Halloween Costume ideas 2015
10/13/15

Mujahidin melancarkan serangan balasan di pedesaan Hama Utara dan memastikan mengontrol kembali sejumlah wilayah penting di daerah itu. Banyak tentara Suriah dan milisi-milisi pendukungnya tewas. Sementara banyak kendaraan musuh hancur.

Komandan militer di koalisi pejuang Jaisyun Nashr, Abu Hammam, menjelaskan militer Suriah pada malam harinya (Sabtu malam Ahad) menghujani pedesaan Hama Utara dengan ratusan mortir dan bom curah yang dilarang internasional. Serangan sengit yang dibantu jet Rusia itu untuk mempermudah pasukan darat menembus desa-desa di wilayah tersebut. Sejumlah desa sempat terlepas akibat serangan tersebut. Pertempuran berlangsung sepanjang malam.

Abu Hammam menambahkan, menjelang subuh, mujahidin meluncurkan serangan terorganisir. Hasilnya, sejumlah desa direbut kembali. Desa-desa itu Atsyan dan Tel Sakik yang terletak sangat strategis. Sejumlah tentara dan milisi pendukunnya berhasil dilumpuhkan.

Mujahidin juga menyerang desa Ma’an pro rezim di Hama Timur. Pinggiran desa yang dianggap sebagai basis perkumpulan militer Suriah ini berhasil dibebaskan.

Sementara itu, aktivis media Khalid Al-Umar melaporkan bahwa pejuang mengontrol daerah Ash-Shawamik di dekat kota Kafr Dabudzah, pedesaan Hama. Sebuah tank musuh hancur dan sejumlah tentara tewas akibat serangan itu.

Umar menjelaskan bahwa faksi-faksi pejuang menggelar operasi bersama untuk menghadapi serangan militer Suriah yang didukung Rusia itu. Kerjasama itu guna untuk mengoordinasikan serangan dan pertempuran.

Situasi militer (11/10) serangan Tentara Assad di utara Hama


(12/10) - Mujahidin berhasil hancurkan Tank milik tentara Assad di desa Kafranbouda, Hama.


(12/10) - Mujahidin kuasai sebuah Tank beserta amunisinya yang ditinggal kabur Tentara Assad

Human Rights Watch (HRW) mengatakan amunisi bom cluster Rusia dari jenis paling mutakhir digunakan dalam serangan udara di Suriah utara.

Rusia ataupun rezim Suriah telah menggunakan senjata mematikan jenis SPBE, dalam serangan di kota Kafr Halab, terletak di sebelah selatan-barat dari Aleppo, dalam laporan 4 Oktober.

Menurut HRW, amunisi yang kemungkinan besar digunakan pada bom cluster adalah RBK-500 SPBE. Amunisi itu merupakan satu-satunya jenis bom yang mampu dijatuhkan dari udara oleh senjata ini.

“Ini meresahkan, amunisi bom cluster sedang digunakan di Suriah mengingat bahaya yang ditimbulkan terhadap warga sipil untuk tahun-tahun ke depan,” kata Nadim Houry, wakil direktur HRW untuk Timur Tengah.

“Baik Rusia maupun Suriah harus menghentikan penggunakan bom cluster, dan keduanya harus bergabung dengan larangan internasional tanpa menunda,” tambahnya.

Bom cluster dapat menyimpan ratusan amunisi kecil termasuk granat, bom-bom dan ranjau. Bom cluster bisa ditembakkan melalui oleh sistem artileri atau dijatuhkan oleh pesawat, dan tersebar di wilayah yang luas.

Seperti ranjau darat tradisional, amunisi kecil bom cluster menimbulkan ancaman untuk jangka waktu bertahun-tahun meski konflik bersenjata selesai. Karena amunisi bom cluster sering gagal meledak ketika disebar oleh tembakan.

“Serangan di Kafr Halab bertepatan dengan gelombang laporan video dan fotografi dari udara turun dan serangan bom cluster di Aleppo, Hama, dan Idlib sejak Rusia memulai kampanye udara di Suriah pada 30 September,” kata pengawas HAM itu dalam sebuah pernyataan.


(4/10) Serangan Udara Rusia menargetkan Markas Jabhah Nusrah di Kafr Halab, Aleppo.


(4/10) - Video yang memperlihatkan bom cluster digunakan dalam serangan udara Rusia

Pemimpin tertinggi Jabhah Nusrah, Abu Muhammad Al-Jaulani, menyeru faksi-faksi oposisi Suriah menyatukan barisan dalam rangka menghadapi apa yang ia sebut Perang Salib Rusia.

rusia_iran

Dalam pidatonya yang diunggah di internet, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (12/10), Jaulani mendesak melancarkan serangan menargetkan basis-basis minoritas Alawi pendukung utama Bashar Assad. Serangan itu sebagai balasan pembunuhan brutal Rusia terhadap warga Ahlussunnah tanpa membeda-bedakan.

Jaulani berpendapat dalam rekaman itu bahwa invasi Rusia terhadap wilayah Suriah baru-baru ini menunjukkan kegagalan Iran dan Syiah Hizbullah serta milisi pendukung Bashar Assad.

Sebagaimana diketahui, Rusia mengumumkan memulai operasi di Suriah sejak 30 September lalu. Rusia mengklaim serangan-serangan itu menargetkan Daulah Islamiyah (ISIS), sementara faktanya serangan itu mayoritas menargetkan wilayah-wilayah yang dikontrol koalisi mujahidin di hama, idlib, aleppo, dll.

Koresponden Ad-Durar Asy-Syamiyah yang ikut turun langsung ke medan pertempuran melaporkan Rezim Assad yang didukung oleh Rusia dan milisi Iran meluncurkan kampanye sengit yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut diselingi oleh bentrokan dengan Mujahidin di front dari Tal Osman di barat ke Attshan di timur dan utara pedesaan Hama.



Seluruh faksi FSA di pedesaan Hama bersatu dalam satu ruang operasi umum dengan 11 petugas yang mengelolanya.

Pada hari pertama Mujahidin mampu menghancurkan 24 tank, sebuah meriam Kaliber 57 dan senapan mesin Kaliber 23 dan merebut dua tank serta menewaskan 200 tentara rezim Assad dan elemen Rusia termasuk seorang Jenderal Rusia – komandan operasi di Morek.

Pada hari kedua Mujahidin berhasil menghancurkan tujuh kendaraan tempur dan merebut senapan mesin, dan pada hari ketiga Mujahidin menghancurkan  5 kendaraan tempur.

Hari Sabtu (10/10), Mujahidin berhasil menarik pasukan rezim ke dalam area penyergapan. Seluruh tentara tewas atau terluka, sampai saat ini rezim tidak dapat mengevakuasi baik mereka yang tewas maupun terluka.

Dalam penyergapan yang sukses itu Mujahidin berhasil menghancurkan sebuah kendaraan pengangkut dan tank buatan Rusia, Shilka (ZSU-23-4).

Pada hari kedua pertempuran Mujahidin juga berhasil menembak jatuh dua helikopter tempur di timur Karnaz.

Sementara itu, koresponden jaringan Ad-Durar juga melaporkan, pada hari ahad (11/10), bahwa pesawat tempur Rusia biidznillah membombardir pos pasukan rezim Assad di Sahl al-Ghab di pedesaan barat Hama dikarenakan kesalahan koordinasi.

Koresponden mengatakan bahwa rudal Rusia jatuh pada posisi pasukan Assad yang bermarkas di dekat desa Hakoura di Sahl al-Ghab.

Dalam konteks yang sama, sumber lapangan melaporkan bahwa peluncur roket di Kamp Juerin milik pasukan Assad meledak saat melakukan pemboman terhadap daerah-daerah kekuasan Mujahidin dan kota-kota di dataran al-Ghab, yang mengakibatkan jatuhnya korban di barisan mereka sendiri.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget