Halloween Costume ideas 2015
10/14/15

Kelompok “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, dilaporkan menduduki daerah-daerah pejuang Suriah yang terkena serangan udara Rusia, merebut setidaknya lima desa di provinsi Aleppo selama akhir pekan, lansir MEE pada Senin (12/10/2015).

Serangan udara Rusia, yang dimulai pada 30 September lalu, sejauh ini tidak terfokus pada area yang diduduki IS, melainkan pada sejumlah posisi kelompok pejuang Suriah yang melawan pemerintah diktator Presiden Bashar Asad.


IS telah mengambil keuntungan dari hal ini, dan sekarang mendapatkan wilayah di utara Aleppo – membuat kelompok pimpinan Abu Bakar Baghdadi itu berada di posisi paling dekat dengan bekas ibukota negara dalam dua tahun ini, lapor Guardian.

“Pesawat-pesawat Rusia menyerang Tentara Pembebasan Suriah [atau Free Syrian Army (FSA)] dan menjatuhkan wilayah itu hingga membuat Daulah [IS] mengontrol area-area strategis di Aleppo,” ungkap sumber dari Tajammu Al-Izzah, salah satu kelompok oposisi yang juga menjadi target dalam serangan udara Rusia , kepada Guardian.

“Kebenarannya ialah, Rusia mendukung ISIS,” tambahnya, dengan menggunakan singkatan alternatif untuk IS.

Pada pekan sejak serangan udara Moskow dimulai, serangan udara mereka sebagian besar telah difokuskan pada Hama, di mana kelompok-kelompok pejuang perlawanan Suriah berhasil menguasai sejumlah wilayah selama melawan pasukan pemerintah Nushairiyah Suriah, dan Aleppo barat, wilayah yang dikuasai kelompok-kelompok oposisi lainnya.

Pada Jum’at (9/10), IS mengambil keuntungan dari pengeboman Rusia di Aleppo barat dan bergerak ke selatan, menduduki sejumlah desa di sebelah utara kota Aleppo.

Moskow mengklaim bahwa serangan udara mereka utamanya menargetkan pejuang IS, namun para pejuang Suriah telah menegaskan bahwa serangan-serangan mereka sebagian besar justru telah menargetkan pasukan perlawanan yang berjuang melawan pasukan diktator Asad.

Banyak dari kelompok-kelompok perlawanan yang terkena serangan udara Rusia itu juga merupakan kelompok jihad yang melawan IS.

“Setiap pihak yang ingin melawan pemberontak (mujahidin-red) mengatakan bahwa mereka datang untuk melawan Daulah [IS] padahal faktanya mereka ingin melawan pemberontak (mujahidin-red),” ujar Bahaa Al-Halaby, seorang aktivis yang berbasis di kota Aleppo.

Video berikut ini menunjukan serangan brutal yang dilakukan helikopter Rusia menargetkan posisi mujahidin di utara Hama. Sayangnya mujahidin tidak memiliki senjata canggih anti pesawat, sehingga belum mampu melakukan serangan balasan.



“Wahai kaum mukmin, jika Allah menolong kalian dalam mengalahkan musuh, maka tidak akan ada yang dapat mengalahkan kalian. Jika Allah melemahkan kalian dalam menghadapi musuh, maka siapakah yang dapat memberi pertolongan kepada kalian selain Allah? Hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin seharusnya bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran, 3:160)

بسم الله الرحمن الرحيم

Yayasan Al-Minara Al-Baydha’ Mempersembahkan

Video: Tahun Penuh Tipu Daya “Siapa Yang Telah Memecah Belah Barisan?”


Pengumuman Khilafah oleh IS telah mentransfer "pertikaian dan konflik ke daerah lain" karena mereka menuntut agar semua umat Islam sekarang membungkuk dan taat kepada “khilafah” versi Al-Baghdadi. Kaum Muslimin yang tidak mau melakukannya maka dianggap berdosa (bahkan murtad) oleh IS, Perpecahan pun terjadi, dan yang paling diuntungkan adalah Penjajah Barat dan bertahan-nya Rezim Suriah.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget