Halloween Costume ideas 2015
10/21/15

Presiden Suriah Bashar Assad melakukan kunjungan kejutan ke Moskow pada Selasa malam di mana ia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagaimana dilansir Middle East Eye, Rabu (21/10/2015).

Menurut pernyataan yang dikeluarkan kepada pers, Assad melakukan perjalanan ke Mokow untuk berterima kasih kepada Putin atas dukungannya dan atas peluncuran serangan udara atas Suriah.

Perjalanan Assad itu diyakini merupakan yang pertama kalinya sejak pecahnya perang di Suriah pada tahun 2011, menurut laporan Reuters

Rincian kunjungan itu diumumkan pada Rabu (21/10), dimana juru bicara Kremlin mengatakan bahwa Assad kini telah kembali ke Suriah.

Rusia memulai kampanye udara di Suriah pada akhir September setelah Assad meminta kepada sekutunya itu untuk campur tangan.

Dukungan udara Rusia untuk kampanye serangan darat rezim Suriah di pinggiran kota Timur Ghouta dari Damaskus terus berlanjut pada hari Senin (19/10), pada hari yang sama serangan udara ganda dilaporkan telah menewaskan seorang komandan Mujahidin FSA dan puluhan warga sipil di sebuah desa yang dikuasai Mujahidin di provinsi pesisir Latakia.

Beberapa serangan udara pada Senin beserta dengan pengeboman roket oleh pasukan rezim Nushairiyyah menghantam Marj Sultan, 20 kilometer sebelah timur dari Damaskus, Syria News Time melaporkan. Marj Sultan terletak di daerah pertanian enam kilometer timur laut dari Bandara Internasional Damaskus yang dikuasai rezim, dan dianggap sebagai pintu gerbang ke Timur Ghouta.

Serangan udara dan darat dalam beberapa hari terakhir telah dilaporkan mengakibatkan 900 keluarga dari kota ke desa terdekat mengungsi dan telah melukai ratusan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, Senin mengklaim bahwa serangan udara Rusia telah mentargetkan IS (ISIS) di Timur Ghouta.

Sumber sipil dan Mujahidin di Timur Ghouta membantah laporan Rusia bahwa IS yang menjadi target serangan udara tersebut.

"Tidak ada IS (ISIS) di sini," Amer As-Syami, seorang wartawan yang berbasis di Timur Ghouta mengatakan kepada Syria Direct pada Selasa (21/10), mengingatkan soal kampanye 2014 oleh Jaisyul Islam dan kelompok pemberontak lain yang telah mengusir dan membunuh sejumlah besar pejuang IS.

“IS benar-benar telah diusir dari seluruh Ghouta," kata As-Syami, penuturannya diperkuat oleh sumber lain yang diwawancarai dalam beberapa pekan terakhir oleh Syria Direct.

Kelompok Mujahidin yang paling menonjol di pinggiran kota Timur Ghouta, Jaisyul Islam, adalah "musuh nomor satu IS," kata As-Syami, menggarisbawahi mustahil ada kemungkinan bahwa serangan udara di Timur Ghouta mentargetkan sekelompok besar tentara Daulah.

Pasukan rezim Syiah Nushairiyyah yang didukung penuh oleh pasukan udara Rusia telah mencoba untuk menekan kearah Marj Sultan dari posisi terdekat sejak Jumat lalu, Syria Reporter melaporkan Selasa (20/10), menambahkan bahwa Mujahidin mampu menangkis serangan darat rezim meskipun menghadapi serangan udara Rusia.

Lucunya, juru bicara Moskow juga mengklaim bahwa pasukan IS telah dihalau ke arah Marj Sultan dengan serangan udara Rusia, menurut kantor berita yang dikelola negara, TASS. Media rezim Suriah memberitakan kebohongan yang sama pada hari itu.

Harakah Tahrir Homs, faksi terbesar mujahidin di provinsi Homs, Suriah Tengah, Selasa (20/10), mengumumkan membentuk koalisi dengan nama “Majmu’ah Tansiq fi Homs”. Koalisi ini bertujuan menyatukan barisan mujahidin untuk meruntuhkan rezim Bashar Assad dan melawan serangan Iran dan Rusia.

Dalam pernyataan yang dilansir Al-Jazeera, faksi-faksi itu menegaskan menyatukan barisan dan pandangan politik serta militer untuk menjaga berbagai pencapaian yang diraih mujahidin. Dan juga, untuk menolak segala jenis ekstremisme dan pemikirannya serta menolak segala upaya pengkotak-kotakan Homs pada khususnya dan Suriah pada umumnya.



Juru bicara Harakah Tahrir Homs, Shuhaib Al-Ali mengatakan bahwa koalisi ini dibentuk dalam rangka mengoordinasikan antara komandan tinggi serta faksi-faksi di Homs. Di dalamnya termasuk kekuatan militer besar. Sejumlah mantan perwira militer Suriah yang berpengalaman juga ikut dalam koalisi itu. Ia menambahkan, sebanyak 100 perwira yang membelot dari militer Bashar Assad bergabung dalam koalisi ini. Mereka sudah lama turun ke front pertempuran.

Yang bertanda tangan dalam pernyataan itu, Harakah Tahrir Homs, Faliq Al-Syam dan sejumlah brigade Free Syrian Army (FSA) serta faksi-faksi lokal di provinsi Homs. Pernyataan itu juga menyeru faksi-faksi lain bersama-sama dalam revolusi kebebasan dan kemuliaan.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget