia ini. Ia rahimahullah terlihat mengangkat jari telunjuknya dan tersenyum. SubhanAllah!

Beberapa orang benar-benar memenuhi perjanjian mereka, saudara yang rendah hati ini (begitu kami mengenalnya) masuk ke arena Jihad ini tanpa membawa apa pun di tangannya selain pakaian yang ia kenakan dan ia rahimahullah meninggalkan dunia dengan keikhlasan dan kecintaan menggenggam dien Allah. Pada sepuluh hari Dzul Hijjah yang diberkahi, pada hari terbaik dalam seminggu dan selama waktu terbaik sebelum matahari terbenam pada hari Jum’at.

Ibnu Abbas (semoga Allah meridhai dia dan ayahnya) juga meriwayatkan bahwa Nabi (ﷺ) bersabda, “Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).“ Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi ﷺ menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun“. (HR Ad-Daarimi, 1/357; sanadnya hasan sebagaimana tercantum dalam Al-Irwaa’, 3/398).

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget