Halloween Costume ideas 2015
10/24/15

Sumber lapangan melaporkan bahwa pasukan koalisi Mujahidin Suriah pada Jum’at (23/10) berhasil menguasai dua desa Markabah dan Lahaya di Hama utara.

Koalisi Mujahidin melanjutkan operasi militernya di Hama, dan mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membunuh sejumlah besar tentara rezim, dan merebut tank, senjata ringan dan depot amunisi.

Salah seorang komandan di dalam ruang operasi Mujahidin, Abu Umar mengatakan kepada koresponden Al-Jazeera, bahwa koalisi Jaisyul Fath bersama dengan Jaisyun Nasr mampu merebut dua desa dan menghancurkan meriam kaliber 23mm (Giant Bow) dan membunuh dua perwira di kota Lahaya, menambahkan bahwa sejumlah tentara rezim Nushairiyyah melarikan diri.


Laporan dari desa Lahaya 


Sebuah Tank yang ditinggal Pasukan Assad di Markabah, menjadi Ghanimah bagi mujahidin dari Jaisyun Nasr

Abu Umar menjelaskan bahwa Mujahidin melakukan serangan setelah melancarkan penembakan artileri intensif terhadap markas rezim Nushairiyyah, beliau juga mengkonfirmasi kemajuan Mujahidin walaupun Rusia melancarkan serangan udara intensif terhadap posisi koalisi Mujahidin.
Pengambilan kendali terhadap dua desa tersebut adalah untuk memudahkan tugas oposisi untuk terus maju menuju desa-desa lain di wilayah Hama utara.

hama-utara
dua desa Markabah dan Lahaya di Hama utara, yang berhasil direbut Mujahidin

Pilot Rusia menolak berfoto sebelum lepas landas untuk melaksanakan serangan udara di Suriah, di tengah kondisi ketakutan dan teror bahwa itu akan menjadi foto mereka yang terakhir, sebagaimana dilansir oleh El-Dorar Al-Shamia, Kamis (22/10/2015).

Kantor berita Rusia Sputnik melaporkan bahwa semua pilot Rusia mengatakan bahwa mereka memiliki tradisi sebelum lepas landas mereka tidak akan berfoto.

pilot-russia


Dan salah satu pilot mengatakan: “Jangan mengambil gambar sebelum lepas landas agar tidak menempatkannya sebagai gambar terakhir di batu nisan,”

Pengamat menganggap bahwa keadaan teror dan ketakutan mulai menghantui pilot Rusia di Suriah.

Dua anggota dari unit elit Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah tewas di Suriah, termasuk seorang mantan pengawal pribadi mantan presiden Iran, media Iran melaporkan pada Jum’at (23/10/2015).

Naraki tewas di suriah hari kamis (22/10), sebelumnya pengawal presiden iran Mahmud ahmadinejad 

“Hari ini, dua pasukan IRGC tewas di Suriah. Laporan yang mengatakan 15 orang telah tewas adalah salah,” ungkap Ramezan Sharif, juru bicara IRGC, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Niaraki, yang sebelumnya merupakan pengawal mantan presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, tewas pada Kamis (22/10), kantor berita Fars melaporkan.

Iran adalah sekutu regional utama Presiden Suriah Bashar al-Asad dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang Suriah..

Menurut beberapa sumber yang diperoleh oleh Reuters mengungkapkan bahwa ratusan tentara Iran telah tiba di Suriah sejak akhir September untuk ambil bagian dalam serangan darat besar-besaran. Selama bulan ini, empat komandan Iran telah tewas dalam pertempuran di Suriah.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget