Halloween Costume ideas 2015
10/15/15

Koalisi faksi mujahidin Suriah, Jaisyul Fath, di kota Hama mengumumkan, Selasa (13/10), memulai pertempuran pembebasan Provinsi Hama setelah intervensi Rusia di Suriah. Pertempuran ini diluncurkan enam hari setelah militer rezim yang didukung milisi Rusia dan Iran meluncurkan kampanye militer sengit menargetkan wilayah-wilayah pedesaan Hama.

Anggota Kantor Media Faksi Ajnad Al-Syam (salah satu faksi yang tergabung Jaisyul Fath), Abu Khalid, mengatakan bahwa Jaisyul Fath merilis pernyataan memulai pertempuran pembebasan Hama serta melawan agresi Rusia di Suriah.

Abu Khalid menambahkan, operasi itu mencakup seluruh wilayah di Provinsi Hama yang masih dikontrol rezim Suriah dan pendukungnya. Operasi ini untuk menjawab intervensi Rusia secara terang-terangan di Suriah.

Dia menunjukkan, para mujahidin berhasil menggagalkan serangan rezim dari berbagai arah di pedesaan Hama dalam beberapa hari terakhir. Militer rezim dan pendukung tak meraih hasil apapun dalam serangan di pedesaan Hama.

Abu Khalid menjelaskan bahwa intervensi Rusia semakin menambah semangat tempur pejuang untuk membebaskan seluruh wilayah Suriah dari cengkeraman rezim.

Pada bagiannya, penanggung jawab Kantor Media Ajnad Al-Syam Abu Al-Majid mengatakan bahwa operasi militer yang digulirkan pejuang ini dimulai dari wilayah pedesaan hingga pusat kota Hama, secara keseluruhan.


Penjelasan Syeikh Muhaisini terkait Serangan Besar yang akan dilakukan mujahidin di provinsi Hama

Sedikitnya 400 pasukan di barisan rezim Suriah dilaporkan tewas dalam pertempuran sepekan terakhir di pedesaan Hama. Pertempuran di wilayah itu kembali memanas setelah Rusia mengerahkan jet tempur untuk mendukung militer Suriah.

Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, Selasa (13/10), melansir dari sumber di kalangan rezim Suriah, jumlah itu berdasarkan mayat-mayat yang tiba di Rumah Sakit Nasional Hama. Mayat-mayat itu dievakuasi ke rumah sakit pemerintah sejak pertempuran di pedesaan Hama meletus.

Seorang komandan militer Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) di pedesaan Hama, Abu Khalid, mengatakan bahwa dokter-dokter yang bertugas di lapangan mengonfirmasi kedatangan puluhan mobil ambulans tiba di Rumah Sakit Hama. Ambulans-ambulans itu mengangkut puluhan mayat dan korban luka tentara rezim dari front Hama sejak 7 Oktober lalu.

Para staf medis di Rumah Sakit Nasional Hama, yang meminta tidak disebutkan namanya demi alasan keamanan mengatakan bahwa enam hari terakhir pertempuran di Hama mengakibatkan 400 tentara tewas. Mayat-mayat itu sampai saat ini masih berada di rumah Sakit Nasional Hama.

Mereka menunjukkan bahwa dinas intelijen Suriah di Hama mengeluarkan keputusan terhadap RS Hama untuk tidak mendata para korban yang dievakuasi ke rumah sakit itu. Larangan itu berlaku beberapa hari ke depan bagi korban yang datang dari front pertempuran di pedesaan Hama.

Dalam konteks terkait, aktivis lapangan di kota Hama Muhammad mengatakan bahwa milisi Pertahanan Nasional, milisi pendukung Bashar Assad, mengevakuasi banyak anggota yang tewas dalam pertempuran Kamis lalu. Milisi Pertahanan Nasional sengaja diminta untuk membantu pertempuran di pedesaan Hama.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget