Halloween Costume ideas 2015
11/03/15

bashar-assad
Sebuah media pro rezim Asad mengungkapkan pada Senin (2/11/2015) bahwa intelijen Rusia melihat ada upaya serius untuk membunuh Bashar al-Assad, yang merupakan bagian dari teror pembunuhan yang menghantui para pendukungnya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa intelijen Rusia melaporkan bahwa ada kemungkinan pesawat dari Aliansi Internasional atau pihak lainnya yang berupaya untuk menyerang Istana Presiden di mana Bashar al-Asad tinggal, sehingga Rusia telah menyiapkan Sukhoi-34 untuk melindungi daerah itu untuk menangkal setiap serangan, sebagaimana dilansir oleh ElDorar AlShamia.

Sumber-sumber itu menegaskan bahwa ada dua pesawat Sukhoi yang selalu siap siaga di basis Lattakia yang dalam hitungan detik siap menembak dan menjatuhkan setiap pesawat yang ingin menyerang Istana Presiden Bashar Asad.

Situs pro rezim Asad yang dekat dengan sistem keamanan dan intelijen mengungkapkan bahwa Rusia berencana untuk membangun pangkalan rudal surface to-air jarak pendek untuk melindungi area Istana Presiden dan menyerang setiap pesawat yang mencoba untuk menyerang istana.

Kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan bahwa perlahan negara eksportir senjata Rosoboronexport mengatakan bahwa pihaknya siap menandatangani kontrak memasok Sistem Pertahanan Rudal S-300 ke Iran.

Sistem Pertahanan Rudal S-300

Interfax melansir dari penasihat presiden untuk urusan militer, Valdimir Kogen, Juli lalu mengatakan bahwa Rusia tengah memperbarui Sistem Pertahanan Rudal S-300. Rudal yang diperbarui itu akan dijual ke Iran. Misil ini bisa menargetkan pesawat dan sepenuhnya melibatkan unit bergerak yang dilengkapi dengan rudal balistik. Kemampuan jarak jelajahnya hingga 150 km.

Pada bulan Juni, perusahaan pembuat senjata usia Almaz-Antey mengatakan bahwa pihaknya akan mengirim Rudal S-300 kepada Iran setelah selesainya penjanjian perdagangan. Almaz-Antey menegaskan bahwa pemerintah menghapus semua pembatasan pada pengiriman itu.

Penjualan senjata canggih ke Iran ini setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mencabut embargo senjata ke negara yang sedang bersekutu itu. Putin beralasan, pencabutan itu karena telah terjadi kesepakatan nuklir antarai Iran dan negara-negara besar dunia.

Sistem Pertahanan Rudal S-300 mampu menyerang dari permukaan ke udara. Senjata canggih ini pertama kali digunakan Uni Soviet pada 1979. Kini, senjata itu dimodifikasi dan diperbaharui oleh Rusia.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget